Nayra Agata Kennedy, ia merupakan putri bungsu dari Lukas Kennedy, Nayra memliki saudari kembar bernama Nayla (Nayla lahir 45 menit lebih dulu), lahir dengan membawa duka. Ibunya meninggal dunia karena pendarahan hebat setelah berjuang melahirkannya, membuat Nayra dibenci ayah dan ketiga kakak laki-lakinya selama 21 tahun. Hanya Nayla yang selalu peduli padanya.
Takdir berubah saat Nayra bertemu seorang miliarder tampan. Dipersunting olehnya, hidup Nayra berubah drastis, dari yang dulu diabaikan, kini ia dimanjakan layaknya putri raja oleh suaminya yang penuh kasih sayang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa idayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Yang Berat
Setelah Sean berbincang dengan dokter Lina di ruangan pribadi dokter Lina, Sean tampak sayu, dan berusaha ingin menemui Nayra. Kemeja putih nya kusut, dasi nya acak-acakan sebagian, dan keringat menetes di dahinya. Dia berjalan cepat melalui lorong rumah sakit hingga menemukan kamar rawat inap di mana Nayra Agata berada.
“Saya cari Nayra Agata Kennedy!” seru Sean dengan lesu dan bingung saat membuka pintu kamar dengan kasar, Roy. Asisten Sean berdiri di belakangnya
Nick yang sedang berdiri dekat jendela langsung menghadang nya dengan tatapan yang menyala api. “Siapa Anda dan bagaimana Anda bisa tahu nama adik saya?”
“Saya Sean Fawas Samir, suami Nayra Silvia Wijaya. Dokter Lina bilang ada kesalahan dengan prosedur inseminasi buatan kami,” jawab Sean dengan suara gemetar, matanya mencari-cari wajah Nayra Agata yang sedang menutup wajah dengan tangan di ranjang.
“Kamu adalah penyebab semua ini?!” seru Nick dengan suara tinggi, tangannya sudah siap untuk meraih kerah kemeja Sean. “Kamu dan istri kamu sudah membuat masa depan adik saya hancur karena kesalahan dokter yang menangani kalian!”
Nathan segera menghalangi Nick sebelum dia bisa melakukan sesuatu yang tidak terkontrol. “Jangan terbawa emosi, Kak! Kita perlu bicara dengan tenang.” Namun wajah Nathan sendiri juga menunjukkan kemarahan yang jelas.
Nagara yang hingga saat itu hanya berdiri diam di sudut kamar, melangkah maju. Matanya yang biasanya hangat kini dingin seperti es saat menyaksikan Sean. “Tuan Sean Fawas Samir… CEO Perusahaan Samir Internasional yang sudah menjajaki pasar luar negeri. Saya mengenal nama Anda dengan baik, kita bahkan pernah hampir melakukan kerja sama bisnis tahun lalu.”
Sean melihat ke arah Nagara dengan tatapan bingung dan penuh rasa bersalah. “Anda adalah Tuan Nagara Kennedy? Jadi Nayra Agata Kennedy adik Anda? Saya… saya sungguh tidak tahu harus berkata apa. Saya sendiri baru saja tahu tentang kesalahan ini dan langsung datang tanpa memberitahu istri saya”
Nagara menghela napas dalam-dalam, tangannya menyilang di dada. Pikirannya sedang berputar cepat, sebagai CEO perusahaan besar, dia tahu betul konsekuensi yang mungkin muncul jika masalah ini tidak ditangani dengan baik. Kedua keluarga mereka adalah nama besar di dunia bisnis Indonesia, bahkan hingga mancanegara. Jika berita tentang kesalahan ini keluar ke publik, tidak hanya nama baik rumah sakit yang akan tercoreng, tapi juga kedua perusahaan mereka bisa terkena dampak.
Di sudut kamar, Dokter Lina yang baru saja masuk berdiri dengan tubuh yang sudah lemas. Dia berkali-kali menyentuh dada nya dan memohon maaf. “Saya sungguh minta maaf, Tuan Nagara, Tuan Sean… saya tidak menyangka kesalahan kecil dalam pencatatan bisa menyebabkan hal seperti ini. Saya sadar bahwa saya sedang menghadapi dua keluarga terkemuka di Jakarta bahkan seluruh Indonesia. Saya siap menerima segala konsekuensi atas kesalahan saya, baik secara hukum maupun profesional.”
Sean mendekat ke arah ranjang dengan hati-hati, tapi langsung dihentikan oleh Nick yang masih berdiri siap melindungi Nayra. “Jangan mendekat! Anda tidak punya hak untuk melihat keadaan adik saya. setelah semua yang terjadi!”
Nayra Agata yang sedari tadi hanya menangis diam-diam, akhirnya membuka matanya. Suaranya lemah tapi jelas terdengar di kamar. “Kak Nick… biarkan dia berkata, apa yang mau dia katakan.”
Semua orang menoleh ke arah nya. Sean melihat wajah gadis muda itu dengan mata penuh iba dan rasa bersalah. Dia ingin berkata sesuatu, tapi kata-kata seolah terkunci di tenggorokan nya. Bagaimana mungkin dia bisa meminta maaf atas kesalahan yang tidak langsung dia lakukan, namun yang berdampak besar pada kehidupan seorang gadis muda yang tidak bersalah?
Kata-kata Nayra Agata membuat seluruh kamar menjadi sunyi. Sean melihatnya dengan mata yang penuh campuran emosi dan iba, rasa bersalah, dan tekad yang kuat. Dia menoleh ke arah Nagara dan kakak-kakak Nayra lainnya dengan tatapan yang serius.
“Tuan Nagara, dan saudara-saudara Nayra… saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Anda semua, terutama Nayra sendiri,” ucap Sean dengan suara yang mantap namun penuh rasa hormat. “Saya tahu ini bukan kesalahan saya atau istri saya, tapi juga bukan kesalahan Nayra. Ini adalah kesalahan besar dari rumah sakit dan Dokter Lina. Namun demikian, anak yang ada di dalam kandungan Nayra adalah darah daging saya, saya punya tanggung jawab yang tidak bisa saya tinggalkan.”
Dia mengambil napas dalam sebelum melanjutkan, matanya tidak menyimpang dari wajah keluarga Kennedy. “Saya berjanji akan menanggung segala biaya perawatan medis Nayra selama kehamilan hingga kelahiran anak. Selain itu, saya siap memberikan 25% saham perusahaan Samir kepada Nayra, tapi setelah anak itu lahir bisa serahkan anak itu ke Saya?"
Nick mengerutkan kening. “Apa maksud Anda dengan itu, Tuan Sean? Kami sama sekali tidak menginginkan uang atau saham Anda!"
"Tuan! Kami ini keturunan keluarga Kennedy. Walaupun kekayaan keluarga kami tidak sebanyak kekayaan anda, tapi setidaknya kekayaan kami tidak akan habis di makan tujuh turunan!" Seru Nathan bengis
“Tidak, ini bukan tentang uang atau kekayaan,” jawab Sean dengan tegas. “Ini tentang tanggung jawab saya sebagai ayah biologis anak tersebut. Adik kalian masih terlalu muda, masa depan nya masih panjang. Jadi biarkan saya yang mengurus anak itu nantinya.”
"Tuan, setengah dari DNA anak yang ada di kandungan saya merupakan DNA saya! Anda tidak berhak membawa dia pergi dari hidup saya! Jika anda bersikeras, maka saya lebih baik menggugurkan anak ini, toh saya juga tidak akan memiliki nya nanti " seru Nayra membuat Sean gugup
"Nay" lirih Naga tampak khawatir, begitu juga, Nick, Nathan dan Nayla
"Tidak, jangan gugurkan anak itu. Saya takut jika kedepannya saya tidak memiliki anak lagi" lirih Sean setengah mengiba
Dia melihat langsung ke arah Nayra. “Saya.. saya bersedia menikahi Anda, Nayra"
Ucapan Sean berhasil membuat semua mata saling tatap bingung. "Tidak untuk apa-apa selain agar anak kita memiliki data resmi setelah lahir, agar dia tidak dianggap anak tanpa ayah atau harus menghadapi stigma dari orang lain. Saya akan menjaga rahasia ini dengan nyawa saya sendiri dan memastikan tidak ada seorang pun yang tahu tentang kehamilan mu selain kita berdua dan keluarga mu, saya juga akan merahasiakan ini dari istri dan keluarga ku" tambah Sean membuat Nayra menatap Naga seolah minta persetujuan
Nick mendengus pelan, namun ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia mulai memahami posisi Sean. “Kita semua tahu Anda dan istri Anda tidak bersalah, Tuan Sean. Ini memang murni kesalahan rumah sakit. Dokter Lina sendiri sudah mengakui dan siap menerima konsekuensinya.”
Nagara yang selama ini hanya diam menyimak, akhirnya berbicara. “Tuan Sean, saya menghargai tekad dan tanggung jawab Anda. Namun keputusan besar seperti ini tidak bisa kita putuskan dalam waktu singkat. Kita perlu berpikir matang tentang masa depan Nayra dan anak yang ada di dalam kandungannya. Pernikahan bukan hal yang bisa kita sepakati sembarangan, terutama karena Anda sudah memiliki istri.”
Dokter Lina yang masih berdiri di sudut kamar menangis pelan. “Saya sungguh menyesal… jika saya bisa mengubah masa lalu, saya akan melakukan apa saja. Saya siap menghadapi proses hukum dan mengundurkan diri dari profesi saya jika itu yang Anda inginkan. Yang penting jangan lenyap kan saya dan keluarga saya Tuan.” dokter Lina seolah faham berhadapan dengan orang yang memiliki kuasa besar tidaklah muda, bisa-bisa dia dan keluarganya di bunuh agar rahasia mereka tetap terjaga
Sean mengangguk perlahan. “Saya tidak ingin menyalahkan siapapun lagi. Yang penting sekarang adalah kita menemukan solusi terbaik untuk semua pihak. Saya akan menunggu keputusan keluarga Anda dengan sabar. Dan saya janji, tidak peduli apa keputusannya, saya akan tetap bertanggung jawab terhadap anak tersebut.”
Nayra Agata yang sedari tadi hanya mendengarkan dengan tenang, akhirnya mengangkat wajahnya. Matanya sudah tidak menangis lagi, digantikan oleh ekspresi yang penuh ketegasan. “Saya perlu waktu untuk memikirkan semua ini, Kakak-kakak… Tuan Sean. Anak di dalam kandungan saya tidak ada salahnya. Saya harus memastikan bahwa apa pun yang kita putuskan, itu adalah yang terbaik baginya.”