Bagaimana rasanya bila sedang berduka karena kehilangan laki-laki yang sangat kita cintai secara tiba-tiba, datang wanita asing dan anak kecil yang yang tidak kita kenal sama sekali mengaku sebagai istri dan anak suami kita yang telah meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh saat itu juga.
Hancur. Pedih. Perih...
Rasa itulah yang kini bersemayam di palung hati Mikhaela Andisti. Kepergian Dion Sadewa, memberikan luka begitu dalam bagi Mikha. Ternyata laki-laki yang selalu menunjukkan rasa cinta padanya itu telah mengkhianatinya.
Bagaimana kelanjutan kisah ini ikuti terus ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di setiap bab🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SATU PERSATU RAHASIA TERKUAK
"Aku harus bagaimana Dante? Banyak nyawa yang bersandar di perusahaan dan pabrik. Aku tidak terlalu mengerti mengolah bisnis sebesar perusahaan Sadewa, namun aku memiliki saham terbesar di sana. Peninggalan suami ku yang akan di wariskan untuk anak kami", ucap Mikha dengan suara terdengar lirih.
Dante menggenggam tangan Mikha. "Aku akan membantumu, percayalah pada ku".
"Tuan.."
"Hm...maaf menyela, tapi orang kita sudah mendapatkan informasi siapa pengirim bunga itu". Luthfi berdiri dengan iPad di tangannya.
"Cepat katakan!!", perintah Dante.
"Bunga itu di pesan di salah toko bunga dekat sini. Tertera nama Tio yang memesannya", ujar Luthfi memperlihatkan nama pemesan yang orangnya dapatkan.
Seketika tubuh Mikhaela lemas. "Apa maksud Tio melakukannya. Mengirim bunga dengan kata-kata seperti itu untuk ku. Aku hampir saja terkecoh, beberapa hari yang lalu ia berdiri layaknya pahlawan ketika menjemput mama dan Nania di sini. Ia bahkan memberi harapan, agar aku bisa mengandalkannya", ucap Mikha dengan suara bergetar mengingat perkataan Tio waktu itu.
Ternyata semuanya palsu. Tio sama saja seperti saudaranya Nania. Bahkan mamanya Warda yang selalu menyerang Mikha dengan kata-kata pedasnya.
Bahkan ketika mengetahui kehamilan Mikha pun, tidak merubah sifat keluarga Dion, justru semakin menjadi-jadi. Padahal saat Dion ada, masalah anak selalu menjadi tuntutan Warda pada Dion dan Mikhaela. Nyatanya masih saja mereka merongrong Mikha dengan persoalan-persoalan lainnya termasuk menuntut Mikha agar berbagi harta dengan Ira dan anaknya, yang jelas-jelas Mikha tolak.
Hingga beberapa kali mengajukan tuntutan pada Mikha di pengadilan tak sekalipun tuntutan itu mereka menangkan karena pihak sana tidak bersedia melakukan tes DNA ulang seperti yang sudah di putuskan.
Entah apa yang membuat mereka enggan melakukan tes ulang. Tapi tindakan tersebut, sempat membuat Mikha dan Rania meragukan posisi Salfa sebagai anak Dion.
Benar kata Dante, semua ada kepentingan masing-masing. Semua tidak bisa di percaya. Bahkan mendiang Dion pun demikian. Lantas pada siapa lagi tempat Mikha berbagi cerita untuk menyelamatkan perusahaan dan pabrik dari orang-orang serakah seperti Nania dan Tio.
Informasi yang di berikan Dante, sungguh membuat Mikha syok. Dan ia menyesal selama hidup dengan Dion tidak ikut terjun langsung di perusahaan. Lihatlah sekarang akibatnya, ia buta. Tidak tahu apa-apa mengenai perusahaan itu.
"Hei, kenapa melamun?", suara lembut Dante menyadarkan Mikha. Kedua matanya menggerjap.
"Aku harus bagaimana, kalau semua begini Dante. Walau saham ku paling tinggi namun ada pemilik lain di sana. Mama, Nania, Tio tetap pemegang sah saham perusahaan".
"Hei...bukankah aku tadi sudah bilang akan membantu mu? Kamu lupa siapa kekasih mu ini Mikhaela? Atau kamu meragukan kemampuan ku berbisnis, hem?". Dante mengusap lembut wajah Mikha. "Aku tidak akan membiarkan kamu sendirian di antara singa-singa kelaparan itu sayang. Kamu harus ingat kamu tidak sendirian sekarang, ada aku yang akan membackup mu dari kejauhan", ucap Dante penuh penekanan supaya Mikha merasa tenang.
Kata-kata Dante seperti air dingin yang menyejukkan pikiran Mikhaela. Perlahan Mikha menganggukkan kepalanya. Menghambur memeluk Dante.
Seketika menemukan ketenangan jiwa nya. "Terimakasih untuk semuanya. Kamu datang di waktu yang tepat. Aku benar-benar membutuhkan mu Dante", ucap Mikha pelan sambil menghirup dalam-dalam aroma maskulin Dante yang sudah sangat ia sukai.
Dante membalas pelukan itu. Mengecup lembut puncak kepala Mikhaela.
...***...
To be continue
Kalau mau lanjut lagi, tinggalkan komentar kalian ya 😄
Thor jgn ada drama tiba-tiba dion msh hidup y. Asli dah biasa bgt kayak gitu 😂 btw visualnya selalu pas👍 Nania tuh sesuai dg karakter yg di gambarkan. Sadis😂