🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 - Lapar Melawan Hampa
...Bab 15: Lapar Melawan Hampa...
Debu dari runtuhnya benteng tulang masih menggantung di udara, menciptakan tirai kelabu yang memisahkan dua entitas di tengah reruntuhan. Di satu sisi, Han Xuan berdiri dengan rambut putih yang menjuntai hingga pinggang, tubuhnya memancarkan aura hitam yang pekat dan rakus.
Di sisi lain, pria tua dengan pedang kayu itu berdiri setenang air di dalam sumur tua, seolah-olah ia bukan bagian dari kekacauan yang baru saja terjadi.
Han Xuan tidak bisa lagi merasakan tekstur tanah di bawah kakinya, namun ia bisa merasakan struktur atom udara yang bergetar karena tekanan Qi pria itu. Dalam pandangan hitam-putihnya, pria pedang kayu itu bukan lagi manusia, melainkan sebuah lubang transparan di tengah realitas.
"Namaku adalah Mo Shura" ucap pria tua itu sambil mengangkat pedang kayunya. "Dulu, aku adalah orang yang bertugas menjaga keseimbangan di tempat ini. Dan hari ini, aku akan menjadi akhir dari ambisimu."
Han Xuan tersenyum dingin. "Keseimbangan hanyalah kata lain untuk stagnasi, Mo Shura. Dunia ini butuh dihancurkan agar sesuatu yang lebih kuat bisa lahir dari abunya."
Tanpa peringatan, Mo Shura bergerak.
Gerakannya tidak cepat dalam pengertian fisik, melainkan ia seolah-olah menghapus jarak antara dirinya dan Han Xuan. Pedang kayu itu terayun dengan lintasan yang sangat sederhana, namun Han Xuan merasakan seluruh ruang di sekitarnya mendadak hampa. Tidak ada udara untuk bernapas, tidak ada bayangan untuk bersembunyi.
Hukum Kekosongan: Nihilitas.
Han Xuan mendengus dan melepaskan Hukum Devour dari sepuluh titik meridian utamanya sekaligus. Sebuah pusaran hitam raksasa tercipta di depannya, mencoba menelan kehampaan yang dibawa oleh Mo Shura.
BUMM!
Benturan itu tidak menghasilkan suara ledakan yang memekakkan telinga, melainkan sebuah getaran frekuensi rendah yang membuat bangunan-bangunan di radius satu kilometer retak seketika. Tanah di bawah mereka amblas sedalam tiga meter.
Han Xuan terdorong mundur lima puluh lima langkah, dadanya terasa sesak. Darah hitam merembes dari sudut bibirnya. Ia menyadari bahwa Mo Shura tidak menggunakan Qi, melainkan ia meminjam "ketiadaan" dari Sumur Kekosongan untuk menyerangnya.
"Kau tidak bisa memakan apa yang tidak ada, Nak" ucap Mo Shura datar.
"Mungkin benar" sahut Han Xuan sambil menyeka darahnya. "Tapi aku bisa memakan 'konsep' yang kau gunakan untuk memanggil kekosongan itu."
Han Xuan memejamkan matanya sejenak. Ia memanggil memori dari Record of the Vanished Sovereigns. Ia mulai merubah frekuensi Hukum Devour miliknya. Jika kekosongan adalah nol, maka ia akan menjadi angka negatif yang menarik nol tersebut ke dalam dirinya.
[Realm: Meridian Forging - Level 3 Puncak]
Tubuh Han Xuan mulai mengeluarkan uap hitam yang membeku menjadi kristal-kristal kegelapan. Ia melesat maju, bukan untuk memukul, melainkan untuk menubruk Mo Shura.
Di saat yang sama, ia melepaskan teknik Shadow Doppelganger. Sembilan bayangan Han Xuan muncul dari sudut-sudut reruntuhan, masing-masing membawa aura kematian yang sama kuatnya.
Mo Shura mengayunkan pedangnya dalam lingkaran sempurna. "Hampa adalah asal, dan hampa adalah tujuan."
Satu per satu bayangan Han Xuan lenyap saat tersentuh ujung pedang kayu itu. Namun, Han Xuan yang asli sudah berada di bawah bayangan Mo Shura sendiri.
"Kau lupa satu hal penting, Mo Shura" bisik Han Xuan dari kegelapan di bawah kaki pria tua itu. "Bahkan seorang ahli kekosongan pun masih memiliki bayangan."
Han Xuan mencengkeram bayangan kaki Mo Shura dan mengaktifkan Devour pada tingkat maksimal.
Mo Shura tersentak. Untuk pertama kalinya, wajahnya yang tenang menunjukkan rasa terkejut. Ia merasakan jiwanya seolah-olah sedang ditarik keluar melalui bayangannya sendiri. Kekuatannya, ingatannya, dan koneksinya dengan alam mulai tersedot masuk ke dalam pusaran hitam Han Xuan.
"Kau... kau berani menelan esensi dari penjaga?" geram Mo Shura. Ia mencoba melepaskan diri, namun bayangannya sendiri telah berubah menjadi rantai hitam yang mengikat tubuhnya.
"Aku tidak peduli siapa kau" sahut Han Xuan, suaranya kini terdengar seperti ribuan suara yang berbisik bersamaan. "Kau hanyalah nutrisi yang akan membawaku menuju Sumur Kekosongan."
Namun, saat Han Xuan hampir berhasil menyerap seluruh esensi Mo Shura, Langit di atas Wilayah Barat mendadak berubah menjadi merah darah. Petir berwarna ungu Heavenly Tribulation tingkat tinggi mulai berkumpul di atas mereka.
Langit tidak lagi bisa mengabaikan keberadaan Han Xuan. Tindakannya yang mencoba menelan seorang "Penjaga Keseimbangan" telah memicu mekanisme pertahanan dunia secara otomatis.
Mo Shura tertawa pahit di tengah penderitaannya. "Lihatlah ini... Langit sudah datang untuk menagih hutangmu. Kau tidak akan pernah mencapai sumur itu."
Han Xuan menengadah ke atas, menatap petir ungu yang siap menghancurkannya. Di matanya yang hitam-putih, petir itu terlihat seperti benang-benang hukum yang sangat murni.
"Bagus" ucap Han Xuan dengan nada yang gila. "Aku sudah bosan memakan energi kotor dari para pendosa. Mari kita lihat bagaimana rasa dari hukuman Langit ini."
Han Xuan melepaskan Mo Shura yang sudah lemas dan berdiri tegak dengan tangan terbuka, menantang badai petir di atasnya. Ia berencana melakukan hal yang paling tabu dalam sejarah kultivasi: menelan petir tribulasi untuk menempa Core Condensation miliknya.
Mo Shura terbelalak. "Kau gila... Kau akan meledak!"
"Jika aku mati, maka dunia ini memang tidak layak untukku" sahut Han Xuan. "Tapi jika aku hidup, maka akulah yang akan menjadi Hukum di atas hukum kalian."
Petir ungu pertama menyambar turun dengan kecepatan yang membelah realitas. Han Xuan tidak menghindar. Ia membuka mulutnya dan mengaktifkan Hukum Devour pada inti jiwanya.
Seluruh Pasar Abu bergetar. Cahaya ungu menelan sosok Han Xuan sepenuhnya.
Apakah Han Xuan akan hancur menjadi abu di bawah murka Langit, atau ia akan berhasil mencuri otoritas Langit untuk menjadi penguasa baru di Wilayah Barat?
<>Cerita Bersambung