NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan

​Kantor Hersa Group – 20.00 WIB

​Lampu ruangan COO Hersa Group masih menyala terang, kontras dengan kegelapan yang menyelimuti sisa lantai gedung lainnya. Zavian Hersa menggeram frustrasi. Tangannya mencengkeram pulpen hingga buku jarinya memutih. Di depannya, tumpukan dokumen audit yang dikirimkan oleh Ivander tampak seolah-olah beranak pinak; setiap kali satu map selesai, Fitria akan masuk membawa dua map baru.

​"Kenapa tidak ada habisnya?!" keluh Zavian, suaranya menggema di ruangan yang sunyi itu.

​Pikirannya tidak bisa fokus. Setiap sepuluh menit, matanya melirik ke arah ponsel yang tergeletak di samping laptop. Layarnya gelap. Tak ada notifikasi dari Grace. Ratusan pesan yang ia kirim hanya berakhir dengan satu centang abu-abu, seolah-olah ia sedang berbicara dengan dinding.

​BRAK!

​Pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan. Zavian mendongak dengan tatapan tajam, siap menyemprot siapa pun yang berani mengganggu "kegilaannya" malam ini.

​"Kak, jika ingin overtime silakan Kakak saja sendiri. Pekerjaan perusahaan ini itu tanggung jawab Kakak. Kenapa Fitria ikut overtime juga?" Azlan berdiri di ambang pintu dengan gaya santai namun matanya memancarkan ketidaksenangan. "Kakak tidak tahu ini sudah larut malam?"

​Zavian menggebrak meja. "Azlan! Kenapa kamu tidak sopan sekali masuk tanpa ketuk? Dan apa urusanmu? Fitria itu sekretaris Kakak, kenapa kamu yang protes?"

​Azlan melangkah masuk, mengabaikan amarah kakaknya. "Fitria memang sekretaris Kakak, tapi kalau ancamannya pemecatan, dia tidak akan berani membantah meski sudah mengantuk berat. Adanya Fitria di sini juga tidak banyak berpengaruh, toh semua dokumen ini Kakak yang bertanggung jawab menandatangani. Jangan dilampiaskan ke orang yang tidak ada sangkut pautnya hanya karena Kakak sedang stres ditinggal pacar."

​"Kenapa kamu peduli sekali? Apa dia pacarmu, Azlan?" selidik Zavian dengan nada sinis.

​Azlan menatap kakaknya datar. "Kalau iya memang kenapa? Pokoknya sekarang Fitria aku bawa pulang. Jika Kakak ingin lembur sampai besok pagi, silakan. Tapi jangan libatkan orang lain. Jobdesk Fitria hanya berhubungan dengan jadwal pekerjaan dan pertemuan, tidak ada hubungannya dengan angka-angka audit di atas meja Kakak itu."

​"Berani kamu bawa pulang Fitria, ma—"

​"Apa? Kakak mau pecat dia?" potong Azlan cepat. "Pecat saja, Kak. Silakan. Tapi mulai besok pagi, dia akan menjadi bawahanku di divisi operasional. Selamat malam."

​Azlan berbalik dan keluar, meninggalkan Zavian yang mematung. Tak lama terdengar suara langkah kaki Fitria yang tampaknya ditarik paksa oleh Azlan untuk segera pulang.

​BUGH! BRAK!

​Zavian menendang kursi kerjanya hingga terjungkal ke belakang. Nafasnya memburu. "Grace... Semua gara-gara kamu! Arrgghh! Kenapa sih kamu tidak pernah bisa memahamiku sekali saja? Apa semua perhatian yang aku berikan selalu salah di matamu?"

​Zavian jatuh terduduk di lantai, menyandarkan kepalanya pada meja kayu jati yang dingin. Ia merasa sangat kesepian di puncak kesuksesannya.

​Kediaman Hersa – 03.00 WIB

​Zavian melangkah masuk ke rumah besar itu dengan langkah gontai. Tubuhnya terasa remuk, dan matanya sangat perih hingga meninggalkan lingkaran hitam yang kontras dengan kulit wajahnya yang pucat. Semua lampu sudah padam, menandakan penghuni rumah termasuk Nalea, sudah tertidur lelap.

​Namun, saat ia melewati ruang makan, ada seberkas cahaya hangat dari lampu dapur yang masih menyala. Perut Zavian mendadak berbunyi nyaring. Ia tersadar, ia lupa makan sejak siang tadi.

​Di sana, di meja makan kayu yang besar, duduk seseorang yang sangat ia rindukan. Seorang wanita dengan kuncir kuda yang sedikit berantakan, di depannya tersaji sepiring nasi goreng yang masih mengepulkan uap tipis.

​"Nalea?" panggil Zavian ragu-ragu. "Kok belum tidur?"

​Sosok itu menoleh. Senyum manis tersungging di balik wajahnya yang biasanya dingin dan tegas.

​"Abang baru pulang? Sini, makan dulu," sahut suara itu.

​Zavian tertegun. Matanya membelalak tak percaya. "Gra-Grace? Kamu di sini, Sayang? Kok bisa?"

​Grace berdeham kecil, mencoba mengatur raut wajahnya agar tetap tenang meskipun hatinya berdesir melihat kondisi Zavian yang tampak sangat hancur. "Mmm... Karin sedang sakit, jadi sementara waktu aku yang menggantikan posisinya menjaga Madam Nalea."

​Sejak Grace memegang kendali operasional Blackrats, posisi bodyguard pribadi Nalea memang diserahkan kepada Karin. Namun malam ini, atas "skenario" Nalea, Grace-lah yang bertugas.

​Kedua mata Zavian seketika berembun. Rasa lelahnya seolah menguap saat melihat Grace duduk di sana menunggunya. Ia teringat masa lalu, sebelum badai melanda hubungan mereka, Grace selalu menunggunya pulang dengan alasan klise "tidak bisa tidur".

​"Ini... kamu yang masak?" tanya Zavian sambil duduk di depan Grace.

​Grace mengangguk malu. Saat seperti ini, Grace yang biasanya garang laksana singa betina di medan perang, mendadak berubah menjadi kucing angora yang sangat menggemaskan. Rona merah tipis muncul di pipinya yang masih ada bekas lebam samar.

​Zavian menyuap nasi goreng itu. Rasanya sangat sederhana, hanya tumisan bawang merah, kecap, dan penyedap rasa. Jauh dari kata lezat jika dibandingkan masakan koki bintang lima, namun bagi Zavian, ini adalah makanan paling nikmat di dunia.

​"Terima kasih, Grace. Aku kangen saat kita seperti ini," ucap Zavian tulus. "Kamu ke mana saja tidak bisa dihubungi? Pesan pun tidak kamu balas. Aku hampir gila mencarimu."

​Grace menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia pura-pura merogoh saku belakang celananya dan mengeluarkan ponsel dengan layar yang retak parah.

​"Maaf, Bang. Ponselku rusak, tidak sengaja terjatuh saat ada pekerjaan kemarin malam," alasan Grace. Ia berbohong. Ponsel itu sebenarnya ia banting ke tembok markas karena kesal terus-menerus berbunyi saat ia mencoba mengompres punggungnya yang nyeri.

​"Kok bisa? Padahal tadi siang masih bisa aku telepon walau tidak diangkat?" selidik Zavian.

​"Aah... layarnya blank, Bang. Iya, setelah itu mendadak blank. Hehehe," Grace tertawa kaku.

​Zavian menghela napas, rasa curiganya sedikit meluntur. "Ya sudah, nanti Abang belikan lagi ponsel yang baru. Yang lebih canggih, yang tahan banting."

​"Tidak perlu, Bang. Nanti Grace beli sendiri saja pakai uang gaji," tolak Grace cepat.

​"Tidak, Abang saja yang belikan. Dengar, Grace... uang yang kamu peroleh itu tidak mudah. Kamu bertaruh nyawa untuk mendapatkannya. Simpan uangmu dengan baik. Wanita juga harus memiliki pegangan dan tabungan sendiri, meskipun nanti memiliki suami yang mapan," ujar Zavian serius.

​Blush.

​Wajah Grace seketika memerah padam. Kalimat "suami yang mapan" itu membuat jantungnya berdegup tidak keruan. Ucapan Zavian yang sederhana, namun penuh perhatian seperti ini, selalu berhasil meruntuhkan tembok pertahanan yang susah payah ia bangun.

​Nasi goreng di piring itu tandas dalam sekejap. Grace berdiri, hendak membawa piring kotor itu ke tempat cucian. Namun, baru saja ia bergeser, gerakan mendadak itu menarik otot punggungnya yang cedera akibat hantaman balok kayu dari anggota Slyters.

​"Ssssttt..." Grace meringis pelan, tubuhnya sedikit membungkuk menahan sakit.

​Zavian langsung sigap berdiri dan memegang bahu Grace. "Kenapa, Grace? Ada yang sakit?"

​"Ah... ti-tidak, Bang Zavi. Hanya kaki... kaki tiba-tiba kram," bohong Grace lagi. Ia tidak mungkin jujur bahwa punggungnya membiru keunguan. Jika Zavian tahu, ia pasti akan menginterogasinya sampai pagi dan mungkin melarangnya keluar rumah selama sebulan.

​"Benar hanya kram? Wajahmu pucat sekali," Zavian menatap Grace curiga.

​"Iya, Bang. Sudah biasa. Namanya juga kurang tidur," sahut Grace cepat-cepat.

​Zavian menatapnya sebentar, lalu menghela napas panjang. Ia mengambil piring dari tangan Grace. "Ya sudah, letakkan saja piringnya di meja. Jangan dipaksakan. Nanti biar Mbok Ranti yang mencucinya besok pagi."

​"Tapi Bang—"

​"Sudah, menurut saja, oke? Sekarang kamu lebih baik tidur. Abang juga sangat mengantuk. Lelah sekali sehari semalam lembur di kantor, dokumen-dokumen itu seolah tidak ada habisnya," Zavian mengusap wajahnya yang letih.

​Grace terkekeh kecil. Ia merasa geli sendiri. Jika Zavian tahu bahwa tumpukan dokumen audit "abadi" itu adalah hasil persekongkolan Nalea, Ivander, dan Azlan untuk menjauhkannya dari markas, entah bagaimana ekspresi pria kaku ini nanti.

​"Ayo, Abang antar sampai depan kamarmu," ajak Zavian lembut.

​Mereka berjalan bersisian dalam kesunyian malam yang damai. Untuk sejenak, perbedaan dunia di antara mereka seolah lenyap. Tak ada senjata, tak ada laporan audit. Hanya ada dua orang yang sedang berusaha saling mencintai di tengah perbedaan yang sangat besar.

​Namun, di balik senyumnya, Grace merasakan denyut nyeri di punggungnya semakin menjadi. Ia tahu, ketenangan ini hanya sementara. Slyters masih berkeliaran, dan Zavian... pria ini tetaplah bom waktu yang bisa meledak kapan saja jika rahasianya terungkap.

​"Selamat tidur, Bang Zavi," bisik Grace saat mereka sampai di depan pintu kamar tamu yang ia tempati.

​"Selamat tidur, Grace. I love you," balas Zavian sambil mengecup dahi Grace dengan sangat lembut.

​Grace menutup pintu kamarnya, lalu menyandarkan tubuhnya di balik kayu pintu. Air matanya menetes pelan. "Aku juga mencintaimu, Bang. Sangat. Tapi sampai kapan aku bisa berbohong padamu seperti ini?"

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!