NovelToon NovelToon
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Roh Supernatural / Hantu / Mata Batin
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Di sudut sepi Yogyakarta, di bawah naungan pohon beringin yang tua, terdapat sebuah warung tenda yang tidak terdaftar di peta manapun. Warung itu tidak memiliki nama, tidak memiliki daftar harga, dan hanya buka ketika lonceng tengah malam berdentang.
​Pemiliknya adalah Pak Seno, seorang koki bisu dengan tatapan mata setenang telaga namun menyimpan ribuan rahasia. Pelanggannya bukanlah manusia yang kelaparan akan kenyang, melainkan arwah-arwah gentayangan yang kelaparan akan kenangan. Mereka datang untuk memakan "hidangan terakhir"—resep dari memori masa hidup yang menjadi kunci untuk melepaskan ikatan duniawi mereka.
​Kehidupan sunyi Pak Seno berubah ketika Alya, seorang gadis remaja yang terluka jiwanya dan berniat mengakhiri hidup, tanpa sengaja melangkah masuk ke dalam warung itu. Alya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Alih-alih menjadi santapan makhluk halus, Alya justru terjebak menjadi asisten Pak Seno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4: Sate Gagak dan Rayuan Maut

Bau itu membuat perut Alya mual.

Biasanya, aroma sate yang dibakar adalah aroma surga dunia—perpaduan manis kecap, gurih lemak yang meleleh, dan smoky dari arang. Tapi kali ini berbeda. Asap yang mengepul dari panggangan Seno berwarna hitam pekat, bukan abu-abu. Dan baunya bukan seperti daging ayam atau kambing, melainkan bau bulu terbakar dan daging yang sudah terlalu lama didiamkan di suhu ruangan.

Alya menahan napas, tangannya yang basah oleh air sabun meremas spons erat-erat. Dia berusaha mematuhi perintah Seno: Tunduk. Jangan menatap mata.

Dari sudut matanya yang menatap lantai paving, Alya bisa melihat ujung kain jarik hantu wanita itu. Kain batik motif parang rusak yang kusam dan bernoda tanah merah. Kaki hantu itu tidak menapak; pucat, kotor, dan kuku-kukunya panjang menghitam.

"Koki Seno..." suara hantu itu kembali terdengar, mendayu-dayu di antara desis panggangan. "Kau punya asisten baru yang lucu. Sayang sekali auranya redup. Seperti lilin yang kehabisan sumbu."

Seno tidak menjawab. Dia sibuk dengan masakannya.

Dari kotak pendingin khusus (kotak kayu berlapis timah), Seno tidak mengeluarkan daging gagak sungguhan. Dia mengeluarkan potongan daging Ayam Cemani—ayam yang seluruh tubuhnya hitam legam, dari bulu, daging, hingga tulang dan darahnya.

Di dunia kuliner gaib, daging Ayam Cemani adalah substitusi terbaik untuk ritual-ritual gelap. Daging itu menyerap energi negatif dengan sempurna.

Seno menusukkan potongan daging hitam itu ke tusuk sate yang terbuat dari lidi aren (enau). Dia tidak membumbuinya dengan kacang atau kecap manis biasa.

Dia mencelupkan sate mentah itu ke dalam gentong kecil berisi cairan kental berwarna merah gelap.

Darah Walet Liar yang dicampur dengan gula aren cair dan bubuk belerang.

Saat sate itu menyentuh bara api...

WUSSH!

Api menyambar tinggi, berwarna biru kehijauan. Suara desisnya terdengar seperti jeritan burung yang tertahan.

"Mbak Asisten..." hantu wanita itu tiba-tiba bicara pada Alya lagi.

Alya memejamkan mata. Jangan jawab. Jangan jawab.

"Saya tahu rasanya, lho," bisik hantu itu. "Rasanya dikhianati. Rasanya dibuang. Rasanya sakit di dada yang nggak bisa sembuh biarpun sudah nangis darah."

Tubuh Alya menegang. Bagaimana hantu ini tahu?

"Laki-laki memang begitu, kan?" lanjut si hantu, suaranya berubah menjadi geraman rendah yang penuh kebencian. "Mereka manis di awal. Janji manis. Sumpah setia. Tapi begitu perut kita membesar... begitu aib itu datang... mereka lari. Atau lebih parah... mereka membunuh."

Alya teringat ayah kandungnya yang pergi meninggalkan ibunya demi wanita lain. Teringat pacarnya di sekolah yang menyebarkan rumor jahat tentangnya setelah Alya menolak tidur dengannya. Rasa sakit itu... rasa sakit itu universal, menembus batas hidup dan mati.

Tanpa sadar, Alya mengangkat wajahnya. Dia menatap hantu itu.

Kesalahan fatal.

Hantu Sundel Bolong itu sedang menatapnya balik. Wajah cantiknya menyeringai lebar, terlalu lebar hingga ujung bibirnya menyentuh telinga. Matanya hitam total tanpa putih.

Dan di punggungnya... lubang besar yang menganga itu berdenyut. Ulat-ulat putih berjatuhan dari lubang itu ke atas bangku kayu.

"Lihat aku, Cantik," desis hantu itu. "Kenapa nunggu besok pagi buat mati? Ikut saya sekarang. Di dunia saya, tidak ada rasa sakit hati. Kita bisa balas dendam sama semua laki-laki brengsek itu."

Alya merasa terhipnotis. Tatapan mata hitam itu menyedot kesadarannya. Suara hantu itu terdengar sangat masuk akal. Ikut dia. Bebas dari rasa sakit.

Alya perlahan berdiri, kakinya melangkah mendekati hantu itu seperti boneka.

"Sini... berikan tanganmu..." hantu itu mengulurkan tangannya yang berkuku panjang runcing.

PRAK!

Sebuah piring seng berisi sate panas dibanting keras ke atas meja, tepat di antara Alya dan hantu itu.

Seno berdiri di sana, matanya menyala marah. Dia menatap Alya tajam, lalu menunjuk dingklik cucian piring dengan kasar. DUDUK!

Hawa panas dari sate itu memutus mantra hipnotis. Alya tersentak, sadar kembali, dan langsung mundur ketakutan hingga menabrak ember. Napasnya memburu. Dia baru saja hampir menyerahkan nyawanya.

Seno beralih menatap si hantu. Wajahnya tidak lagi ramah. Dia menunjuk sate di piring itu. Makan. Lalu pergi.

Hantu wanita itu mendengus kesal karena makan malamnya (Alya) diganggu. Tapi aroma sate di depannya terlalu menggoda.

Tujuh tusuk sate hitam yang berminyak, mengepulkan asap belerang.

"Galak amat, Seno," cibir hantu itu. "Padahal saya cuma mau bantu dia."

Hantu itu mengambil satu tusuk sate. Dia tidak memakannya dengan anggun. Dia merobek daging itu dengan gigi-giginya yang tajam.

Cara makannya buas, rakus, dan putus asa.

Saus merah gelap meleleh di dagunya, menetes ke kebaya hijaunya, seolah dia sedang meminum darah musuh-musuhnya.

Saat dia mengunyah daging ayam cemani itu, ekspresi wajahnya berubah. Kemarahannya yang meledak-ledak perlahan surut.

Rasa daging itu pahit, pedas, dan panas. Itu adalah manifestasi rasa Dendam yang selama ini dia pendam.

Dengan memakan "dendam" itu dalam bentuk fisik, beban di jiwanya berkurang. Lubang di punggungnya berhenti berdenyut. Ulat-ulat itu lenyap.

Dia menghabiskan tusuk terakhir. Dia menjilati jari-jarinya.

Napasnya yang tadi mendesis kini menjadi helaan napas panjang yang lega.

"Pedas," gumam hantu itu. "Sepedas omongan warga kampung dulu."

Dia menatap Seno. "Terima kasih, Seno. Rasa bencinya sudah berkurang malam ini. Saya bisa tidur tenang sebentar sebelum matahari terbit."

Hantu itu berdiri. Dia merogoh konde di rambutnya yang kusut. Dia menarik sebuah Tusuk Konde Emas kuno. Benda itu terlihat sangat tua, mungkin dari era Mataram.

Dia meletakkan tusuk konde itu di meja sebagai bayaran.

"Dan buat kamu, Dek," hantu itu menoleh pada Alya, tapi kali ini tanpa seringai jahat. Wajahnya kembali cantik dan sedih. "Jangan bodoh. Mati bunuh diri itu nggak menyelesaikan masalah. Cuma mindahin rasa sakitnya jadi abadi. Kayak saya. Kamu nggak mau jadi kayak saya, kan?"

Alya menggeleng cepat, air mata ketakutan masih menggenang di pelupuk matanya.

"Bagus. Hidup itu berat, tapi mati penasaran itu jauh lebih capek."

Hantu wanita itu berbalik, melayang keluar tenda. Angin malam membawanya pergi, meninggalkan aroma melati yang perlahan memudar, digantikan kembali oleh aroma tanah basah.

Seno menghela napas lega. Bahunya turun.

Dia mengambil tusuk konde emas itu dengan lap kain (tidak mau menyentuhnya langsung), lalu melemparnya ke dalam kotak kaleng bekas biskuit yang berisi "bayaran" dari para hantu—batu akik, koin kuno, gigi emas.

Seno berjalan mendekati Alya.

Gadis itu masih gemetar di pojokan.

Seno tidak memarahinya. Dia mengambil segelas air putih hangat lagi, berlutut di depan Alya, dan menyodorkan gelas itu.

Tatapannya lembut: Kamu selamat. Itu yang penting.

"Saya... saya hampir..." Alya tergagap. "Matanya... dia seperti manggil saya..."

Seno mengangguk. Dia mengambil kapur tulisnya lagi.

MEREKA MEMANGSA KESEDIHAN. KALAU KAMU LEMAH, MEREKA AKAN MENGAJAKMU PULANG BERSAMA MEREKA. JANGAN PERNAH TATAP MATA MEREKA LAGI.

Alya meminum air itu sampai habis. Tangannya masih gemetar.

"Pak Seno... makasih sudah nyelamatin saya. Lagi."

Seno menepuk pundak Alya pelan.

Kemudian, dia menunjuk ke arah timur.

Langit mulai berubah warna. Dari hitam pekat menjadi biru tua. Garis oranye tipis muncul di cakrawala.

Suara kokok ayam jantan terdengar nyaring dan bersahutan.

Kukuruyuuuk!

Seno tersenyum.

Jam operasional selesai.

Dia mulai mematikan kompor anglo. Menyiram bara api dengan air. Asap putih membubung tinggi, menandakan akhir dari shift malam yang gila ini.

"Sudah pagi?" tanya Alya tak percaya. Rasanya baru satu jam dia di sini, tapi ternyata sudah empat jam berlalu.

Seno mengangguk. Dia mulai membereskan tenda. Melipat terpal, menumpuk bangku.

Dia menatap Alya, lalu menunjuk ke arah gerobak.

BANTU SAYA DORONG GEROBAK PULANG. KITA MAKAN BUBUR AYAM DI PASAR KOTAGEDE SETELAH INI. SAYA TRAKTIR.

Mata Alya berbinar mendengar kata "Bubur Ayam". Rasa takut akan hantu Sundel Bolong tadi sedikit terobati oleh janji sarapan manusia yang normal.

Alya berdiri, mengusap sisa air mata di pipinya.

"Siap, Bos."

Mereka berdua mendorong gerobak kayu itu menembus kabut pagi Yogyakarta yang dingin, meninggalkan pohon beringin tua itu sendirian.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Alya tidak memikirkan tentang silet atau kematian. Dia hanya memikirkan bubur ayam dengan kerupuk yang banyak.

Dan tanpa dia sadari, dia baru saja melewati malam pertamanya sebagai pelayan di perbatasan dua dunia.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
Jenk Sry
👍👍👍👍👍👍👍
ny.KimJeongLee
😭😭 ada bawangnyaa yg epesodeini 😭😭😭
ny.KimJeongLee
pokoknyaa keren deh
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
petualangan seru dan menegangkan
terselip rasa kekeluargaan tanpa mereka sadari.
petualangan batin dan raga yang harus selalu bisa menempatkan diri, singkirkan keangkuhan,keserakahan dan hubungan yang erat saling melengkapi,menjaga dan empati serta simpati yang tinggi.👍
ny.KimJeongLee
IHH kerenn
ny.KimJeongLee
uwow kerenn
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah mampir baca novel ku
total 1 replies
☠ SULLY
mungkin pak Seno
menunggu datang nya tamu wanita dlm foto itu
☠ SULLY
yg baca mulai deg degan
alya 😂
Fitri Yama
go Alya go Seno go go go go,,kalian pasti menang
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
3 hari penuh pelajaran berharga
3 hari dalam ambang batas dunia nyata dan maya
belajar berdampingan
menghantarkan mereka pulang
mungkin hal yang tak pernah terpikirkan.
3 hari menyulam asa, dari keputus asaan.
haru, sedih dan gembira berbaur
ilmu yang berat baru saja terlewati
IKHLAS
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
ikutan master chef aja mas seno😂👍
jago sekali anda merayu eyang banaspati, amarah melunak ,melebur dalam cita rasa ,aroma khas nusantara.

kereen thor, tetap semangat yaa mengetik karya indah.
menyusun kalimat perkata dengan ketelitian ekstra
sepanjang apik runut no typo
ciamik
endah thor, ora bakal cukup ratusan mangsi
tanty rahayu: aamiin .... alhamdulillah seneng nya jangan lupa di promosiin ya ka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
/Heart//Heart/ ceritanya unik, menarik /Good/
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
kalau jadi tontonan pasti seru ini,
horor tapi beda, auranya gak menakutkan.
perjuangan remaja putri yang merasa tidak dapat kasih sayang ,kenyamanan hidup bersama keluarga.
diambang putus asa malah ketemu sosok misterius yang terbelenggu perjanjian , pertukaran nyawa demi sang terkasih, meski tragis ...
pada akhirnya cinta tak berpihak padanya.
hanya bisa memandang dari kejauhan.
ketulusan kasih tanpa perhitungan .
memendam bara asmara seorang diri ,menuangkan rasa lewat cita masakan ,walau beda alam.
semoga di penghujung pak seno bisa menemukan kebahagiaan sejati..
bersama alya saling membantu terlepas dari kerumitan sebuah janji
tanty rahayu: siap ka... terima kasih banyak kaka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pak jaksa yg gak punyaa hidung 🙊🙊
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
malam malam kaca mata hitamnya gak dilepas oom /CoolGuy/
Fitri Yama
mantul thorrrr
Fitri Yama
kkkkkeeerrrreeennnnnnnnn
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
oh ada legenda kepala siapa gitu yang ditanam di tangga menuju makam raja raja imogiri.

adakah semua ini terinspirasi dari sana thor? atau hanya suatu kebetulan belaka?
tapi kepala yang ditanam di undakan itu desas desusnya adalah seorang penghianat? benarkah ? atau hanya cerita dongeng untuk kita selalu bersikap baik ,tulus? sebab konon barang siapa yang menginjak undakan yang ada kepalanya itu sudah dianggap menginjak nginjak harga diri sebagai hukuman sang kepala?
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
takutnya pak seno ini juga hantu😁.
yang memberi pelajaran berharga buat alya.
seburuk apapun keluarga adalah tempat pulang.
tempat yang nyaman dibanding keganasan hidup diluaran.
tanty rahayu: cari tau di episode selanjut nya ka 🤭
total 1 replies
Yulia Lia
ceritanya bagus
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah baca karya ku😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!