NovelToon NovelToon
Baby Twins Milik Ceo

Baby Twins Milik Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Anna Maryana

Tania Saraswati, berusia 18 tahun dibesarkan di sebuah panti asuhan Kasih Ibu. Tania di tinggalkan ketika masih bayi di depan panti asuhan. Setahun yang lalu Tania lulus sekolah dan ia bertekad untuk mencari pekerjaan di kota dan membantu biaya adik-adik panti. Tapi malang nasib Tania ketika baru beberapa bulan bekerja di kota mendapat musibah. Musibah itu akhirnya dia harus menerima kenyataan dengan usia masih muda harus hamil di luar nikah. Kenyataan pahit yang ia terima diperkosa dan mengandung hasil dari tragedi pemerkosaan tersebut.
Tania tak sengaja bertemu lelaki yang memperkosanya. Akankah Tania meminta pertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya setelah beberapa tahun Tania menghilang apalagi lelaki tersebut tak mengenal Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Maryana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat

Dikamar, Tania yang ketiduran karena kelelahan akibat pergulatan panas pun bangun dan memandang lelaki yang tidur di sampingnya. Walau dalam kamar ada sedikit cahaya Tania bisa melihat lelaki tersebut kembali. Tania lalu dengan perlahan – lahan bangun dengan menahan perih di bagian sensitifnya dan tak lupa mengambil bajunya yang berserakan di lantai lalu dengan buru – buru memakai baju dan kemudian mengambil tas. Tania lalu kembali melihat ke arah lelaki yang masih tidur untuk memastikan lelaki yang sedang tidur tidak bangun dan Tania membuka pintu kamarnya dengan perlahan agar tidak membangunannya dan berusaha untuk kabur. Tania lalu menutup pintu kembali dan langsung pulang ke kostnya walau sudah tengah malam. Tania bahkan tak mengingat lagi untuk menelpon Bella sahabatnya yang sedang menanti Tania kembali ke kamar. Dengan menumpang Taksi yang kebetulan lewat dan mengantarnya ke kost Tania sampai di kamar kost pun langsung turun dan tak lupa membayar ongkos taksi dan berjalan dengan perlahan – lahan lalu masuk ke kamar kost dan meletakan tasnya. Tania masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya tanpa mempedulikan tengah malam.

Pagi hari jam enam Bella bangun langsung melihat di sekelilingnya tidak ada Tania dan dia yakin semalam Tania tidak balik ke kamar. Bella lalu menelpon kembali tapi nomor Tania sudah tidak aktif lagi dan Bella semakin khawatir atas Tania yang tidak ada kabar sama sekali. Dan Bella pun turun dari tempat tidur langsung mandi untuk mengecek di kost Tania.

Setengah jam kemudian Bella yang sudah siap pun turun dan bertemu dengan keluarganya yang juga ingin sarapan tapi Bella pamit pada keluarganya untuk pulang karena khawatir akan sahabatnya. Bella yang menyetir mobilnya sampai di kostnya Tania langsung turun dan mengetok Pintu kamar kost Tania.

“Nia, “ Panggil Bella sambil mengetuk Pintu kos Tania

“Nia Apa kamu di dalam?” Teriak Bella masih mengetuk pintu

Tania yang baru tidur jam setengah enam mendengar ada suara yang memanggilnya dan kembali mendengar suara Bella yang di depan kamar kosnya lalu bangun dengan menahan sakit di badannya dan kepala sedikit pusing pun keluar membuka pintu untuk Bella masuk. Ketika Bella mendengar suara orang berjalan dari dalam kamar kost dan tak lama mendengar pintu kamar kos dibuka kemudian pintu di buka membuat Bella bernapas dengan lega dan kaget melihat Tania yang pucat dan matanya sembab menjadi khawatir

“Nia Kenapa lu gak ke kamar gue ? Astaga lu sakit ?” seru Bella

Tania yang mendengar kekhawatiran sahabatnya Bella menjadi sedih dan ia tak ingin Bella tau apa yang terjadi padanya. Lalu Bella masuk ketika melihat Tania yang masuk dan duduk di kasurnya bersama – sama. Tania menyandarkan kepalanya dengan mengatur bantalnya agar dia sandar terasa aman.

“Gue gak apa – apa .. Maaf semalam gue gak balik ke kamar lu.. Habis telpon langsung gue balik “ Ucap Tania

“Gak masalah Nia, Tapi lu benar gak apa – apa ? Lu pucat gini “ Ucap Bella dengan khawatir

“Gue pusing sedikit bikin badan gue gak enak aja” Ucap Tania berbohong dan menahan tangisnya.

“Ya udah lu istirahat gue belikan bubur ayam di warung depan sebentar .. “ ucap Tania

“ Gak usah Bel” cegah Tania menahan tangan Bella

“Gak usah bantah .. Gue beli bubur sekalian beli obat .. “ Ucap Bella tegas melepaskan tangan Tania dan berdiri

“Ingat jangan kemana – mana dan jangan kunci pintu dari dalam .. gue gak lama “ Ucap Bella

Bella lalu beranjak ke luar kamar kos membeli bubur ayam untuk dirinya dan Tania juga membeli obat untuk Tania,

Tania melihat Bella yang begitu perhatian padanya membuat Tania menahan tangis dan Bella menutup pintu kamar kos langsung Tania menangis meratapi dirinya atas apa yang terjadi. Setelah lama Bella pun balik ke kamar kos dengan bubur ayam serta obat untuk Tania. Bella membuka pintu secara perlahan – lahan karena berfikir Tania pasti tidur sambil menunggunya dan benar saja ketika pintu di buka Bella yang melihat Tania yang tidur dengan air mata menjadi heran dan bertanya dalam hatinya apa yang terjadi pada Tania. Bella lalu beranjak ke arah dapur untuk mengambil mangkok dan minum lalu kembali ke Tania yang sudah bangun tapi masih berbaring di tempat tidur.

“Kok kamu yang siapkan biar aku saja Bel?” Ucap Tania

“Diem .. lagi sakit juga ..” Ucap Bella kesal

“Nich makan bubur habis itu minum obat.. Gue beli dua supaya temanin lu makan kebetulan gue juga lapar” Ucap Bella

Bella yang sudah melihat Tania duduk bersandar lalu memberikan mangkok berisi bubur pada Tania dan Tania yang sebenarnya tidak berselera makan hanya bangun dan mengambil dari tangan Bella

Bella pun duduk di kursi dan makan tapi tidak dengan Tania yang masih mengaduk – aduk bubur tersebut

“Nia .. Bubur itu di makan bukan di mainin “ Ucap Bella menegur Tania

Bella yang baru makan beberapa suap meletakkan mangkoknya di atas nakas

“Apa lu mau gue suapin?” Tanya Bella

Tania hanya menggeleng kepala

“Gak usah Bel, Gue makan sendiri lu makan aja” ucap Tania

Bella yang sudah semakin penasaran dengan sikap Tania dan yakin terjadi sesuatu pada Tania pun langsung menanyakan pada Tania

“Lu kenapa Nia? Gue yakin lu ada masalah cerita sama gue Nia kalau lu masih anggap gue sahabat lu” Ucap Bella tegas

“Gue gak ada masalah apa – apa Bella, Gue hanya pusing itu aja” Ucap Tania meyakinkan Bella jika dia tak apa – apa

“Lu gak anggap gue sebagai sahabat lu jadi untuk apa gue di sini .. “ ucap Bella kecewa lalu berdiri sambil mengambil tasnya

“Gue pulang” ucap Bella tapi di tahan oleh Tania

“Bell..” Panggil Tania memegang tangan Bella dengan tangan kanannya karena tangan kiri masih memegang mangkok bubur

“Gak Usah kalau lu keberatan untuk cerita karena gue bukan sahabat lu kan?” Ucap Bella

“Maaf.. “ Ucap Tania tapi dipotong oleh Bella

“Gak usah minta maaf lu gak salah ... ”

“Tapi setidaknya makan bubur lu dulu “ Ucap Tania

“Gue gak selera lagi .. yang penting lu makan habis itu minum obat dan istirahat gak usah kerja biar gue yang nanti ijin sama om gue kalau lu sakit” Ucap Bella dengan suara seraknya menahan tangis karena melihat Tania matanya sudah berembun karena dia tak bisa melihat Tania yang menangis karena dia merasa senang dengan kehadiran Tania yang dianggap saudara sendiri.

Bella lalu melepaskan tangannya dari Tania dan berjalan keluar untuk pulang karena merasa kecewa. Ketika Bella menutup pintu Tania memandang pintu yang di tutup Bella dengan air mata dan meletakkan mangkok bubur di nakas. Tania langsung berbaring di atas tempat tidur dan menangis merasa bersalah pada Bella karena tidak berkata jujur padanya tapi Tania tidak mungkin berkata jujur padanya atas apa yang terjadi padanya tadi malam baginya itu aib untuk dirinya. Bella sebenarnya tak tega meninggalkan Tania seperti ini tapi dia merasa kecewa, ketika menutup pintu kamar kos Tania Bella berdiri memandang pintu yang di tutup

“Gue gak tau masalah lu apa Nia, Gue gak maksa lu berkata jujur tapi Apa salahnya lu berbagi buat gue .. gue sahabat lu Nia“ gumam Bella sedih dengan ketidak jujuran Tania, Bella lalu menarik napas lalu membuang napasnya dengan kasar

Bella lalu pergi dari depan pintu menuju mobilnya, sedangkan Tania yang merasa bersalah pun bangun sambil menghapus air matanya lalu berjalan cepat menuju pintu kamar kos dan membuka pintu. Ingin Tania memanggil Bella tapi Tania melihat Bella sudah naik ke mobilnya dan siap untuk menjalankan mobil. Bella memandang Tania yang berdiri dengan pucat sambil sandar di pintu memandang ke arah mobil Bella dan dengan terpaksa Bella meninggalkan Tania dan memberikan dia waktu untuk sendiri.

“Maafkan gue Nia .. Gue kasih waktu untuk lu sendiri “ gumam Bella lalu menyetir mobilnya meninggalkan kamar kos Tania.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!