Pertemanan dua keluarga tidak menjadikan Allegri dan Allegra akrab. Sejak kecil keduanya selalu berdebat dan membuat Allegra sebagai gadis mungil yang memiliki tubuh berisi menangis karena bullying yang di lakukan Allegri.
Allegra selalu memeluk Monica, mengadu pada wanita yang sudah ia anggap sebagai ibu kedua baginya setelah Giana.
Beberapa tahun berlalu keduanya telah dewasa. Kini Allegri menjadi pimpinan rumah yang di dirikan orang tuanya. Laki-laki tampan itu menjadi pemimpin yang terkenal dingin dan berdedikasi tinggi terhadap aturan yang telah ia tetapkan.
Allegra tidak bisa menolak ketika kedua orangtuanya Valentino dan Giana , meminta ia melanjutkan bekerja untuk mengabdikan diri dirumah sakit yang kini di pimpin Allegri.
Bagaimana saat keduanya menjadi rekan kerja? Apakah keduanya masih saling membenci?
Ikuti sekuel TERJEBAK CINTA MAFIA ini ya. Anak Monica-Luigi & Valentino-Giana. Semoga kalian suka.
Jangan lupa interaksi kalian di setiap bab, agar novel ini bisa berk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DINNER BERSAMA KELUARGA
Mobil yang di kendarai Allegra berhenti di salah satu hotel berbintang yang ada di kota Messina.
Hotel itu nampak masih baru. Sepertinya di bangun belum terlalu lama. Karena baru kali ini Alle melihatnya.
Bangunannya begitu artistik dengan dinding berwarna putih bersih. Lampu-lampu hias menambah indah suasana malam.
Sekilas Alle membaca nama hotel. Monica hotel. "Apakah hotel ini milik bibi Monica?", gumam Alle dengan suara kecil namun tetap bisa di dengar Allegri.
"Kau terlalu lama pergi, bagaimana kau tahu keadaan kota ini", ujar Allegri sambil membuka pintu mobil sebelahnya.
Allegra tidak berniat membalas ucapan laki-laki itu. Ia langsung masuk ke lobby, bahkan meninggalkan Allegri yang menatap punggungnya sambil menggelengkan kepalanya.
Namun pada akhirnya Allegra kebingungan juga naik lift atau tidak, ia tidak tahu di mana restoran berada. Gadis itu berhenti melangkah, membalikkan tubuhnya melihat Allegri dengan wajah cemberutnya.
Tanpa bicara, Allegri melewatinya.
Allegra mencebikkan bibirnya sambil mengangkat tangannya seolah hendak memukul punggung laki-laki itu. Sungguh Allegri membuat emosinya hingga ke ubun-ubun.
Berapa langkah kedepan terlihat restoran yang di tuju. Nampak dua orang waiters menyambut Allegri dengan memberi salam hormat. Pun pada Allegra, yang membalasnya dengan ramah.
Dari meja yang telah di satukan sebagai reservasi, nampak senyum sumringah orangtua Allegra dan Allegri.
Gabriel dan kekasihnya pun telah tiba, duduk di antara Monica dan Giana yang sedang berbincang.
Melihat Allegra yang datang bersama putranya, senyum hangat menghiasi wajah yang masih terlihat cantik diusianya itu.
Monica segera berdiri ketika Allegra menghampirinya pertama kali, keduanya berpelukan hangat.
Berulang kali Monic menjauhkan tubuhnya, menatap pasat Allegra. "Sayang kamu semakin dewasa dan bertambah cantik. Bibi sangat merindukanmu sayang", ucap Monica sambil mengusap lembut wajah cantik Allegra yang tersenyum manis.
"Alle juga sangat merindukan bibi", jawab Allegra kembali membaur memeluk Monica.
"Wah kalau sudah begini sulit paman mendapatkan pelukan hangat itu", seloroh Luigi mengoda Allegra yang sudah dianggapnya seperti Claudia putri bungsunya yang sedang menempuh pendidikan di London.
Allegra pun memeluk Luigi. Keduanya tertawa akrab. "Paman sangat senang kamu memutuskan kembali ketanah kelahiran mu dan bekerja di rumah sakit. Jika mengalami kesulitan di sana, segera beri tahu Allegri dan Gabriel", ujar Luigi menatap bergantian putranya.
Begitu pun Allegra menatap Gabriel yang tersenyum hangat padanya, namun hal berbeda ketika melihat Allegri, wajah laki-laki itu begitu dingin seperti tidak setuju dengan ucapan ayahnya. Allegra menyadari itu.
"Sebaiknya kita nikmati makan malam dulu", ucap Valentino ketika dua orang waiters membawa makanan mereka.
Allegra hendak duduk di antara orang tuanya, namun ad Monica melarangnya. "Sayang kamu duduk di samping Allegri. Di sebelah sini, biarkan kami para orangtua", ucap lembut Monica sambil mengusap pundak Allegra.
Allegra menurutinya. Gadis itu duduk di samping Allegri.
Allegra tidak lupa menyapa Maura kekasih Gabriel yang duduk di sampingnya. Keduanya berbincang akrab meski sudah lama tidak berjumpa.
Alle tahu kisah keduanya, sejak Gabriel mengenalkan kekasihnya pada mereka semua, keluarga Gabriel menerima gadis yang berprofesi sebagai guru di kindergarten di kota Roma itu. Tempat dimana Gabriel dan Maura tinggal. Keduanya bertemu disalah satu perpustakaan ketika berebut buku yang sedang di cari. Cinta Gabriel dan Maura sudah memasuki tahun ke dua.
Namun hal berbeda dengan cinta Allegri dan Allegra, keduanya memiliki kekasih namun tak sekalipun mengenalkan kekasih mereka pada keluarga masing-masing.
"Ambilkan aku sup asparagus itu", bisik Allegri di telinga Allegra yang sedang menikmati makanan pilihannya, seporsi kecil spaghetti bayam yang ia rindukan ketika jauh dari kampung halamannya.
Allegra tidak menggubris permintaan Allegri, gadis itu pura-pura tidak mendengar sambil menoleh pada Maura dan berbicara.
Merasa di cuekin begitu, Allegri mulai dengan kejahilannya. Mengambil makanan Allegra, membuat netra gadis itu melotot seperti mau keluar dari kelopaknya.
"Kenapa kau mengambil makanan ku", sentak Allegra spontan.
Gadis itu tidak bisa menahan dirinya lagi menghadapi Allegri. Ia marah, menatap Allegri. Namun laki-laki itu melakukan hal yang sama, mencuekkan Alle seperti yang gadis itu lakukan beberapa saat yang lalu.
"Aku minta tolong kau ambilkan sup asparagus, tapi kamu pura-pura tidak mendengar... GADIS MANJA!!!", balas Allegri seperti tidak bersalah memakan lahap makanan Allegra.
"Kau ada tangan, ambil sendiri!!!", seru Allegra kesal.
Tindakan keduanya membuat para orangtua saling bertukar pandang dan menggelengkan kepalanya.
Valentino menopang dagu dengan tangannya. "Sampai kapan kalian berdua ini bersikap seperti Tom and Jerry begitu hah?".
"Atau kalian berdua ini langsung menikah saja, biar kami semua bisa melihat sesengit apa pertikaian rumah tangga kalian nantinya", ucap Luigi spontan.
"What??? Huhh... aku tidak mau, yang benar saja paman Lui". Allegra melebarkan kedua mata indahnya dengan gestur geli.
"Siapa juga yang mau menikah dengan mu. Gadis manja yang suka memangsa anak kecil dimalam hari", balas Allegri sarkas.
"K-au...
"Sudah-sudah, kalau kalian ribut terus makanan jadi dingin. Tidak enak lagi di santap. Sebaiknya kita makan dengan tenang", ujar Monica.
Monica dan Giana saling bertukar pandang tersenyum penuh arti seperti memberi isyarat dengan hembusan nafas masing-masing dan lanjutkan menyantap makanan mereka.
Gabriel dan Maura pun tersenyum melihat tingkah Allegri dan Allegra.
...***...
To be continue