NovelToon NovelToon
Second Wife

Second Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Janda / Selingkuh / Aliansi Pernikahan / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: yulia puspitaningrum

Pernikahan yang bahagia selalu menjadi dambaan bagi setiap wanita didunia ini, namun terkadang takdir tidak berjalan sesuai apa yang kita harapkan.

Begitupun dengan apa yang dialami Alyssa, wanita cantik berusia 26 tahun itu harus menerima kenyataan pahit. Bahwa pernikahan yang selalu ia jaga hancur oleh penghianatan sang suami.

Rasa kecewa dan sakit yang ia rasakan membuat ia trauma dan berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi duri dalam rumah tangga orang lain. ia menutup dirinya rapat rapat namun semua itu tidak lantas mengubah prasangka buruk orang orang karena statusnya sebagai seorang janda.

Namun bagaimana jadinya jika takdir memintanya untuk menjadi istri kedua... akankah ia menolaknya mengingat janjinya. atau ia akan menerimanya karena keadaan yang begitu memaksa dirinya...
lalu sanggupkah ia menjalani kehidupannya.

penasaran intip kisahnya disini jangan lupa berikan kritik dan saran yang membangun...
terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. aku tidak sejahat kalian

"Tenanglah Alyssa bukankah aku memintamu untuk tenang." Teriak Arya naik pitam ia mulai panik, reputasinya bisa hancur jika Alyssa tidak kunjung berhenti dan mempermalukan dirinya.

Tangannya terulur menyentuh lengan Alyssa agar wanita itu mau duduk kembali dan berbicara dengan mereka.

"Jangan sentuh aku, aku tidak Sudi bersentuhan dengan laki laki brengsek sepertimu."

"Kalau kamu mau aku tetap tenang seharusnya kamu tidak memberiku solusi yang sama sekali tidak aku inginkan Arya."

"Lalu apa yang kamu inginkan..." Teriak Arya tidak mau kalah kini ia sudah berdiri berhadapan dengan istrinya. Alyssa sampai terkejut, bagaimana bisa suaminya balik marah kepada dirinya padahal jelas jelas laki laki itu yang salah.

"Apa kamu ingin aku berlutut dan memohon kepadamu. Atau kamu ingin aku meninggalkan rosa, itu tidak mungkin Alyssa. Kamu tau sendiri dia sedang mengandung anakku, aku tidak mungkin meninggalkannya dan membiarkan anakku tumbuh tanpa sosok seorang ayah." Ucap Arya sedikit melembutkan perkataannya.

Tidak ada lagi emosi karena ia harap Alyssa mau mengerti dan memberikan ia izin untuk berpoligami.

"Itu memang tidak mungkin, sejahat jahatnya aku. Aku tidak akan tega memisahkan ayah dari anaknya."

"Lalu apa yang kamu inginkan mbak... Apa kamu ingin aku menggugurkan anak ini. Hiks... Kamu tega sekali mbak, anak ini sama sekali tidak bersalah." Sedih Rosa dengan berlinang air mata seolah olah dirinyalah yang teraniaya

"Diam kamu aku belum selesai berbicara. Siapa yang menyuruhmu mengugurkan anakmu aku tidak menyuruhmu melakukan itu, aku masih punya hati Rosa tidak seperti kalian.... Jangan berpura pura sedih seperti itu aku tau hatimu pasti senang melihat kekacauan ini kan. Dan selamat.... kamu menang, aku mengalah. Aku tidak bisa menjalani pernikahan bersama dengan wanita lain. Aku menyerah mas, mari kita bercerai."

Mata Arya melebar tangannya terkepal dengan erat.... Tidak, itu bukanlah solusi yang Arya inginkan.

Ia sangat mencintai Alyssa dan ia tidak ingin wanita itu pergi meninggalkan dirinya.

"Tidak... Aku tidak mau bercerai Alyssa. Tidak bisakah kamu memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku yakin kita bisa hidup bertiga, bersama sama kita pasti akan bahagia." Ucap Arya berusaha meyakinkan Alyssa.

  Alyssa tersenyum getir... Matanya mulai berkaca-kaca, meskipun ia berusaha menahannya namun rasa sakit itu kembali datang. Kini tidak ada lagi teriakan seperti tadi yang ada hanya kesedihan.

"Tidak Arya.... Hatiku sudah terlanjur sakit dan tidak mungkin bisa kembali seperti sedia kala. Meskipun kita hidup bersama rasa itu tidak akan lagi sama. Apalagi ada orang lain dalam hidup kita... Aku tidak akan sanggup melihat orang yang aku cintai hidup dengan wanita lain."

"Sudah cukup aku merasakan sakit dengan penghianatan yang kamu lakukan jangan menambahnya lagi dengan memintaku untuk bertahan. Aku mohon ikhlaskan aku dan mulailah hidup dengan wanita pilihanmu dengan begitu kita tidak akan saling menyakiti lagi dan aku bisa hidup jauh darimu." Lirih Alyssa menatap Arya dengan rasa lelah.

"Sayang.... Aku mohon."

"Jangan memohon padaku, apa yang terjadi sekarang adalah pilihanmu. Jika dulu kamu tidak mengkhianati aku mungkin kita masih bisa bersama sekarang tapi kini... Aku tidak bisa lagi. Maafkan aku, aku harus pergi, kita bertemu lagi di pengadilan." Ucap Alyssa untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya berlalu meninggalkan tempat itu dengan kesedihan yang menumpuk dalam hatinya.

 Arya hanya bisa menatap kepergian istrinya dengan tatapan sendu sementara rosa, wanita itu merasa menang karena akhirnya bisa merebut Arya dari istrinya.

"Pergilah yang jauh... Jauh sampai mas Arya tidak bisa melihatmu lagi Alyssa aku pastikan suamimu tidak akan pernah mengingatmu lagi. Dia akan bahagia bersamaku." Senyum Rosa terlihat licik, perlahan kelicikan itu pasti akan membuka mata Arya dan membuat laki laki itu menyesal karena sudah menyakiti istrinya.

..

 ...

..

Malam hari pun tiba saat ini Alyssa tengah duduk bersimpuh menghadap sang pencipta nya. Mengadukan semua kesedihan dalam dadanya. Tangisnya pecah seiring doa yang ia lantunkan...

"Ya Allah kenapa rasanya sesakit ini, hamba mohon kuatkan hamba dalam menghadapi ujianmu..." Lirih Alyssa mengusap air matanya lembut

Dering ponsel yang berbunyi dengan nyaring mengalihkan perhatiannya setelah mengakhiri ibadahnya ia pun langsung mengangkat telepon dari ibunya.

"Assalamualaikum nak, bagaimana kabarmu." Hening Alisa hanya diam, ia bingung harus mengatakan yang sebenarnya pada sang ibu atau tidak. Satu sisi ia ingin jujur namun disisi lain ia tidak ingin membuat ibunya khawatir.

"Walaikumsalam Bu, Alhamdulillah Alyssa baik baik saja Bu." Ucap Alyssa merasa bersalah.

"Kamu tidak sedang membohongi ibu kan. Kenapa suaramu terdengar seperti sedang menahan tangis..."

Deg....

Alyssa tertegun, ia memang tidak bisa membohongi firasat seorang ibu berapa kali pun ia berbohong ibunya pasti akan mengetahuinya.

"Katakanlah Alyssa.... Ibu pasti akan mendengarkan nya. Runtuh sudah pertahanan Alyssa. Ia menangis sejadi jadinya, bahunya bergetar sementara ibunya yang mendengar Alyssa seperti itu pun merasa sedih.

"Katakan dimana kamu sekarang ibu akan menemui mu." Putus sang ibu pada akhirnya.

"Tidak usah Bu... Ini sudah malam." tolak Alyssa lembut.

"Tidak Alyssa ibu akan tetap datang meskipun kamu melarang ibu. Ibu ini ibumu... Ibu berhak tau apa yang terjadi pada putri ibu." Putus ibunya tanpa bisa ia cegah akhirnya Alyssa pun mengalah dan memberitahu alamatnya sekarang kepada ibunya.

Tidak menunggu lama akhirnya ibunya benar benar datang, wanita paruh baya itu langsung memeluknya dan mengusap punggungnya lembut seolah olah tau bahwa hal itu yang paling Alyssa butuhkan untuk saat ini.

"Hiks... Hiks... Maafkan aku Bu... Aku gagal mempertahankan rumah tanggaku. Mas Arya berselingkuh dan menghamili wanita lain. Aku tidak bisa kembali lagi bersamanya... Hatiku sakit Bu... Aku... Hiks." Rasanya Alyssa tidak sanggup lagi menceritakan semuanya, suaranya kalah dengan suara tangis dan sesak di dadanya. Ia meraung meluapkan segala kesedihannya. Ibunya yang mengerti kesedihan sang anak pun hanya bisa berkata.

"Ibu mengerti... Kamu sudah mengusahakan yang terbaik Alyssa. Ibu sama sekali tidak menyalahkan kamu ibu harap kamu juga tidak menyalahkan dirimu karena yang salah bukan kamu tapi pria itu... Pria yang tidak pernah menghargai kamu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!