NovelToon NovelToon
Mereka Kebahagiaanku

Mereka Kebahagiaanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Penyelamat / Keluarga / Teen School/College / Teen / Anak Yatim Piatu
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: FZR

ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************

Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.

ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.

hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.

siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MK 4 |TIDAK TEGA|

Tadi pagi yang cuaca nya cerah kini menjadi mendung dan berangin bahkan turun hujan dengan deras, bagi murid yang tidak membawa payung dan jas hujan pun kebingungan nanti pulang sekolah bagaimana kecuali Eltav yang terlihat tenang seperti biasa nya dengan wajah datar nya.

Selesai pembelajaran sekolah, hujan mereda dan menyisahkan gerimis kecil. Semua murid pun bergegas pulang karna takut kembali hujan deras yang akan membuat mereka tidak bisa pulang.

"mau gue antar pulang?" tanya Regan.

"gak usah, gue jalan kaki aja kayak biasa nya" jawab Eltav datar.

"ya udah deh, hati hati ya, kalo ada apa apa bilang sama gue, jangan bilang gak papa doang lo kayak waktu itu"

"hm"

Mereka pun turun bersama. Saat sampai di parkiran, Alga cs sudah pulang lebih dulu dan hanya menyisakan Davin dan Divya di sana.

"kalian ngapain belum pulang?" tanya Regan.

"nunggu kalian" jawab Davin.

"kalian gak ada maksud apa apa kan?" tanya Regan penuh selidik.

"gak ada, kita cuma mau temenan sama kalian, gak boleh?" tanya Divya.

"gak papa sih, tapi aneh aja gitu karna baru kalian yang mau temenan sama kita selain bang Alga cs" jawab Regan.

"kenapa gak ada yang mau?" tanya Divya.

"karna Eltav di kira miskin"

"siapa yang berani ngatain Aarav miskin? Biar gue buat miskin lebih dari orang miskin" geram Divya.

"gimana tuh?" tanya Regan.

"gue masukin ke tanah"

"lah mati dong anak orang"

"sudah sudah Vy, mereka mau pulang nanti hujan lagi gak bisa pulang mereka" ucap Davin.

"eh iya, sorry ya, Aarav mau kakak anterin gak?" tanya Divya.

"gak"

"ya sudah, kalo gitu hati hati ya, kalo ada apa apa hubungi kakak oke"

"gue gak mau di awasi" ucap Eltav tiba tiba dengan nada dingin.

"eh" kaget Divya.

"gue gak tau apa motif nya nyuruh dia buat ngawasin gue, tapi gue paling gak suka di awasi apalagi dia orang yang ngikuti lo ke mana pun"

"jangan salahin gue kalo gue bertindak, gue gak pintar tapi gue gak sebodoh yang kalian kira"

Eltav pun berlalu dan berjalan pulang, sedangkan Regan, Divya dan Davin masih terdiam di sana.

(ternyata dia tau kalo sedang di awasi bahkan tau di mana dan siapa yang mengawasi nya) batin Davin.

(insting lo sama kuat nya kayak papa, mungkin lebih kuat dari papa. Baiklah kalo begitu, seperti nya memang harus terang terangan mencari latar belakangmu) batin Divya.

"maaf kak bang, Eltav memang seperti itu, dia selalu tau kalo sedang di awasi seseorang tapi kalo dia sudah kenal dekat dia akan diam saja meskipun di awasi" jelas Regan.

"maksud nya?"

"entah lah kak, yang pasti dia akan langsung menembak orang yang mengawasi nya, lalu dia akan diam saja setelah di beri tahu bahwa orang yang mengawasi nya adalah suruhan ayah gue, itu pun setelah satu tahun gue dan keluarga gue dekat dengan nya"

"baiklah, terima kasih info nya"

Mereka pun akhir nya pulang ke kediaman masing masing.

✴✴✴

Eltav terus berjalan kaki hingga akhir nya ia sampai di gerbang rumah nya, namun ia berhenti sejenak kala melihat dua anak kecil beda usia sedang tertidur di depan gerbang nya dalam keadaan basah kuyup karna payung nya di gunakan untuk memayungi tas besar yang ada di samping kedua nya.

Ia pun masuk tanpa menghiraukan kedua nya, tapi baru saja beberapa langkah masuk ia kembali dan melihat mereka lalu menghela nafas kasar dan bergegas masuk dan pulang ke rumah.

"mang Irfan!! Bik Suti!!" panggil Eltav sedikit berteriak.

"iya den, ada apa?" tanya bik Suti dan mang Irfan yang datang bersamaan.

"mang Irfan tolong ambil tas besar yang ada di luar gerbang, bik Suti tolong ambilkan dua handuk" titah Eltav yang langsung berlalu ke kamar nya.

Irfan dan bik Suti yang bingung pun tetap melakukan nya, Irfan terkejut saat keluar gerbang dan melihat dua anak kecil yang tergeletak dan seperti nya telah kehujanan karna pakaian mereka yang basah kuyub.

Ia pun mengecek suhu badan mereka yang ternyata terserang demam, ia pun bergegas masuk untuk memberitahu majikan nya tentang kondisi mereka.

Sedangkan Eltav hanya meletakkan tas dan almamater nya saja lalu bergegas kembali turun.

"den, ini handuk nya" ucap bik Suti.

"ikut saya" ucap Eltav sambil mengambil satu handuk di tangan bik Suti.

"den El, tas nya mau di taruh di mana?" tanya mang Irfan yang berpapasan dengan manikan nya di luar.

"kamar saya"

"baik den, maaf den, mereka terkena demam"

"segera telpon dokter Arel"

"baik den"

Eltav dan bik Suti pun keluar gerbang, bik suti melingkarkan handuk ke tubuh pada seorang bayi yang di perkirakan baru berusia satu tahun lalu menggendong nya begitu juga dengan Eltav yang membalut tubuh gadis kecil yang di perkirakan baru berusia tiga tahun itu dengan handuk lalu menggendong nya.

Eltav membawa mereka ke kamar nya dan membaringkan nya di kasur nya.

"ada yang bisa saya bantu lagi den?" Tanya bik Suti.

"tidak, biar saya sendiri yang mengurus sisa nya, bibik boleh pergi terima kasih" jawab Eltav.

"sama sama den, saya permisi"

"hm"

Eltav pun menyetel ac nya menjadi penghangat lalu mengecek tas besar milik kedua anak kecil tadi. Ternyata isi nya hanya perlengkapan mereka saja serta berkas penting milik mereka seperti akte kelahiran.

Ia pun segera mengambil pakaian mereka dan minyak telon serta popok untuk si bayi, ia dengan telaten menggantikan mereka pakaian dan mengolesi tubuh kedua nya dengan minyak telon secara bergantian.

Dia bisa melakukan nya karna sering melakukan nya saat berkunjung ke panti asuhan ibunda. Tak lama, kedua nya ada pergerakan dan membuka mata mereka perlahan lalu kedua nya bangun dan menangis.

"sshhh cup cup, kenapa nangis hm? Mana yang sakit?" tanya Eltav dengan lembut.

"kamu ciapa?" tanya gadis kecil dengan bahasa cadel nya.

"abang yang nolongin kalian tadi"

"daddy"

"dydy" ucap si bayi ikut ikutan.

"abang bukan daddy oke, abang masih sekolah"

Tok tok tok

"den, dokter Arel sudah datang" ucap Irfan.

"masuk"

"kamu sakit El?" tanya dokter Arel.

"bukan, mereka" jawab Eltav.

"siapa mereka?" Eltav hanya mengedik kan bahu nya pertanda tidak tau.

"baiklah, om Arel periksa dulu ya"

Eltav pun menjauh dan sambil menunggu, ia mencari sesuatu di dalam tas besar untuk mengetahui siapa mereka hingga ia menemukan sepucuk surat di bagian paling bawah, ia pun membaca nya.

- isi surat-

**saya percayakan mereka berdua pada pemilik rumah ini, saya tidak berniat membuang mereka, tapi usia saya tidak lama sedangkan saya sudah tidak memiliki siapa siapa lagi, suami saya juga sudah meninggal.**

**Saya hanya orang tidak mampu, uang saya sudah habis untuk berobat dan membeli kebutuhan mereka. Anda boleh meletakkan mereka di panti asuhan bila tidak mau merawat mereka, yang penting anak anak saya hidup dengan baik.**

Oh ya, maaf kalo mereka menyusahkan dan merepotkan anda. Putri saya nama nya Feyza Aviana Ester, usia nya baru tiga tahun dan putra saya nama nya Fayren Ivano Ester, usia nya juga baru satu tahun.

Nama saya Milea putriana Ester dan suami saya bernama Vicky Ester, jika berkenan tolong tunjukkan pusara kami pada anak anak kami di desa xxx di pemakaman xxxx.

Terima kasih atas bantuan nya dan sunguh minta maaf karna saya terpaksa.

----------------

(ternyata begitu, baiklah, karna nyonya sudah mempercayakan mereka pada saya maka saya akan jaga kepercayaan anda) batin Eltav.

"sudah selesai El dan ini resep obat nya untuk mereka" ucap dokter Arel.

"kasih ke bang Joy, ini uang nya buat tebus obat nya"

"oke"

"udah gue transfer bayaran nya"

"thanks, kalo ada apa apa hubungi gue aja, gue siap kapan pun"

"hm"

"daddy"

"iya"

Eltav pun menidurkan mereka lebih dulu, setelah itu ia turun ke bawah untuk membuatkan mereka bubur.

"El, ini obat nya"

"hm taruh aja di meja makan terus tolong panggilkan satpam yang berjaga di depan dan suru mereka kumpul di ruang khusus"

"baik El"

(ada masalah apa ya?) batin Joy.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!