Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang harus menjadi korban ke egois san orang tua... dia bernama Vera Arsiana... bayi berumur 8 bulan, dia terpaksa harus di bawa oleh sang kakek untuk menjauhi Keluarga baru dari Mamah dan papahnya
Ada yang penasaran ngga dengan cerita ini yuk kita mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4
"Uhhh.... Dov'è questo/dimana ini? non è che sono morto?/bukannya aku sudah mati?" gumam lirih wanita yang berumur sembilan belas tahun
Dia bernama Cristin. putri seorang mafia di negara Italia, dia mati karena menolong sang ayah dari serangan Paman nya. lelaki yang menyerang Keluarga nya itu adik satu-satunya dari sang ayah
Adik ayahnya itu iri karena sang kakak bisa lebih sukses dan kaya, sedangkan dia hanya memiliki toko kelontong yang menurut nya tak berapa. sebenarnya toko itu sangat besar dan terbesar di Italia, namanya manusia tidak bersyukur pasti akan iri dengan pencapaian orang lain
Ayah Cristin bernama Cristiano Araujo, dia ketua mafia yang di segani dan di takutin. mereka tidak menyangka bila adik yang dikenal baik akan berbuat seperti itu
Cristin menghalangi tembakan paman untuk sang ayah, tembakan itu mengenai jantung Cristin. Ayah pun murka saat tahu putrinya tertembak dan menembak balik kepala sang adik
"Maledizione... hai ucciso mia figlia/ brengsek... kau membunuh putriku" teriak ayah Cristin. Cristin tersenyum bahagia ayahnya baik-baik saja, ayah Cristin pun mendekati putrinya
"perché stai facendo Questo?/ kenapa kau lakukan ini? non andare papà, per favore,/jangan pergi papa mohon" teriak ayah Cristin. hatinya hancur melihat putri semata wayang mati menyelamatkan diri nya, mama Cristin dan kakak nya pun langsung mendekati tubuh Cristin. mama Cristin menangis histeris
"Sono felice che papà sia al sicuro,/aku bahagia papa selamat" ucap lirih Cristin sebelum memejamkan matanya. teriakkan histeris bukan hanya dari mamanya tapi sekarang dari ayah dan kedua kakak laki-laki Cristin
...----------------...
Vera membuka mata membuat para pelayat terkejut, mang Hasan dan mang Tubi pun langsung menatap tak percaya. cucu majikan nya membuka kembali mata yang tadi tertutup, semua orang terkejut apa lagi Vera membuka mata saat baru di masukkan ke dalam kuburan
"N neng Vera bernafas lagi" teriak salah satu pekerja kebun karet kakek nya
"Chi sono?/ siapa mereka?" gumam Cristin. tak lama bayangan terus berputar sampai membuat Cristin berteriak kesakitan
Mang Hasan dan mang Tubi pun segera mengangkat kembali tubuh Vera dan membawa Vera ke rumah sakit
Semua yang berada di pemakaman pun saling tatap mereka. pun ada yang mengikuti kerumah sakit, ada yang kembali ke Vila milik majikannya itu
"Bertahan neng mamang mohon... ya Allah ini mujizat yang tak pernah kami sangka" ucap mang Hasan. sambil tersenyum bahagia
Dapat sepuluh menit mereka pun sampai di rumah sakit, semua orang terkejut apa lagi tubuh Vera sudah terbungkus kain kafan
"Ada apa pak Hasan? kenapa tubuh neng Vera di bawa kembali?" tanya dokter Idris yang akan melayat ke kediaman Vera
"Dokter Idris, cepat priksa lagi neng Vera... tadi neng Vera membuka mata dan teriak kesakitan" ucap mang Hasan. sambil membawa tubuh Vera ke ranjang pasien, dokter Idris pun segera membawa Vera kembali ke ruang darurat
"Masya Allah.... ini berkah dari Allah, neng Vera kembali bernafas? Masya Allah amalan apa yang dia amalkan" ucap dokter Idris. semua suster pun sama terkejutnya, alat nafas dan suster pun Menganti kembali pakaian Vera
Dokter Idris pun keluar dan menyampaikan semua kabar itu ke pada kedua kepercayaan kakek Vera
"Alhamdulillah... neng Vera kembali bernafas, semua nya aman tak ada yang perlu kita takutkan" ucap dokter Idris
"Alhamdulillah Ya Allah....." jawab mang Hasan dan mang Tubi tak ketinggalan beberapa anak buah nya pun ikut, mereka senang mendengar juragan kecil nya kembali
"Kalian jangan ada yang sebarkan berita ini keluar, saya yakin Keluarga dari neng Vera akan menganggu nya lagi. kita harus buat neng Vera lebih kuat lagi" ucap mang Hasan. semua pun mengangguk termasuk dokter Idris
"Kami mengerti kang" jawab mang Tubi dan beberapa anak buah nya itu. mereka juga tidak ingin cucu dari majikan yang membantu mereka kenapa-kenapa, apa lagi pas melihat Vera tiada hati mereka sakit
Cristin yang berada di tubuh Vera pun mulai sadar, kita ganti saja Cristin jadi Vera ya guys biar ngga Keder Author nulisnya
Vera pun mulai membuka matanya dan dia melihat dua lelaki paruh baya dan satu wanita paruh baya yang duduk di sofa ruang VIP
"Quindi ho inserito l'accusa della bambina?/jadi aku memasuki tubuh gadis kecil?" tanya Dalam hati dia pun mendapat semua ingatan milik Vera
"Famiglia pazza, vendicherò la sua morte/dasar Keluarga gila, aku akan membalaskan kematian nya" gumam Cristin
Istri mang Hasan terkejut saat melihat mata Vera Sudah terbuka, dia pun segera mendekati Vera
"Alhamdulillah... neng Vera udah sadar? neng Vera butuh sesuatu?" tanya Istri mang Hasan. Vera pun tersenyum kecil kepada wanita di hadapan nya itu
"Air" jawab Vera. Istri mang Hasan pun segera mengambil air di nakas dan mendekati Vera Kembali
"Apa ada yang lain neng? neng Vera mau makan? biar bibi beli di kantin rumah sakit neng" ucap Bi Herti
"Tidak usah bi makasih aku tidak lapar" jawab lirih Vera
"Per fortuna ho imparato diverse lingue quindi capisco l'indonesiano/untuk aku belajar beberapa bahasa jadi aku mengerti bahasa Indonesia" gumam hati Vera. mang Hasan yang tadi nya tertidur pun segera bangun saat mendengar suara istri nya
"Alhamdulillah... neng udah bangun, mamang sedih saat neng di kabarkan sudah tidak ada, mamang merasa gagal neng" ucap Lirih mang Hasan. Vera tersenyum menatap lelaki paruh baya itu
"Maaf kalau Vera membuat kalian bersedih, mulai detik ini Vera akan belajar kuat... agar tidak lemah lagi, dan Vera janji ini terakhir kali Vera masuk rumah sakit" jawab Vera. dia bisa melihat ketulusan dari mang Hasan dan bi Herti
Mang Tubi juga terbangun saat mendengar tawa dari majikan kecilnya, karena dia yang lebih dekat dengan Vera, dia yang mengantarkan Vera kemana pun
"Iya mang boleh Vera minta tolong, tolong daftar Vera sekolah Daring saja, dan Vera juga ingin ikut akselerasi" ucap Vera
Mang Hasan pun mengangguk dia akan menuruti keinginan majikan kecilnya itu, dia juga harus berjaga-jaga dari keluarga nenek nya Vera
"Baik neng, semua urusan sekolah dan lain nya biar menjadi urusan mamang. neng Vera harus fokus dengan kesehatan neng saja" jawab mang Hasan
"Makasih ya mang, kalian semua selalu ada untuk Vera... oya Vera juga ingin mamang membuat lapangan tembak di dalam perkebunan karet, agar tidak ada orang yang curiga bila ada aktivitas menembak disana" ucap Vera. mang Hasan dan mang Tubi pun langsung saling tatap, mereka terkejut kalau majikan kecil itu ingin belajar menembak, walau pun mereka bisa nembak tapi mereka cukup terkejut saja dengan kemauan Bos kecilnya itu
"Neng Vera mau belajar menembak?
TBC
Jangan lupa guys like komen nya, agar author tau kalian menyukai setiap cerita yang author buat 😉
ohya thor si vera gk ada asistennya sendri gtu selain mang hasan ma mang tubi
lanjut thor