NovelToon NovelToon
Bucinya Seorang Duda Dingin

Bucinya Seorang Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Azarrna

Aru dan Kenan adalah cerita tentang luka yang tak sengaja saling bersentuhan.
Aru, perempuan lembut dengan keteguhan hati yang sunyi, dipertemukan dengan Kenan—seorang ayah tunggal yang keras, protektif, dan menyimpan ketakutan terdalam akan kehilangan.

Sebuah pertemuan yang seharusnya biasa justru berujung luka, membuka tabir emosi yang selama ini terkunci rapat. Di tengah kesalahpahaman, tangisan seorang anak, dan perasaan bersalah, tumbuh kehangatan yang tak direncanakan.

Ketulusan Aru yang menenangkan dan naluri keibuannya perlahan meruntuhkan dinding pertahanan Kenan. Sementara Kenan, tanpa sadar, kembali belajar mempercayai cinta—meski hatinya terus mengingatkan untuk menjauh.

Ini bukan kisah cinta yang terburu-buru, melainkan perjalanan perlahan tentang luka, tanggung jawab, dan keberanian untuk membuka hati sekali lagi.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azarrna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

GYM MILIK ARU

Suara dentingan besi dan hentakan kaki memenuhi ruangan luas gym itu. Beberapa orang terlihat fokus dengan latihan masing-masing, sementara sebagian lainnya sedang beristirahat di pinggir. Aru berdiri di dekat kaca besar, menyilangkan tangan di depan dada, matanya memperhatikan dengan seksama setiap sudut gym miliknya.

Sejak kontraknya dengan Antara Jaya berakhir, tempat ini jadi pelarian paling masuk akal. Bukan karena ia tak punya pilihan lain, tapi karena di sinilah kepalanya bisa benar-benar tenang.

Awalnya, gym itu ia bangun hanya sebagai tempat meluapkan emosi. Namun sejak ketiga kakak laki-lakinya mengetahui keberadaan gym tersebut, mereka justru mengajak teman-teman mereka untuk berlatih atau sekadar berolahraga ringan. Jumlah pengunjung yang terus bertambah membuat Aru akhirnya memutuskan melengkapi fasilitas gym dengan berbagai alat olahraga dan mendatangkan pelatih profesional bagi mereka yang ingin serius menekuni dunia atletik.

“Fokus pernapasan! Jangan asal angkat!”

Suara pelatih terdengar lantang. Aru mengangguk kecil, puas. Selain tempat latihan kebugaran, tempat ini juga dialih fungsi kan sebagai tempat para Atlet Muai Thai dibawah didikan Aru berlatih.

Ia lalu melangkah ke area istirahat dan mendapati Amar duduk di sana, kausnya sudah basah oleh keringat, handuk melingkar di leher.

“Kamu nggak kerja, Mar?” tanya Aru sambil duduk.

Amar menenggak minumannya lebih dulu.

“Nggak, Mbak. Hari ini libur. Mas Kenan masih sakit dan di suruh istirahat full.”jawab Amar.

Aru mengangguk kecil. Kemudian ia meraih satu botol air mineral dan meminumnya.

Amar menatap Aru.

“Lo sendiri? Kata Bang Bagas, sekarang lo hampir tiap hari ke sini.”tanya Amar.

Aru kembali mengangguk kecil. “Kontrak kerja Mbak udah selesai,” jawab Aru datar. “Jadi punya waktu luang lebih banyak sekarang.”

“Oh… pantesan.” Amar mengangguk paham. “Kirain resign gegara bos nyebelin.”

Aru melirik malas. “Bos mbak justru terlalu baik,Mar.”

Amar tertawa kecil, lalu membuka sebungkus kacang dari meja. Di gym Aru memang tersedia berbagai snack dan minuman, tapi tidak ada minuman bersoda atau beralkohol.

“Terus sekarang rencananya apa, Mbak? Balik kerja lagi atau gimana?”

“Belum tau,” jawab Aru. “Mbak mau nyantai dulu.Sebelum nanti gue jadi istri orang.”

“HUK—UHUK!”

Amar langsung tersedak. Aru refleks menyodorkan air minum tanpa menoleh. Amar meminumnya cepat, dadanya naik turun.

“Lo… serius,Mbak?” tanya Amar setelah napasnya agak stabil.

Aru menoleh, alisnya terangkat. “Mbak bilang nanti, Amar. Bukan sekarang.”

“Oh.” Amar menggaruk tengkuknya.

“Kirain…”

“Kirain apa?”

“Kirain lo udah dilamar siapa gitu.”ucap Amar.

Aru melempar kulit kacang ke arah Amar. “Ngaco.”

Amar tertawa. “Ya maaf, Mbak. Jarang-jarang lo ngomong nikah.”

“Bukan jarang. Emang nggak pernah sama sekali.”ujar Aru.

Di tengah obrolan mereka, seorang pria dewasa berpostur atletis menghampiri dan duduk di samping Aru.

“Udah lama di sini, Dek?” tanyanya sambil duduk santai.

Aru menoleh dan menatap Pria itu tajam. “Nggak, Bang. Baru dua jam yang lalu. Lo ke mana aja?”tanya Aru menatap laki-laki yang tak lain adalah abang sepupunya bernama Bagas. Ia lah yang mengelola tempat Gym milik Aru dan sekaligus pelatih Muai Thai disana. Bagas juga seorang Atlet Muai Thai Nasional seperti Aru.

Bagas nyengir tanpa dosa. “Ketiduran dek.”

Amar menyahut cepat. “Lo kayak nggak tau Bang Bagas aja, Mbak. Kan itu ciri Khasnya. "

“Kurang ajar,” balas Bagas sambil melempar kulit kacang.

“Kebiasaan,” kata Aru. “Lama-lama lo bisa jadi putra tidur.”

Amar mengernyit. “Bukannya putri tidur?”

“Itu perumpamaan,” sahut Aru ketus.

Bagas menepuk lututnya. “Ngomong-ngomong, anak-anak ngajak makan malam bareng besok. Cafe QR , jam tujuh.”

Aru berpikir sebentar. “Oke. Aku ikut.”

“Lo juga ya, Mar. Jangan lupa bawa Malik juga.”

Amar mengangguk mantap. “Siap,bang.”

Mereka pun kembali melanjutkan pembicaraan mereka sambil melihat para Atlet berlatih.

...****************...

Rumah Keluarga Baskara,

Di sisi lain, Pak Bara sedang berkunjung ke rumah keluarga Baskara untuk menjenguk Kenan. Beberapa hari lalu, saat berada di luar kota, Pak Bara mendapat laporan bahwa Kenan mengalami kecelakaan proyek.

Di ruang tamu, Pak Bara, Papi Bas, dan Kenan duduk bersama ditemani kopi hangat.

“Gimana kondisi kamu sekarang?” tanya Pak Bara sambil duduk di kursi seberang.

Kenan meluruskan punggung sebisanya.

“Udah mendingan, Om,” jawabnya sopan. “Cuma bahunya masih nyeri kalau digerakin. Dokter nyuruh jangan dipaksain dulu.”

Pak Bara mengangguk pelan.

“Yang penting jangan sok kuat. Cedera bahu itu licik, kelihatannya ringan tapi sembuhnya lama.”

Kenan tersenyum tipis.

“Iya, Om. Lagi belajar nurut sekarang.”

“Maaf Om telat jenguk,” lanjut Pak Bara. Nadanya terdengar tulus. “Waktu kejadian Om lagi di luar kota, ngurus perusahaan.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan,

“Ditambah Aru juga udah nggak kerja lagi.”

Ucapan terakhir itu membuat Papi Bas dan Kenan saling pandang.

“Aru udah nggak kerja?”tanya Kenan serius.

“Iya,” jawab Pak Bara singkat

“Om pecat?” tanya Kenan, suaranya terdengar lebih tegas.

“Nggak,” jawab Pak Bara tenang. “Kontraknya memang sudah berakhir.”

Papi Bas ikut menoleh. “Maksudnya?”

Pak Bara menghela napas, lalu bersandar.

“Dua tahun lalu, waktu perusahaan lagi butuh orang buat bantu pengembangan dan Evaluasi keuangan. Awalnya gue minta tolong ke ayahnya Aru, Dika. Tapi waktu itu dia juga lagi sibuk.”

Kenan menyimak, wajahnya tenang.

“Akhirnya Aru yang nawarin diri,” lanjut Pak Bara.

“Dia punya syarat. Salah satunya, kalau suatu hari perusahaan udah stabil dan dipegang penuh sama anak gue, dia bakal mengakhiri kontraknya.”

Papi Bas mendengus pelan. “Ayahnya pasti nggak setuju.”

“Jelas.” Pak Bara terkekeh kecil."Tapi Aru keras kepala. Akhirnya Dika ngalah.”

“Dika benar-benar kalah sama anak perempuan nya sendiri,” gumam Papi Bas.

Pak Bara mengangguk. “Bukan cuma Dika. Semua laki-laki di keluarga Wiratama juga kalah sama Aru. ”

Kenan tersenyum tipis. Bahunya terasa berdenyut ringan, tapi itu tidak mengganggu pikirannya yang mulai bergerak cepat.

"Semakin menarik.Sepertinya Tuhan memang membuka jalan. Aku akan menarik kamu ke hidupku, Ru. Ke hidup aku dan anak-anak."

“Kamu kenapa senyum sendiri?” tanya Papi Bas, curiga.“Kalau kesambet, papi nggak bisa nolong.”

Kenan menoleh. “Nggak apa-apa, Pi.”

“Jangan bikin masalah,” peringatkan Papi Bas datar.

Kenan mengangguk ringan.

"Justru aku mau bikin rencana." batinnya.

“Ayo makan kita makan,Bar.” ajak Papi Bas pada Pak Bara. “Pusing lihat anak sebleng satu ini.”

Pak Bara tertawa kecil. “Sabar, Bas.”

Kenan ikut bangkit perlahan. Ia menahan bahunya dengan satu tangan, mengambil napas sebentar sebelum melangkah. Gerakannya hati-hati, tapi langkahnya tetap mantap—seperti pikirannya.

Bersambung.........................

1
Faidah Tondongseke
Aamiin..🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!