Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menumpas Penyamun
"Ckck... Sekelompok pria berbadan besar mengelilingi seorang gadis tak berdaya? Sungguh sangat memalukan sekali kawan," ucap Vincent memasang ekpresi kecewa namun dengan nada mengejek. Semua mata langsung tertuju ke arahnya, wajah mereka pun memerah menahan marah ketika melihat pemuda yang dengan santainya duduk diantara dahan pohon.
"Vangsat... Siapa kau bocah?! Sudah bosan hidup hah?!" Teriak si bos dengan mata merah karena amarah.
"Lah ngapain tanya siapa diriku? Lagipula aku tak berniat sok akrab dengan manusia macam kalian," timpal Vincent masih santai.
Emosi si bos penyamun tambah tersulut mendengar jawaban Vincent, ia menggertakan gigi kemudian berseru pada anak buahnya: "Cepat tangkap dan bunuh bocah kampret itu!"
Para anak buahnya pun mulai berlari menyerang ke arah Vincent dengan penuh emosi, sedangkan si bos tetap mengamatinya dari dekat si gadis. ia merasa tidak perlu ikut turun tangan dengan level Vincent yang hanya berada ditahap Body tingkat lima bagi dia yang selangkah lagi memasuki tahap spirit.
"Lihatlah nona kecil, bocah itu tidak akan bertahan lama. Tingkat kultivasinya saja masih dibawah anak buahku. Dia itu hanya sedikit lebih baik dari sepuluh pengawalmu saja," ujarnya memandang remeh. Namun Vincent tampak santai saat melompat dari batang pohon, tak ada rasa takut sama sekali dari raut wajahnya.
"Huh... Dasar pemula yang tidak tau kejamnya dunia, masih sempat tersenyum ketika menghadapi kematiannya," ucap salah satu penyamun yang juga melancarkan pukulan saat Vincent baru menapakan kaki ke tanah.
WHUSS
Namun dengan santai dia menghindar dan pukulan tersebut hanya mengenai udara. Lalu dengan gerakan yang terlihat minim ia balik memukul telak dibagian tulang rusuk sampai tubuhnya pun terpental ke belakang hingga menabrak dua rekan lain. Ketiganya mengerang kesakitan, apalagi orang pertama yang terkena pukulan langsung sampai membuatnya memuntahkan darah sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
Tiga penyamun lain kembali menyerang dengan menebaskan senjata mereka yang sudah dilapisi oleh aura, tapi Vincent masih bisa melihat pergerakan ketiganya dengan mudah, iapun memiringkan sedikit badannya ke belakang dan bilah pedang hanya menyerempet udara dekat pangkal hidungnya.
Serangkaian serangan terus berlanjut. Namun Vincent masih dengan mudahnya menghindar setiap gerakan brutal penuh emosi yang mereka lancarkan, ia terlihat menari-nari diantara senjata tajam yang berusaha mengenainya.
"Oi... Apa yang kalian lakukan?!" teriak si bos penyamun yang geram melihat bawahannya yang tidak bisa menggoreskan senjata mereka sedikitpun, padahal lawan mereka hanya satu orang yang bahkan kultivasinya dibawah mereka. Namun tampak kesulitan seperti anak kecil yang sedang dipermainkan oleh orang dewasa.
Setelah puas menghindari serangan. Vincent memberi balasan dengan pukulan cepat dan terarah hingga membuat mereka semua tumbang dalam hitungan detik. Melihat bawahannya kalah dengan begitu mudah, si bos penyamun melesat maju menyerang menggunakan pedang besar yang telah diselimuti oleh energi aura yang ia salurkan ke pedang besarnya.
"Dasar tidak berguna!" Teriaknya penuh amarah.
"Tidak buruk," ucap Vincent yang masih dengan tenang menghindari setiap serangan milik lawan yang kali ini bosnya lah yang turun tangan.
Karena lawannya kali ini adalah bos terakhir, ia terlihat sedikit serius meladeni musuh dengan menggunakan aura untuk melapisi kedua tangannya.
Saat senjata lawan hampir mengenainya, Vincent dengan cepat melakukan gerakan membungkuk untuk menghindari tebasan penuh tenaga. Kemudian memukul balik lawan tepat di tulang kering hingga terdengar retakan dari sang bos penyamun tersebut.
"Arrgh..." Teriak si bos yang kesakitan akibat tulang patah. Ia pun memutuskan untuk melangkah mundur beberapa meter dengan menahan rasa sakit, namun belum juga kakinya menapak dengan benar di atas tanah. Ia sangat terkejut tiba-tiba pemuda yang tadinya dianggap lemah itu telah menyusul hanya dengan tempo kedipan mata.
'Cepat sekali! Apakah pemuda ini benar masih berada ditahap body tingkat lima?' Gumam si bos.
Ia tak mampu lagi mengelak ketika sudah berada dalam jangkauan Vincent dan tak mampu bertahan saat tinju yang begitu cepat menghujami rahang, tulang rusuk kanan kiri dan ulu hatinya yang bertubi-tubi. Hingga si Bos penyamun pun menyusul bawahannya yang sudah tergeletak tak berdaya di atas tanah dengan darah segar keluar dari mulut yang berpadu dengan rasa nyeri tak tertahankan pada sekujur tubuh.
Setelah menumbangkan kelompok penyamun, Vincent menghampiri gadis yang masih ketakutan tersebut. "Nona, sekarang anda sudah aman."
"Kenapa kau tidak membunuh para badjingan itu?" Tunjuk si gadis yang terlihat tidak puas dengan apa yang dilakukan penolongnya.
"Jika dibiarkan hidup, mereka pasti akan kembali melakukan perampokan dan pembunuhan kepada orang-orang yang melewati jalur ini. Bahkan kemungkinan kau akan dapat hadiah dari penguasa kota Lin Fei karena telah berhasil menumpas mereka, karena kelompok ini terkenal licin dan susah ditangkap."
"Bukankah lebih baik kita serahkan mereka hidup-hidup dan biarkan para prajurit kota yang menghukumnya," timpal Vincent.
"Tsk... Apa tidak terlalu ringan, membiarkan mereka hidup? Sementara mereka tidak segan menghilangkan nyawa orang lain dan memperkosa korban ketika melakukan aksi perampokannya, sama seperti yang hendak mereka lakukan padaku. Jika kita menyerahkan ke prajurit kota dalam keadaan hidup, mungkin mereka hanya akan dipekerjakan di area tambang semata dan rasanya semua itu tidaklah terlalu adil," protes si gadis tampak kecewa.
Vincent tidak menjawab perkataan si gadis, tapi hanya menjentikan jari. Kemudian gadis yang ternyata berasal dari guild pedagang di kota Lin Fei itu terkejut saat menyaksikan sulur-sulur muncul dari tanah dan langsung menjerat para penyamun yang sudah terluka.
"Arrgh... Benda apa ini?!"
"Arrgh... Sial, semakin aku mencoba melepaskan diri semakin erat cengkramannya," ujar si bos penyamun yang mencoba melawan dengan sisa kekuatannya.
"Arrgh... Sakit!!"
"Arrgh... Lepaskan aku!!"
"Dasar monster!!" Teriak si bos penyamun yang baru menyadari bahwa pemuda yang mereka lawan ternyata seorang kultivator kuat.
Teriakan kesakitan menggema diantara rimbun pepohonan, si bos masih tidak percaya dengan apa yang telah kelompoknya alami. Padahal mereka selalu berhati-hati dalam memilih mangsa mana yang bisa diatasi dan akan menghindar jika rombongan yang melintas di wilayah mereka adalah orang-orang kuat, namun kali ini mereka begitu sial karena ditipu oleh seorang pemuda yang ternyata kemampuannya lebih menyeramkan dari tingkat kultivasi yang dipancarkan dalam dirinya.
Malang sekali kelompok penyamun tersebut tidak mengetahui bahwa kultivasi Vincent yang sebenarnya berada ditahap spirit puncak, namun berkat pelatihan khusus dari ratu Lily dengan panduan catatan milik kaisar kuno. Dimana ia bisa memanipulasi tingkat kultivasi dalam dirinya. Sehingga tingkat kultivasinya tidak akan terlihat oleh orang lain jika dirinya tidak membukanya sendiri, bahkan untuk sekelas kultivator tahap emperor yang mempunyai tipe sensor tinggi pun akan sangat kesulitan melihatnya.
"Kenapa kita harus menyembunyikan tingkat kultivasi? Bukankah seharusnya memamerkan kekuatan kita?-" tanya Vincent waktu itu.
"Untuk apa? Supaya orang takut pada kita?" potong ratu Lily.
"Mungkin karena ratu begitu kuat, sehingga tidak pernah merasakan bagaimana sakitnya ketika ditindas oleh orang lain dan tidak mampu membalas karena lemah, hanya bisa menerimanya begitu saja-"
"Mungkin kita akan ditakuti oleh orang lain, tapi ada resiko besar pula yang akan terjadi. Orang-orang yang kultivasinya lebih tinggi darimu akan merasa terancam dengan perkembanganmu, kau akan diburu oleh mereka untuk mencegah bahaya di masa depan."
"Janganlah melakukan kesalahan yang pernah kulakukan dulu, lebih baik kita mengelabui lawan yang merasa diatas kita dan itu akan membuat mereka frustasi karena dikalahkan oleh kultivator yang mereka anggap lemah."
***
Kembali ke saat ini dimana tubuh kelompok penyamun terlihat tinggal tulang yang dibungkus oleh kulit kering.
"Apakah kau sudah puas?" Tanya Vincent.
"Ah. Iya..." Jawab si gadis terlihat syok menyaksikan tubuh kelompok penyamun kering keronta.
'Seorang penyihir!' gumamnya dalam hati yang malah ketakutan melihat kemampuan pemuda yang telah menyelamatkannya. Vincent menyadari akan ketakutan si gadis dan memilih melangkah pergi meninggalkannya sendirian, tapi baru beberapa langkah ia kembali membalikan badan.
"Ah! Ada hal lain lagi yang ingin kuberitahukan padamu nona. Tadi ketika aku kemari dan melihat banyak korban, aku merasakan salah satu pengawalmu masih hidup meski terluka parah. Berikanlah obat ini padanya, mungkin nyawa nya masih bisa diselamatkan. Sampai jumpa!"
Si gadis menangkap botol obat yang dilempar ke arahnya. "Terimakasih! Atas bantuannya tuan, saya mewakili guild pedagang kota Lin Fei tidak akan melupakan-"
"Eh? Kemana dia pergi? Cepat sekali?" Ia terkejut ketika tiba-tiba Vincent sudah tidak ada di depannya. Padahal hanya sekian detik saja ketika pandangannya teralihkan ke botol obat yang diberikan padanya, tapi pria yang menolongnya sudah menghilang tanpa jejak.