NovelToon NovelToon
Aku Pergi...

Aku Pergi...

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Call Me Nunna_Re

Luna Maharani.

Nama yang sudah lama tidak ia dengar. Nama yang dulu sempat jadi alasan pertengkaran pertama mereka sebelum menikah. Mantan kekasih Bayu semasa kuliah — perempuan yang dulu katanya sudah “benar-benar dilupakan”.

Tangan Annisa gemetar. Ia tidak berniat membaca, tapi matanya terlalu cepat menangkap potongan pesan itu sebelum layar padam.

“Terima kasih udah sempat mampir kemarin. Rasanya seperti dulu lagi.”



Waktu berhenti. Suara jam dinding terasa begitu keras di telinganya.
“Mampir…?” gumamnya. Ia menatap pintu yang baru saja ditutup Bayu beberapa menit lalu. Napasnya menjadi pendek.

Ia ingin marah. Tapi lebih dari itu, ia merasa hampa. Seolah seluruh tenaganya tersedot habis hanya karena satu nama.

Luna.

Ia tahu nama itu tidak akan pernah benar-benar hilang dari hidup Bayu, tapi ia tidak menyangka akan kembali secepat ini.
Dan yang paling menyakitkan—Bayu tidak pernah bercerita.

Akankah Anisa sanggup bertahan dengan suami yang belum usai dengan masa lalu nya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Call Me Nunna_Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

sesampainya di kamar Bima mengoceh-ngoceh sendiri sembari membuka pakaian yang mereka di tubuhnya dan membuangnya asal.

"kenapa sih orang tua gue cerewet banget, nyuruh gue nikah mulu, padahal waktu gue bawa Laras ke sini mereka seperti tidak setuju. Padahal gue sangat mencintai Laras. Lagian kenapa sih Mama bawel banget, contoh gue masih muda jadi masih banyak waktu untuk menikmati hidup. Salah gue di mana coba?." gumam Bima sembari menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dan langsung tertidur.

Bima Pratama adalah seorang direktur di perusahaan milik keluarganya yaitu di Pratama group. Sampai saat ini posisi CEO masih dipegang oleh sang papa yaitu Amar Pratama karena Amar masih belum percaya jika melepaskan perusahaan kepada Bima. Amar takut jika ia menyerahkan perusahaan kepada Bima, dalam hitungan bulan perusahaan tersebut akan hancur.

Keesokan paginya Bima terbangun dengan kepala pusing dan terasa sakit, namun ia tak bisa terus-terusan tidur karena pasti kedua orang tuanya sudah menunggunya di bawah untuk sarapan dan berangkat ke kantor.

Dengan terpaksa Bima pun bangkit dan langsung menuju kamar mandi dan berpakaian untuk ke kantor.

"selamat pagi pa, ma." siapa Bima tanpa rasa bersalah sedikitpun.

"Pagi." jawab Amar dan Ratna namun dengan sikap acuh.

Bima mengabaikan semua itu dan bergegas harapan namun ketika ia akan berangkat ke kantor tiba-tiba saja ia tidak menemukan kunci mobilnya,

"ma lihat kunci mobil aku nggak?."

"mulai hari ini semua fasilitas kamu papa sita, silakan kamu menjadi gembel di jalanan sana dan jangan harap kamu akan mewarisi semua kekayaan papa dan Mama bahkan hanya sepersen. Biar kamu tahu diri jika uang yang kamu hambur-hamburkan untuk berfoya-foya setiap malam itu adalah uang papa. Jadi sebelum kamu berubah papa dan Mama tidak akan memberikan kamu fasilitas apapun. Dan kamu tenang saja kami akan memberikan kamu uang jajan setiap harinya."ucap Amar sembari memberikan satu lembar uang 50-an yang membuat Bima terkejut.

"apa??, yang bener aja ya masa uang jajan aku cuma rp50.000, terus nanti aku ke kantornya gimana. Ini mah buat beli kopi aja udah habis."

"terserah kamu, suka-suka kamu mau memakai uang itu untuk apa yang jelas mulai hari ini uang saku kamu hanya segitu."

"kok papa tega banget sih sama aku,, aku ini anak tunggal loh pa."

Amar pun memalingkan wajahnya kemudian mengangkat sebelah tangannya tanda ia tidak ingin berdebat pagi ini.

"mama, tolongin aku dong ma bicara sama papa jangan tarik fasilitas aku. Bagaimana mungkin aku bisa hidup tanpa fasilitas. Bukankah Mama tahu jika dari kecil aku sudah terbiasa dengan fasilitas mewah ini?."

"jangan dekat-dekat Mama mulut kamu bau."kaktus Ratna.

"Mama."rengek Bayu seperti anak kecil namun Ratna memilih untuk membereskan meja dan membawanya ke dapur pada sebenarnya itu adalah pekerjaan ART.

"Kamu mau nebeng sama papa atau kamu naik ojek?."ucap Amar sebelum keluar yang membuat Bima buru-buru untuk mengikuti sang papa.

"Ya ikut sama papa lah, Ya kali aku naik ojek. Mana cukup uang aku."

Amar dan Ratna sama-sama tersenyum puas melihat wajah frustasi putra mereka. Namun mereka harus melakukan itu agar ada efek jera dalam hidup Bima. Mereka juga merasa bersalah karena terlalu memanjakan Bima sedari kecil karena hanya Bima yang mereka miliki sampai saat ini. Ratna divonis untuk tidak bisa hamil lagi karena waktu mengandung Bima rahim Ratna Robert yang membuatnya harus dilakukan tindakan yang tidak dia inginkan. rahimnya harus diangkat untuk mencegah infeksi menyebar ke organ lain.

...****************...

Anisa berjalan tergesa melewati jalan kampus yang mulai lengang. Hanya satu mata kuliah yang harus ia jalani hari ini, sehingga ia bisa pulang lebih cepat. Pikiran gadis itu melayang pada rencana mencari tempat tinggal baru untuk adik-adiknya. Waktu penyitaan sudah semakin dekat, dan Anisa tahu ia harus segera menemukan lokasi yang tepat. Langkahnya cepat, matanya sesekali menatap sisi jalan mencari tanda-tanda rumah yang bisa disewa.

BRAAAKKK..

Tiba-tiba, dari arah belakang terdengar suara mesin mobil yang meraung cepat. Sebelum sempat menghindar, sebuah sedan meluncur tanpa peringatan dan menyerempet tubuhnya. Tubuh Anisa tersungkur, terhempas ke bahu jalan dengan benturan cukup keras yang membuat udara keluar dari paru-parunya. Kepalanya membentur aspal, pandangannya mulai gelap, dan ia terjatuh tak sadarkan diri.

Di dekat situ, seorang wanita paruh baya yang sedang berdiri menatap dengan mata terbelalak. Napasnya tertahan, tangan gemetar saat ia berlari mendekat, suara hatinya berdegup kencang.

“Tolong… tolong!” serunya dengan panik,

"Nak ayo bangun buka mata kamu nak." Ucapnya berusaha membangunkan Anisa. Wajah gadis itu pucat pasi, bibirnya bergetar tanpa respon.

"Hey... Nak..buka mata kamu,"Wanita itu segera menepuk-nepuk bahu Anisa, tubuhnya gemetar menahan takut—detik-detik yang terasa seperti selamanya, di tengah hiruk pikuk yang mulai berkumpul dari kejauhan.

"Damar.... Ayo cepat angkat tubuh gadis ini dan kita bawa ke rumah sakit."ucap wanita paruh baya itu memanggil sopir pribadinya sementara mobil yang menabrak Anisa tadi sudah meninggalkannya begitu saja.

Ratna pun segera membawa Anisa ke rumah sakit terdekat karena kepala gadis itu mengeluarkan darah yang cukup banyak membuat Ratna sangat ketakutan.

"Damar ayo lebih cepat bawa mobilnya Saya tidak mau kalau gadis ini sampai kenapa-napa."

"Baik nyonya." ucap sopir pribadi Ratna dan semakin dalam menekan pedal gas sehingga mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Annisa pun langsung diperiksa oleh dokter, sedangkan Ratna menunggunya di depan pintu IGD dengan perasaan cemas. Padahal bukan dirinya yang menabrak tapi entah kenapa ia merasa bertanggung jawab terhadap gadis tersebut. Ratna awalnya hanya ingin membeli kue di toko langganannya dan ia tidak sengaja melihat Anisa tertabrak mobil.

Tak lama kemudian seorang dokter pun keluar dari pintu IGD dan Ratna pun bergegas mendekatinya,

"Dokter bagaimana keadaan gadis tadi?."

"Alhamdulillah bu Untung Ibu cepat membawanya ke sini, tidak ada luka yang serius hanya saja dahi korban terluka dan sudah kami jahit."

"Tapi dia nggak apa-apa kan?." tanya Ratna dengan khawatir.

"Untuk sekarang kondisinya masih stabil Bu, apakah ibu yang sudah menabraknya?."

"Bukan dok, Saya tadi tidak sengaja melihat gadis itu diserempet mobil, sedangkan mobil yang menyerempet nya sudah kabur."

"Oh begitu, baiklah Bu..Apakah ibu yang akan menjadi penanggung jawab gadis ini?."

"Ya saya yang akan bertanggung jawab untuk semua biaya pengobatannya."ucap Ratna kemudian dokter tersebut kembali masuk ke dalam ruangan diikuti oleh Ratna.

1
Ma Em
Jovan kalau emang kamu suka sama Anisa langsung bilang saja jgn ditunggu lama nanti Anisa nya keburu digaet orang baru Jovan menyesal dan gigit jari .
Ma Em
Jovan kalau suka pada Anisa jgn ditahan bilang saja terus terang kalau Jovan diam saja nanti Anisa nya keburu digaet orang .
Yuliana Tunru
mode cemburu ya...badassss
Ma Em
Ternyata Anisa putri seorang konglomerat pantas saja Anisa wanita yg pintar dan cerdas ternyata darahnya ada dari keturunan papanya yg sukses .
zhelfa_alfira
sudah di uji ulang disaksikan langsung masih aja nggak terima kalau kalah..
zhelfa_alfira
hadeh dia yang mau pakai koneksi malah nuduh orang...
Ma Em
Tuan Bramasta tdk terima anaknya kalah saing dgn anak panti padahal Adriana sendiri yg tdk mampu menyaingi kepintaran Anisa meskipun Anisa hanya panti asuhan tapi kepintaran dan kecerdasan nya tdk terkalahkan , Adriana cuma mengandalkan kekuasaan Bramasta dan bisa kuliah diluar negeri padahal dibandingkan dgn Anisa yg kuliah di dlm negeri tdk ada apapa nya , semangat Anisa maju terus pantang mundur 💪💪💪
Yuliana Tunru
ya ampun klo mmg andriana hrbay coba z dulu jdkan sejreyaris papa x dan.lihat kiberja x apa dia jg pantas jd penerus bramasta atsu cm wanita bodoh penikmat harta sombong danbarofsn krn nama klga ..
partini
hemmm sombong horang kayah
Ma Em
Adriana terlalu percaya diri dia kira bakal diterima di perusahaan Millanoz karena orang tuanya bersahabat dgn pemilik perusahaan .
Ma Em
Dasar Adriana sombong mau anak Bramasta atau anak siapa itu ga penting Adriana yg perusahaan butuhkan orang yg cerdas bkn orang yg mau cari muka saja seperti kamu Adriana
Ma Em
Ada saja saja perempuan yg akan jadi penghalang antara Jovan dgn Anisa , semangat Jovan teruslah berjuang untuk mendapatkan cintanya Anisa , semoga Jovan berjodoh dgn Anisa .
Ma Em
Bima baru sadar dan menyesal setelah tau Luna tdk sebaik yg Bima kira dan hanya memanfaatkan nya , sekarang datang meminta maaf dan mau kembali pada Anisa , siapa juga yg mau sama lelaki kejam dan penipu mati saja kamu Bima
partini
nah Udha gini Nini yg paling sempurna,,kalau ga tau si Kunti aslinya kaya gitu ttp aja cinta kan
minta balikan habis ini yahhh lagu lama
Ma Em
Anisa semangat makanya Anisa jgn lemah Anisa hrs berani lawan si Clara kalau tdk dilawan malah tambah berani dia .
Yuliana Tunru
smoga jovan selalu hqga nisa ya ..clara sikap arogan mu yg akan menghancurkan mu
partini
dan seperti itu jovan ga tau sehhhhh
Ma Em
Alhamdulillah Anisa serta Bu Asih dan anak2 panti sdh keluar dari villa pak Amar dan Bu Ratna , sekarang tinggal membereskan urusan Anisa dgn Bima agar segera bisa lepas dari nikah kontrak yg dilakukan Bima , semangat Anisa 💪💪💪
Ma Em
Clara kamu dlm bahaya dia kira perbuatannya yg menurunkan Anisa dijalan tdk akan diketahui Jovan , tapi sukur dah Jovan jadi tau kelakuan Clara , mungkin ibu2 yg ditolong sama Anisa saudaranya Anisa yg terpisahkan waktu msh kecil
Yuliana Tunru
waktu x buat nisa bangkit dan jgn lupa bos jovan 👍 siap2 jd gembel bima ambil tuh luna jalqng mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!