Trauma yang dialami oleh sang putri membuat seorang Natasya Belle memutuskan untuk meninggalkan suaminya dan memulai kehidupan baru..
Trauma yang hampir saja membuat putrinya mengalami gangguan mental,dan disaat anak dan istrinya pergi barulah penyesalan itu datang dan berulang kali Angga meminta maaf dan menyesali perbuatannya namun pintu maaf itu justru telah tertutup. Dan kini Natasya pun bahagia dengan laki laki yang tulus menyayanginya dan juga putrinya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part O4
Angga pun menjadi frustasi. Dia tak rela namun dia sendiri masih bingung apa yang sebenernya membuatnya tak rela melepaskan Tasya...
Angga pun langsung mencari informasi tentang keberadaan Tasya dan Nadira. Angga ingin membawa mereka kembali dan ingin memberikan apa yang seharusnya di dapatkan oleh putrinya...
...****************...
Di sini lain,,kondisi Nadira juga sudah jauh lebih baik bahkan kini dia sudah boleh pulang. Namun Nadira menolak untuk pulang kerumah sang Ayah.
"Mami kita jangan pulang kerumah Om itu lagi. Nadira gak mau Mami. Nadira juga gak mau ketemu sama Om itu lagi."ucapan Nadira membuat Tasya merasa sangat bersalah karena mungkin Nadira mendapatkan trauma atas apa yang telah dia alami...
Tasya pun tersenyum dan kemudian mengganggukan kepalanya..
"Baiklah kita tak akan pulang kerumah itu lagi. Mulai sekarang Mami janji kita hanya akan hidup berdua saja. Dan yang terpenting buat Mami adalah Nadira..."Tasya pun mencubit pipi Nadira yang sedang tertawa senang...
"Nadira....."ucap Angga yang tiba tiba saja masuk kedalam ruang rawat yang di tempati oleh Nadira.
Nadira syok dan terkejut dia langsung bersembunyi dibelakang Tasya..
"Mami.. Dira takut..."ucapnya lirih...
Natasya pun menatap kearah Angga laki laki yang masih menjadi suaminya itu...
"Nadira... kamu baik baik saja kan?? Maafkan Ayah ya Dira.."ucap Angga sembari mendekati Nadira namun Nadira justru semakin bersembunyi dibalik tubuh sang Bunda dengan tubuh yang gemetar...
"Mas stop... Kamu gak lihat jika Dira ketakutan? Lagipula untuk apa Mas kesini?"tanya Natasya sembari menatap tajam kearah Angga yang kini terdiam..
Dalam hati Angga dia sedang mengutuk dirinya sendiri karna telah membuat Nadira trauma,dan lagi kini dia harus mengambil keputusan untuk bercerai dengan Natasya,dan itu bukanlah keputusan yang mudah..
"Tasya apakah kita bisa berbicara?"ucapnya lirih,nyaris tak terdengar oleh Natasya....
Natasya hanya tersenyum masam,wajah laki laki yang selalu saja melukai hatinya kini sedang memohon untuk berbicara dengannya...
"Katakanlah Mas mau bicara apa?"jawab Natasya singkat,dia juga tak menatap Angga sama sekali...
"Tasya bisakah kita tidak bercerai? Aku janji aku akan memperbaiki semuanya dan aku juga janji akan???"ucapannya terhenti ketika Natasya menyela ucapannya...
"Akan terus membuatku terluka dan tersiksa. Mas kamu jangan egois lihatlah apa yang telah kamu lakukan pada Dira putriku. Selama ini aku diam hanya karna Dira,aku bertahan denganmu juga karna Dira. Tapi kini enggak Mas perceraian adalah jalan yang terbaik untuk kita. Aku harap Mas jangan mempersulit atau semua bukti perselingkuhanmu aku sebar.."
Natasya dengan tegas meminta bercerai dari Angga namun sepertinya laki laki itu ingin mempersulitnya..
"Natasya ingat batasanmu. Kalau kita bercerai aku akan pastikan kalau hak asuh Dira ada ditangan ku. Apa kamu mau berpisah dari Dira?"ucapnya menggertak Natasya namun Natasya tetap tersenyum masam...
"Kamu yakin Mas kalau hak asuh Dira akan ada di tanganmu.. Kamu yakin kalau Dira mau hidup bersama kamu?Kamu sama sekali gak pantas menjadi Ayahnya.."ucapan Natasya membuat Angga semakin geram...
"Natasya....."teriak Angga yang membuat suasana menjadi semakin kacau.
Tiba tiba saja Maudy kekasih Angga pun datang menemui Angga...
"Mas kenapa kamu berada disini?"tanya Maudy membuat suasana terasa lucu...
Angga pun menatap kearah Maudy yang kini berada di sampingnya,wanita itu bergelayut manja di lengan Angga membuat Natasya yang melihatnya semakin muak dibuatnya..
"Mami... Ayo pulang Dira gak mau disini lagi. Dira gak mau bertemu dengan Om dan Tante itu lagi..."rengek Dira sembari menangis...
Tiba tiba saja Maudy mendekati Natasya dan berbisik...
"Kamu itu hanya istri yang tak dianggap Tasya,sebaiknya kamu tahu diri saja..."ucapnya sembari berbisik di telinga Natasya.
Natasya hanya tersenyum saja dan kemudian menatap kearah wanita yang ada disampingnya itu...
"Seharusnya kamu yang gak tahu diri,Mas Angga itu masih punya anak dan istri,sedangkan kamu apa? kamu itu hanya seorang selingkuhan yang tak akan pernah diakui.. Tapi ya sudahlah jika kamu mau kamu boleh ambil kok lagipula kami tak butuh laki laki seperti dia.."ucapan menohok Natasya membuat Angga merasa sedikit kecewa..
Natasya pun langsung menggendong Nadira dan kemudian pergi meninggalkan sepasangan kekasih yang masih sama sama mematung..
Tatapan Angga tertuju pada Maudy yang kini sedang menatapnya...
"Apa yang sudah kamu katakan pada Tasya,apa kamu gak tahu jika aku tak ingin kehilangan Nadira. Nadira adalah putriku.."ucapan Angga membuat Maudy terdiam..
Angga langsung berbalik badan dan pergi mengejar Natasya namun dia kehilangan jejak padahal baru saja sepuluh menit yang lalu dia pergi,namun jejaknya sudah menghilang...
"Tasya kalian kemana??"pekiknya dalam hati,Angga putus asa dan itu akan membuatnya bener bener kehilangan Tasya dan Nadira untuk selamanya...
...****************...
Satu bulan kemudian...
Kini Natasya dan Nadira pindah keluar negri mereka tinggal di Australia. Natasya ingin melanjutkan mimpinya menjadi seorang desainer,dan kepergiannya tak luput dari campur tangan kedua mertuanya..
Setelah semuanya selesai kini Natasya dan Angga sudah resmi bercerai tanpa sepengetahuan Angga karna kedua orang tuanya sengaja membuat Angga mendatangi surat persetujuan perceraian dengan alasan kontrak kerja...
"Mami apa kita akan tinggal disini?"tanya Nadira dengan lembut..
Natasya pun mengangguk dia berharap bahwa anaknya akan betah dan bahagia bisa hidup jauh dari Ayah kandungnya..
"Sayang maafkan Mami yang harus membuatmu menjadi anak korban broken home,tapi Mami janji akan menyayangimu dengan sepenuh hatiku.. Kamu jangan marah sama Mami ya."Natasya pun memeluk Nadira dengan erat dan berharap semoga setelah Nadira besar nanti dia tak akan menyalahkan putusannya untuk bercerai dari Ayah kandungnya....