NovelToon NovelToon
Sekte Puncak Keabadian

Sekte Puncak Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Xuan, seorang pemuda modern penyuka novel web, tiba-tiba bertransmigrasi ke Benua Langit Surgawi. Sialnya, ia terbangun dalam tubuh Ketua Sekte termuda dari "Sekte Bintang Jatuh"—sebuah sekte yang dulunya merupakan penguasa benua, namun kini hanya menyisakan dirinya dan sebuah gunung usang karena diserang oleh aliansi musuh. Di saat musuh datang untuk mengambil alih tanah sektenya, Lin Xuan membangkitkan "Sistem Pembangunan Sekte Abadi".
​Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang klan, membangun paviliun ajaib, hingga memanggil naga penjaga, Lin Xuan memulai perjalanannya untuk mengubah sekte bobroknya menjadi kekuatan nomor satu di seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Pencerahan Dao

​Kubah kristal Paviliun Pencerahan Dao memancarkan pendaran cahaya pelangi yang menenangkan jiwa. Di dalam pavilion tersebut, ruang dan waktu terasa mengabur. Tidak ada langit maupun bumi, yang ada hanyalah kehampaan yang dipenuhi oleh untaian hukum alam yang bersinar layaknya benang-benang takdir.

​Ye Chen duduk bersila di sisi lautan bintang ilusi. Matanya terpejam rapat. Di sekelilingnya, pedang-pedang kecil yang terbuat dari api keemasan berputar lambat.

​Di tempat ini, ia tidak menyerap energi spiritual. Sebaliknya, paviliun ini memperlihatkan padanya asal-usul dari elemen api itu sendiri. Ye Chen "melihat" bagaimana sebuah bintang purba lahir dari kehampaan, terbakar selama miliaran tahun, hingga akhirnya meledak dan memadamkan dirinya sendiri.

​"Api bukanlah sekadar penghancur..." gumam Ye Chen dalam kondisi meditasinya. Teringat akan pelajarannya di Hutan Terlarang, ia menyatukan pemahaman itu dengan Seni Pedang Pelebur Bintang. "Api sejati adalah penciptaan dan peleburan. Menyimpan panas matahari di dalam sebuah bilah pedang."

​BZZZZT!

​Di dalam Dantian-nya, Inti Emas elemen apinya yang tadinya sebesar buah persik perlahan menyusut, namun warnanya berubah menjadi jauh lebih pekat dan murni. Sebuah "Niat Pedang" (Sword Intent) berbentuk miniatur pedang api terukir di atas Inti Emas tersebut.

​Ranah Inti Emas Tingkat Ketiga! Peningkatannya hanya satu tingkat, namun kualitas kekuatan bertarungnya melonjak berlipat ganda!

​Di sudut lain yang memancarkan hawa sedingin palung semesta, Su Yue'er juga sedang mengalami pencerahan besarnya.

​Sebagai reinkarnasi Kaisar Es, ia sebenarnya sudah mengetahui segala hukum tentang elemen es. Namun, tubuh fananya saat ini terlalu lemah untuk menampung ingatan masa lalunya secara utuh. Paviliun Pencerahan Dao membantunya menjembatani celah tersebut.

​Alih-alih memaksakan diri memanggil badai salju pemusnah dunia, Su Yue'er mulai memahami konsep "Titik Nol Kosmik" dalam skala mikro. Ia belajar membekukan aliran waktu dan Qi lawan hanya dengan tatapan mata atau setetes embun.

​Inti Emas elemen esnya berputar lembut, membentuk pola teratai sembilan kelopak yang sempurna. Ranah Inti Emas Tingkat Ketiga!

​Di Luar Paviliun, Aula Utama.

​Lin Xuan yang sedang bersandar di takhtanya tersenyum tipis. Seperti biasa, suara mekanis nan merdu dari Sistem berdenting di dalam benaknya.

​[Ding! Murid Inti 'Ye Chen' berhasil memadatkan Niat Pedang Matahari Terik dan menembus Inti Emas Tingkat 3!]

[Murid Inti 'Su Yue'er' berhasil menguasai Esensi Titik Nol dan menembus Inti Emas Tingkat 3!]

[Umpan Balik Kultivasi didistribusikan!]

​Sebuah arus energi yang sangat murni, namun tidak meledak-ledak, mengalir masuk ke tubuh Lin Xuan. Bayi spiritual di dalam Dantian-nya—yang merupakan fondasi dari Jiwa Baru Lahir—membuka mulutnya dan menelan seluruh energi tersebut.

​Tubuh bayi spiritual itu perlahan tumbuh menjadi bentuk balita yang bercahaya keemasan, dan di dahinya, sebuah segel berbentuk bunga teratai yang melambangkan penyatuan dengan hukum alam mulai terbentuk.

​Lin Xuan membuka matanya. Tidak ada ledakan energi yang menghancurkan perabotan, namun ruang di sekitarnya sedikit melengkung.

​Setengah Langkah menuju Transformasi Dewa!

​Ia telah mencapai batas paling puncak dari Jiwa Baru Lahir. Hanya butuh satu pemicu kecil lagi, satu pemahaman pamungkas, untuk menembus ke ranah penguasa daratan!

​"Kualitas benar-benar mengalahkan kuantitas," guman Lin Xuan puas. "Penatua Li benar. Mengirim mereka ke Hutan Terlarang membuat fondasi mereka sekeras berlian."

​Lin Xuan bangkit berdiri, menatap ke arah selatan, menembus kabut spiritual gunung menuju daratan fana di kejauhan.

​"Sistem, bagaimana status segel purba di bawah Kota Angin Hitam?"

​[Melaporkan: Segel perlahan retak akibat adanya campur tangan entitas fana yang menerima kontrak darah dengan Iblis Darah di dalam segel. Energi iblis mulai menyebar ke pemukiman penduduk.]

​Lin Xuan menyipitkan matanya. "Seseorang membuat kontrak dengan iblis? Di Kota Angin Hitam?"

​Tiga hari sebelumnya. Kota Angin Hitam, Reruntuhan Kediaman Keluarga Ye.

​Sejak Ye Chen menghancurkan para tetua dan melumpuhkan Kepala Keluarga Ye, keluarga yang dulunya sangat ditakuti di kota itu jatuh ke dalam kehancuran total. Harta benda mereka dijarah oleh keluarga saingan, dan para pelayan melarikan diri.

​Di ruang bawah tanah yang gelap, bau apek dan darah busuk menyengat hidung.

​Ye Kuang, mantan Kepala Keluarga Ye yang kini menjadi manusia cacat dengan Dantian hancur, sedang merangkak di lantai tanah yang dingin. Pakaiannya compang-camping bak pengemis, wajahnya dipenuhi luka akibat siksaan dari musuh-musuh lamanya yang datang membalas dendam.

​"Ye Chen... Bocah keparat... Sekte Bintang Jatuh..." Ye Kuang menggumamkan kutukan berulang kali layaknya orang gila. Air mata dan air liur bercampur di dagunya. "Aku mengutukmu... Aku ingin kalian semua mati! Mati!"

​Tiba-tiba, suara retakan halus terdengar dari lantai batu di bawah tubuhnya.

​Batu bata di ruang bawah tanah itu terbelah, memancarkan kabut tipis berwarna merah darah yang sangat pekat. Kabut itu tidak berbau darah segar, melainkan berbau karat dan usia yang sangat kuno.

​«Kau... mendendam... pada sekte itu?»

​Sebuah suara yang berat, serak, dan berlapis-lapis bergema langsung di dalam kepala Ye Kuang. Suara itu seolah berasal dari dasar neraka.

​Ye Kuang terkesiap, tubuh cacatnya gemetar ketakutan. "S-siapa di sana?! Jangan bunuh aku! Aku tidak punya apa-apa lagi!"

​«Aku tidak menginginkan hartamu, manusia yang menyedihkan,» suara itu terkekeh pelan, tawa yang membuat darah Ye Kuang terasa membeku. «Aku adalah Leluhur Iblis Darah. Ribuan tahun lalu, para tetua dari Sekte Bintang Jatuh mengorbankan nyawa mereka untuk menyegelku di bawah tanah ini.»

​Kabut merah itu perlahan berkumpul, membentuk sebuah wajah tengkorak iblis bersayap di udara.

​«Segel bajingan itu meredup, namun aku butuh darah segar dan sebuah wadah fana dari atas sini untuk mematahkannya sepenuhnya dari luar. Berikan jiwamu padaku, manusia... dan aku akan mengembalikan kekuatanmu. Aku akan memberimu kekuatan untuk merobek jantung Ye Chen dan meratakan Gunung Bintang Jatuh!»

​Mendengar nama Ye Chen, sisa-sisa kewarasan di mata Ye Kuang digantikan oleh kegilaan mutlak. Kebencian telah menelan akal sehatnya. Dihina, disiksa, dan dikhianati oleh dunia telah mengubahnya menjadi monster yang jauh lebih kejam dari iblis itu sendiri.

​"Kekuatan..." gumam Ye Kuang, menengadahkan wajahnya ke arah tengkorak kabut merah itu. "Berikan aku kekuatan... Aku bersedia menyerahkan segalanya! Aku akan menjadi anjingmu, asalkan aku bisa membunuh Ye Chen dengan tanganku sendiri!"

​«Hahahaha! Kesepakatan yang bagus!»

​Tengkorak merah itu melesat turun dan menabrak tubuh Ye Kuang.

​AAARGHHHH!

​Jeritan histeris bergema di ruang bawah tanah yang kedap suara itu. Tubuh Ye Kuang bergetar hebat. Tulang-tulangnya berderak patah dan tersusun kembali. Otot-ototnya yang kisut seketika mengembang, merobek kulit fananya, digantikan oleh lapisan kulit bersisik warna merah gelap. Matanya berubah menjadi hitam legam dengan pupil semerah darah.

​Dantian-nya yang hancur dipaksa menyatu kembali menggunakan esensi iblis, mengubah energinya dari Qi spiritual menjadi Hawa Iblis Darah (Blood Fiend Qi).

​Dalam waktu satu malam, Ye Kuang, seorang manusia cacat, bermutasi menjadi sesosok Jenderal Iblis Darah bayangan dengan kekuatan yang terus meroket menembus Puncak Inti Emas!

​"Ye Chen..." Suara Ye Kuang kini berubah ganda, menyatu dengan suara sang iblis purba. Ia meninju dinding ruang bawah tanah hingga hancur lebur. "Aku datang untuk menagih nyawamu!"

​Masa Kini, Gunung Bintang Jatuh.

​Pintu Paviliun Pencerahan Dao terbuka perlahan.

​Ye Chen dan Su Yue'er melangkah keluar. Tidak ada riak aura yang bocor dari tubuh mereka. Keduanya tampak seperti remaja fana biasa, tenang dan damai. Namun, bagi mata ahli sejati, kedamaian ini adalah kedamaian di tengah mata badai—mematikan jika diprovokasi.

​"Kalian telah selesai," sambut Lin Xuan yang sudah berdiri di depan pelataran, didampingi oleh Penatua Li Canggong yang sedang mengelus dagunya sambil menilai kedua murid tersebut.

​"Melapor kepada Guru. Murid telah mengkonsolidasikan fondasi dan menembus Inti Emas Tingkat 3," ucap keduanya serempak sambil membungkuk hormat.

​"Guru sangat puas." Lin Xuan berjalan mendekati mereka. Ia menatap Ye Chen dengan pandangan yang sedikit lebih dalam.

​"Chen'er, ketika kau turun gunung dan menyapu Keluarga Ye, apakah kau yakin kau mencabut rumput itu hingga ke akarnya?" tanya Lin Xuan dengan nada pelan.

​Ye Chen sedikit tersentak. Ingatannya kembali pada sosok pamannya, Ye Kuang, yang ia biarkan hidup namun Dantian-nya ia hancurkan.

​"Murid... membiarkan Kepala Keluarga hidup sebagai orang cacat, Guru. Sebagai hukuman agar ia menjalani sisa hidupnya dalam penderitaan fana," jawab Ye Chen jujur, tiba-tiba merasa ada sesuatu yang tidak beres.

​Lin Xuan mendesah ringan.

​"Kebaikan yang setengah hati sering kali menjadi pisau beracun di masa depan, Chen'er. Di dunia kultivasi, jika kau menghunus pedang, pastikan musuhmu bahkan tidak memiliki kesempatan untuk bereinkarnasi."

​Lin Xuan melambaikan lengan bajunya. Sebuah proyeksi Qi muncul di udara, memperlihatkan kondisi Kota Angin Hitam dari atas. Namun, pemandangannya sangat mengerikan. Seluruh kota diselimuti oleh kabut merah tipis. Penduduk fana dan kultivator rendah tampak berjalan terhuyung-huyung di jalanan seperti mayat hidup, mata mereka menyala merah.

​"Ini..." Ye Chen mengepalkan tinjunya erat-erat, matanya melebar marah. "Apa yang terjadi pada Kota Angin Hitam?!"

​"Pamanmu yang cacat itu tampaknya enggan menerima takdirnya. Ia telah menjual jiwanya, membuat kontrak dengan entitas Iblis Darah yang pernah disegel oleh leluhur sekte ini ribuan tahun lalu di bawah kota itu," jelas Lin Xuan santai.

​"Energi iblis itu menggunakan pamanmu sebagai wadah untuk menyerap darah penduduk kota demi mematahkan segel utama."

​Tubuh Ye Chen bergetar. Penyesalan yang mendalam memukul dadanya. Jika saja ia membunuh Ye Kuang waktu itu, ribuan penduduk kota tak berdosa ini tidak akan menjadi korban.

​"Ini salahku..." Ye Chen menundukkan kepalanya dalam-dalam.

​"Kesalahan adalah batu loncatan yang bagus," sela Li Canggong sambil menenggak araknya. "Pertanyaannya adalah, apa yang akan kau lakukan sekarang untuk memperbaikinya, Bocah?"

​Ye Chen mendongak. Niat pedang matahari terik yang baru ia pahami berkilat di matanya, membakar habis keraguannya.

​"Murid akan turun gunung sekarang juga. Murid akan memenggal kepalanya, membakar iblis itu menjadi abu, dan menyucikan Kota Angin Hitam!"

​Su Yue'er mendengus pelan, lalu berdiri di samping Ye Chen. "Jangan bodoh. Energi iblis darah sangat kotor dan bisa mencemari Dantian apimu jika kau sembarangan menerjang. Hawa es milikku adalah khắc tinh (penangkal alami) dari darah. Aku akan ikut."

​Ye Chen menoleh pada adik seperguruannya, sedikit terkejut, sebelum akhirnya mengangguk mantap.

​"Pergilah," perintah Lin Xuan. "Ini adalah karma masa lalumu yang mencoba merangkak kembali dari neraka, Chen'er. Tutup buku itu selamanya."

1
Hadi Hadi
up up🤭
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Romansah Langgu
Novel yang mantap
Hadi Hadi
is good😄😄💪💪
Hadi Hadi
up up💪💪
Hadi Hadi
is good😍😍😍
Hadi Hadi
up up😍💪
Hadi Hadi
sikat😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Hadi Hadi
semangat😍💪💪
Hadi Hadi
is top
Hadi Hadi
is y😍😍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!