Rizky Pratama adalah lambang kegagalan; hidup miskin, sering dipecat, dan selalu sial, sampai sebuah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Namun, maut justru membawakannya keajaiban berupa Liontin Dewi yang menyatu dengan tubuhnya, memulihkan lukanya secara instan dan melambungkan kecerdasannya di atas rata-rata manusia. Lebih gila lagi, liontin itu memberinya kemampuan mengendalikan tanaman, dari mempercepat pertumbuhan, menemukan herba langka, hingga menciptakan varietas obat ajaib yang belum pernah ada sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
WUSH.
Energi liontinnya mengalir masuk secara konstan ke dalam lumut biru di dinding, merangsang pertumbuhannya secara instan hingga ribuan kali lipat.
Lumut-lumut itu menebal tak terkendali dan melepaskan gas bercahaya biru dalam jumlah yang sangat masif hingga perlahan memenuhi seluruh udara gua.
"Ini masih belum cukup, aku butuh pemadatan gas yang jauh lebih besar agar ledakannya nanti bisa menembus dada batu monster itu," pikir Rizky terus menjaga jarak larinya.
Ia mengarahkan aliran pertumbuhannya secara spesifik untuk memusatkan pelepasan gas biru itu tepat mengumpul di area langit-langit di atas altar kolam.
"Ketebalan gasnya sudah cukup, sekarang waktunya memancing dia masuk ke tengah jebakan utamaku," gumam Rizky segera memutar arah larinya sembilan puluh derajat.
Rizky berlari melompat masuk ke dalam kolam air yang jernih itu dan berenang cepat menyeberang menuju altar batu pualam tempat pecahan liontin berada.
BYUR.
Air kolam itu ternyata terasa sangat hangat dan secara magis langsung mengembalikan sedikit stamina Rizky yang sempat terkuras habis akibat berlari.
"Ayo ke sini monster bodoh, barang berharga yang kau jaga ada di belakang punggungku sekarang," tantang Rizky berdiri gagah di depan altar batu.
Golem itu mengaum sangat marah melihat ada penyusup rendahan yang berani menyentuh area suci yang harus ia lindungi dengan nyawanya.
GROAAAR.
Makhluk itu berlari kencang tanpa ragu masuk ke dalam kolam air hingga percikan air setinggi pinggangnya membasahi seluruh dinding gua.
Golem itu mengangkat kedua tangan batunya yang sangat besar tepat di depan altar, bersiap untuk meremukkan tubuh Rizky menjadi bubur darah malam ini.
Rizky menunggu dengan sangat tenang, menghitung detik yang pas hingga kepalan tangan batu raksasa itu berada tepat di atas kepalanya.
"Sekarang saatnya," teriak Rizky menekan sebuah tombol pemantik api elektronik kecil yang sengaja ia keluarkan dari saku jaket anti airnya.
KLIK.
Sebuah percikan api kecil muncul dari ujung pemantik itu dan langsung menyambar udara yang sudah sangat padat dipenuhi oleh gas lumut biru tersebut.
KABOOM.
Sebuah ledakan gas berwarna biru terang meledak dengan sangat dahsyat dan memekakkan telinga tepat di atas kepala golem raksasa tersebut.
Gelombang kejut dari ledakan itu begitu kuat hingga sisa air kolam terhempas paksa keluar menciptakan gelombang pasang yang menabrak dinding gua.
Rizky langsung menyelam dalam-dalam ke dasar kolam sedetik sebelum ledakan itu benar-benar terjadi untuk berlindung dari sapuan hawa panas.
Terdengar suara retakan batu yang sangat keras bergemuruh bercampur dengan raungan kesakitan yang memilukan dari sang monster penjaga di permukaan.
KRAAAK.
Rizky muncul kembali ke permukaan air dan mengusap wajahnya yang basah kuyup untuk mengamati hasil dari serangan jebakannya.
Asap sisa pembakaran biru mengepul tebal di tengah kolam, menutupi pandangan mata Rizky untuk beberapa detik yang terasa sangat lama.
Perlahan asap itu tersapu angin pelan dan memperlihatkan kondisi golem akar yang kini berdiri terhuyung-huyung nyaris rubuh di tengah air.
Seluruh bagian dada berlapis batu kerasnya telah hancur berantakan tanpa sisa akibat menahan tekanan ledakan gas dari jarak yang sangat dekat tadi.
Di dalam rongga dadanya yang hancur berantakan itu, terlihat sebuah batu kristal hijau bersinar redup yang ternyata menjadi inti kehidupannya.
"Itu dia inti nyawanya yang kau sebutkan tadi Sistem, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas ini," ucap Rizky berenang secepat kilat mendekati monster itu.
Golem yang sudah terluka parah itu mencoba menampar Rizky dengan sisa-sisa tenaganya yang terus melemah.
Rizky menyelam kembali untuk menghindari tamparan pelan itu lalu melompat keluar dari air dengan gerakan yang sangat lincah.
Ia menggunakan lutut batu golem yang sudah berlubang hancur sebagai pijakan kakinya untuk melompat tinggi ke arah dada monster tersebut.
"Matilah kau sekarang juga," teriak Rizky mengayunkan tinju kanannya yang sudah dialiri seluruh sisa energi liontin secara penuh.
BAM.
Tinju Rizky menghantam sangat keras tepat di titik tengah batu kristal hijau di dalam rongga dada golem tersebut hingga retak memanjang.
PRANG.
Kristal hijau penyokong nyawa itu pecah berkeping-keping layaknya kaca rapuh yang dipukul menggunakan palu godam raksasa.
Cahaya merah yang sedari tadi menyala terang di mata golem itu seketika meredup dan mati total dalam hitungan detik.
Tubuh raksasa yang terbuat dari anyaman akar dan batu alam itu langsung runtuh berjatuhan tercerai berai ke dalam kolam air.
BYUR BYUR.
Rizky jatuh terduduk lemas di atas salah satu bongkahan punggung golem yang mengambang di air sambil terengah-engah menghirup udara.
"Hah hah hah, aku berhasil mengalahkan monster fantasi tanpa perlu repot-repot menggunakan pedang sihir yang tajam," tawa Rizky di sela sisa napasnya yang putus-putus.
TING.
[Peringatan Sistem: Penjaga Gaib Hutan Larangan telah berhasil dihancurkan secara total.]
[Jalan utama menuju Pecahan Liontin Kedua kini telah dipastikan aman dan terbuka sepenuhnya untuk pengguna.]
Rizky perlahan bangkit berdiri dengan tubuh yang basah kuyup dan berjalan pelan mengarungi air kolam setinggi pinggangnya menuju altar.
Tatapannya kini terkunci penuh pada serpihan batu hitam bercahaya emas yang masih melayang tenang di atas altar pualam putih tersebut.
"Inilah alasan utamaku datang jauh-jauh meninggalkan kenyamanan kota menuju tempat neraka ini," gumam Rizky mengulurkan tangan kanannya yang masih sedikit gemetar.
Jantungnya kembali berdebar sangat kencang saat ujung jarinya semakin mendekati arah pecahan artefak kuno tersebut.
"Aku sangat penasaran kekuatan gila macam apa lagi yang akan kau berikan padaku setelah penggabungan ini selesai," bisik Rizky dengan senyum penuh antisipasi.
Begitu jari telunjuknya bersentuhan langsung dengan pecahan liontin itu, sebuah gelombang kejut energi keemasan meledak menyapu seluruh ruangan gua.
Tato daun di dada Rizky bersinar sangat menyilaukan dan merespons energi batu tersebut dengan pergerakan yang sangat agresif.
WUSH.
Pecahan batu hitam itu tiba-tiba mencair menjadi cairan emas murni yang langsung merayap naik menempel melalui kulit lengan kanan Rizky.
"Ugh, panas sekali rasanya, ini seperti aliran darahku sedang direbus hidup-hidup dari dalam," erang Rizky menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang mendadak menyerang.
Cairan emas itu terus meresap masuk menembus pori-pori kulit lengannya dan mengalir sangat cepat menuju posisi tato daun di dadanya.
Dua energi suci yang telah terpisah selama ribuan tahun lamanya itu kini mulai menyatu kembali di dalam wadah tubuh sang Raja Obat.
Rizky memejamkan matanya rapat-rapat saat ribuan informasi baru dan ingatan kuno mulai membanjiri kapasitas otaknya tanpa henti seperti air bah.
Tubuhnya perlahan melayang beberapa sentimeter dari permukaan lantai altar saat proses penyatuan suci itu akhirnya mencapai puncaknya malam ini.