NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tante Yang Serakah 2

Rina menatap Kayla penuh kebencian, dia tidak menyangka jika anak kecil yang sangat dia remehkan ternyata bisa melawannya seperti ini.

"Jangan kurang ajar kamu, saya berhak menjual rumah ini karena ini milik kakak saya". Teriaknya dengan mata melotot.

"Tapi sayangnya jika peraturan hukum yang menjadi ahli waris adalah anaknya tante bukan tante, lagian tante sudah menjual punya ibu kami yang lain, dan sekarang tante mau mengambil rumah kami, maaf tante, disini banyak warga menjadi saksi perbuatan tante ketika tante saya laporkan ke polisi".

"Ala, mana bisa anak kecil seperti mu bisa melapor ke polisi, mimpi jangan ketinggian". Ucapnya acuh.

Dia tidak peduli dengan perkataan keponakannya, baginya dia harus mendapatkan apa yang dia mau tanpa peduli bagaimana kedepannya nasib mereka.

"Tante benar, tapi saya bisa meminta bantuan pak desa karena beliau adalah aparat negara jadi bisa melakukannya, lagian aku yakin jika beliau tau pasti akan mendukungku untuk menuntut tante".

"Saya tidak mau tahu pergi kalian dari sini". Tariknya dengan kasar tapi kalah sama ibu-ibu yang ada dan melindungi mereka.

Mereka malah menghalangi Rina untuk menarik kasar Kanaya sehingga tarikan itu terlepas.

"Dek panggil pak desa sekarang kemari, cepat". Ucap Kayla pada sang adik Kanaya.

Mendengar perkataan sang kakak, Kanaya bergegas melarikan diri setelah tarikan pada tubuhnya terlepas untuk memanggil pak desa.

Rina Yang melihat kanaya berlari segera melepaskan diri dan mengejarnya, tapi Kayla mengulurkan kakinya sehingga Rina jatuh tersungkur dan terhalangi mengejar Kanaya.

"Dasar anak kurang ajar". Umpatnya dengan kesal. saat dirinya terjatuh karena tersandung oleh kaki Kayla.

Bisa-bisanya anak itu berprilaku seperti itu kepadanya padahal selama ini mereka akan diam saja ketika dirinya menindas sang kakak

"Maaf tante, aku menghormati tante karena tante adalah adik dari ibuku dan sekarang beliau sudah tidak ada, dan beliau berpesan untuk mempertahankan rumah ini apapun yang terjadi, jadi maaf aku harus bisa melawan tante karena berani merampas hak kami". Ucap Kayla dengan sungguh-sungguh.

Dia masih dengan jelas mengingat pesan sang ibu untuk mempertahankan rumah ini dari tantenya yang serakah ini dan dia bisa melawannya sesuai keinginan ibunya. Ibunya bahkan berpesan untuk melaporkan sang tante kepolisi kalau masih nekat mengambil rumah mereka.

"Saya tidak mau tahu pergi kalian dari sini, kalau tidak aku akan menganggu dan menganiaya kalian kapanpun dan membawa orang kemari untuk memaksa kalian sampai kalian mau pergi dari sini". Sungutnya tidak terima.

"Kita tunggu saja tante, tante masih bisa bebas berkata seperti itu jika tante dilaporkan dan ditangkap oleh polisi".

Pertengkaran mereka terhenti karena mendengar suara motor dan langka kaki yang tergesa-gesa. Mereka bisa melihat Kepala desa mereka datang menggunakan motor dengan membonceng Kanaya.

"Apa yang kamu lakukan pada mereka Rina". Hardik pak Desa dengan nafas memburu, dia sangat marah melihat kelakuan warganya ini sejak dulu.

"Saya hanya mau mengambil hak saya, itu bukan urusan anda pak kepala desa". Ucapnya membuang muka dengan tidak suka.

"Tapi saya kepala desa disini dan saya tidak akan membiarkan seorang pun bertindak seenaknya ditempat kepemimpinan saya". Hardik pak Desa dengan sangat kesal.

Bisa-bisanya orang serakah ini mau menindas anak yatim yang tidak berdosa.

"Saya tidak peduli anda aparat negara atau apapun yang saya mau rumah ini saya jual, saya tidak minta pendapat anda, pergilah dari sini". Hardiknya kepada pak desa itu.

Para warga yang datang berkerumun pun sangat geram dengan tindakan Rina menghina kepala desa mereka.

"Baiklah kita lihat kamu masih bisa sombong dengan perkataan mu ketika kau berurusan sama polisi". Ucap Pak desa dengan senyum tipis penuh makna.

"Alah, mereka itu bisa disuap dengan uang pak desa, jadi saya tidak takut dengan ancaman anda itu".

"Baiklah, mari kita liat kesombongan anda bisa menyelamatkan anda kali ini". Ucap Pak desa dan menoleh ke belakang.

Disana ada polisi yang menemani dirinya tadi karena dia tadi memang sedang berbincang pada polisi yang bertugas mengamankan desa.

"Bapak semua dengar perkataan ibu ini kan, silahkan bapak bawah, dia menindas anak yatim piatu dan mau menjual rumah mereka secara paksa, ibu-ibu disini menjadi saksinya, dan jika dia berani lolos dari jeratan hukum berarti bapak semua tidak amanah, akan saya laporkan kalian ke tingkat lebih tinggi agar kalian dipecat".

"Baik pak, kami akan memproses ibu ini dengan tegas, apalagi dia sudah menghina kami para polisi". Ucap Polisi langsung memegang tangan Rina dan mulai memborgolnya.

Tentu Saja Rina tak menerima begitu saja perbuatan para polisi, dia memberontak tidak mau dibawah karena dia merasa tidak salah.

"Saya tidak salah pak polisi yang kukatakan itu benar, aku berhak atas rumah ini, aku akan menjualnya karena pemiliknya sudah mati".

"Nanti saja anda menjelaskan ke kantor polisi, dan ibu yang menjadi saksi tolong ikut kami begitu dengan anda pak desa".

"Baik pak, kami semua akan kesana, kami juga akan membawa berkas asli rumah dan ahli warisnya".

"Iya bu, bawah semua yang jadi bukti untuk bisa mencobloskan ibu ini ke penjara.

"Baik pak".

Polisi segera menarik paksa Rina untuk dibawah ke kantor polisi, walau dia memberontak polisi tidak peduli.

"Kalian akan menyesal melakukan ini padaku sialan". Teriaknya terus memberontak tidak ingin dibawah.

Mereka semua yang ada disana hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rina yang tak pernah mau salah dan sangat sombong.

Setelah mereka pergi, Kayla beserta ibu-ibu dan Pak desa mengumpulkan bukti kemudian menyusul ke kantor polisi untuk memperkarakan Rina karena perbuatannya.

"Bagaimana dengan adik-adik ku bu, apa mereka akan ditinggal dirumah??

"Kamu tenang saja nak, adik-adik mu akan kami bawah kerumahku untuk sementara sambil menunggu kamu pulang karena kamu dan Kanaya akan ikut menjadi saksi".

"Baik pak desa, terima kasih atas bantuannya selama ini pada kami".

"Sama-sama nak, itu tugas bapak sebagai kepala desa di sini untuk melindungi seluruh warga terutama anak yatim piatu seperti kalian".

"Jangan khawatir nak, kami pasti melindungi kalian jika masalah seperti ini, kami juga sudah tak suka dia dari lama karena selalu semena-mena pada ibu kalian".

"Terima kasih ibu-ibu atas bantuannya, aku tidak akan bisa mendapatkan keadilan jika bukan kalian yang membantuku, Semoga kalian mendapatkan balasan yang baik".

"Sama-sama nak, kamu harus kuat karena kini kamu yang akan menjadi ayah sekaligus ibu untuk kedua ketiga adikmu".

"Iya bu".

Mereka semua bergegas ke kantor polisi untuk melihat kondisi terkini Rina yang tadi dibawah polisi. Begitu mereka sampai disambut dengan teriakan Rina yang mengumpat.

"Dasar anak-anak sialan aku akan buat perhitungan dengan kalian". Teriaknya penuh emosi

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!