" Hiks... hiks...hiks.... Kenapa?.... Kenapa kalian jahat sama aku?....... huaa...... kalian jahat tidak punya hati, lebih baik aku pergi dari dunia yang penuh dengan orang orang yang munafik di sini. Hiks.... Hiks... " karla menagis dan berkata sambil sesegukan di dalam kamarnya, setelah mengatakan itu karla langsung mengambil pisau yang ada di meja sampul tempat tidurnya. Setelah mendapatkan pisau tersebut karlapun langsung menyayat tangannya hingga tangganya mengeluarkan darah yang begitu banyak hingga karlapun tak sadarkan diri di dalam kamarnya.
Apakah karla akan di temukan dan di selamatkan ?
Ataukah dia akan mati di dalam kamarnya tampa ada yang mengetahuinya?
Yuk kita cari tahu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SORE KIM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Setelah drama sarapan di meja makan selesai, kini clara dan yang lainya kembali ke aktivitasnya masing- masing. Saat ini clara dan laras sedang dalam perjalanan ke sekolah mereka, karna sekolah mereka yang berbeda dan searah jadilah mereka berangkat sekolah bersama dan tentunya di antar oleh supir karna bram melarang clara membawa mobil sendiri.
" kak clara, laras duluan yah. " kata laras setelah mereka sampai di depan sekolah laras.
" iya sayang, belajar dengan rajin yah adek kaka yang imut ini. " jawab clara sambil mencubit kedua pipi laras karna gemes.
" siap kakak, kalo gitu laras pergi dulu. Bye bye kakak ku yang cantik. " kata laras sambil turun dari mobil.
" see you good day adek kakak. " kata clara sambil melambaikan tangan ke laras sampai laras tak terlihat lagi barulah clara pergi.
" jalan pak " kata clara kepada sopir keluarganya itu. Sopir pun mulai menjalankan mobil ke sekolah klara.
" non clara kita sudah sampai non " kata supir setelah mobil itu berhenti di depan high school Washington, yang merupakan sekolah ternama di ibu kota Amerika Serikat.
" hmm terima kasih pak. " kata clara yang langsung keluar dari mobil tampa menunggu jawaban dari sopir itu yang biasa di panggil pak exle.
Kini clara berjalan menuju ke kelasnya sesuai dengan ingatan yang dia dapatkan. " untung ada ingatan ini kalau tidak yah palingan hanya tersesat doang hehehe. " kata clara dalam hatinya sambil terus berjalan dengan muka datarnya.
" hei bukannya itu clara! Apakah sekarang dia sudah membaik? " kata salah satu siswi yang ada di lorong koridor itu sambil memperhatikan pergerakan clara.
" hehehe iya, dia ternyata sudah membaik. Sepertinya kita bakalan mendapatkan tontonan yang seru lagi kali ini. " jawab siswi yang di sampingnya.
" hahaha iya lo bener banget, dan lihat deh itu sasa and the geng sudah datang. " kata siswa yang lainya lagi.
" wah seru nih kayaknya, kan sudah lama kita tidak nonton hal yang seru. Kira - kira apa nih yang bakalan mereka lakukan! " kata mereka lagi yang semakin bergosip dan mereka kini semakin banyak berkumpul.
" itu karna dia sendiri yang bodoh sehingga gampang di buli kayak gitu " kata yang lain menghina clara yang saat ini di berhentikan oleh sasa and the geng.
...****************...
" oh ternyata lo belum mati ya! " kata sasa yang berada di tengah - tengah temanya itu.
" kenapa belum mati babu? Bunuh dirinya tidak mempan yah? " tanya lagi salah satu teman sasa yang ada di samping kirinya yang dimana di ingatan clara dia bernama anggi.
" hahaha benar ngi, gimana! mau kita bantu ngak buat lo bisa mati. " Kata siswi yang ada di sebelah kanan sasa yang bernama intan. Mereka bertiga lah yang selalu membully clara selama ini sehingga semua orang di sekolah menjauhinya.
Setalah mereka mengatakan semua cacian dan makian ke pada clara, kini mereka merasa kesal karna sikap clara yang masi tenang dan menunjukan muka datar kepada mereka. Begitupula dengan semua orang yang merasa heran kepada clara yang saat ini tidak seperti biasanya yang selalu menunduk dan menangis jika sudah berhadapan dengan sasa and the geng.
" apakah sudah selesai? Kalau sudah menyingkir dari jalanku. " kata clara saat yang masi menampakkan muka datarnya dan tangganya yang terlipat di dada.
Jelas perkataan dan reaksi clara membuat semua orang yang menyaksikan semua itu seketika terdiam.
" oh jadi setelah lo coba bunuh diri dan gagal sekarang lo berani sama kita? Sepertinya otak lo sekarang sudah rusak karna di selingkuhi dan di khianati sama sahabat lo yah. " kata sasa yang mencoba membuat clara marah dengan mengungkit tentang perselingkuhan itu.
" lo seharusnya sadar karna sekarang lo tidak punya siapa - siapa lagi buat membantu lo " kata sasa lagi agar clara terpancing emosinya.
" hahaha kasihan di khianati sahabat dan pacar, tapi sebenarnya sih dinda sudah mengambil keputusan yang baik buat ngejauhin orang bodoh dan udik kayak lo itu. " kata anggi yang ikut memanasi clara.
" selama ini juga kita kasihan sama putra dan dinda karna mau dekat - dekat sama lo yang udik ini. " kata intan ikut mengompori.
" lihat tuh, dinda dan putra itu memang serasi tapi karna putra kasihan sama lo makanya dia Terima lo waktu itu dengan terpaksa dan dengan permintaan dinda. " kata sasa sambil tersenyum menghina setelah melihat kedatangan dinda dan putra.
Sasa pun menjadi penasaran bagaimana reaksi clara saat melihat dinda dan putra yang bermesraan di depannya. Ketika sasa kembali melihat dinda dia semakin kesal karna clara ternyata masi terlihat tenang dan cuek akan semua yang dia katakan, bahkan clara tidak terpengaruh dengan kedatangan dinda dan putra.
" Sudahkan bicaranya, kalau sudah menyingkir dari hadapanku. Tau tidak gue sudah capek berdiri karna kalian menutup jalan yang begitu besar dengan tubuh kalian yang berlemak itu. " kata clara sambil memperhatikan kuku - kuku di jarinya tampa melihat ke arah sasa and the gean.
Perkataan clara berhasil membuat semua orang kembali terdiam dan bertanya - tanya apakah benar ini clara atau bukan?
" kenapa dia jadi berani sekarang? Apakah dia mengubah penampilan dan sikapnya untuk menarik perhatian my putra? " kata dinda di dalam hatinya yang bertanya - tanya apa yang terjadi sekarang ini.
" oh.... Jadi sekarang lo mengubah penampilan dan berpura - pura jadi hebat buat menarik perhatian gue! Jangan harap, karna gue ilfil sama lo sejak dulu. " kata putra setelah dia dan dinda telah berada di dekat clara dan sasa and the gean.
" penyakit kepedean memang penyakit yang tidak bisa di sembuhkan dan belum ada obatnya, ternyata ada orang yang terjangkit penyakit kepedean disini. Tolong jauh - jauh takutnya itu menular yah. " kata clara setelah mendengar apa yang di katakan putra dan dia hanya menampilkan waja datarnya saja.
" kamu... " kata putra yang tidak tau mau bilang apa setelah mendengar apa yang di katakan clara.
" kalo kalian hanya ingin berkata omong kosong disini, lebih baik kalian menyingkir dari hadapanku. " kata clara karna tidak mendapatkan jawaban lagi dari orang - orang di depannya itu.
Karna tidak mendapatkan respon apapun jadi clara langsung maju jalan ke depan dan langsung menabrak sasa and the geang.
" kalau mau cosplay jadi batu tolong jangan di jalan yah. " kata clara setelah berhasil melewati sasa and the geng dengan cara menerobos nya.
Sasa and the geang yang terjatuh karna ulah dari clara membuat merek semakin marah.
" berhenti lo sampah. " kata sasa dengan berteriak ke clara agar clara berhenti.
" hmm tidak Terima ya" kata clara setelah dia berhenti dan tampa membalikkan dirinya ke arah sasa.
" sudah lah gue malas meladeni anjing yang menggonggong, bye..... " kata clara yang sekarang berjalan meninggalkan semua orang yang masi di kagetkan dengan apa yang terjadi saat ini.
Bersambung