"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita trauma
Langkah tertatih menapaki tangga, secara fisual mirip film horor tapi enggak layak di untuk apartemen kelas menengah di Tengah kota Jakarta.
Tumben nya lift dalam perbaikan memakan waktu hampir 2 hari,hah enggak jelas nih.
Tangan lentik putih meraih handuk, membasuh tubuh membuat busa tanda kebersihan tubuh telah di selesaikan. 'Kak, Mama Oma pengen kamu pulang...Oma sudah sakit-sakitan sekarang.' Eh Mama tumben jam 21:30 WIB dia mengingat ku.
Oh prihal ibunya, ku tatap jam dinding menunjukkan pukul 23:00 kembali ketempat tidur untuk bersiap menyambut pagi, nyatanya mimpi' itu datang kembali. rumah tua,banyak hutan ilalang namun ada sekolahan kamar mandi dan ketakutan ku layaknya film horor, ternyata hanyalah mimpi semata.
Sprei katun cokelat semula rapi kini tak berbentuk motif nya, pandangan ku tertuju pada jam dinding sudah hampir 3 jam aku tidur, rasanya tak ngantuk lagi. Segelas kopi menjadi wadah untuk bertukar pikiran.
'Kamu gak jawab pesan ku?' Pacar sialan... Batin itu selalu menimpali jika aku ingin membalas pesan nya.
Dia donatur berbentuk laki-laki, awalnya aku ketemu dengan dia dalam satu komunitas dan ceritanya ketika awal bertemu dengan ku sangat unik.
Flashback:
Ketika aku kecil,aku memiliki saudara laki-laki Pandi namanya...ia kecelakaan akibat Mama kurang becus dalam menjaga kami, mama menjalani hubungan terlarang setelah resmi menjadi istri Papa. Kau tau gong nya, aku bukan anak kandung Papa yang ku kenal sudah 9 Tahun lamanya, berulang kali rasa kecewa yang diberikan Mama, Papa terus bertahan.
Termasuk dengan hadirnya aku Papa masih menerima Mama dengan baik, Mama tidak mensyukuri itu dalam hidup nya. Sekarang jangan tanya bagaimana kabar Mama ku, aku bahkan gak tau ada berapa anak yang hidup setelah pandi.Semuanya Mama hilangkan identitas nya,apa aku mencari mereka? Oh tidak...
Masa kecil ku terlalu suram dibuat perempuan bergelar ibu itu, belum
trauma masa kecil dari keluarganya
membuat ingatan semakin kacau.
Aku pernah tinggal dengan saudara laki-laki ibu, berhubung dia wanita karir di kota dan saudara laki-laki nya baru menikah butuh seorang teman untuk istrinya di desa. Aku terbiasa manja tak sanggup rasanya harus bangun pukul 5 pagi atau 6 pagi untuk bersiap membereskan rumah sekaligus persiapan bekal untuk ke kebun. Berulang kali aku menelepon nya untuk segera pulang.
"Pemalas"
"Enggak tau diri"
"Ibu udah kek gitu,mau jadi apa kau."
"Sama kau kek bapak mu."
"Ntah apa kau datang jadi beban aja."
Kata-kata yang selalu menjadi trauma tersendiri bagiku. Tanpa menutup mata untuk istirahat kembali aku sudah mulai berteman dengan air kembali, apartemen sunyi ternyata lift sudah berfungsi. Malam dan subuh sudah sama rasanya, aku kembali dengan trasum dan ya selain wanita independen di kota Jakarta aku juga wanita ontime ya... Didikan keras itu ada bagus nya menciptakan aku sebagai wanita yang kuat.
"Lo jadi pindah kampus?" Teman ku datang jalan bersama ku menuju kantor,ya antara apartemen dan kantor bisa di tuju dengan satu transportasi yang bernama KAI. "Ia, kata pak Abram kampus sekarang gak mendukung untuk aku jadi kepala cabang. "Hemmm good luck ya Adriella." tepuk nya padaku.
Dimeja petak otak bulat pun mulai berputar untung nya aku memiliki ruang pribadi untuk ku, pacar ku menelepon. Ia seorang Pelaut, alasan kenapa aku memilih dia? Karena bayangan masa kecil itu, ketika aku dijemput pihak Papa kandung ku. Aku dan dia berpisah, aku tidak tau pada masa itu itu dia namanya siapa dan tinggal nya dimana... Yang ku ingat namanya Joko/ Jaka gitu kalau pacar ku yang ini bukan Joko dia Dean sekiranya dengan hadirnya dia, dia bisa menambah cerita baru dalam hidup ku.
Intinya di desa enggak masuk peta bernama Sindar dolok aku menemukan laki-laki itu,ketika itu aku ingat dia dan saudara nya di bawa papa mereka ke rumah kebun istilahnya, mereka menanam Jahe dan ikut masa panen masa itu, kalau berhubungan dengan Jahe sudah tau dong dimana cerita ini terjadi. Ya daerah Sumatera Utara.
Singkat nya moment kebersamaan seperti dia mendorong ku dengan andong atau alat bantu bewarna merah, mengambil buah alpukat untuk ku dan kami memelihara ikan itu menjadi kenangan terindah sendiri untuk masa kecil ku, bagiku dia cinta pertamaku.
"Aku butuh uang Delapan juta lagi untuk RPL di kampus baru." Tanpa basa-basi aku menelepon nya langsung dengan todongan tanggung jawab. "ntar ya sama uang jajan mu, September aku pulang. Aku enggak bilang ke orang tua kalau mau pulang, nanti dah bisa mulai cari apartemen buat aku atau enggak aku di apartemen kamu." Perintahnya kepada ku.
"Ntar aku cari," jawab ku.
Jangan salahkan sifat cuek ku, aku pernah mencoba ramah namun hubungan ini terlalu tinggi tembok nya, aku enggak sanggup jika seorang ibu menangis hebat didepan ku memohon supaya anaknya kembali dengan dia, huhuhu pedih hati ini.
Itulah alasan mengapa aku terkesan memanfaatkan uangnya beberapa waktu belakangan ini.
"Hampa banget ya," ucap nya penuh tanya. "Hemm" jawab ku malas
Dalam hati tersayat hati ini, mengapa begini adanya percintaan ku. Salah ku memulai sesuatu yang seharusnya tidak terjadi, ia juga tau alasan kenapa aku cuek seperti ini dengan nya. "Hahh,capek banget cinta." ucap nya seraya berbaring.
"Kapan ke Laut?" Enggak ah aku takut tenggelam, batinku kala itu. Semenjak aku tenggelam akibat balas dendam dua keluarga hatiku perlahan menutup ingatan masa kecil sampai seolah menjadi orang lupa ingatan. Bahkan kau tau hidupku hampa rasanya saat ini, enggak tau tujuannya apa dan mau kemana tapi puji Tuhan lewat Tante Yanti aku bisa sampai disini. Mulanya dia merawat ku ketika aku dibuang oleh keluarga ku, dia seorang ibu penuh dengan rasa ke ibuan, dia sekarang menjadi tempat ku pulang. Dan oleh dia lah aku sampai kesini.
Aku mengakui,Rika, Ara,Ryan sebagai adekku,jika orang bertanya ke Tante kenapa jarak ku dan adik-adik terlalu jauh dia pasti membuat cerita real bahwa aku anak mereka.
Tante dan om ku itu romantis vibes orang nya, Om ku juga seorang Pelaut sama dengan pacarku. Mereka memiliki Offshore sebagia ladang pencarian, ya tau sendirilah mengapa dalam cerita ku mereka jarang timbul.
Besok weekend begini ada alasan untuk aku pulang ke rumah, Tante Yanti belum pulang ke rumah, adik-adik ku masih sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Kenapa aku bisa masuk? Layaknya anak aku memiliki akses kunci kamar dan rumah pribadi.