JANGAN BOOM LIKE! Kasih jeda 2 atau 3 menit.
Kehidupan keluarga kecil Puspa sangatlah damai tanpa adanya pertengkaran walaupun mereka orang sederhana, Puspa punya keinginan besar untuk merubah nasib keluarganya. Namun, tak ada yang tau mengenai takdir manusia termasuk Puspa sendiri.
Sosok pahlawan yang tak lain adalah Bapak Puspa menjadi perantara dimulainya kehidupannya yang tak lagi damai, ia menghancurkan keluarga kecil Puspa, ia terpikat pada seorang janda bahkan Ibu dan Adik Puspa meninggal.
Puspa bertemu dengan sosok laki-laki cuek dan dingin bernama Arga, namun lagi-lagi kisah hidupnya tidak sehalus dan semulus kertas HVS. Akankah Puspa mampu mencapai kebahagiaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps. 4
"Tapi aku tidak siap. Awas saja kalau sampai aku di jodohkan, akan ku buat dia tidak bahagia bersamaku." Ucap Arga.
Rafa hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sahabatnya itu.
"Bagaimana kalau nantinya kau akan jatuh cinta pada istri pilihan orang tuamu?" Tanya Rafa.
"Tidak akan. Akan ku benci dia, karena dia telah merusak masa mudaku." Jawab Arga
"Mana ada begitu. Kalau misalkan istrimu itu masih umur 20 tahun? itu namanya masa muda dia yang kau rampas." Ucap Rafa
"Haha... Siapa suruh mau menikah" Balas Arga sambil menyeringai.
Rafa menggelengkan kepalanya lalu menyeruput kopi hitamnya.
'Dasar Arga' Bathin Rafa.
Setelah selesai urusannya dengan Rafa, Arga pun pamit pergi.
Rafa menatap punggung Arga yang makin menjauh.
'Apa akan ada wanita yang akan membuatmu lembut Ga?' Batin Rafa
****
Waktu menununjukkan pukul 14:00
Bel tanda pulang pun berbunyi.
Siswa Siswi SMA Darfa pun berhamburan keluar dari kelas masing-masing
"Ayo pulang bareng" Ajak Elisa
"Baiklah" Puspa tersenyum seraya menyelendang tas nya.
Saat di gerbang sekolah mereka menghentikan langkahnya dan agak menepi karena ada mobil yang melintas memasuki sekolah.
Pandangan Puspa dan Elisa mengikuti arah bergaraknya mobil itu.
Mobil itu berhenti di parkiran, dan terbukalah pintu depan dan keluarlah sosok laki-laki yang berpakaian sangat rapi dan keren tentunya.
"Siapa itu ya, El?" Tanya Puspa
"..." Elisa tidak menjawab. Ia bengong melihat sosok lelaki yang keren itu
Puspa mengayunkan telapak tangannya ke atas kebawah di depan wajah Elisa. Elisa tidak menggubrisnya. Kesal karena tak ada reaksi apapun, Puspa memukul pelan jidat Elisa.
"Ssstt Aduh"
Elisa meringis sambil mengusap-usap jidatnya.
" Ada apa denganmu Puspa? Seenaknya saja kau memukulku ya. Hmm" Ujar Elisa sambil memanyunkan bibirnya.
"Memangnya kau tidak terkagum-kagum melihat orang seperti dia itu?" Tanya Elisa.
"Huft. Aku harus sadar diri El. Aku pun tak pantas kagum padanya. Lihat dia, dari mobilnya saja sepertinya dia horang kaya deh" Jawab Puspa.
"Hey dengar ya Pus, Kau ini-"
"Bisakah kau tidak memanggilku Pus? Kau fikir aku kucing?" Potong Puspa
Elisa menepuk jidatnya sendiri.
"Aduh Puspaaaaa. Kau ini ya, kau fikir kucing itu selalu di panggil pus? Hadeh kau ini." Ucap Elisa.
"Ya tapi kan kebanyakan orang-orang memanggil kucing mereka dengan nama Pus" balas Puspa
"Ah terserah kau lah." Ujar Elisa menggelengkan kepalanya.
"Dan ya, masalah kagum pada orang ity apa harus memandang kasta? Kau ini ada-ada saja" Imbuh Elisa
Puspa menghendikkan bahunya
"Sudahlah ayo pulang. Apa kau mau berjemur sambil menunggu orang itu kembali ke mobilnya?" Ajak Puspa
"Kau ini ya. Hmm baiklah ayo pulang"
Mereka pun melangkahkan kakinya melewati gerbang sekolah
Tanpa di sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua sejak tadi dari lantai 2. Tepatnya dari jendela ruang KASEK yang ternyata adalah Arga.
^Yah. Sekolah ini adalah milik keluarganya^
"Siapa mereka?" Tanya Arga.
"Mereka siswi disini Tuan" Jawab Kasek
"Siapa namanya?"
"Itu yang rambutnya pendek sepundak namanya Elisa. Dia murid berprestasi dan sering memenangkan lomba Cercer Tuan. Dan itu yang berambut panjang sepinggang dan di ikat namanya Puspa, Tuan. Dia dari keluarga kelas menengah menurut saya. Kami memberi sedikit keringanan untuk biaya sekolah disini. Dia hanya harus membayar 70% dari biaya pertahun" Jelas Kasek
"Hm. Kenapa mereka pulang lebih akhir?" Tanya lagi Arga
kau tega menyakiti kami pengagum sosok Arga,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri,,,
...............hati Bapak Puspa sering beregup
Thor, itu ☝️☝️
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering berdegup
bukan beregup