NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Reinkarnasi Ke Dunia Naruto

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Reinkarnasi / Fanfic / Tamat
Popularitas:108.7k
Nilai: 5
Nama Author: Orpheus

Naoto Raiden, seorang tentara yang tewas dalam konspirasi militer, bereinkarnasi ke masa perang klan di dunia Naruto sebagai bagian dari keluarga Senju. Namun, identitas aslinya jauh lebih agung: ia membawa darah murni Otsutsuki beserta mata Tenseigan yang legendaris.

Memilih untuk hidup santai namun tetap melindungi keluarga angkatnya, Raiden tumbuh sebagai kakak dari Hashirama dan Tobirama. Setelah melewati hibernasi panjang demi berevolusi di planet asing dan mengalahkan Momoshiki, ia kembali ke era Naruto dengan kekuatan yang melampaui dewa. Kini, dengan identitas sebagai suami Tsunade dan mentor rahasia bagi Naruto, Raiden bergerak di balik bayang-bayang untuk membersihkan Konoha dari kegelapan dan menghadapi ancaman klan Otsutsuki yang mulai mengintai bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orpheus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keterkejutan Raiden

7 Tahun Kemudian...

Raiden, Butsuma, Hashirama, Tobirama, dan Itama berdiri dalam keheningan yang menyesakkan, meratapi kepergian teman sekaligus saudara mereka, Kawarama.

Itama menangis tersedu-sedu, tak mampu menahan kesedihannya. Sementara itu, Raiden yang sudah mengetahui takdir ini hanya terdiam. Ia tahu bahwa tragedi ini adalah titik balik yang akan memaksa adik-adiknya tumbuh menjadi lebih kuat.

"Shinobi tidak menangis! Shinobi dilahirkan ke dunia ini untuk bertarung dan mati dalam peperangan! Bersyukurlah kita dapat menemukan jasadnya dan menguburkannya secara layak. Saat ini, musuh kita bukan hanya klan Hagoromo, tapi juga klan Uchiha. Mereka sangat kejam!" ucap Butsuma dengan nada menekan dan tegas.

Hashirama yang sudah tidak bisa membendung rasa kesalnya, gemetar hebat dan berteriak, "Kawarama baru berusia tujuh tahun! Sampai kapan peperangan seperti ini akan terus terjadi?!"

Ia menoleh ke arah ayahnya dengan tatapan menuntut jawaban.

"Sampai kita menghabisi semua musuh. Jalan menuju dunia tanpa peperangan tidak akan mudah diwujudkan," sahut Butsuma dingin.

"Dan anak-anak harus dikorbankan...?" gumam Hashirama pedih.

Mendengar itu, amarah Butsuma memuncak. Ia melayangkan pukulan keras ke wajah Hashirama hingga anaknya itu tersungkur.

"Tak akan kubiarkan kau menghina Kawarama seperti itu! Dia berjuang dan mati sebagai seorang Shinobi sepenuhnya! Dia bukan anak-anak!" bentak Butsuma. Ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan mereka bertiga.

Melihat ayah mereka pergi, Tobirama dan Itama segera mendekati Hashirama.

"Kakak, kau tidak apa-apa?" tanya Itama cemas. "Kau tahu sendiri apa konsekuensinya jika kita menentang Ayah," tambah Tobirama tenang namun memperingatkan.

Raiden, yang sedari tadi berdiri diam di belakang Hashirama, akhirnya menyela.

"Hashirama, aku tahu kau tidak ingin kehilangan salah satu dari kita. Tapi terus meratapi keadaan tidak akan mengubah apa pun. Yang perlu kau lakukan adalah berlatih dan terus berlatih agar kau menjadi kuat dan bisa meraih apa yang kau inginkan. Kau tahu? Perdamaian tidak akan pernah ada tanpa adanya pengorbanan."

Raiden menepuk pundak Hashirama dengan mantap, lalu bergegas kembali ke rumah. Kata-kata itu membuat Hashirama, Tobirama, dan Itama terdiam, hanyut dalam pikiran mereka masing-masing.

Kediaman Senju

"Ayah, hari ini aku akan pergi latihan di hutan dekat perbatasan. Mungkin aku akan terlambat bergabung dalam pertempuran nanti malam," pamit Raiden kepada Butsuma.

Sebenarnya Butsuma enggan mengizinkannya, namun ia tidak punya pilihan. Sejak kecil, jika Raiden sudah menginginkan sesuatu, ia akan melakukannya dengan teguh dan sulit untuk dihentikan.

"Hahhh... baiklah jika itu keinginanmu," desah Butsuma pasrah.

Raiden hanya mengangguk pelan dan berjalan keluar.

‘Hmm, menu latihan hari ini apa ya? Aku sudah melatih kontrol cakra sejak kecil, jadi sekarang sudah sempurna. Sedangkan untuk level cakra... mungkin sudah setingkat Kaguya. Yah, itu berkat darah Otsutsuki murni di tubuhku,’ batin Raiden.

Setibanya di hutan, Raiden melompat ke dahan pohon yang tinggi dan duduk santai di sana.

‘Cih, aku bingung. Doujutsu mataku sudah bisa kukendalikan meski belum maksimal. Tapi itu tidak terlalu penting sekarang. Untuk Mokuton, aku juga sudah mulai terbiasa...’

Ia merasa bimbang. Karena darah Otsutsuki-nya yang murni, ia memiliki semua afinitas elemen. Terlebih lagi, di kehidupan ini ia dianugerahi otak yang sangat jenius. Ia teringat saat berusia empat tahun; ia iseng membayangkan petir merah menyambar pohon di depannya sambil mengucapkan "Raiton". Seketika, petir merah darah menghancurkan pohon itu, yang membuatnya sempat dilarang keluar rumah oleh ibunya.

"Akhhhhhh!" Raiden berteriak sambil mengacak-acak rambutnya frustrasi.

"Cih, sebaiknya aku menciptakan teknik berpedang saja. Sebenarnya aku ingin belajar Senjutsu, tapi dengan adanya Tenseigan, kurasa aku tidak terlalu membutuhkannya."

Raiden melompat turun dari pohon. Ia mulai membayangkan teknik yang ingin ia ciptakan. Tangannya memegang erat gagang katananya.

"Tenkai," gumam Raiden rendah.

Wunggg!

Hanya dalam satu kedipan mata, pedang itu telah kembali masuk ke sarungnya.

Ceklekkk!

"Zen," bisik Raiden.

Hutan yang tadinya lebat mendadak sunyi. Dalam sekejap, lahan sejauh 3 kilometer di depannya hancur rata dengan tanah. Raiden membuka matanya dan terpaku melihat kehancuran yang ia ciptakan.

"Apa ini? Dan apa-apaan dengan refleks tubuhku tadi? Gila... ini sungguh gila!"

Ia hampir tidak percaya dengan kekuatannya sendiri. Namun, Raiden segera menepis rasa terkejutnya.

"Hah, lebih baik mengembalikan hutan ini seperti semula. Aku tidak ingin ada yang curiga."

"Mokuton: Fukai Mori!"

Dari bekas lahan yang rusak tadi, seketika muncul akar dan pepohonan raksasa dari dalam tanah. Dalam waktu singkat, area tersebut kembali lebat dan asri seperti sedia kala.

"Yosshhh, waktunya istirahat. Sebelum itu... aku berterima kasih pada siapa pun yang telah mereinkarnasikan diriku. Bukan hanya impian yang terwujud, tapi juga fisik dan pikiran yang luar biasa ini."

Raiden menangkupkan tangan dan mengangguk hormat ke arah langit. Ia kemudian duduk bersandar di bawah pohon yang rindang.

"Hahhh, tempat yang indah. Udara bersih tanpa polusi dan lingkungan yang asri. Sangat berbeda dengan bumi tempatku tinggal dulu."

Ia menghela napas panjang, menikmati ketenangan hutan. Lama-kelamaan, rasa kantuk menyerangnya hingga ia tertidur dengan pulas di sana.

1
agustinus noya
lagi yang bayak Thor biyar seruh baca Thor 🙏🙏🙏
agustinus noya
lanjut Thor yang banyak
anonim: nanti malem akan saya lanjut🙏 sekarang lagi mikir 😄
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr
Fatur Fatur
cepat bantai musuhnya thor dan serap kekuatan musuhnya thor
muhammad farhant
lanjut Thor
Kei O'Conner
lanjut
Nekofied「ᵛᵉʳᶦᶠᶦᵉᵈ」
bebas 🤷🏻 mau bikin baru pun boleh
Axel
alur ceritanya bagus walaupun ini novel di buat iseng, tapi alur ceritanya gak ngasal
Lorenzo Leonhart: buat kakak yg suka tema Isekai , mari mampir kak ke novelku 🙏🏻
total 1 replies
Poetra S
lanjut aja thor,tapi dengan alur yg lebih fresh,kalau bisa ya alur nya sangai jangan kecepetan,pasti nya juga banyak yg baca nanti nya
Lorenzo Leonhart: ayo kak, sambil nunggu ini lanjut, mampir yuk ke novel ku 🙏
total 3 replies
muhdzulfitri Bacik
bila lanjutnya
Muhammad Rizki
Luar biasa
Brayen Meilano
Thor, kok gak up up sih, gak sabar baca lanjut nya
anonim: udah lupa kalau saya punya novel ini hehehe maap
total 1 replies
Brayen Meilano
yang ORI nya di Mana thor
Aby Satya
lanjut Thor
.
authornya sesad🗿🗿
Yor Forger.
Raiden&Tsunade🔥❤️
Yor Forger.
malam pertama Raiden dan Tsunade👩‍❤️‍💋‍👨🌃❤️🔥🗿
Nizam Zainudin
lanjut thor semangat
EVIL GOD
entah kenapa membaca kata Yoo di awal percakapan membuatku jengkel
EVIL GOD
tentara wibu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!