Lika liku kisah asmara Mega yang rumit,manis,asam dan asin setelah merasakan kecewa oleh pacar pertamanya seorang TNI AD..dia menjadi liar dan dengan mudah menerima kehadiaran laki-laki lain.hingga akhirnya dia dihadapkan pada dua pilihan.antara kembali kepada cinta pertama,atau tetap bertahan dengan cinta terakhirnya.......yuk kita baca cerita nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 30
# Papua
Doni mencoba menghubungi Mega. Berkali - kali di coba tapi Mega tidak mengangkat telp Doni. Doni menundukan kepalanya frustasi.
# Mega dan Eki
Mega berlari meninggalkan Eki dan tanpa melirik kanan kiri langsung menyebrang jalan.
Eki yang melihat truk melaju sangat kencang langsung mengejar Mega.
" Yank awaaaasss!!!!!!" teriak Eki.
Mega merasakan ada seseorang yang medorong tubuh nya hingga dia lebih cepat sampai ke trotoar.
bruuuuggggggg..
cekiiiitttt....
suara keras rem kendaraaan terdengar ditelinga Mega.
Seketika Mega melihat kebelakang dan dilihatnya Eki yang tertabrak truk sudah bersimbah darah.
Mega langsung berdiri dan berlari menghampiri Eki yang sudah terpental jauh. Orang-orang langsung berkerumun.
" Abaaaaaang !!!" teriak Mega
" Abang jangan tinggalin Mega, Abang bangun. Abaaaaaang, Mega mohon bangun!!!"
" Siapapun tolong telpon ambulance. Toloooooong.." Teriak Mega sambil menangis memeluk Eki dan tertunduk di tengah jalan.
Baju Mega pun telah bersimbah darah yang terus keluar dari kepala Eki.
" Maafkan Abang." Terdengar samar samar suara Eki.
" Maafkan Abang "
" Abang sangat mencintaimu. Percayalah."
" Sudah diam. Aku tidak peduli masalah tadi."
Tidak lama ambulance datang, Mega ikut masuk ambulance dan terus menggenggam tangan Eki.
Kini tangan mereka telah berlumur darah, selang oksigen telah terpasang dihidung Eki.
" Jangan biarkan dia pingsan nona, terus ajak bicara." Perintah petugas medis kepada Mega.
Mega mengganggukan kepala dan terus menggenggam erat tangan Eki.
" Maafkan Abang."
" Sudah Mega maafkan."
" Abang mencintai kamu "
" Mega lebih mencintai Abang, Abang dengar???"
Eki tersenyum karena kali ini mega mengucapkan dia lebih mencintainya.
" Abang sangat mencintai kamu," Eki mengucapkannya lagi.
" Mega sangat sangat sangat mencintai Abang."
" Abang takut kehilangan kamu "
" Mega lebih takut kehilangan Abang."
" Jangan marah sama Abang, Abang takut " goda Eki kepada Mega.
Mega tersenyum sambil menangis.
Eki mencium tangan Mega.
" Jangan menangis. Itu perintah."
Mega tersenyum dan mengusap air matanya
"siap komandan " jawab Mega.
" Berjanjilah ini terakhir kalinya kamu menangis dihadapan Abang.
" Kamu jelek sekali saat menangis Yank." Eki terus berusaha menggoda Mega ditengah kesakitan yang maha dahsyat.
" Maafkan Mega, ini salah Mega."
" Abang rela memberikan nyawa Abang untuk kamu Yank."
-----------
Sampai di rumah sakit
" Pasien kehilangan banyak darah " ucap perawat yang tadi turun dari ambulance.
" Siapkan ruang operasi " Kata dokter setelah melihat keadaan Eki.
" Siapkan golongan darah yang cocok dengan pasien."
terlihat perawat mengambil darah dari lengan Eki.
Mega yang melihat kesibukan dokter dan perawat saat menangani Eki membuatnya takut.
" Nona tunggu disini " Saat Eki akan masuk ke dalam ruangan.
" Selamat kan dia dokter." Pinta Mega dengan mata berkaca-kaca.
" Kami akan berusaha semampu kami"
" Silakan anda tanda tangan persetujuan melaksanakan operasi dan selesaikan administrasinya."
Mega dengan berat melepaskan genggaman tangannya dan sepertinya Eki sudah setengah tidak sadar, karena Mega merasa ganggaman tangan Eki tak sekuat di dalam ambulance.
Mega tidak henti menangis, menyesali kebodohannya.
Dia terkulay lemas dan terduduk di depan ruang operasi.
Takk lama perawat memberikan kantong keresek hitam.
Mega membuka ternyata pakaian Eki.dompet dan juga ponsel.
Mega membuka dompet Eki. Dia melihat foto dirinya di dompet Eki. Dia juga membuka HP yang tidak sempat dia lihat isinya.
Mega melihat nama kontak dirinya ditulis My love.Mega semakin mengucurkan air matanya.Mega melihat galeri foto penuh dengan foto-foto dirinya.
" Ternyata diam-diam dia sering mengambil foto ku, bodohnya Aku, Aku malah curiga dia sibuk dengan ponselnya. Ternyata setiap bersamaku dia selalu mengambil fotoku." Mega meremas ponsel Eki, kemudian mengeluarkan baju yang tadi dipakai Eki.Mega memeluk dan menciumnya baju tersebut.
Mega melihat panggilan diponsel milik Eki.
Tertulis Mama, Mega pun langsung menggeser tombol hijau tanda dia menerima panggilan Mamah Bang eki
" Hallo Mamah..." Ucap Mega saat menjawab panggilan telpon nya.
" Hemmmm, biar Mamah tebak. Ini pasti Mega kan???"
" Iya mah..."
" Jadi besok kalian ke Sukabumi???mamah sudah masak. katanya Eki mau ngajak kamu ke pantai Pelabuhan ratu."
Seketika Mega menangis lagi,
" Jadi bang Eki mau ngajak jalan-jalan jauh ke sukabumi." batin Mega.
" Mega masih disana??Bang Eki nya mana??ko Hp nya dipagang Mega??"
" Maaf mah, Bang Eki kecelakaan. Sekarang lagi diruang operasi."
" Astagfirulloh, Mamah ke Bandung sekarang."
Mamah Bang Eki langsung mengakhiri panggilannya dan hendak bergegas ke Bandung.
Beberapa Jam setelag panggilan telepon mamah Bang Eki, dokter keluar dari ruang operasi.
" Dokter bagaimana keadaannya???" Tanya Mega.
" Pasien sudah berada di ruang ICU belum melewati masa kritis dan belum sadarkan diri."
" Bolehkah saya menemuinya???"
" Silakah."
Mega mendekati ruang ICU, di luar dia diberikan baju khusus oleh perawat.
Perawat menyuruh Mega agar jangan lama-lama di ruangan karena akan mengganggu kepada pasien.
Mega melihat alat-alat medis menempel di seluruh tubuh Eki. kepala Eki berbalut kain kasa putih.
Selang-selang begitu banyak menempel dibadan Eki.di hidung, tangan, mulut, bahkan kaki nya terlihat di gips.
" Apa kaki nya juga patah? " Tanya batin Mega.
Saat dia sudah dekat dengan Eki. lidah nya kelu ,air matanya deras keluar hingga tidak bisa dibendung lagi.
" Abang bangun!!!"
" Abang bangun, ini perintah!!! " ucap Mega berusaha tegar..m
" Abang tahu???Mega sangat mencintai Abang. kemarin - kemarin Mega takut mengucapkannya"
" Sekarang Mega takut, Abang tidak mendengar saat Mega mengucapkannya." ucap Mega sambil sesegukan menangis.
" Mega sangat menyayangi Abang, sangat mencintai Abang. Bangunlah, bukannya besok kita akan jalan-jalan."
" Bang, Mega mohon bangunlah." Mega memegang tangan Eki.
Mega melihat ujung mata Eki mengeluarkan air mata.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like.vote.dan komentar ya...
makasih dukungan semuanya...author lagi sedih😭