NovelToon NovelToon
Suamiku Guruku

Suamiku Guruku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurul Heldal Yani

[Tahap revisi]

Ini kisah seoarang murid yang dinikahkan dengan gurunya karena satu kejadian.

Latika murid SMA Ayyubiyah, ia gadis yang ceria, imut, namun suka terlambat datang kesekolah.
Kehidupannya harus berubah setelah ia menikah dengan Afriadi kepsek di sekolahnya.

Afriadi orang yang tak bisa dibilang dingin tapi sebenarnya tidak.
Afriadi mempunyai masalalu yang membuat ia berubah draktis.

Sebelum terikat, Latika sempat membuat masalah dengan Afriadi, waktu pertama kali Afriadi masuk ia di tabrak Latika di tangga sekolah, lalu Latika memberi pertanyaan aneh kepada Afriadi waktu di Aula, lalu Latika merusak ponsel Afriadi tampa sengaja.
Kejadian itu saja sudah sial bagi Latika apa lagi sekarang mereka suami istri.

Apa lagi yang akan terjadi?

Apakah Latika bisa mengubah Afriadi kembali seperti dulu?

Bagaimana kehidupan mereka?

Apa saja yang terjadi setiap hari dalam kehidupan mereka?

Apakah hidup mereka akan bahagia atau tidak?

Apakah akan timbul rasa cinta di antara mereka atau tidak?.

Simak ceritannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Heldal Yani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamil atau tidak 2

Hari menjelang sore.

Afriadi dari tadi duduk di sofa tamu menonton tv, bukan Afriadi yang nonton tapi tv-nya yang nonton Afriadi termenung mememikirkan kehamilan Latika.

"Kapan aku melakukannya?" batin Afriadi bertanya, "Apa malam itu? Apa benar aku melakukannya malam itu? Gak-gak mungkin, gak mungkin aku melakukan. Kau pingsan Af, kau pingsan. Tapi, dia hamil, bagaimana bisa? Dia hamil atau tidak, tapi perutnya sedikit buncit, mual-mual terus. Apa benar dia hamil? Haaa.. Apa malam kemaren? Aku tak sadar sama sekali, bisa saja aku melakukannya. Tidak Af kau tidur tidak mungkin. Agh.. Kalau benar dia hamil kau akan menjadi seorang ayah. Ayah, aku akan jadi ayah. Tapi, kau tidak melakukannya bagaimana mungkin dia bisa hamil? Apa jangan-jangan dia sudah hamil dulu sebelum kejadian itu, bukanya malam itu dia kelihata sedih sekali, pasti dia sedih karena itu, dan memanfaatkan aku." Afriadi berdebat dengan batinnya, mengusap dada isthgfar, "Astaghfurullah, jangan pikir yang tidak-tidak Af tidak mungkin dia begitu, berpikirlah positif. Kau menduga kalau dia hamil, tapi belum tentu dia hamil bukan."

"Tuan." suara Bik Ipah memutus lamunan Afriadi, membawa secangkir kopi dan cemilan, "Tuan lagi memikirkan apa?"

Afriadi menatap Bik Ipah, membuka mulutnya dengan wajah datar, "Hamil." suara Afriadi terlalu kecil membuat Bik Ipah tak mendengar kata Afriadi, "Haa.. Apa Tuan?" Bik Ipah menaruh kopi dan cemilan di atas meja, sedikit mendekati Afriadi, minta diulangi katanya.

Afriadi sudah membuka mulutnya siap untuk mengulangi katanya tadi, tapi dia tak jadi gara-gara melihat Latika turun menuruni anak tangga, memegang perutnya. Ia memilih membisikkan kenapa Bik Ipah, "Hamil."

Ha.. '???' tanda tanya memenuhi kepala Bik Ipah.

"Apa dia hamil?" tanya Afriadi dengan suara kecil.

"Siapa? Non?" tanya Bik Ipah.

Afriadi mengangguk, "Apa benar dia hamil?"

"Sejak kapan disentuhnya? Hoo.. Jangan-jangan subuh itu," tanya batin Bik Ipah, pikirannya mengingat kembali kejadian subuh itu, tersenyum mengoda Afriadi, "Apa malam itu Tuan melakukannya?"

Afriadi menatap malas Bik Ipah, yang di tatap tertawa kecil, tahu maksud tatapan itu, Afriadi tak senang dengan kalimat bik Ipah barusan, "Habis itu kalau tidak disentuh bagimana bisa? Tuan menghayal, tidak sabar jadi seorang Ayah." Bik Ipah mengoda Afriadi.

"Cukup Bik, aku hanya mengira kalau dia hamil, soalnya beberapa hari ini dia selalu, memegang perutnya terus lalu mual-mual." jelas Afriadi dengan suara pelan, matanya melihat Latika menuju dapur.

"Apa benar Non hamil? Kalau benar hamil berarti Tuan benaran jadi seorang Ayah." Bik Ipah mengoda Afriadi lagi, disertai dengan tawa kecilnya.

Afriadi menghela nafas menggeleng. Bik Ipah seperti tidak takut-takutnya bercanda Afriadi, yang di candai juga bersikap biasa saja, mereka kelihatan akrab sekali, itu karena Bik Ipah merawat Afriadi dari kecil jadinya Bik Ipah tahu sifat Afriadi sebenarnya, kalau dia bukan orang yang dingin.

"Aku tidak tahu bayi dalam kandungannya itu darah dagingku atau malah darah daging orang lain." Afriadi membalas godaan Bik Ipah, ketus.

"Astaghfurullah. Istigfar Tuan, mana mungkin Non begitu, tidak baik menuduh istri yang bukan-bukan h-" perkaraan Bik Ipah dipotong Afriadi, "Mungkin saja-"

"Anda menuduh saya hamil dengan pria lain," suara Latika membuat Afriadi dan Bik Ipah terperanjat terkejut, cepat mereka menoleh kebelakang melihat Latika berdiri dengan air mata yang mengelir membasahi pipinya, "Anda menuduh saya hamil dengan pria lain." Latika mengulangi perkataannya dengan nada suara yang sedikit naik.

Bik Ipah mendekati Latika menyuruhnya duduk, Latika duduk tangannya menyeka air matanya. Bik Ipah meletakkan tangannya ke pertut Latika, memeriksanya.

"Buk-" perkataan Afriadi dipotong Bik Ipah, "Tuan." wajah Bik Ipah kelihatan serius dusertai tangannya yang masih mengotak-atik perut Latika. Afriadi dan Latika ikut-ikutan memasang wajah serius 'Apa benar hamil?' pikir mereka.

Suasana di ruang tamu tambah sedikit tegang, mereka menunggu jawaban dati Bik Ipah.

Bik Ipah memasang wajah serius, "Kembung lah, bukan hamil."

Mereka berdua kena tipu dengan Bik Ipah, memasang wajah judes melirik malas Bik Ipah, yang di lirik tertawa kecil menepak pelan perut Latika.

Heeh.. Afriadi melotot melihat Bik Ipah, yang di pelototi malah tertawa terpingkal-pingkal dia tahu kalau Afriadi khawatir kalau perut Latika kenapa-kenapa, "Tenang Non, Non tidak hamil Bibik tahu soalnya Bibik ini mantan bidan kampung jadi tahu. Ini hanya kembung, masuk angin ... "

Dalam hati Afriadi yang dalam ia beristigfar karena sudah berprasangka buruk.

Ehem.. Dehem Afriadi memberi kode kepada Bik Ipah untuk pergi meninggalkan mereka, Bik Ipah yang paham tampa di suruh dua kali langsung pergi meninggalkan mereka.

Malu-malu Afriadi minta maaf, "Maaf sudah buruk sangka, menuduhmu yang bukan-bukan."

Latika hanya mengangguk, ia menarik nafas lega dalam beberapa waktu lalu ia sempat berpikir macam-macam soal kehamilannya. Bagaimana nasipnya jika ia benar hamil? Bagaimana sekolahnya? Apa kata temannya nanti?

Tapi, Latika tidak gembira ia merasa agak sedih mendengar kalau dia tidak hamil, padahal di samping ia memikirkan dampak ke hamilannya ia juga sudah berangan-angan menjadi ibu.

1
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Nur Aminah Nst
nekt KK😊
DyAh
al-kahfi🤔.....gk smpe hbis kn thor panjang loh itu😁
Sarina So
kina jenius bgt 24 tahun msh SMA👍🏿
Rauhun Dikta
🥰
Yurniati
tetap semangat thorr
Ummu Abdul
0

0
0
p00

p0
Hi Hii
hmm kok gk ada sungkan 2nya teman Latika kayak gitu punya sopan santun aja ...maaf kalau gk setuju sama kelakuan temenya latika
Teh Ida Amk
lutunya nih cerita jd senyum2
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
lanjut
Sri Lestari
revisi lagi thor.. dialog yg ini di ulang 2X
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul Alexandria, terimakasih kak
total 1 replies
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
perutx pinter bsa ngomong lapar 🤭🤭😆😆
kavena ayunda
trauma ma lebay beda tipis😂
Indah Amelia
Wow 🤩 😯
Jupri Anto
ceritanya seru thorrrrr...
tapi tolong penulisannya yang rapi
Mahruf
ceritanya membingungkan
~s~♊
bahasa Banjar sakalinya😂
takajut mambacanyaa..😂
author ya urng Banjar kah🤭😂
Rafanda 2018
polisinya goblok saksinya bnyk klo dia suaminya ko di tahan,pngn tertawa tkt dosa
Rafanda 2018
polisinya ngapain ko sampai berbulan bulan,,terus tersangkanya kemana ga di interogasi ,,hhhh
Rafanda 2018
harusnya yg di interogasi itu tersangkanya thorrrrrrr,,,kan tersangkanya tertangkap,masa korban masih sok uda di tekan pertanyaan,belum pulang lg masih di tempat perkara,,hhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!