Seorang gadis bernama Elina menikah dengan pria bernama Dimas. Elina tidah tahu bahwa pria yang menikahinya adalah pangeran dari Luwis.
Disaat mereka bahagia dengan kehidupan rumah tangga mereka, sebuah tragedi yang memisahkan mereka berdua.
Dua tahun kemudian, Dimas dipertemukan kembali dengan Elina tetapi dengan identitas Sabrina Hadinata seorang gadis dari keluarga Hadinata.
Saat pertemuan mereka, Sabrina tidak mengingat tentang kenangannya dengan Dimas.
Bagaimana kisah kedua insan yang terpisahkan ini? Ikuti kisahnya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Mutia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Pesta Dansa (part 2)
Pangeran Dimas turun tangga dari lantai atas bersama Belinda tunangannya yang sedang melingkarkan tangannya dilengan Pangeran Dimas.
Sedangkan Sekretaris Halim dan pengawal pribadi Dimas mengikuti dari belakang. Orang - orang yang tadinya sibuk mengobrol tiba - tiba terdiam dan menengok melihat kearah pangeran Dimas dan Belinda yang sedang turun tangga dari atas, mereka sangat tercengan melihat penampilan mereka berdua.... apalagi para gadis yang melihat penampilan Dimas yang sangat tampan dan berwibawa.
***
Saat turun.....Dimas langsung pergi ke sebuah ruangan besar berdinding kaca yang terdapat didepan para tamu pesta saat itu. Dia duduk disebuah sofa mewah yang memanjang ke samping kiri kanan. Dia bersandar disofa dengan menyilangkan kakinya sambil melihat para tamu pesta yang tidak jauh didepannya.
Sedangkan Belinda berada di pesta bersama teman - temannya.
***
Dimas yang masih duduk disofa terus melihat kedepan mencari sosok yang mirip Elina, tetapi dia tidak bisa menemukan Elina di pesta itu karena suasana saat itu sangat ramai. Dia lalu menjentikkan jarinya pada sekretaris Halim yang berada disampingnya sedari tadi. Halim pun menunduk dan mendekatkan telinganya pada Dimas.
"Dimana dia?" tanya Dimas.
"Dia di pesta bersama temannya yang mulia" jawab Halim.
"Kau bawa dia ke ruang VIP yang ada dibelakang" perintah Dimas.
"Baik yang mulia" jawab halim. Dia pun pergi memanggil Sabrina.
***
Sementara ditengah pesta, Sabrina sedang berdiri dan mengobrol dengan Evan sambil memegang gelas minumannya. Tiba - tiba Pangeran Milan dan Putri Meisya datang menghampiri mereka.
"Ternyata kau disini" kata milan.
Sabrina menengok dan melihat Milan dan Meisya datang dari belakang. Evan langsung membungkuk memberi hormat pada mereka berdua.
"Kau datang bersama siapa?" tanya Sabrina.
"Kenalkan... ini Meisya adikku!! Meisy.....ini Sabrina yang sering kuceritakan" jawab milan memperkenalkan meisya dan sabrina.
"Hallo Sabrina, salam kenal ya" sapa meisya sambil mengulurkan tangannya pada sabrina.
"Terima kasih yang mulia" kata sabrina mengulurkan tangannya, mereka saling berjabat tangan.
"Jangan terlalu formal seperti itu, panggil saja Meisya" jawab meisya.
"Terima kasih, saya panggil putri meisya saja" kata sabrina.
"Baiklah....terserah kau saja" balas putri meisya.
Meisya lalu berbisik sesuatu pada Milan yang berdiri disampingnya.
"Hei....Kau itu sungguh hebat ya, bisa menyukai gadis seperti dia, aku bisa melihat kalau dia adalah gadis yang sangat baik dan polos, kulihat kau itu tidak cocok dengan gadis seperti dia mengingat sifatmu yang playboy itu" kata meisya.
"Diamlah...nanti dia dengar, lagipula aku sudah tidak seperti itu lagi, aku sudah berubah" sambil berbisik ditelinga meisya.
Meisya lalu melihat Pria tampan yang berdiri disamping sabrina.
"Sabrina....." panggil meisya. "Apa dia temanmu?" tanya meisya menunjuk kearah evan.
"Oh.....maaf...aku lupa memperkenalkan kalian, dia kak Evan sepupuku" jawab Sabrina memperkenalkan mereka.
"Hai....Evan" sapa meisya sambil tersenyum pada Evan.
"Salam....Tuan putri" balas Evan sambil membungkuk memberi hormat.
"Tidak usah terlalu formal, panggil meisya saja" kata meisya yang tersenyum pada Evan.
"Saya panggil putri meisya saja seperti sabrina memanggil anda" balas Evan.
"Baiklah.....panggil senyamanmu saja" kata meisya.
"Sepertinya dia pria yang baik" dalam hati meisya.
Datang seorang pengawal memanggil Pangeran Milan dan Putri Meisya untuk datang ke panggung membuka acara pesta dansa.
Setelah beberapa saat mereka pergi, Evan dipanggil salah seorang temannya dari kejauhan.
"Bina....Aku tinggal sebentar tidak apa - apa kan" Kata evan yang memegang pundak sabrina.
"Tidak apa - apa kak, aku baik - baik saja....kakak pergi saja" jawab sabrina.
Saat Evan pergi, Sabrina pegi ke balkon mencari udara segar. Tiba - tiba datang sekretaris Halim yang mengatakan padanya bahwa ada seseorang yang ingin bertemu dengannya diruang VIP. Dia pun mengikuti Sekretaris Halim sambil terus bertanya - tanya dalam pikirannya.
"Dia kan...orang yang berada disamping kakaknya Milan, apa Milan yang mengajakku bertemu atau putri meisya" dalam hati sabrina.
Saat sampai diruang VIP, sekretaris Halim langsung membuka pintu untuknya.
"Anda tunggu sebentar didalam nona, yang mulia sebentar lagi akan datang" kata halim.
"Baik..." jawab sabrina sambil masuk kedalam ruangan itu.
Benarkan....pasti mereka berdua yang memanggilku, tapi kenapa mengajak bertemu disini sih" gumamnya.
Bersambung
singkat padat jelas... kereeenn pokoknya 🥰🥰
Biasanya penulis akan nambahin extra part sehingga ceritanya jadi panjang kali lebar ....
Nah author ini dg berani langsung memutuskan untuk mengakhiri novelnya disini.....
Keren tor.....👍👍