NovelToon NovelToon
Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Uncle Mafia, SUAMIKU!!!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Tamat
Popularitas:8.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annisa Niswa

AREA DEWASA 18+ HARAP BIJAKSANA!

Marco Smith Robert, 30 tahun. Pria bengis dengan sejuta kelicikan baginya dunia hanya tentang kepalsuan. Kejam dan otoriter adalah dua sifat yang mendarah daging.

Alfiana Wulan, 15 tahun. Orang memanggilnya Nana. Gadis baik dengan sejuta senyum, setiap harinya dihabiskan dengan berdagang kue keliling.

"Jangan membantahku Nana! Atau ku cincang tubuh jelek mu menjadi makan anjing pelihara ku!" Kilatan amarah Marco dengan tangan menggenggam cambuk.

"Uncle tapi aku... "

"Nana.... Kau harus mati!!!!" cambukan pertama di layangkan oleh Marco pada punggung gadis kecil itu.

"Uncle, Arghhh!" Tangisnya tergugu menahan nyeri yang teramat sakit di punggungnya.

Akankah Nana bisa keluar dari jerat manusia iblis seperti Marco? Atau kematian yang lebih dulu menghampirinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annisa Niswa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UM - Keadaan mencekam.

"Apa kau merindukan ku?" Ujar Jessica yang datang tiba-tiba di kantor Uncle Marco. Bukankah wanita ini akan kembali satu bulan lagi? Mengapa sekarang.

"Nona jaga sikap anda!" Ujar Pitter memperingati kala tangan nakal Jessica mulai berayun untuk membelai dada bidang Uncle Marco, Namun urung di lakukan kalau teguran keras di layangkan pada dirinya.

"Apa kau tak mengatakan jika bos mu ini juga sudah menikah?" Tanya Jessica sinis ke arah Pitter.

"Tau dari mana kau!" Tanya Marco menelisik. kepala yang semula tertunduk tak peduli ini mulai menghadap kearah Jessica.

"Kenapa honey? Kau terkejut aku tau semuanya?" Ujar Jessica memandang remeh.

"Mau mu apa!" Ujar Marco geram,

"Bukan kah aku sudah mengatakan, jika aku merindukan mu? Kau jelas tau apa yang ku inginkan! Ayolah, aku tau pasti istri kecil mu kurang memuaskan mu kan!"

"Jaga ucapan mu!" Ujar Uncle Marco sudah meninggikan suaranya.

"Kenapa? Apa itu benar?"

"Aku tidak tertarik dengan mu! Pergilah! Tugasku masih banyak!" Ujar Uncle Marco mengibaskan tangan nya ke arah Jessica.

"Kau antar akan dia keluar Pitter!" Ujar Uncle Marco memberi perintah.

"Mari ikut saya nona!"

"Jangan sentuh! Aku bisa pergi sendiri!" Kaki melangkah keluar dengan sangat dongkol, niat hati ingin memberi kejutan justru dia terkejut dengan fakta yang terjadi.

kenapa hatinya seolah tak rela jika Marco menikah dengan gadis itu? Bukankah dia mencintai Wilson?

Disisi lain, Uncle Marco mengeram kesal, jika dirinya tak memiliki masalah di perusahaan sudah di tebas kepala Jessica dengan belatinya!

Hah, tapi mau bagaimana lagi semua harus di tahan mengingat ini masih dalam lingkungan kantor. Dia harus bersikap profesional.

Menjaga emosinya, agar tak menimbulkan masalah yang lebih parah lagi.

Perusahaan ini memang milik Papa Robert, tapi Bundanya juga menitipkan ini padanya. Agar kelak Marco bisa mempertahankan bisnis yang sudah di bangun sang Papa mati-matian. Bukan hanya perusahaan, tapi jaga Papa mu dan sayangi dia! Kata terakhir yang begitu memilukan sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir nya.

...***********...

"Mau apa kalian?" Pekik Nana histeris, bagaimana tidak? Hari masih siang terang benerang.

Dor!!!!!!

Dor!!!!!!!!!

Dor!!!!!!!!

Mansion di serang dengan tiba-tiba, semua mayat tergletak tak berdaya, tak tau sudah berapa puluh peluru yang tadi sudah menggema di mansion mewah milik Uncle Marco.

Berantakan, semuanya. Tak ada satupun orang yang tersisa untuk di biarkan hidup. Kecuali singa, dan buaya itu.

Lantai putih sudah bernodakan darah.

"Mari ikut saya nona!"

"Tidak! Aku tidak mau!" Pekik Nana Histeria kala seseorang berusaha mendekat.

"Anda tak punya pilihan lain, atau bayi yang anda kandung akan meninggal bersama dengan ibunya!" Senyum tipis setan pembunuh itu menguar menatap tajam Nana, sungguh kata berontak kembali tercekat di rongga kerongkongan nya.

Bugh!

"Bawa dia!" Ujar Hilda,

"Baik Nona!"

Semua selesai, Nana pergi bersama Hilda. Nyatanya pelayan Hilda bukan pelayan yang baik, dia adalah musuh dalam selimut dan dia bekerja untuk Wilson.

"Aku suka cara mu bekerja Hilda!" Kata kebanggan terimakasih di layangkan pada Hilda, kala ia sudah sampai di mansion milik Wilson, tak semua orang tau tata letak dimana mansion itu.

Jika ingin ke sana, kalian harus melewati hutan untuk menjangkaunya.

"Anda terlalu berlebihan tuan! Harusnya saya yang berterimakasih pada anda!" Ujar Hilda membungkuk dengan hormat.

Siapa sosok Hilda sebenarnya?

Bagaimana Marco? Kau suka kan dengan permainan ku ini? Kau akan mati! Dan akulah satu-satunya orang yang mengusai bisnis gelap mu!

...************...

"Bos maaf!" Ujar Pitter menunduk, entahlah dia tak tau apa yang akan di lakukan bos gilanya jika tau apa yang sudah terjadi di rumah.

"Katakan!"

"Nona Nana di culik bos!"

Brak!!!!

Kaki nya melangkah tergesa, beberapa kali Uncle Marco mengumpati Pitter tentang laju mobil yang di kendarai nya,

Oh tuan!! Tenanglah saya sudah menyetir sedemikian cepat dan sudah di atas rata-rata kendaraan pada umumnya! Ingin sekali kata umpatan itu di layangkan Pitter namun hanya bisa tertahan di kerongkongan nya.

"Dimana Hilda!"

"Nona Hilda juga di culik bos!"

"Brengs*k!" Umpat Uncle Marco lagi.

Kakinya terduduk lemas, nyaris tak bertulang kala melihat keadaan mansion miliknya. Semuanya hilang tak tersisa. Semuanya mati tak bernyawa.

Nana..... kau dimana? Maaf? Ku harap kau baik-baik saja.

"Anak buah kita sudah bergerak kesini untuk membereskan semuanya bos!"

"Lacak dimana keberadaan istri ku!"

"Baik bos!"

Kaki Marco melangkah menyusuri setiap sudut rumahnya, berharap ada secarik bukti yang bisa membuatnya untuk tau siapa yang berani menabuh genderang perang pada dirinya.

Nihil, tak ada bukti apapun hingga semua kekacuan itu sudah teratasi.

"Kau yang menyuruh ku untuk bekerja! Tapi kau bodoh! Kenapa menempatkan orang-orang dungu di sekitar ku Pitter!" Bogem mentah di layangkan Uncle Marco pada tangan kanannya.

"Maafkan saya bos!" Ujarnya menunduk, tanpa membalas serangan dari bos gilanya.

"Karena mu aku kehilangan istriku!" Umpat Uncle Marco kembali melayangkan pukulan.

"Stop Marco? Stop!!!!!! Bukan salah Pitter! Papa sudah memperingatkan mu untuk meninggalkan dunia hitam! Tapi kau tak mau! Ini yang harus kau tanggung!" Ujar Papa Robert tiba-tiba muncul.

Arghhhhh

Brakkkkkk

"Bersihkan lukamu Pitter!"

"Baik tuan besar! Saya permisi, saya titip tuan muda!"

"Tenanglah!"

...**************...

"Mama... Kenapa mama terus tertidur!" Genggaman itu menyimpan sejuta pilu, Nyonya besar Wilson terbaring koma tak berdaya di ranjang nyaman.

Sudah 10 tahun lamanya, tak ada pergerakan apapun, hanya detak jantung yang dapat Wilson rasakan. Mamanya berada di ambang hidup dan mati, dokter sudah pasrah dan angkat tangan.

Kecelakaan tragis yang merenggut keluarganya, hanya menyisahkan sang Mama.

Tangisnya tergugu, sudah sering ia mengajak Mamanya berkomunikasi tapi tak ada pergerakan apapun yang di lakukan Mamanya. Selain Marco, sosok kejam seperti Wilson nyatanya juga takut kehilangan Mamanya.

Pepatah nyatanya memang benar, Bahwa anak laki-laki akan selalu dekat dan lebih mencintai Ibunya.

"Saya sudah menyuntikkan obat dan vitamin agar Nyonya besar tak kekurangan nutrisi Tuan!"

"Hah... Jaga mamaku Hilda!"

Sekarang kalian tahu bukan? Siapa Hilda. Dokter sekaligus perawat pribadi yang menjaga Nyonya besar Wilson agar terus hidup.

Sangat setia dengan Wilson, tapi dirinya juga menyayangi Nana. Sejak gadis itu selalu berlaku baik padanya.

Walau Wilson akan mencelakai Nana, Hilda akan ada di garda terdepan menyelamatkan Nana, bahkan jika ingin membunuh Nana, Hilda akan berani melakukan negosiasi supaya jangan membunuh tapi menyiksa.

Bukan jahat, setidaknya amankan nyawa Nana terlebih dahulu.

...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...

Tahan, Tahan, Tahan.

Sabar ya sabar😂😂😂

Jangan tegang, rengggangkan badan dulu ya.

1
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk satu persatu haiwan kesayangan boss mafia mati di tangan Nana,BALAS DENDAM YG HALUS YA NA..🤣🤣🤣🤣😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Mungkin bawaan Debay..Waahh masih di perut aja udah ada tanda-tanda kemafiaan nya si debay,Masih di perut aja udah bisa bunuh anjing kesayangan daddy nya..🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
OMG SIAPA YG BUNUH CHOKKY?? GAK MUNGKIN NANA KAN??
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh aku mendingan Hilda bawak Nana kabur deh thor,Dari harus sama Marco yg gak pernah berubah,Masih aja main jalang..
Qaisaa Nazarudin
Addiuuhh Nana hamil nih..Astaga umur baru 15 tahun,udah hamil aja..kasian banget,mana bapaknya teh celup lagi..
Qaisaa Nazarudin
hanya outhor yg tau..🤣🤣🤣🤣😜😜
Qaisaa Nazarudin
Udah ku duga,Dari awal kedatangannya juga aku udah Feeling lain,rasa gak enak gimana gitu..Nyata nya bener atuh..
Qaisaa Nazarudin
Nyesek banget aku thor,Kalo mmg dengan kematian bisa menghilangkan rasa sakit,aku rela Nana pergi utk selamanya,Tapi sayangnya pasti Othor ngotot pengen Nana sembuh seperti biasanya, ckk outhor mah kebangetan...😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Typo beterbangan..HIRUK PIKUK thor,bukan HIRUK PRIUK..😂😂😂 Masih banyak kata2 dan kalimat yg salah,Tapi aku coba utk mengerti walaupun sering gagal fokus,Karena ceritanya bagus menurut ku..
Qaisaa Nazarudin
Yg ini aku setuju banget, CINTA itu saling menjaga diri dan hati masing2,Bukannya merosak..👏👏👍👍
jen
hahhaa bener tebakan klo Nana pasti anaknya ibunya Wilson
jen
hahhaaa lucu bgt sih... mau dipindahin gurunya ke rumahnya wkwkwkkw

othornya ada" aja
jen
hahahhaha masih ngakak dgn mereka
jen
sumpah sih baca bab ini ketawa ketiwi sendiri. geli bayangin Marco nangis wkwkwkkw

bayangin wajah lugunya Nana
felia
Luar biasa
Panji Panji
oh no
Siti Aminah
Lumayan
Siti Aminah
Luar biasa
@shiha putri inayyah 3107
bagus ceritanya.
@shiha putri inayyah 3107
kasihan Nana,😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!