Dia cantik, bahkan sangat cantik. Tapi dia bagai kan mawar. Cantik tapi penuh duri.
Yang ingin dekat dengan diri nya harus pikir pikir dua kali. Karna ia cantik tapi galak nya minta ampun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
+30
Waktu seminggu hampir saja sampai, persiapan pertunangan telah pun di siap kan oleh keluarga Elang. Pertunangan yang tertutup dari publik, tapi di ada kan sangat mewah di sebuah hotel berbintang.
Awal nya kedua anak itu menolak untuk di ada kan dengan mewah. Tapi, hal ini permintaan kedua keluarga. Termasuk oma nya Gea. Ia ingin pertunangan cucu tersayang nya di langsung kan dengan acara yang mewah. Maka nya keluarga Elang mengada kan nya secara mewah.
Besok malam acara nya akan di ada kan. Acara ini memang agak mewah, hanya saja di laku kan masih dengan cara sembunyi-sembunyi dari warga luar. Karna takut nya mengganggu anak mereka yang masih sekolah.
Hari ini sebenar nya Gea di larang sama oma untuk sekolah. Tapi, karna Gea anak yang keras kepala ia bersekolah juga.
Pas ketika sampai di perpustakaan, tangan nya di tarik oleh seseorang. Ia kaget dan ingin berteriak, tapi orang itu menutup mulut nya.
Namun, karna Gea orang nya lincah dan gesit ia pun memukul perut orang itu dengan kuat.
"Aduuuh.... Gila lho ya." kata Elang yang merintih kesakita.
"Ini gue, lho mau bunuh gue biar gak jadi acara nanti malam gitu." kata Elang.
"Yah... lho rupa nya. Bikin gue kaget aja, lagian siapa suruh lho tarik gue kesini. Tambah lagi, lho bekap mulut gue. Kan gue kira lho penjahat lagi." kata Gea tanpa rasa bersalah pada Elang.
"Dasar singa lho gak pernah berubah ya. Jika ketemu sama lho kok bawaan nya gue sial mulu deh perasaan." kata Elang sambil memegang perut nya masih sakit.
"Itu karna lho bikin gue sial tahu gak, bukan gue yang bikin lho sial." kata Gea balik menyalah kan.
"Ah... Serah lho deh, malas gue bahas yang gak penting sama lho." kata nya sambil berlalu pergi.
"Eh... Tunggu-tunggu, lho bawak gue kedalam sini itu tujuan nya apa. Malah oergi gitu aja nih anak." kata nya.
"Gak jadi gue bilang apa-apa, hilang apa yang mau gue bicara kan sama lho." kata Elang sambil berlalu pergi.
"Gak salah lho gue panggil kadal, bikin kesal gue melulu sih lho." kata Gea sambil ikut berjalan pergi.
Sebenar nya di sana, ada seseorang yamg mendengar kan apa yang akan mereka bicara kan. Dia adalah Sella, tadi nya ia gak sengaja melihat Elang menarik tangan Gea di perpustakaan. Maka nya ia bersembunyi di balik buku-buku untuk mendengar kan apa yang mereka bicara kan.
Sayang nya, Sella harus kecewa. Mereka tidak ada membicara kan apa pun. Mereka hanya seperti ****** dan kucing saat sedang berdua.
Sella tersenyum, dalam hati nya ia merasa senang. Ternyata, Elang dan Gea tidak ada hubungan apa-apa selain hubungan sebagai musuh saja.
Sella tidak tahu apa yang terjadi, karna di hanya melihat sekilas hubungan yang ada di balik Elang dan Gea si gadis galak itu.
Di tengah perjalanan nya, Elang baru ingat apa yang ingin ia bicara kan pada Gea. Tapi, rasa sakit karna di pukul Gea membuat nya malas untuk bertemu gadis itu.
Karna, saat bertemu sama Gea. Elang selalu dapat masalah dari gadis cantik yang galak selangit itu.