jangan plagiat. kalau plagiat aku sumpahin kehidupan cinta nya akan tragis dan miskin he he..
Dewi Bunga adalah anak dari Dewa langit yang jatuh cinta pada manusia. Karena telah menyalahi aturan langit, Dewi Bunga diturunkan ke dunia dan harus menjalani 7 penderitaan yang dialami manusia.
Sebelum pergi ke dunia, Dewi Langit istri dewa langit memberikan kalung suci yang berguna untuk melindungi Dewi Bunga dari berbagai penderitaan.
Fungsi kalung suci akan menghilang jika Dewi bunga memberikan kesuciannya kepada pria dunia sebelum resmi menikah.
Dewa Air, salah satu penduduk langit sedih mendengar kepergian Dewi Bunga. Dewa Air tetap mencintai Dewi Bunga dengan tulus, Walaupun cintanya tak berbalas. Tanpa sepengetahuan Dewa Langit, Dewa Air pergi menyusul Dewi Bunga ke alam manusia dan menyamar menjadi manusia.
Sementara itu Raja Bangsa Siluman yang bernama Salmon selalu mengganggu dan ingin merebut kalung suci milik Dewi Bunga.
Akankan Dewi Bunga akan kembali ke langit menyelesaikan hukumannya ataukah terjebak ke dunia manusia yang penuh dengan kepalsuan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jejet Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghilang
Mawar terlihat pucat dan tak sadarkan diri. Sementara itu Siluman lipan dan siluman ular semakin mendekat ke arahnya.
Saat siluman ular dan siluman lipan mulai mendekati raga Mawar, aroma wangi bunga terpancar dari dalam tubuh Mawar, dan membuat siluman lipan dan siluman ular merasa nyaman berada di dekat Mawar.
Selain memancarkan aroma wangi bunga, siluman ular dan siluman lipan juga mencium aroma kalung langit yang semakin kuat dari dalam tubuh Mawar.
"Apakah kau mencium energi kalung langit dari manusia cantik ini?" tanya siluman ular kepada siluman lipan.
"Ya, aku mencium aroma kalung langit sangat kuat berada dalam tubuhnya" jawab siluman lipan membenarkan ucapan dari siluman ular.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya siluman ular kepada siluman lipan
"Ayo, kita gabungkan energi kita untuk mengambil kalung langit yang dimilikinya" ajak siluman lipan kepada siluman ular.
Sebelum menggabungkan kekuatan untuk mengambil kalung langit dari dalam tubuh Mawar, siluman ular mengetahui ada hal yang tidak beres dari tubuh Mawar
"Lihatlah siluman lipan, sekujur tubuhnya mulai membiru, tampaknya dia telah meminum racun" ucap siluman ular kepada siluman lipan sambil memegang tangan Mawar.
"Sepertinya begitu, satu jam lagi jika sampai tak tertolong dia akan mati" jawab siluman lipan kepada siluman ular.
"Ayo kita keluarkan racun dari dalam tubuhnya" ajak siluman ular kepada siluman lipan
"Kalau tidak kita keluarkan racun dalam tubuhnya, dia akan mati dan kalung langit akan lenyap dari dalam tubuhnya" ungkap siluman ular memperjelas ucapannya
Mendengar ajakan dari siluman ular, akhirnya siluman lipan menyetujui nya. Dengan kekuatan tenaga dalam yang mereka miliki, akhirnya racun yang telah beredar di tubuh Mawar bisa keluar dari dalam tubuhnya.
Mawar mulai muntah dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya.
Setelah itu, Mawar mulai tersadar walaupun hanya sebentar
Pelan-pelan, Mawar mulai membuka matanya dan berkata
"Siapa kalian..?"tanya Mawar setengah sadar
"Diamlah putri cantik, tidurlah lagi" kata siluman ular sambil memberikan hipnotis kepada Mawar agar dirinya tertidur lagi.
Mawar akhirnya tertidur lagi.
Sementara itu, siluman ular melihat Raymon yang pingsan berada di samping Mawar
"Siluman lipan, sepertinya pria ini adalah kekasih dari wanita yang memiliki kalung langit" ujar siluman ular kepada siluman lipan
"Apakah kita akan menolongnya?" tanya siluman ular kepada siluman lipan
Mendengar pertanyaan dari siluman ular, siluman lipan segera menjawab
"Siluman ular, kita tak perlu memperdulikan manusia jelek itu" kata siluman lipan sambil memandang Raymon dengan sebelah mata.
"Biarlah dia mati, kita tidak ada urusan dengan dia" ucap siluman lipan kepada siluman ular menambahkan.
"Baiklah siluman lipan, ayo kita lanjutkan penyatuan tenaga dalam kita" ajak siluman ular kepada siluman lipan.
"Baiklah" jawab siluman ular kepada siluman lipan.
Akhirnya mereka berdua melakukan penyatuan kekuatan untuk mengambil kalung langit milik Dewi Bunga.
Energi kekuatan milik siluman ular dan siluman lipan mulai menyatu. Penyatuan energi itu membentuk gumpalan merah seperti kobaran api yang menyala-nyala. Tubuh Mawar berguncang hebat.
Setelah menyatukan kekuatan mereka, tampak kalung langit terpancar dari leher Dewi Bunga.
Siluman ular yang menyaksikan keindahan kalung langit tersenyum kegirangan.
"Lihatlah siluman lipan, kalung langit milik Dewi Bunga mulai terpancar dari lehernya"
"Ayo kita ambil segera" ajak siluman ular kepada siluman lipan.
"Baiklah ayo siluman ular" jawab siluman lipan sambil mengatur nafasnya karena telah mengeluarkan semua energi yang dimilikinya.
Akhirnya siluman lipan dan siluman ular berhasil mengambil kalung langit milik Dewi Bunga.
"Aku senang karena telah mendapatkan kalung langit milik Dewi Bunga" ujar siluman ular kepada siluman lipan
"Ayo kita segera pergi dari sini dan kita serahkan kalung langit milik Dewi Bunga kepada Raja siluman Salmon" ajak siluman ular kepada siluman lipan.
"Tunggu sebentar" sahut siluman lipan kepada siluman ular.
"Ada apa lagi?" tanya siluman ular kepada siluman lipan.
"Wanita cantik ini akan kita bawa kemana?" tanya siluman lipan kepada siluman ular
"Kita tinggalkan di sini saja" jawab siluman ular pendek karena dirinya terburu-buru ingin segera menyerahkan kalung langit kepada Raja siluman Salmon.
"Jangan..." tolak siluman lipan kepada siluman ular
"Kenapa?" Apakah wanita cantik ini berguna untuk kita di kemudian hari?" tanya siluman ular kepada siluman lipan.
"Apakah kamu lupa akan perintah Raja Siluman Salmon kepada kita waktu dulu?" imbuh siluman lipan kepada siluman ular
"Bukankah Raja kita juga menginginkan wanita cantik ini?" ucap siluman lipan.
"Ya aku baru ingat sekarang" jawab siluman ular kepada siluman lipan.
"Sayang sekali jika kita berikan kepada Raja siluman Salmon karena Dewi Merak telah meminta Raja Salmon untuk membuangnya ke penjara bawah tanah tempat siluman cacing berada" ucap siluman ular kepada siluman lipan.
"Lalu, apa alasan kita agar Raja siluman Salmon tak mempermasalahkan kalau kita tak membawa Dewi Bunga kehadapan nya" tanya siluman lipan meminta pendapat kepada siluman ular
Mendengar pertanyaan siluman lipan, siluman ular berpikir keras untuk mencari ide bagaimana cara untuk mengalihkan perhatian Raja Siluman Salmon agar tidak mempertanyakan keberadaan Dewi Bunga kepada mereka.
Setelah lama berpikir, akhirnya siluman ular menemukan ide yang bagus dan sangat yakin jika ide tersebut disetujui oleh siluman lipan.
"Bagaimana kalau kita bawa raga manusia milik Dewi Bunga ke tempat yang jauh dari sini?" ujar siluman ular kepada siluman lipan yang saat itu sedang asyik memandang kecantikan wajah dari Dewi Bunga.
"Baiklah siluman ular, ayo kita bawa pergi raga Dewi Bunga, dan setelah kita meletakkan raga milik nya di tempat yang aman, kita pergi menemui Raja Siluman Salmon untuk menyerahkan kalung langit milik Dewi Bunga" kata siluman lipan sambil bersiap untuk beranjak pergi.
Akhirnya siluman lipan dan siluman ular membawa raga manusia milik dewi bunga yang bernama Mawar pergi meninggalkan rumah Raymon.
Sementara itu, kondisi Raymon semakin melemah dan satu jam kemudian Raymon meninggal dunia karena racun yang diberikan oleh Jonas dan Ranti termasuk racun yang ganas.
Hanya tabib yang handal dan bangsa siluman beracun yang bisa menyembuhkan.
Namun takdir berkata lain, Raymon akhirnya meninggal tanpa ada orang yang menolong.
Di sudut ruangan, Ranti dan Jonas masih hidup namun tubuh mereka penuh luka. Walaupun tubuh mereka penuh luka, mereka tampak senang karena telah berhasil melenyapkan Mawar tanpa campur tangan mereka lagi.
"Ranti, Raymon telah meninggal dan Mawar telah dibawa pergi oleh kedua makhluk aneh" ujar Jonas kepada Ranti yang masih terlihat meringis kesakitan karena luka yang dideritanya.
"Iya suamiku, ayo kita segera pergi dari sini dan menyampaikan kepada warga bahwa kita di serang oleh makhluk aneh" jawab Ranti sambil berusaha bangkit.