NovelToon NovelToon
AKU YANG DIPANDANG HINA

AKU YANG DIPANDANG HINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyelamat / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:717.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Dimata publik, kehidupan wanita bernama Ayunda sangatlah sempurna. Karir cemerlang, ekonomi mapan, paras cantik jelita dengan senyum menawan.

Namun dibalik itu semua, Ayunda memeluk lara seorang diri. Dipaksa bertanggung jawab atas dosa tidak pernah dilakukannya.

Sedari kecil, hidup Ayunda bak di neraka, diperlakukan semena-mena, haknya sebagai seorang anak dirampas.

Ketika dewasa, sekuat tenaga dia menyembunyikan identitasnya, serta melakukan hal besar demi memperjuangkan masa depan yang hampir direnggut paksa.

Rahasia apa yang coba disembunyikan oleh Ayunda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter : 31

“Daksa, kamu mencurigai kami?” tanyanya lirih, memandang lemah. Seolah tengah dizalimi.

Daksa balas dengan sorot andalannya, tenang. “Saya tidak suka mencampuradukkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Ini kantor, bukan tempat yang bisa kamu datangi sesuka hati, terlebih membahas hal diluar bisnis. Pulanglah!”

“Aku diusir? Tega kamu, Daksa?!” intonasinya tidak lagi lemah meskipun sorot mata masih nanar. Syafira masih duduk di tepi meja.

“Bukan cuma kamu, manusia yang melabeli dirinya keluarga saya, saya perlakuan sama apabila tidak bisa menempatkan diri,” balasnya tanpa hati.

Daksa menekan tombol interkom, lalu berbicara tegas. “Yusniar, masuk ke ruangan saya!”

Syafira berdiri, tidak lagi berniat menggoda, dia bisa menebak jalan pikiran Daksa kali ini. Enggan dipermalukan, lebih baik pergi tanpa pengawalan.

“Aku bisa pulang sendiri!” Disambarnya tas tangan, lalu melangkah angkuh.

Pintu dibuka dari luar oleh Yusniar, dia masuk dan bertemu pandang dengan Syafira.

“Antar nona Syafira sampai lobi!” tanpa beranjak dari kursi, titahnya tersampaikan dengan jelas.

“Baik, Tuan.” Niar mengangguk, bergeser ke samping memberikan akses lewat ke wanita jauh dari yang terlihat di layar kaca – anggun, memiliki budi pekerti patut diteladani.

Yang Yusniar lihat sekarang, gesture angkuh, sorot kesal, enggan membalas sapaan.

Syafira melenggang pergi, pas sampai di meja sekretaris, tak didapatinya Ayunda. “Kemana dia?”

“Ayunda sedang ke toilet, Nona,” jawabnya tetap mempertahankan nada sopan, ekspresi ramah.

Sang tunangan pewaris tunggal Wangsa group, dengan diantar sekretaris direktur utama – melewati satpam yang menyapa, lalu memasuki lift.

“Bagaimana kinerja asistenmu?”

“Ayunda bekerja sesuai bidangnya, dan sangat profesional, Nona,” jelas Yusniar, sedikitpun tidak terintimidasi oleh nada mencurigai.

Dari pantulan dinding mengkilap lift, Syafira memperhatikan tanpa mengedepankan adab sosok Yusniar yang berdiri tenang.

Denting lift berbunyi, tak lama kemudian pintu pun terbuka, sepanjang jalan sampai ke teras lobi – Syafira menebar senyum, membalas ramah sapaan karyawan di lantai dasar bagian depan. Sangat mahir dirinya memainkan ekspresi.

Diam-diam, ada beberapa karyawan mengambil foto candid tunangan tuan mereka, lalu dimasukkan ke grup karyawan, dan menjadi panjang pembahasannya.

Seusai Syafira masuk ke dalam mobil mewahnya, Yusniar kembali ke lantai atas.

***

Pada siang hari, masih jam kantor, Ayunda izin sebentar setelah menerima pesan singkat.

“Bu Ayunda, ini hasilnya laboratoriumnya sudah keluar.” Petugas pria memberikan amplop berlogo.

“Boleh minta tolong bacakan, saya kurang paham,” pintanya sopan.

Petugas laboratorium pun menyanggupi, dia mempersilahkan Ayunda membuka amplopnya, baru setelahnya dijelaskan kandungan obat yang selama setahun ini diyakini pil kontrasepsi.

“Pil yang ibu konsumsi, memiliki kandungan vitamin C: Berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel dari radikal bebas dan membantu produksi sel darah putih. Vitamin D: Membantu mengatur respons imun tubuh, memelihara kesehatan pernapasan, dan melawan infeksi. Kemudian Vitamin E: Antioksidan melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif,” terangnya lugas.

“Hanya itu?” ia sulit percaya, sampai bertanya lagi untuk meyakinkan diri.

“Benar, Ibu.” Angguknya meyakinkan.

Ayunda menerima lipatan selembar kertas, lalu dimasukkan ke amplop. Dia mengucapkan terima kasih, dan pamit undur diri.

“Jadi gak seperti dugaanku? Masa? Rasanya masih sulit dipercaya kalau pil itu murni vitamin daya tahan tubuh,” sambil menyetir Ayunda bergumam sepanjang jalan.

“Gak mungkin Daksa melanggar janjinya, dia pria yang selalu menepati apa telah terlontar dari mulutnya.” Ayunda menggenggam erat setir mobil.

.

.

Sisa jam kerja, Ayunda bermuram durja, wajahnya bagaikan sayur tanpa garam, hambar.

Pun, kala dipinta masuk ke ruang CEO. Masih tetap bersikap sopan, tapi lebih pendiam. Candaan Iyan sama sekali tidak ditanggapi olehnya.

“Kecewa dengan hasil laboratoriumnya?” Daksa membubuhkan tanda tangan di atas berkas penting.

Ayunda enggan menjawab, berdiri di depan meja, memperhatikan jemari menari lincah menjepit pena.

“Apa kamu tidak ingin mengetahui sebuah rahasia?” suaranya melembut.

“Tidak!” jawabnya tegas, Ayunda paham jika sedang dipermainkan.

“Sayang sekali, padahal saya sedang berbaik hati.” Ia tutup map tadi sambil mengedikkan bahunya.

Ayunda ambil berkas yang sudah ditandatangani, nanti akan dibagi ke para pimpinan divisi pada rapat jam dua sore. “Saya permisi, Tuan.”

“Yun, Yunda, Ayunda!” Iyan memanggil tiga kali pun tak ada yang direspon.

Daksa mengulum bibir, tahu jelas betapa kesal hati istrinya. ‘Sampai anak kita lahir, tetap kamu tidak akan mendapatkan sesuatu sesuai praduga mu. Pil itu murni vitamin. Saya lah yang mengkonsumsi rutin suplemen penyubur sperma.’

Senyum Daksa sangat misterius, banyak hal sudah dia lakukan dan hanya dirinya dan Tuhan yang tahu pasti.

“Iyan. Bagaimana kelanjutan penyelidikan di kolam renang?” tanyanya langsung pada intinya.

Hilang sudah raut jenaka Iyan yang menertawai kekesalan Ayunda. Dia beranjak dari sofa, melangkah tegas lalu duduk di kursi depan meja kerja sang bos.

“Sesuai dugaan awal kita, Tuan. Pelampung itu tidak tiba-tiba kempes, seseorang memasukkan zat kimia yang bersifat korosif dan pelarut kuat. Sedari awal digunakan Ayunda, zat tersebut sudah bekerja melarutkan bahan pelampung.”

Rahang Daksa mengetat, ekspresinya kian datar. “Penjarakan pelaku perpanjangan titah orang lain. Saya tidak peduli dia memiliki keluarga, mirisnya kehidupan pribadi!”

“Baik, Tuan.”

Dalam hati Iyan sedikit kasihan dengan seseorang yang jelas hanya suruhan diberi imbalan berupa pundi-pundi uang. ‘Kau salah cari lawan, mangsa yang kalian kira tidak berdaya, tak memiliki siapa-siapa, dia aslinya telah menggenggam dunia milik pria berkuasa.’

“Kosongkan jadwal saya di hari Kamis minggu depan, sudah saatnya menyapa pria tidak berguna itu!” Daksa beranjak dari tempat duduknya, hendak memimpin rapat bulanan.

“Baik, Tuan.” Iyan mengikuti langkah pria berkemeja tanpa jas.

***

Beberapa hari terlewati, semua masih sama, terasa mudah bagi Ayunda, tapi sesuatu terjadi, gosip panas bukan lagi menerpa, tapi menerjang kuat sampai tubuhnya limbung.

Ponsel dalam genggaman Ayunda terjatuh, wajahnya pucat pasi kala melihat potret yang disebarkan oleh sebuah akun tanpa foto profil.

Ayunda berlari ke toilet lantai dasar, meskipun setiap lantai perusahaan memiliki toilet, dia butuh berjalan memacu adrenalin demi menghilangkan bayangan menjijikan berputar di kepalanya.

Pintu toilet ditutup, seseorang meringkuk duduk di atas kloset. Wajahnya memerah bukan karena tangis, namun buncahan amarah, rasa jijik. Sekujur tubuh menggigil.

Sayup-sayup suara obrolan berubah nyaring, mereka tidak tahu yang tengah dibicarakan ada di dalam toilet.

“Gak nyangka ya, Ayunda beneran wanita panggilan. Terkejut banget aku, mau menyangkal tapi bukti foto dia dipeluk bapak-bapak sudah terbukti asli, bukan editan,” ucap wanita rambut disanggul rapi.

Dengusan terdengar mencemooh. “Aslinya dia binal! Cuma terbungkus rapi dengan pakaian sopan, gaya elegan, sok membangun citra wanita berkelas, faktanya termasuk kaum penjaja selangkangan.”

BRAK!

.

.

Bersambung.

1
bunda fafa
keren...cara menyambut suami yg tepat ya gn yun 🥰
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
uluh2 jangan seneng dulu kalian begitu daksa mengeluarkan bom nya langsung duaaar jedeeer 🤣🤣

peluk dong peluk sih 🤗
Sumi yati69
makin seru pokoknya semangat author q menunggumu up 💪💪💪💪
Zeliii... S
ow so sweet.... bukan cuma butuh pelukan butuh mimik cucu juga...😘😘😘
bunda fafa
setelah itu km bakalan dihempaskan ke comberan setelah kebusukan dan trik murahan km terbongkar 🤣
bunda fafa
pintar si melinda ini gak asal kemakan berita murahan
Yul Kin
Butuh banget.... siap² bom meledak dan merdeka💪👍😍
bunda fafa
dan keluarga bekti auto jd gembel 🤣🤣
Engkar Sukarsih
bagus... daksa... bagus ...aku
suka cara kamu, buat keluarga Guntara hancur lebur lewat adik kandungnya sendiri 🤬🤬🤬
Engkar Sukarsih
tertawalah sepuasmu syafira🤬🤬 karena sebentar lagi kamu akan menangis darah 🙄🙄🙄🙄
jekey
q juga butuh pelukan daksa 😒😒😔😌
bunda fafa
hebat daksa...dia mencari celah melalui panji Krn di dlm keluarga guntara sedang terjadi perebutan kekuasaan antara ependi sm panji
bunda fafa
nah gt donk yun...belajar jd istri yg baik😁..ngomong2 Bu inggit sm pak basri tinggal dimana ya
Engkar Sukarsih
mau dong do peluk sayang sama bumil Ayunda 🥰🥰🥰🥰
bunda fafa
padahal kenyataannya si sapi lah pihak ke 3 nya
mmh nengmuti
nanti HBS lahiran Yunda nya malah gak mau ikut kerja malah pengen d rmh jga anak🤔🤣
bunda fafa
heleh 😁yun.. biasanya jg manggil daksa...bapaknya pepaya.. apalagi 🤣
Teti Hayati
Ternyata Melinda yg notabenenya mantan perawat.. lebih pintar dari Rudi dan antek-antek Guntara - Bekti...
bunda fafa
akhirnya bersua lewat udara Niar sm Yunda 🥰 kangen banget pastinya
bunda fafa
smart mom....abaikan semua gossip yun..yg jelas km aman di dkt suamimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!