NovelToon NovelToon
Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Aku Bisa Membeli Semuanya Dengan Sistem Diskon

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Semua benda di dunia memiliki harga.

Rumah, restoran, perusahaan, bahkan kesempatan yang tidak bisa dibeli dengan uang sekalipun.

Saat hidup Lin Liu berada di titik terendah, sebuah sistem misterius memilihnya sebagai pemilik baru. Sistem itu tidak memberinya uang, kekuatan, ataupun keberuntungan.

Yang diberikannya hanyalah... diskon.

Semakin besar target yang berhasil dicapai, semakin langka kartu diskon yang diperoleh. Dengan satu kartu, sesuatu yang mustahil dimiliki bisa berubah menjadi kesempatan yang berada dalam jangkauan.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensinya.

Di balik setiap transaksi, tersembunyi rahasia yang membuat dunia tidak sesederhana yang terlihat. Kini Lin Liu harus menentukan apa yang layak dibeli... dan apa yang seharusnya tidak pernah memiliki harga.

Karena ketika segalanya bisa dibeli, batas antara keberuntungan dan keserakahan menjadi sangat tipis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Jantung Lin Liu berdegup sangat kencang mendengar suara satpam yang semakin mendekat ke arah pintu ruang kerja. Huang Ruoxi dengan cepat menarik lengannya, menariknya bersembunyi di balik tirai tebal dekat jendela besar, tepat sebelum pintu ruang kerja terbuka dan cahaya senter menyapu ruangan itu.

"Nona Ruoxi?" suara satpam itu terdengar bingung, menyorotkan senternya ke berbagai sudut ruangan yang gelap. "Perasaanku tadi mendengar suara dari sini."

Huang Ruoxi melangkah keluar dari balik tirai dengan tenang, memasang wajah setenang mungkin meskipun dadanya masih berdebar kencang. "Aku cuma mengambil buku yang tertinggal di ruang kerja ayah. Kau boleh kembali bertugas."

Satpam itu menatap Huang Ruoxi dengan curiga, matanya menyapu ruangan sekali lagi sebelum akhirnya mengangguk. "Baik, Nona. Maaf mengganggu."

Begitu satpam itu benar-benar pergi dan suara langkah kakinya menghilang di ujung koridor, Huang Ruoxi menghela napas lega, bersandar ke dinding dengan tubuh gemetar. Lin Liu keluar perlahan dari balik tirai, dokumen penting itu masih terselip erat di balik jaketnya.

"Kita harus segera keluar dari sini," bisik Lin Liu, kewaspadaannya belum sepenuhnya mereda.

Mereka berdua bergerak cepat dan hati-hati menyusuri koridor gelap menuju pintu samping yang sama, hingga akhirnya berhasil keluar tanpa terdeteksi lebih jauh. Di luar pagar, di bawah temaram lampu jalan, mereka berdua berdiri berhadapan, napas masih terengah-engah dari ketegangan yang baru saja mereka lalui.

"Terima kasih sudah membantuku," Huang Ruoxi berkata pelan, suaranya jauh lebih lembut dari biasanya, jauh dari kesan angkuh yang biasa dia tunjukkan. "Aku tidak yakin bisa melakukan ini sendirian."

"Kita tim, bukan begitu?" Lin Liu tersenyum kecil, meskipun kelelahan masih terpancar jelas di wajahnya.

Huang Ruoxi terdiam sejenak, menatap Lin Liu dengan sorot mata yang sulit diartikan, sebelum akhirnya mengalihkan pandangan dengan pipi yang samar merona di bawah cahaya lampu jalan. "Jangan besar kepala. Aku cuma butuh bantuanmu karena kebetulan tidak ada orang lain yang bisa ku percaya."

Lin Liu menahan senyum mendengar jawaban ketus khasnya, namun kali ini dia bisa merasakan ketulusan yang tersembunyi di balik nada itu. "Sekarang bagaimana rencana selanjutnya? Kapan kita laporkan dokumen ini?"

"Aku sudah pikirkan," Huang Ruoxi menjawab, ekspresinya kembali serius. "Pertunanganku akan diresmikan lusa di sebuah acara besar yang dihadiri banyak tamu penting, termasuk beberapa pejabat kota. Kalau kita bisa membongkar semuanya tepat di acara itu, di depan banyak saksi, Chen Datong dan ayahku tidak akan bisa menutup-nutupinya lagi."

Rencana itu terdengar berisiko tinggi, namun Lin Liu menyadari bahwa mungkin inilah satu-satunya kesempatan untuk menghentikan semuanya sebelum semuanya terlambat. "Baiklah. Aku akan bantu semampuku. Tapi kau harus hati-hati, Ruoxi. Kalau rencana ini gagal, kau yang akan menanggung risiko paling besar."

"Aku sudah lelah hidup dalam ketakutan dan kepatuhan buta," Huang Ruoxi menjawab tegas, matanya berkilat penuh tekad yang baru. "Lebih baik aku mengambil risiko sekarang, daripada menyesal seumur hidup karena tidak pernah berani melawan."

Malam itu, sebelum mereka berpisah, Lin Liu memeriksa layar sistemnya sekali lagi, menemukan progres misinya yang kini semakin mendekati garis akhir.

...[MISI "JEJAK YANG HILANG": Rp14.750.000 / Rp15.000.000]...

...[WAKTU TERSISA: 41:09:33]...

Hanya tersisa sedikit lagi untuk mencapai target, namun waktu yang tersisa itu kini terasa jauh lebih genting dari sebelumnya—bukan hanya karena misi sistem yang harus dia selesaikan, tapi juga karena rencana besar yang akan mereka jalankan lusa, di tengah acara pertunangan yang seharusnya menjadi awal dari kehidupan yang tidak diinginkan Huang Ruoxi.

1
Elzi Lamoz
Sistem. semoga sistem ini bisa bantu Lin Liu, tapi terlalu bergantung sistem juga bakal dia jadi lemah. bukan fisik tapi hatinya.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%: Gak kok sistemnya itu lebih kek motivasi dengan imbalan hadiah kartu diskon
total 1 replies
Elzi Lamoz
bukannya bantu orang malah mencibir. laki atau cewek sih suami nya ini.
Intsomi: 🤣....
total 3 replies
Elzi Lamoz
Jangan terlalu memikirkan apa yang udah terjadi, mending isi perut dulu, walau dompet kosong.
遥依•𝙀𝙉𝙩𝙖𝙧%
Sering terjadi di Indonesia, ULTI setiap orang tua😹
Elzi Lamoz
Kasian sih, terus ada bayangan emak bapaknya berkata di keheningan. kamu harus membalas budi karena telah kami besarkan nak🥲
Elzi Lamoz
Depkolertor kah, sadis parah🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!