NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kualifikasi Alkemis

Ketika Chen er melangkah masuk melewati ambang

pintu kayu jati yang kokoh, langsung disambut oleh keharuman ratusan jenis

tanaman obat spiritual yang menenangkan indra penciuman di dalam ruangan utama

Paviliun Pil Seribu Obat.

"Selamat datang di Paviliun Pil Seribu Obat, Tuan Muda," seorang pelayan toko

paruh baya berpakaian katun rapi segera menyambut kedatangannya dengan bungkukan

hormat yang sangat sopan. "Ada yang bisa kami bantu untuk keperluan transaksi

herbal spiritual Anda hari ini?"

"Saya ingin membeli lima ikat Rumput Qi Hijau segar dan tiga tangkai Bunga Bara

Api tingkat satu kualitas terbaik," jawab Luo Chen menatap deretan laci

kayu obat yang tersusun rapi hingga mencapai langit-langit lantai pertama

paviliun, berbicara dengan nada suara yang datar dan tenang.

"Dengan gerakan terampil dan cekatan, pelayan toko tersebut segera mengambil

bahan-bahan yang diminta dari balik laci penyimpanan khusus sebelum menimbangnya

di atas timbangan tembaga kecil. "Semua herbal ini baru saja dipanen kemarin

pagi dari kebun khusus kami, Tuan Muda. Kualitasnya sangat murni dan segar."

"Total seluruhnya adalah sepuluh batu roh kualitas rendah, Tuan Muda," lanjut

pelayan toko tersebut merapikan herba-herba segar itu ke dalam kantong

kertas khusus yang tebal.

"Paviliun Seribu Obat memang pantas menyandang gelar sebagai paviliun yang

paling tersohor reputasinya di seluruh penjuru Kota Qingfeng," batin Luo Chen

memperhatikan kebersihan tumpukan tanaman obat dan kerapian penataan di

dalam ruangan luas tersebut. "Setiap laci penyimpanan bahkan dilapisi oleh

formasi segel spiritual tipis untuk menjaga kesegaran kandungan herbal di

dalamnya."

Sambil menyerahkan sepuluh butir batu roh kualitas rendah yang diambilnya dari

balik dimensi Cincin Ruang peraknya, Luo Chen menatap wajah pelayan tersebut

dengan serius. "Selain membeli herba, aku juga ingin bertemu dengan pemilik

paviliun kalian untuk membahas kerja sama di masa depan."

"Maaf sekali, Tuan Muda. Aturan di paviliun kami sangat ketat," sahut pelayan

toko tersebut membungkuk meminta maaf dengan ekspresi wajah yang sungkan.

"Mohon maaf tuan muda, Pemilik paviliun kami hanya bersedia menerima tamu atau menjalin

hubungan kerja sama komersial dengan praktisi yang telah memiliki status dan

lencana alkemis resmi dari Asosiasi Alkemis."

"Bagaimana cara mendapatkan lencana tersebut?" tanya Luo Chen menerima

kantong herba miliknya.

Pelayan toko itu menganggukkan kepalanya perlahan sebelum memberikan penjelasan

yang rinci. "Asosiasi Alkemis menggunakan sistem Lencana Alkemis sebagai tanda

kualifikasi resmi. Lencana Perunggu diberikan untuk alkemis tingkat satu,

Lencana Perak untuk tingkat dua, Lencana Emas untuk tingkat tiga, dan

seterusnya. Lencana ini diakui secara mutlak di seluruh penjuru Benua Yin Yang

sebagai bukti keahlian pemurnian obat serta memberikan keuntungan dan manfaat khusus"

"Kebetulan, ujian kualifikasi alkemis tingkat satu akan segera dimulai di aula

lantai dua dalam waktu setengah jam dari sekarang," lanjut pelayan tersebut

menawarkan opsi pendaftaran dengan nada ramah. "Biaya pendaftarannya

adalah lima puluh batu roh kualitas rendah. Apakah Anda berminat untuk mendaftar

hari ini?"

"Lima puluh batu roh kualitas rendah... jumlah yang tidak sedikit bagi praktisi

biasa, tetapi aku memiliki persediaan batu roh yang melimpah dari Cincin Ruang

Kirin," batin Luo Chen memandangi kantong herba di tangannya. "Aku harus

mengikuti ujian kualifikasi ini demi mendapatkan status resmi agar mempermudah

langkah kerjasamaku selanjutnya dengan pemilik paviliun paling tersohor di kota

ini."

"Aku akan mendaftar untuk ujian tingkat satu ini," ujar Luo Chen

mengeluarkan lima puluh butir batu roh kualitas rendah tambahan dari dalam

cincin ruangnya dan meletakkannya di atas meja konter kayu.

Setelah menyelesaikan proses administrasi pendaftaran dan menerima sebuah

kepingan kayu berukir nomor meja lima, Luo Chen segera diantar oleh pelayan toko

tersebut menaiki tangga kayu besar menuju ke lantai dua paviliun.

Pintu ganda berbahan kayu cendana merah di ujung lorong lantai dua terbuka

perlahan, memperlihatkan sebuah ruangan aula ujian yang sangat luas dan sunyi.

Di dalam ruangan tersebut, hanya terdapat lima meja batu yang telah dipersiapkan

secara melingkar untuk membatasi jumlah peserta ujian agar pengawasan berjalan

sangat ketat.

Di dalam aula tersebut, tiga orang peserta ujian lainnya tampak sudah menempati

meja mereka masing-masing, sementara seorang pemuda berjubah sutra merah mewah

dari klan setempat berdiri tidak jauh dari meja nomor empat memperhatikan

kedatangan Luo Chen.

"Heh, jubah biru bersulam emas yang sangat bagus," ujar pemuda berjubah merah

tersebut melangkah menghalangi jalan Luo Chen dengan seringai meremehkan

di wajahnya. "Dari klan mana asalmu? Aku tidak pernah melihat wajahmu di Kota

Qingfeng. Jangan-jangan kau hanyalah sampah fana yang berpura-pura menjadi

alkemis hebat demi memamerkan pakaian mewahmu?"

Dengan pandangan mata yang sangat tenang dan dingin, Luo Chen menatap wajah

pemuda berjubah merah tersebut tanpa menunjukkan kemarahan atau ketakutan

sedikit pun. "Aku di sini hanya untuk mengikuti ujian kualifikasi. Menyingkirlah

dari jalanku."

"Aku di sini juga untuk mengikuti ujian, dan aku adalah pewaris dari klan

pedagang obat terbesar di kota ini!" teriak pemuda berjubah merah tersebut

mengepalkan tinjunya dengan kesal karena diabaikan begitu saja di hadapan

peserta lainnya. "Pakaian bagusmu itu tidak akan bisa menyelamatkan tungkumu

dari kegagalan mematikan jika kau tidak memiliki bakat memurnikan obat!"

"Orang asing ini memancarkan permusuhan yang sangat konyol hanya karena jubah

biru milik ras Kirin kuno ini," batin Luo Chen menggeser langkah kakinya

sedikit ke samping untuk menghindari hadangan pemuda tersebut. "Tidak ada

gunanya membuang energi fisik untuk meladeni orang yang hanya mengandalkan

status klan mereka di pasar luar."

Sambil mengabaikan seluruh gerutuan kesal pemuda berjubah merah yang terus

menatapnya dengan pandangan mata penuh rasa iri dan benci, Luo Chen melangkah

perlahan menuju ke arah meja batu miliknya yang berukir angka lima.

"Di ruangan sudah disiapkan sebuah tungku besi biasa tingkat

rendah dan beberapa jenis herba dasar untuk pemurnian," batin Luo Chen

meneliti peralatan yang tersusun rapi di hadapannya. "Tungku besi biasa ini

sangat rapuh, aku harus mengontrol panas api dengan sangat presisi agar tungku

ini tidak meledak selama proses pemurnian nanti."

Keheningan mendadak pecah di dalam ruangan aula saat dua orang tetua paviliun

melangkah tegap masuk dari arah pintu belakang panggung utama.

Dua orang tetua paviliun tersebut adalah Tetua Gu dan Tetua Mu Shan, yang

berjalan dengan jubah abu-abu kebesaran mereka yang memancarkan aura wibawa yang

menekan. Di dada kiri jubah masing-masing tersemat sepasang Lencana Perak

berkilau yang memantulkan cahaya lentera aula—menunjukkan status resmi mereka

berdua sebagai Alkemis Tingkat 2 yang sangat tersohor di Kota Qingfeng.

"Ujian kualifikasi alkemis tingkat satu untuk kelima peserta hari ini akan

segera dimulai," ujar Tetua Gu menatap ke arah

"Persiapkan fokus dan konsentrasi kalian, ujian akan segera dimulai dalam

sepuluh menit dari sekarang!" seru Tetua Gu mengangkat

telapak tangannya tinggi-di udara.

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!