Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kualifikasi Alkemis
Ketika Chen er melangkah masuk melewati ambang
pintu kayu jati yang kokoh, langsung disambut oleh keharuman ratusan jenis
tanaman obat spiritual yang menenangkan indra penciuman di dalam ruangan utama
Paviliun Pil Seribu Obat.
"Selamat datang di Paviliun Pil Seribu Obat, Tuan Muda," seorang pelayan toko
paruh baya berpakaian katun rapi segera menyambut kedatangannya dengan bungkukan
hormat yang sangat sopan. "Ada yang bisa kami bantu untuk keperluan transaksi
herbal spiritual Anda hari ini?"
"Saya ingin membeli lima ikat Rumput Qi Hijau segar dan tiga tangkai Bunga Bara
Api tingkat satu kualitas terbaik," jawab Luo Chen menatap deretan laci
kayu obat yang tersusun rapi hingga mencapai langit-langit lantai pertama
paviliun, berbicara dengan nada suara yang datar dan tenang.
"Dengan gerakan terampil dan cekatan, pelayan toko tersebut segera mengambil
bahan-bahan yang diminta dari balik laci penyimpanan khusus sebelum menimbangnya
di atas timbangan tembaga kecil. "Semua herbal ini baru saja dipanen kemarin
pagi dari kebun khusus kami, Tuan Muda. Kualitasnya sangat murni dan segar."
"Total seluruhnya adalah sepuluh batu roh kualitas rendah, Tuan Muda," lanjut
pelayan toko tersebut merapikan herba-herba segar itu ke dalam kantong
kertas khusus yang tebal.
"Paviliun Seribu Obat memang pantas menyandang gelar sebagai paviliun yang
paling tersohor reputasinya di seluruh penjuru Kota Qingfeng," batin Luo Chen
memperhatikan kebersihan tumpukan tanaman obat dan kerapian penataan di
dalam ruangan luas tersebut. "Setiap laci penyimpanan bahkan dilapisi oleh
formasi segel spiritual tipis untuk menjaga kesegaran kandungan herbal di
dalamnya."
Sambil menyerahkan sepuluh butir batu roh kualitas rendah yang diambilnya dari
balik dimensi Cincin Ruang peraknya, Luo Chen menatap wajah pelayan tersebut
dengan serius. "Selain membeli herba, aku juga ingin bertemu dengan pemilik
paviliun kalian untuk membahas kerja sama di masa depan."
"Maaf sekali, Tuan Muda. Aturan di paviliun kami sangat ketat," sahut pelayan
toko tersebut membungkuk meminta maaf dengan ekspresi wajah yang sungkan.
"Mohon maaf tuan muda, Pemilik paviliun kami hanya bersedia menerima tamu atau menjalin
hubungan kerja sama komersial dengan praktisi yang telah memiliki status dan
lencana alkemis resmi dari Asosiasi Alkemis."
"Bagaimana cara mendapatkan lencana tersebut?" tanya Luo Chen menerima
kantong herba miliknya.
Pelayan toko itu menganggukkan kepalanya perlahan sebelum memberikan penjelasan
yang rinci. "Asosiasi Alkemis menggunakan sistem Lencana Alkemis sebagai tanda
kualifikasi resmi. Lencana Perunggu diberikan untuk alkemis tingkat satu,
Lencana Perak untuk tingkat dua, Lencana Emas untuk tingkat tiga, dan
seterusnya. Lencana ini diakui secara mutlak di seluruh penjuru Benua Yin Yang
sebagai bukti keahlian pemurnian obat serta memberikan keuntungan dan manfaat khusus"
"Kebetulan, ujian kualifikasi alkemis tingkat satu akan segera dimulai di aula
lantai dua dalam waktu setengah jam dari sekarang," lanjut pelayan tersebut
menawarkan opsi pendaftaran dengan nada ramah. "Biaya pendaftarannya
adalah lima puluh batu roh kualitas rendah. Apakah Anda berminat untuk mendaftar
hari ini?"
"Lima puluh batu roh kualitas rendah... jumlah yang tidak sedikit bagi praktisi
biasa, tetapi aku memiliki persediaan batu roh yang melimpah dari Cincin Ruang
Kirin," batin Luo Chen memandangi kantong herba di tangannya. "Aku harus
mengikuti ujian kualifikasi ini demi mendapatkan status resmi agar mempermudah
langkah kerjasamaku selanjutnya dengan pemilik paviliun paling tersohor di kota
ini."
"Aku akan mendaftar untuk ujian tingkat satu ini," ujar Luo Chen
mengeluarkan lima puluh butir batu roh kualitas rendah tambahan dari dalam
cincin ruangnya dan meletakkannya di atas meja konter kayu.
Setelah menyelesaikan proses administrasi pendaftaran dan menerima sebuah
kepingan kayu berukir nomor meja lima, Luo Chen segera diantar oleh pelayan toko
tersebut menaiki tangga kayu besar menuju ke lantai dua paviliun.
Pintu ganda berbahan kayu cendana merah di ujung lorong lantai dua terbuka
perlahan, memperlihatkan sebuah ruangan aula ujian yang sangat luas dan sunyi.
Di dalam ruangan tersebut, hanya terdapat lima meja batu yang telah dipersiapkan
secara melingkar untuk membatasi jumlah peserta ujian agar pengawasan berjalan
sangat ketat.
Di dalam aula tersebut, tiga orang peserta ujian lainnya tampak sudah menempati
meja mereka masing-masing, sementara seorang pemuda berjubah sutra merah mewah
dari klan setempat berdiri tidak jauh dari meja nomor empat memperhatikan
kedatangan Luo Chen.
"Heh, jubah biru bersulam emas yang sangat bagus," ujar pemuda berjubah merah
tersebut melangkah menghalangi jalan Luo Chen dengan seringai meremehkan
di wajahnya. "Dari klan mana asalmu? Aku tidak pernah melihat wajahmu di Kota
Qingfeng. Jangan-jangan kau hanyalah sampah fana yang berpura-pura menjadi
alkemis hebat demi memamerkan pakaian mewahmu?"
Dengan pandangan mata yang sangat tenang dan dingin, Luo Chen menatap wajah
pemuda berjubah merah tersebut tanpa menunjukkan kemarahan atau ketakutan
sedikit pun. "Aku di sini hanya untuk mengikuti ujian kualifikasi. Menyingkirlah
dari jalanku."
"Aku di sini juga untuk mengikuti ujian, dan aku adalah pewaris dari klan
pedagang obat terbesar di kota ini!" teriak pemuda berjubah merah tersebut
mengepalkan tinjunya dengan kesal karena diabaikan begitu saja di hadapan
peserta lainnya. "Pakaian bagusmu itu tidak akan bisa menyelamatkan tungkumu
dari kegagalan mematikan jika kau tidak memiliki bakat memurnikan obat!"
"Orang asing ini memancarkan permusuhan yang sangat konyol hanya karena jubah
biru milik ras Kirin kuno ini," batin Luo Chen menggeser langkah kakinya
sedikit ke samping untuk menghindari hadangan pemuda tersebut. "Tidak ada
gunanya membuang energi fisik untuk meladeni orang yang hanya mengandalkan
status klan mereka di pasar luar."
Sambil mengabaikan seluruh gerutuan kesal pemuda berjubah merah yang terus
menatapnya dengan pandangan mata penuh rasa iri dan benci, Luo Chen melangkah
perlahan menuju ke arah meja batu miliknya yang berukir angka lima.
"Di ruangan sudah disiapkan sebuah tungku besi biasa tingkat
rendah dan beberapa jenis herba dasar untuk pemurnian," batin Luo Chen
meneliti peralatan yang tersusun rapi di hadapannya. "Tungku besi biasa ini
sangat rapuh, aku harus mengontrol panas api dengan sangat presisi agar tungku
ini tidak meledak selama proses pemurnian nanti."
Keheningan mendadak pecah di dalam ruangan aula saat dua orang tetua paviliun
melangkah tegap masuk dari arah pintu belakang panggung utama.
Dua orang tetua paviliun tersebut adalah Tetua Gu dan Tetua Mu Shan, yang
berjalan dengan jubah abu-abu kebesaran mereka yang memancarkan aura wibawa yang
menekan. Di dada kiri jubah masing-masing tersemat sepasang Lencana Perak
berkilau yang memantulkan cahaya lentera aula—menunjukkan status resmi mereka
berdua sebagai Alkemis Tingkat 2 yang sangat tersohor di Kota Qingfeng.
"Ujian kualifikasi alkemis tingkat satu untuk kelima peserta hari ini akan
segera dimulai," ujar Tetua Gu menatap ke arah
"Persiapkan fokus dan konsentrasi kalian, ujian akan segera dimulai dalam
sepuluh menit dari sekarang!" seru Tetua Gu mengangkat
telapak tangannya tinggi-di udara.