NovelToon NovelToon
NATIONAL PROTECTION

NATIONAL PROTECTION

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Perperangan
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

seorang protagonis yang bereinkarnasi ketubuh anak muda bernama Andre, memiliki kekuatan ganda yang berbeda dari masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PARADOKS KEILAHIAN

​Tekanan gravitasi yang dilepaskan saat Nocturne tercabut dari sarungnya tidak bisa dijelaskan dengan hukum fisika mana pun. Itu adalah beban dari jiwa yang telah menembus Ambang Batas Dewa, sebuah eksistensi yang ditolak oleh ruang fana namun terlalu absolut untuk diusir. Bangunan-bangunan di Sektor 1 yang sebelumnya masih setengah berdiri kini sepenuhnya hancur menjadi serbuk, rata dengan tanah akibat tekanan pasif yang memancar dari tubuh Andre.

​Di langit, The Beast King, Calamity Ketiga yang memiliki tinggi setara gunung, terpaksa mengambil satu langkah mundur. Rantai magma yang membelit lengan raksasanya berderak hebat, mencoba melawan tekanan tak kasat mata yang memaksa bahunya turun. Di sebelahnya, The Void Weaver, Calamity Keenam yang tak berwajah, mengedipkan ribuan matanya dengan panik; materi gelap yang menyusun tubuhnya mulai tidak stabil, terdistorsi oleh petir kehampaan hitam yang menguar dari stigmata di dada Andre.

​"Jangan sombong, Manusia Fana!" raungan The Beast King mengoyak awan, menciptakan badai sonik yang menyapu daratan. "Meskipun planet ini mengikat kami, kami adalah Bencana Kosmik! Kau hanyalah debu yang baru saja memercikkan setitik cahaya!"

​Sang Raja Binatang Buas menghantamkan kedua tinjunya ke dadanya sendiri. Darah magma menyembur, merapalkan sihir pemusnah dari ras mutan tingkat atas. "Beast King’s Wrath: Core Annihilation!"

​Bola energi kemerahan yang mengandung kepadatan setara inti bintang terbentuk di antara rahang raksasa The Beast King. Hawa panasnya seketika membakar sisa oksigen di atmosfer Sektor Pusat, membuat langit berubah menjadi lautan api.

​Di bawah, kelima Pahlawan Nasional dan puluhan ribu pasukan manusia kembali dihadapkan pada keputusasaan. Mereka sama sekali tidak bisa bernapas. Zirah mereka memerah karena panas induksi. Gaius dan Valeria yang terkapar dengan tulang remuk akibat serangan sebelumnya kini berada di ambang kematian; paru-paru mereka melepuh, dan internal mereka mengalami pendarahan masif yang tak bisa dihentikan oleh ramuan biasa.

​Elara, Selene, dan Orion berusaha menahan aura panas itu dengan sisa-sisa mana mereka, namun perisai mereka retak dengan cepat.

​"Mereka sekarat!" teriak Bastian, menahan perisai Legendary-nya dengan kedua tangan yang gemetar. Ia menoleh ke arah remaja bermata ungu di sebelahnya. "Marvin! Kita butuh mukjizat, atau para Pahlawan Nasional ini akan mati karena syok suhu sebelum Bencana itu menembakkan serangannya!"

​Marvin mengertakkan gigi. Selama pertempuran berjam-jam ini, ia terlalu fokus pada daya hancur mematikan dari Venomancer-nya. Ia terlalu sibuk menebar racun dan mengkorosi monster-monster bayangan, hingga ia nyaris melupakan identitas aslinya yang paling fundamental. Ia adalah sebuah anomali. Kelasnya bukan sekadar pembawa wabah; ia adalah penyatuan kontradiksi mutlak antara kematian dan kehidupan.

​"Aku bukan hanya pembunuh," bisik Marvin, matanya yang sebelumnya sepenuhnya berwarna ungu pekat kini berubah. Mata kirinya memancarkan cahaya zamrud yang sangat jernih dan suci, sementara mata kanannya mempertahankan kegelapan ungu beracun.

​Remaja itu melayang ke udara, mengabaikan panas radiasi dari serangan Calamity. Ia merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.

​"Paradox Domain: Emerald Blight!"

​Dua aliran energi yang saling bertolak belakang meledak dari tubuh Marvin secara bersamaan. Kabut racun ungu yang pekat melesat keluar, menelan sisa-sisa ribuan monster magma dan entitas bayangan di sekitar pasukan manusia. Monster-monster itu menjerit saat daging dan tulang mereka meleleh, terurai hingga ke tingkat sel oleh racun nekrosis yang tidak bisa dipulihkan.

​Namun, sesuatu yang gila terjadi. Alih-alih membiarkan energi kehidupan monster-monster itu menguap, sihir Healer mutlak dari tangan kiri Marvin menangkap sari-sari kehidupan yang membusuk tersebut. Ia memurnikannya, membalikkannya melalui proses alkimia jiwa, dan mengubah lautan racun itu menjadi hujan partikel kehidupan berwarna hijau zamrud.

​Cahaya zamrud itu turun seperti embun pagi di padang pasir yang tandus.

​Begitu partikel kehidupan itu menyentuh tubuh Gaius dan Valeria, keajaiban yang melampaui logika medis terjadi. Tulang rusuk Gaius yang menusuk jantungnya secara otomatis kembali ke posisi semula dan menyambung tanpa bekas. Pendarahan internal Valeria berhenti seketika, dan organ tubuhnya yang hancur beregenerasi dalam hitungan detik.

​Tidak hanya itu, puluhan ribu Inkuisitor dan anggota Rishing Guild yang mengalami luka bakar, anggota tubuh yang terputus, atau kelelahan ekstrem, merasakan vitalitas mereka melonjak kembali ke angka seratus persen.

​Elara membelalakkan matanya, melihat Gaius yang sebelumnya terengah-engah menunggu ajal kini bangkit berdiri dengan napas yang segar dan bugar.

​"Pemulihan skala area instan... dan mengambil energi langsung dari musuh yang dibunuh?" gumam Selene, Sang Phantom Archer, menatap Marvin dengan rasa kagum yang melampaui logika. "Ini bukan sihir penyembuhan biasa. Ini adalah manipulasi hukum kehidupan dan kematian! Anak itu... dia bisa menjadi dewa medis di masa depan!"

​Marvin kembali mendarat, terengah-engah namun tersenyum puas melihat barisan pertahanan mereka kembali kokoh. Ia telah membuktikan bahwa Rishing Guild tidak hanya memiliki eksekutor kematian, namun juga dewa penyembuh yang bisa menipu malaikat maut.

​Di saat yang bersamaan, di udara, Andre mengabaikan serangan inti bintang yang sedang disiapkan oleh The Beast King. Sang Kaisar Kilat justru memusatkan tatapan matanya yang kosong kepada Calamity Keenam, The Void Weaver.

​"Kau bersembunyi di balik raksasa bodoh itu dan mencoba meretas ruang di sekitarku," ucap Andre datar.

​Ribuan mata The Void Weaver membelalak. Makhluk kosmik itu memang sedang merapalkan sihir Dimensional Guillotine secara diam-diam, mencoba memisahkan tubuh Andre dari kepalanya dengan memotong koordinat spasial.

​Namun, sebelum sihir itu selesai, Andre menghilang.

​Bukan karena kecepatannya. Ia melebur ke dalam Abyssal Oblivion Lightning—petir kehampaan yang merupakan puncak evolusi dari kemampuannya.

​Dalam sepersekian milidetik, Andre muncul tepat di depan The Void Weaver. Ruang di sekitar mereka berdua langsung terisolasi oleh kubah petir hitam absolut yang menolak hukum ruang dan waktu alam semesta. The Void Weaver tidak bisa berteleportasi mundur. Ribuan matanya memancarkan kepanikan kosmik saat ia menyadari bahwa ia telah terperangkap di dalam dimensi milik seorang manusia.

​"Berani-beraninya kau...!" The Void Weaver mencoba melepaskan miliaran tentakel materi gelapnya untuk menusuk Andre.

​Andre hanya memutar Nocturne dengan anggun, bagaikan seorang konduktor orkestra yang sedang memandu simfoni kematian.

​"Oblivion Art: Final Eclipse."

​Bilah hitam Nocturne menebas kekosongan. Tidak ada gesekan logam atau suara robekan daging. Tebasan itu mengabaikan fisik, mengabaikan materi, dan langsung membelah keberadaan konseptual dari sang Calamity Keenam.

​Miliaran tentakel gelap itu terhenti di udara, berubah menjadi warna abu-abu kusam, lalu hancur menjadi debu yang tak meninggalkan jejak energi sedikit pun. Ribuan mata The Void Weaver kehilangan cahayanya secara bersamaan. Entitas purba Level 195 itu terbelah secara simetris di bagian tengah, bukan oleh pedang, melainkan oleh kehampaan mutlak yang menelan eksistensinya.

​Sistem Dunia membeku sejenak, seolah kesulitan memproses runtuhnya entitas kosmik tersebut, sebelum akhirnya meledak dalam notifikasi berwarna emas dan merah darah.

​[ENTITAS BENCANA TELAH GUGUR!]

[The Void Weaver (Calamity ke-6) Berhasil Dieksekusi!]

[Hukum Semesta mengkalibrasi ulang dominasi!]

[Level Anda mencapai 102 (Domain of Divinity).]

​Bersamaan dengan kematian rekannya, The Beast King melepaskan tembakannya. Core Annihilation—bola inti bintang yang memancarkan panas jutaan derajat—meluncur tepat ke arah punggung Andre dengan kecepatan meteor.

​"Komandan! Awas di belakangmu!" jerit Valeria dari bawah, tombak peraknya bergetar hebat.

​Andre perlahan berbalik. Wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Mata obsidiannya menatap bola kiamat yang akan menghancurkan separuh benua itu dengan ketenangan seorang penguasa sejati.

​Stigmata di dadanya menyala dengan pendaran hitam yang membutakan. Petir Abyssal Oblivion mengalir deras dari jantungnya, menyelimuti lengan kanannya, lalu merambat ke seluruh bilah Nocturne.

​Alih-alih menghindar atau membelah sihir tersebut, Andre mengangkat tangan kirinya yang kosong, dan menangkap bola inti bintang tersebut.

​BLAAARRR!

​Ledakan tertahan terjadi di telapak tangannya. Suara gemuruhnya meretakkan langit, namun bola api raksasa itu tidak meledak ke luar. Ia tertahan, terkompresi, dan dipaksa mengecil oleh dominasi petir kehampaan yang menyedot energinya. Hanya dalam waktu tiga detik, sihir terkuat sang Calamity Ketiga itu padam tanpa sisa, meninggalkan Andre tanpa luka bakar sedikit pun.

​The Beast King mematung. Rantai magmanya berhenti bergemerincing. Otak primalnya yang buas akhirnya memahami teror sejati yang sedang ia hadapi. Manusia di depannya ini bukan lagi seorang ksatria, bukan pula pahlawan. Ia adalah monster yang jauh lebih mematikan dari seluruh Bencana yang ada di alam semesta.

​"Tadi kau bilang aku hanyalah debu yang memercikkan cahaya?" Andre bertanya, melangkah di udara, berjalan pelan mendekati The Beast King yang ukurannya jutaan kali lipat lebih besar darinya. "Kalau begitu, biarkan debu ini menguburmu."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!