NovelToon NovelToon
MENG LIN DI ERA 1970 AN

MENG LIN DI ERA 1970 AN

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Meng Lin, seorang gadis modern yang baru menyelesaikan pendidikan S2 di bidang sains, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel.

Suatu malam, ia tertidur saat membaca novel berlatar tahun 1974. Ketika terbangun, ia justru mendapati dirinya berada di dalam novel tersebut—menjadi Meng Lin, gadis berusia sembilan belas tahun yang memiliki nama sama dengannya.

Meng Lin asli adalah gadis cantik, baik hati, dan lemah lembut. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia tinggal bersama paman, bibi, dan sepupunya, Meng Wan. Meski memiliki nilai sekolah terbaik, kesempatan kerja justru diberikan kepada Meng Wan. Tanpa pilihan lain, Meng Lin dikirim ke desa sebagai pemuda terpelajar.

Lebih menyedihkan, kekasihnya, Tang Qi, perlahan terlibat dengan Meng Wan. Dalam cerita asli, Meng Lin akhirnya menghilang dari kisah, sementara Meng Wan dan Tang Qi menikah.

"Hmm.. Karakter Utama itu akan menjadi milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16. Gangguan Teknis

Perjalanan yang awalnya berjalan lancar mulai berubah ketika matahari sudah condong ke barat.

Kereta tiba-tiba melambat. Suara roda yang bergesekan dengan rel terdengar semakin pelan sebelum akhirnya kereta berhenti sepenuhnya.

Beberapa penumpang yang sedang mengobrol langsung terdiam.

"Ada apa?"

"Kenapa berhenti?"

Pertanyaan mulai terdengar dari berbagai arah.

Yan Rao yang sedang makan juga menoleh ke luar jendela. "Kita sudah sampai?"

"Belum." Meng Lin melihat keluar. Di luar hanya terlihat hamparan ladang dan beberapa pepohonan. Tidak ada stasiun di sekitar mereka.

Beberapa menit kemudian, seorang petugas berjalan melewati gerbong dan meminta para penumpang tetap tenang.

"Kereta mengalami sedikit gangguan teknis. Petugas sedang melakukan pemeriksaan."

Keluhan langsung bermunculan.

"Berapa lama?"

"Kapan bisa berangkat?"

"Aku sudah lapar."

Yan Rao menghela napas. "Sepertinya kita harus menunggu."

Meng Lin hanya mengangguk. Dia kembali membuka bukunya. Namun tidak lama kemudian, terdengar suara gaduh dari arah gerbong depan.

Beberapa petugas berjalan cepat menuju bagian belakang kereta.

Meng Lin menutup bukunya. Dari tempat duduknya, dia bisa melihat lampu di dalam gerbong sempat berkedip beberapa kali.

Sekali.

Dua kali.

Kemudian kembali normal.

Meng Lin memperhatikan beberapa detik. "Masalah listrik?"

Yan Rao menoleh. "Kamu tahu?"

"Belum tentu."

Meng Lin berdiri. Dia berjalan ke lorong dan melihat ke arah sambungan antar gerbong.

Beberapa penumpang ikut berdiri untuk melihat apa yang terjadi. Tidak lama kemudian, salah seorang petugas datang kembali.

"Semua tetap di tempat. Kami sedang memperbaiki kerusakan."

Seorang pria yang tampaknya teknisi berjalan bersama petugas lain menuju bagian belakang.

Meng Lin memperhatikan mereka. Dari percakapan yang terdengar samar, salah satu bagian sistem kelistrikan mengalami gangguan dan mereka masih mencari sumber masalahnya.

Meng Lin tidak langsung ikut campur. Dia hanya berdiri beberapa saat. Kemudian salah seorang teknisi membuka panel dan memeriksa bagian dalamnya.

Meng Lin memperhatikan posisi kabel dan sambungan tersebut dari kejauhan. Ada sesuatu yang terasa tidak sesuai.

Dia akhirnya berjalan mendekat. "Permisi."

Teknisi itu menoleh. "Ada apa?"

Meng Lin menunjuk ke panel. "Apakah bagian itu sudah diperiksa?"

Teknisi mengerutkan kening. "Sudah."

"Kalau begitu, coba periksa sambungan di sebelahnya."

Teknisi itu menatap Meng Lin. "Kamu seorang teknisi?"

"Bukan." Jawaban Meng Lin membuat beberapa orang di sekitar mereka saling pandang.

"Kalau bukan, bagaimana kamu tahu?"

Meng Lin menunjuk ke lampu di dalam gerbong. "Ketika kereta berhenti, lampu sempat berkedip beberapa kali. Kalau sumber masalahnya ada di bagian yang sedang kalian periksa, gangguannya seharusnya lebih konsisten."

Teknisi itu terdiam. Dia kembali melihat panel.

Meng Lin melanjutkan dengan tenang, "Menurutku, masalahnya mungkin ada pada sambungan yang menerima getaran saat kereta berjalan."

Teknisi itu tidak langsung percaya. Namun setelah beberapa saat, dia memeriksa bagian yang ditunjukkan Meng Lin.

Tangannya berhenti. "Ada yang longgar."

Petugas di sampingnya langsung mendekat.

"Benar?"

"Ya."

Mereka segera memeriksa sambungan tersebut. Beberapa menit kemudian terdengar suara dari bagian mesin.

Sistem kembali bekerja. Lampu gerbong menyala stabil. Beberapa penumpang langsung bersorak kecil.

Kereta perlahan mulai bergerak. Yan Rao yang sejak tadi berdiri tidak jauh dari Meng Lin langsung menghampirinya.

"Kamu benar-benar tahu soal seperti itu?"

Meng Lin menggeleng. "Sedikit."

"Sedikit?" Yan Rao menatapnya tidak percaya.

"Kalau itu menurutmu sedikit, lalu yang disebut banyak seperti apa?"

Meng Lin tidak menjawab. Dia kembali ke tempat duduknya. Mana mungkin sedikit, semua ilmu di masa lalunya masih tersimpan dengan baik di dalam otaknya

Di depan mereka, tiga gadis yang sejak tadi memperhatikan kejadian itu juga mulai berbisik.

Liu Fang bertanya "Kamu belajar teknologi?"

"Fisika."

"Oh." Liu Fang mengangguk.."Hebat."

Meng Lin hanya tersenyum tipis. Dia memang hebat.

Sementara itu, Zhao Mei tidak mengatakan apa-apa. Tatapannya sempat berhenti pada Meng Lin sebelum kembali menghadap ke luar.

Kereta kembali melaju. Namun kali ini suasana di dalam gerbong sudah berbeda. Beberapa orang yang sebelumnya tidak memperhatikan Meng Lin mulai melirik ke arahnya.

Meng Lin sendiri sama sekali tidak peduli. Dia membuka kembali bukunya dan melanjutkan membaca seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi.

***

Yan Rao masih membicarakan kejadian kerusakan kereta tadi ketika tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan dari beberapa baris di belakang mereka.

"Uangku hilang!"

Suaranya cukup keras hingga membuat hampir seluruh penumpang menoleh. Perempuan itu berdiri sambil membongkar isi tasnya.

"Uangku tadi masih ada. Kenapa sekarang tidak ada?"

Seorang pria di sampingnya bertanya, "Berapa banyak?"

"Empat puluh yuan." jawabnya dengan gelisah. itu semua uang yang dia punya.

Jumlah itu tidak sedikit. Beberapa penumpang langsung saling pandang.

Perempuan tersebut semakin panik. "Aku tadi menyimpannya di dalam kantong kecil. Saat kereta berhenti, aku masih memeriksanya."

"Apakah tasmu terbuka?"

"Tidak."

Seorang penumpang menyarankan agar dia memeriksa kembali barang-barangnya.

Perempuan itu menurut. Namun setelah beberapa saat, uang tersebut tetap tidak ditemukan.

Suasana gerbong kembali berubah.

Beberapa orang mulai berbisik.

"Jangan-jangan ada pencopet."

"Di kereta seperti ini memang harus hati-hati."

Petugas yang tadi membantu memperbaiki kereta akhirnya datang.."Apa yang terjadi?"

Perempuan itu segera menjelaskan bahwa uangnya hilang.

Petugas melihat sekeliling. "Jangan ada yang meninggalkan tempat duduk dulu."

Kalimat itu membuat suasana semakin tegang.

Semua orang mulai memperhatikan satu sama lain.

Yan Rao berbisik, "Empat puluh yuan itu banyak sekali."

Meng Lin mengangguk. Dia tidak ikut berkomentar.

Perempuan itu kemudian mulai memeriksa tas orang-orang yang duduk di dekatnya.

Beberapa penumpang keberatan. "Kenapa harus memeriksa barang kami?"

"Kalau tidak bersalah, kenapa takut?" tanyanya dengan sedikit ketus.

Situasi mulai memanas. Meng Lin yang duduk di dekat jendela memperhatikan semuanya dengan tenang.

Dia melihat perempuan tersebut kembali membuka tasnya. Kemudian tatapan Meng Lin berhenti pada sesuatu.

Sebuah kantong kain kecil terjatuh di bawah bangku perempuan itu. Namun perempuan tersebut tidak menyadarinya.

Meng Lin menunjuk ke bawah. "Itu milikmu?"

Perempuan tersebut menoleh. Dia langsung membungkuk dan mengambilnya. Ketika kantong itu dibuka, wajahnya berubah.

Di dalamnya terdapat uang. "Ini..." Dia menghitungnya dengan tangan gemetar.

Empat puluh yuan. Uangnya tidak hilang.

Ternyata kantong kecil tersebut terjatuh ke bawah bangku ketika dia mengambil barang lain dari tas.

Suasana yang sebelumnya tegang langsung berubah.

Beberapa penumpang menghela napas lega.

"Jadi bukan dicuri."

"Untung ketemu."

Perempuan itu terlihat malu. Dia menatap Meng Lin. "Terima kasih."

Meng Lin menggeleng. "Yang penting sudah ditemukan." Dia kembali duduk.

Perempuan itu masih berdiri beberapa saat sebelum akhirnya kembali ke tempatnya.

Yan Rao menahan tawa. "Kamu bahkan bisa menemukan barang orang lain."

Meng Lin menatapnya. "Dia sendiri yang menjatuhkannya."

"Aku tahu." Yan Rao tersenyum. "Tapi kalau kamu tidak melihatnya, mungkin sekarang seluruh gerbong sudah saling mencurigai."

Meng Lin tidak menjawab. Dia kembali melihat ke luar jendela.

Namun di kursi depan, Zhao Mei kembali meliriknya. Kali ini tatapannya tidak lagi sekadar penasaran.

Sementara Liu Fang hanya tersenyum kecil.

"Temanmu cukup tenang."

Yan Rao mengangguk. "Dia memang seperti itu."

Meng Lin mendengar percakapan mereka, tetapi tidak ikut menyela. Kereta terus bergerak menuju selatan. Perjalanan mereka masih panjang.

.

.

.

.

1
Musdalifa Ifa
klo boleh request Thor tolong upnya dibanyakin🙏🤭🤭🤭
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
terus sehat n lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangat
next double up ya Thor 😁
Musdalifa Ifa
tambah up Thor 🙏
Kia Zahra
tes dulu
Fauziah Daud
lanjuttt
Heni Setiyaningsih
tolong tambah lagi upload nya kurang klo 1 bab
Andira Rahmawati
thorr knp up nya cuma satu eps aja..double up lagi dong thorrr👍👍🙏💪
Fauziah Daud
terus sehat
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
update nya kurang banyak Thor 😀👍
Kusii Yaati
kurang banyak Thor 🤗
Fii
maaf jarang update. kurang sehat 🙏🙏
Musdalifa Ifa: semoga cepat sembuh thor💪
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat biar bisa update setiap hari 😍😀
Rochmanah Setyowati
ditunggu upnya thor 💪💪💪👍👍👍
Yani
lanjut Thorr
gift ☕ biar semangat 🥰🥰
Fauziah Daud
sehat selalu n lanjut
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat 😍💪
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!