NovelToon NovelToon
MENG LIN DI ERA 1970 AN

MENG LIN DI ERA 1970 AN

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Meng Lin, seorang gadis modern yang baru menyelesaikan pendidikan S2 di bidang sains, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah novel.

Suatu malam, ia tertidur saat membaca novel berlatar tahun 1974. Ketika terbangun, ia justru mendapati dirinya berada di dalam novel tersebut—menjadi Meng Lin, gadis berusia sembilan belas tahun yang memiliki nama sama dengannya.

Meng Lin asli adalah gadis cantik, baik hati, dan lemah lembut. Setelah kedua orang tuanya meninggal, ia tinggal bersama paman, bibi, dan sepupunya, Meng Wan. Meski memiliki nilai sekolah terbaik, kesempatan kerja justru diberikan kepada Meng Wan. Tanpa pilihan lain, Meng Lin dikirim ke desa sebagai pemuda terpelajar.

Lebih menyedihkan, kekasihnya, Tang Qi, perlahan terlibat dengan Meng Wan. Dalam cerita asli, Meng Lin akhirnya menghilang dari kisah, sementara Meng Wan dan Tang Qi menikah.

"Hmm.. Karakter Utama itu akan menjadi milikku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Membeli Sepeda

Meng Lin baru saja keluar dari sekolah SMP 3 Daceng. Dia menatap surat tanda pengenalnya, dia diterima jadi Guru Matematika.

Tapi, hanya sebagai Guru sementara. Karena bulan depan, Guru yang mengajar mau cuti lahiran, dan akan kembali mengajar setelah anaknya setelah beberapa bulan.

Meng Lin sangat senang, sebenarnya dia sedikit menyesal mengikuti ujian itu. Dia baru ingat, jadi Guru harus bangun bagi dan tiba di sekitar jam 7 meskipun tidak ada mata pelajaran.

Dia tinggal di Desa, jadi harus berangkat sebelum jam 6 pagi. Dan Meng Lin sangat tidak suka yang namanya tergesa-gesa.

Sekolah menawarkan rumah dinas atau sebuah perumahan kecil. Meng Lin akan melihatnya besok saja, dia tidak terburu-buru, karena dia baru mengajar bulan depan. Tapi pihak sekolah memintanya untuk datang agar lebih mengenal lingkungannya.

Meng Lin terus berjalan sampai ke toko serba ada. Dia ingin membeli sepeda.

***

Tiba di toko Meng Lin melihat beberapa merek dan warna sepeda. Tanpa banyak memilih, dia langsung pergi ke kasir.

"Berapa harga sepeda yang warna hitam?" tanya Meng Lin dengan tenang.

Kasir tertegun melihat wibawa gadis cantik di depannya. Cantik, anggun dan tidak sombong. "140 Yuan dan 2 kupon!"

Meng Lin mengambil uang dan kupon sepeda dan meletakkannya di atas meja. "Baik..!"

Kasir tersenyum, dia segera meminta rekan-rekannya untuk mengeluarkan sepeda dari toko.

Meng Lin menghela napas panjang, dia tidak bisa langsung memakainya begitu saja, dia harus pergi ke kantor polisi lagi untuk mengurus surat-suratnya.

"Hmm.. Sedikit merepotkan...!" Meng Lin mengendarai sepedanya. Dia sedikit risih, karena banyak orang yang melihatnya.,

...----------------...

Setelah mengurus surat-surat sepeda, Meng Lin pergi ke jembatan 2. Dia bersepeda sampai menemukan jalan yang sepi, di kedua sisi hanya ada hutan.

Meng Lin turun dari sepeda, dan berjalan masuk melawati jalan setapak. Setelah beberapa menit dia melihat sebuah pohon besar yang di tutupi semak-semak yang tinggi.

"Hmm untuk sementara, transaksinya di sini saja.!" gumamnya.

Setelah itu Meng Lin masuk ke dalam Ruang Dimensi untuk mengganti pakaian dan Mekup nya. Kemudian pergi menuju pasar gelap, orang-orang di sana pasti sudah menunggunya dengan khawatir.

Dan saat tiba di pintu masuk, Baba si tangan kanan Bos Ergo sudah menunggunya di sana.

"Nona Ming! Anda akhirnya datang juga. Bos sudah menunggu, silahkan ikut saya..!" ucapnya sambil menghela napas lega. Dia benar-benar takut, jika Meng Lin tidak datang, Bos pasti akan melampiaskan amarah pada mereka.

"Ya. Apa kamu sudah lama menungguku..?" tanya Meng Lin sambil tersenyum..

"Nona. Jangan tanya lagi.. Kami sudah menunggu Anda sejak tadi.!" ucapnya dengan jujur.

Keduanya terus berjalan sampai ke rumah yang sebelumnya. Di sana, sudah ada Bos Ergo sedang duduk bersama dengan seseorang. Keduanya terlihat sedang mengobrol dengan serius.

Bos Ergo tersenyum lebar saat melihat Meng Lin datang. Dalam hatinya, sempat ada sedikit keraguan, saat dia begitu percaya dengan Meng Lin.

Apalagi, orang suruhannya langsung kehilangan jejak saat Meng Lin keluar dari pasar gelap waktu itu. Tapi sekarang, dia bisa tenang.

"Ayo cepat duduk..Kamu benar-benar datang di waktu yang tepat.!"

Meng Lin duduk dan langsung bertanya. "Oh.. Ada apa?"

"Begini.. Ini saudaraku, bekerja sebagai kepala logistik di salah satu pabrik. Dia ada sedikit masalah untuk bahan makanan, makanya dia datang mencariku. Dan aku menceritakan, kalau kamu punya banyak stok.!"

"Ya. Saya sudah mendengar tentang Anda. Apa Nona bisa membantuku?" tanya temen Ergo dengan penuh harap.

Meng Lin mengangguk, dalam hati dia bersorak bahagia. Pelanggan besar datang lagi. "Ternyata begitu. Tentu saja bisa, tapi mari kita selesaikan transaksi sebelumnya.!"

"Ah maaf.. Maaf Nona Ming, kami yang terlalu terburu-buru..!" ucap Ergo sedikit malu. Dia belum pernah secanggung itu.

"Tidak masalah.. Barang nya aku simpan di suatu tempat. Tapi kalau kita pergi cek sekarang, Apa tidak terlalu mencolok.?" tanya Meng Lin.

"Ya. Sekarang masih siang, dan barang cukup banyak.!" Sahut Bos Ergo. " Begini saja, kalau nona percaya denganku, aku bisa menyuruh anak buahku untuk pergi mengeceknya.!"

"Boleh saja. Tapi kalau begitu, bukankah kamu juga harus membayar sisanya? Aku bisa menunggu, sampai orang itu kembali..!"

"Tentu..!" Balas Ergo. Dia tak menyangka Meng Lin begitu berhati-hati dan penuh perhitungan. Dia merogoh kantong dan mengeluarkan uang yang sudah disiapkan sebelumnya. "Silahkan Nona Ming hitung..!"

"Tidak perlu.. Aku percaya Bos Ergo tidak akan menipu gadis kecil sepertiku..!" balas Meng Lin dengan sengaja memberi sanjungan.

Bos Ergo tersenyum sambil mengangguk, dia makin penasaran dengan status Meng Lin. Tapi jika dia bertanya, takutnya merusak kerja sama yang baru saja terjalin, dan itu juga melanggar aturan pasar gelap.

"Hahaha.. Terima kasih, Nona begitu mempercayaiku..!" sahutnya sambil tertawa.

"Emm.. Lalu bagaimana denganmu Tuan?" tanya Meng Lin pada saudara Ergo.

"Nona Ming bisa memangilku Paman San.!" Dia dengan cepat meminta Meng Lin untuk mengubah panggilannya. Dia sudah memperhatikannya sejak tadi.

Sikap Meng Lin terlihat sangat santai berurusan dengan bisnis gelap seperti itu. Tapi bukan cuma itu, Meng Lin terlihat tidak peduli dengan situasinya.

"Ya Paman San. Untuk saat ini aku punya labu, sawi putih, semangka dan timun. Dan beberapa hari kedepannya ada ubi jalar, jagung, lobak dan buah strawberry" Meng Lin menyebut semua yang ada di dalam gudangnya.

Paman San dan Bos Ergo sangat terkejut sampai keduanya berdiri. Mereka menatap Meng Lin dengan tatapan tak percaya. Apa dia sedang membual? Buah Strawberry berasal dari wilayah Utara dan barangnya sangat mahal dan langka.

"Nona...Kamu yakin?" tanya Paman San yang masih sangat terkejut.

"Tentu. Untuk apa aku berbohong..!" balas Meng Lin.

Keduanya kembali duduk dan saling tatap. Mereka menolak percaya, tapi Meng Lin terlihat tidak sedang berbohong.

Tapi jika semua itu benar-benar ada, maka dia tidak perlu lagi pusing untuk mencari stok untuk persediaan logistik di kantin pabrik.

Seseorang masuk, anak buah yang pergi mengecek barang. Dia Jalan mendekat dan berkata. "Bos, barangnya ada. Tempatnya juga aman. Kami juga sudah menimbangnya dan jumlahnya pas!"

"Hahaha kerja bagus.. Berapa orang yang berjaga di sana?" tanya Bos Ergo.

"Dua orang saja!" balas anak buah sambil melirik Meng Lin. Dia dan dua rekannya sangat terkejut saat melihat ukuran barang yang dijual Meng Lin.

"Hmm.. Kita baru bisa mengangkutnya setelah gelap!" Dia menatap Meng Lin dan berkata. "Jika semuanya terjual dalam beberapa hari saja maka bisnis ini harus terus berlanjut.!"

"Tidak masalah..!" kata Meng Lin dengan tenang. Dia sangat yakin, orang-orang yang sudah membelinya akan datang lagi untuk mencarinya.

"Paman San. Kamu bisa beli pada Bos Ergo. Jika kedepannya, masih butuh, bisa titip pesan di sini saja. Aku akan datang tiga hari sekali."

"Baik..! Ergo, Kamu harus sisakan untukku..!"

"Hahaha tenang saja.. Kau pelanggan pertamaku..!" Dia tertawa dengan puas. Belum juga dipasarkan, sudah laku terjual.

.

.

.

.

1
Musdalifa Ifa
klo boleh request Thor tolong upnya dibanyakin🙏🤭🤭🤭
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
terus sehat n lanjut
Heni Setiyaningsih
tetap sehat dan semangat
next double up ya Thor 😁
Musdalifa Ifa
tambah up Thor 🙏
Kia Zahra
tes dulu
Fauziah Daud
lanjuttt
Heni Setiyaningsih
tolong tambah lagi upload nya kurang klo 1 bab
Andira Rahmawati
thorr knp up nya cuma satu eps aja..double up lagi dong thorrr👍👍🙏💪
Fauziah Daud
terus sehat
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
update nya kurang banyak Thor 😀👍
Kusii Yaati
kurang banyak Thor 🤗
Fii
maaf jarang update. kurang sehat 🙏🙏
Musdalifa Ifa: semoga cepat sembuh thor💪
total 1 replies
Fauziah Daud
trusemangattt
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat biar bisa update setiap hari 😍😀
Rochmanah Setyowati
ditunggu upnya thor 💪💪💪👍👍👍
Yani
lanjut Thorr
gift ☕ biar semangat 🥰🥰
Fauziah Daud
sehat selalu n lanjut
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat 😍💪
Fauziah Daud
trusemangattt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!