Selama ribuan tahun, Kekaisaran Shen berdiri di Benua Zhanxi, melewati perang, pergantian kaisar, serta zaman yang terus berubah. Namun di balik sejarah panjang itu, terdapat satu nama yang hanya dianggap sebagai legenda.
Shen Hao Feng.
Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Shen—seorang Dewa Fana yang telah menghilang selama lebih dari sepuluh ribu tahun.
Ketika perang kembali menghancurkan wilayah Kekaisaran Shen dan musuh mulai menginjak tanah yang dahulu ia bangun dengan tangannya sendiri, sosok yang seharusnya hanya tinggal dalam sejarah itu akhirnya kembali.
Ia melihat bagaimana kekaisarannya berubah. Ia melihat rakyatnya menderita. Dan ia melihat tanah yang pernah ia lindungi dihancurkan oleh tangan musuh. Kini, Shen Hao Feng tidak kembali untuk merebut takhta. Ia kembali untuk mencari tahu siapa yang berani menghancurkan Kekaisaran Shen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyo Erdika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16. Pertarungan Dua Dewa Fana
"Ngik... Nginh..." boneka dalam setengah tak berfungsi berjalan melewati ratusan mayat orang sekte Lotus Api. Boneka itu hanya menuju Xiao Ming yang terluka di bagian seluruh tubuhnya.
"Kenapa dia bisa sekuat ini? Bukankah tadi aku yang unggul?."
"D-dia mendekat, semua mundur." kultivator yang lain tidak mau ikut campur karena boneka ini hanya menyerang yang mencari keributan.
Xiao Ming mendecik kesal dan dia memaksa dirinya untuk bangun. "Boneka sialan... Kau meremehkan seorang wakil ketua sekte!."
Pedang Xiao Ming berkilat kemerahan dan dia berlari sekuatnya dan menebas boneka itu dengan cepat. Akan tetapi meski begitu tubuh boneka baik-baik saja sampai tangannya memegang kuat pedang Xiao Ming.
"a-apa."
Mata boneka itu menyala merah dan berteriak mengerikan lalu bilah pedang Xiao Ming yang merupakan artefak bernilai tinggi pun hancur.
"apa-
Bom!... Sang boneka menghantam perut Xiao Ming melalui kepalan tangan dan memutarnya hingga Xiao Ming muntah begitu banyak darah.
Duar! Duar! Bom!.... Xiao Ming menembus beberapa lapisan sebelum mengenai atap dan tubuh Xiao Ming jatuh cepat.
Merasa tak puas, boneka itu melompat ke sisi Xiao Ming lalu menendang nya seperti bola dari pilar ke pilar.
Sampai akhirnya boneka itu memutuskan untuk membunuh xiao Ming dengan tangannya sendiri. Ia meraih kepala Xiao Ming untuk di remasnya.
"Sudah cukup sampai disana!." sebuah teriakan seseorang membuat boneka itu berhenti.
Shen Hao Feng berjalan pelan, semua mata tertuju pada Shen Hao Feng.
"Aku tidak mengerti apa tujuanmu tapi sepertinya kau adalah penjaga makam Dewa Han."
Boneka itu melepas kepala Xiao Ming setelah mendengar nama Dewa Han. Ia berjalan ke arah Shen Hao Feng dengan aura membunuh yang pekat. Perekat yang menutup mulutnya di paksa terbuka dan suara iblis mengerikan terdengar di dalamnya.
"Berani-beraninya kau masuk ke makam Dewa Han!." raungnya di sertai aura yang menekan itu.
Namun Shen Hao Feng tidak peduli dan terus melangkah. "Untuk apa aku harus tahu? Karena kau lah iblis Mong Haochen akan bangun." langkahnya terhenti.
"Haha.." Iblis di dalam boneka tertawa rendah. "Ya akulah yang bangunkan Mong Haochen dan namaku adalah Yung Ma." tubuh boneka retak dan menunjukkan wujud aslinya sang iblis.
"I-iblis!."
"Kenapa bisa ada iblis!."
"Jadi selama ini aku bertarung dengan iblis?." gumam Xiao Ming.
Shen Hao Feng menyeringai lalu ia menekan seluruh tempat dengan aura tekanan Dewa Fana. Energi yang keluar begitu kuat hingga tidak ada satupun,yang bisa berdiri.
"D-Dewa Fana?!."
"Kenapa dia tidak menekan kultivasinya!."
"Sial banyak orang yang akan mati karena hukuman prasastinya!."
Bahkan Yung Ma juga mengira Shen Hao Feng akan di jatuhi hukuman prasasti tapi hukuman itu tidak pernah datang.
"Hukuman Prasasti? Kenapa aku alami itu jika memiliki Jiwa sang Dewa?." ekspresi Shen Hao Feng meremehkan dan muncul beberapa jiwa emas yakni jiwa Dewa yang sudah bersatu dengan jiwa Shen Hao Feng.
"I-itu jiwa dewa, mustahil!." Yung Ma sangat ketakutan sekarang.
"Huh tenang saja, aku masih memiliki kejutan yang lain." Shen Hao Feng melirik tajam. "Entitas."
Tubuh Shen Hao Feng dan muncul di belakang Yung Ma untuk di paksa berlutut dan kepala terinjak di tanah.
"Teknik ketiga, bencana." Shen Hao Feng menarik semua orang ke dalam ruang dan disana dapat melihat wujud Dewa Fana Shen Hao Feng dan Naga emas yang menggetarkan jiwa-jiwa orang.
"Grarh!!..." naga Emas berteriak pada Yung Ma. Yung Ma sendirian di dekat planet dan di atasnya Shen Hao Feng memegang pedang Naga emas.
"Yung Ma ada kata-kata terakhir?."
Yung Ma tersenyum tipis. "Matilah bedebah."
Shen Hao Feng mengayunkan pedangnya dan tebasan energi itu membunuh Yung Ma bahkan sebelum tersentuh. Namun serangan itu terus berlanjut hingga memusnahkan banyak Planet.
Mereka semua menatap Shen Hao Feng dengan tatapan takut dan horor. Dewa Fana tiba-tiba muncul dan mebantai iblis dengan tenik meledakkan planet!.
.....
Mong Haochen tiba-tiba bangun hingga tempatnya hancur. Dengan mata merah, Mong Haochen merasakan energi Dewa Fana yang jauh lebih kuat darinya.
"Dari siapa energi itu terpancar! Ini adalah wilayah Mong Haochen, iblsi dari dunia langit!."
Teriakannya bergema dan mampu membuat bencana alam berupa gunung meletus, badai, tsunami, dan gempa.
Shen Hao Feng melirik tajam dari bahunya. "Energi Mong Haochen. Jadi benar saja dia masih hidup." Shen Hao Feng bersiap pergi namun Xiao Ming menahannya dari belakang.
"Tunggu!."
Langkah Shen Hao Feng terhenti. "Perlu urusan apa?."
Xiao Mjng terengah-engah akibat luka dalamnya. "Terimakasih atas yang kau perbuat tapi bisa beri tahu kami bagaimana caranya agar tidak terkena hukuman prasasti seperti kamu."
Shen Hao Feng kembali melangkah lalu menjawabnya. "Kalian tidak akan bisa. Hanya aku yang bisa." Shen Hao Feng berpindah keluar makam Dewa Han.
"Tidak akan bisa?." Wajah Xiao Ming mengeras agak kesal. "Dewa Fana yang arogan... Tapi kurasa dia layak seperti itu." Xiao Ming sendiri saja hanya ranah Bintang tahap 3.
Banyak kultivator yang memilih untuk tidak keluar dari makam Dewa Han karena tidak ingin terlibat pertarungan dua orang Dewa Fana.
....
Setibanya Shen Hao Feng di luar. Chang Jia, Fei Xuen dan lainnya sudah menunggu sejak tadi dan mereka menatap tajam pada cuaca tak lazim di depan.
"Semua..." Shen Hao Feng membesarkan tubuhnya setinggi 10 meter dan bercahaya emas. Cahaya itu menyinari tempat yang gelap hingga terlihat seperti aura cahaya melawan kegelapan.
Wajah Mong Haochen tembus dari energi Shen Hao Feng bersama ribuan pasukannya di belakang.
"Shen Hao Feng sudah lama tidak berjumpa. Kau benar-benar masih terjebak di ranah Dewa Fana itu ya." Mong Haochen tertawa mengejek.
Wajah Shen Hao Feng tetap datar tak peduli walah dia di hina tapi Chang Jia membalas Mong Haochen.
"Mong Haochen dasar kau tak tahu berterima kasih! 25.000 tahun yang lalu jangan lupa masih kucing berkulit gelap dan buangan di gang kecil!."
"Apa katamu Chang Jia?." Mong Haochen memasukan tangannya dengan paksa dan merobek energi emas yang melindungi mereka.
Fei Xuen, Chen Ming, Ning Mei dan beberapa prajurit tak mengerti apa yang terjadi tapi mereka mengeluarkan pedang mereka.
"Grandmaster, guru aku tidak tahu apa yang terjadi tapi aku akan bertarung bersama kalian!."
"Hm!." yang lain juga menarik pedang mereka untuk siap bertarung.
Mong Haochen menggeram. "Kalian manusia kecil tak tahu diri. dan untukmu Shen Hao Feng jika kau tidak memiliki jiwa para Dewa itu maka sebagai mantan temanmu aku bisa saja melepaskanmu."
Shen Hao Feng menyeringai tipis dan kedua matanya semakin bersinar. "Kau tahu kau adalah kucing piaraanku yang paling tidak jujur dan sekarang menjadi iblis?."
Mong Haochen berteriak keras hingga medan menjadi lebih kacau namun Shen Hao Feng masih bisa tenang.
"Chang Jia dan Fei Xuen kalian bawa kembali orang-orang kita masuk ke makam Dewa Han. Disana adalah tempat teraman."
"Apa? Tapi Guru-
"Jangan ada penolakan kali ini Chang Jia. Patuhi aku dan bawa mereka semua masuk ke dalam makam Dewa Han."
Bibir Chang Jia merapat lalu berbalik untuk membawa mereka bersembunyi di makam Dewa.
Naga emas Shen Hao Feng tiba-tiba keluar dari ruang dan menatap Mong Haochen dari atas langit.
"Naga Emas... Lama tak bertemu." Mong Haochen memakai perlengkapan artefak nya juga..
"Zirah kematian! Cakar Naga hitam!."
"Huh!." Mong Haochen terbang ke sisi depan Naga Emas dan menyerang tebasan silang yang amat besar hingga Kepala Naga Emas terputus.
Akan tetapi Shen Hao Feng membawa Mong Haochen ke alam semesta dimana tangan Shen Hao Feng memiliki Mong Haochen di atasnya.
"Apa ini? Dimana aku." Mong Haochen berteriak berbagai arah namun tidak ada respon.
"Percuma karena kau ada di alam semesta ku sendiri maka pasti kau akan mati, terima saja." sosok besar Shen Hao Feng sendiri menatapnya rendahan.
"Shen Hao Feng aku pastikan kau akan menyesal setelah mengatakan itu semua!." Mong Haochen melompat ke hadapan Shen Hao Feng.
"Teknik kedua. Bencana."