NovelToon NovelToon
OVERRATED

OVERRATED

Status: sedang berlangsung
Genre:Roman-Angst Mafia / Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi Parrie Rose, dunia adalah medan pertempuran tanpa henti. Setelah kematian ibunya, gadis berusia 20 tahun itu terpaksa tinggal di kediaman keluarga Ford, menghadapi kebencian sang ibu tiri, serta perlakuan dingin keluarga barunya. Label ‘anak haram’ melekat erat di dadanya, menjadikannya sasaran hinaan yang seolah tak pernah usai.

Setitik harapan muncul saat Parrie berhasil masuk ke universitas paling bergengsi di New York melalui jalur beasiswa. Namun, takdir kembali mempermainkannya.
Hari pertamanya di universitas langsung berubah menjadi mimpi buruk saat sosok dari masa lalunya hadir kembali: Dimitriou Kaetos Ashford, putra konglomerat dengan kekuasaan besar, kembali hadir di kehidupannya.

Di antara tekanan keluarga tiri, hierarki kampus elit, dan jeratan obsesi Kaetos,
Akankah Parrie mampu melepaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya, atau justru tenggelam dalam jerat permainan Kaetos?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Keheningan malam di kamar berukuran king-size milik Kaetos Ashford terasa begitu pekat dan hangat. Sisa-sisa pendar cahaya dari lampu tidur di sudut ruangan melukiskan bayangan samar dua sosok manusia yang baru saja menyelesaikan percintaan panas nan menguras emosi.

Aroma maskulin khas Kaetos yang berpadu dengan wangi lavender dari tubuh Parrie memenuhi udara kamar, menciptakan atmosfer yang intim, pasrah, dan penuh kerinduan.

Parrie Rose terbaring lemas dengan tubuh polosnya yang hanya ditutupi selimut tebal bernuansa abu-abu gelap. Kepala cantiknya bersandar di dada bidang Kaetos yang naik-turun secara teratur.

Rasa lelah yang teramat sangat menyelimuti seluruh persendian Parrie; terbangun di tengah malam akibat mimpi buruk Kaetos, disusul kehangatan pelukan dan penyatuan gairah yang membakar hingga jam Tiga Pagi, membuat kelopak mata Parrie terasa sangat berat untuk terbuka.

Kaetos merengkuh tubuh mungil itu semakin rapat ke dalam pelukannya. Tangannya yang kokoh mengusap punggung polos Parrie dengan ritme yang sangat lembut dan sarat akan perlindungan.

"Parrie..." panggil Kaetos tiba-tiba.

Suaranya serak, dalam, dan terdengar begitu tenang—tanpa sedikit pun nada menghakimi.

Parrie tidak membuka matanya. Namun, di tengah kesadaran yang remang-remang, ia mendengar dengan sangat baik.

"Maafkan aku," tutur Kaetos lirih, mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Parrie. "Sore tadi aku baru saja menerima laporan dari anak buahku... mereka lancang menyelidiki tempat tinggal barumu. Maafkan aku, Honey."

Parrie yang dalam kondisi terkulai lelah hanya bergumam halus di dada Kaetos, "Hm... aku memaafkanmu..."

Namun, sedetik kemudian, pemrosesan kata-kata itu di otak Parrie mendadak selesai.

deg.

Kedua mata teduh Parrie terbuka lebar secara instan. Rasa kantuk yang menggelayutinya sirna seketika. Gadis itu menegang di balik selimut dan mendongakkan kepalanya cepat.

"Hah...? M-menyelidikiku?!" seru Parrie kaget.

Kaetos menatap manik mata Parrie yang membelalak, lalu mengangguk pelan tanpa raut penyesalan berlebih selain permohonan maaf atas kelancangannya.

"Aku sudah tahu segalanya, Parrie," bisik Kaetos jujur, jemarinya mengusap helai rambut Parrie yang berantakan di dahi. "Setelah kematian ibumu, kau tinggal di Mansion Ford. Kau adalah putri dari keluarga Ford, dan Glenmore Ford adalah saudara tirimu. Maafkan aku karena sudah lancang mengetahui rahasiamu tanpa izin."

Parrie tertegun kaku. Lidahnya terasa kelu, dan jantungnya berdetak liar di dalam dada. Ia sama sekali tidak menyangka rahasia besar yang selama ini disembunyikan sang ayah dengan begitu rapi dan sempurna bisa terbongkar dalam semalam oleh jaringan informasi Kaetos yang mengerikan.

Rasa cemas melilit perutnya.

Jika Kaetos bisa mengetahuinya dengan begitu cepat, Parrie sangat khawatir jika di masa depan, rahasia kelam mengenai siapa ayah kandungnya dan hubungannya dengan tragedi masa lalu Kaetos juga akan terbongkar ke permukaan.

Namun, tepat tiga detik kemudian, sebelum ketakutan Parrie merayap semakin jauh, Kaetos kembali bersuara.

"Apa boleh aku ke Mansion Ford?" tanya Kaetos santai, tatapannya begitu tulus.

"Aku ingin memperbaiki hubungan dengan Glen, saudaramu. Aku memikirkan hal ini sepanjang malam... Bagaimana jika nanti kita menikah dan aku sama sekali tidak tahu-menahu soal keluargamu? Aku bahkan tidak dekat dengan saudaramu, walaupun dia hanya saudara tiri. Apa mereka baik padamu? Apa mereka memperlakukanmu dengan baik selama kau tinggal di sana?"

Parrie terpaku mendengar runtutan pertanyaan itu. Kecemasan yang sempat membakar dadanya perlahan-lahan luluh digantikan oleh pendar hangat yang mengalun di dalam hatinya.

Pria di hadapannya ini bukannya menghakimi statusnya sebagai anak haram dari keluarga Ford, melainkan mengkhawatirkan kenyamanannya dan memikirkan masa depan mereka.

Parrie terdiam sejenak, lalu sebuah senyuman manis dan bahagia terukir indah di bibirnya.

"Mereka memang tidak memperlakukanku dengan baik, Kae," jawab Parrie jujur dengan senyuman tipis. "Glen bahkan sangat memusuhi dan membenciku. Tapi... aku bisa menanganinya sendiri. Kumohon, jangan mengatakan kau bisa melakukan semua hal untukku, Kae..."

Parrie menghela napas panjang, menatap wajah tampan Kaetos dengan mata yang perlahan berkaca-kaca karena haru.

"Lagipula... kau membahas hal yang sangat jauh, Kae," goda Parrie seraya menyunggingkan senyum jail. "Menikah...? Hmm, tapi sepertinya menikah denganmu adalah ide yang sangat luar biasa! Aku nanti hanya perlu hidup santai dan memerintahkan para pelayan. Pelayan satu akan memijat tanganku, pelayan lainnya memijat kakiku, dan aku akan dipanggil Nyonya Besar Ashford!"

Parrie tertawa kecil mendengarnya sendiri, membayangkan skenario konyol itu di dalam kepalanya.

"Ya, ya, ya! Aku pasti akan sangat menantikannya!" seru Parrie dengan pendar mata yang berbinar dan senyuman paling manis yang ia miliki.

Kaetos terkekeh pelan, mengusap pipi Parrie yang merona. "Sungguh manis, Parrie... Aku akan mengabulkan semua Harapanmu. Aku ingin mansion kita nanti sangat ramai dengan anak-anak kita."

"Anak-anak...?" Parrie tersentak, menghentikan tawanya. Manik matanya menatap Kaetos dengan raut tidak percaya. "Anak-anak...? Itu artinya lebih dari satu, begitu?" tanya Parrie seraya mendongak, menatap wajah Kaetos yang kini tampak sangat tanpa dosa.

"Hm, anak-anak," jawab Kaetos mengangguk pasti tanpa ragu sedikit pun. "Dua perempuan dan dua laki-laki. Bukankah empat anak terlihat sangat sempurna untuk meramaikan rumah kita?"

"Kau kejam, Kaetos!" seru Parrie refleks memukul dada bidang Kaetos. "Bagaimana mungkin?! Aku tidak akan mau melahirkan anak sebanyak itu! Tubuhku bisa remuk! Aku hanya akan melahirkan satu anak perempuan saja. Cukup satu! Dan dia akan kuberikan nama Penny."

Kaetos mengerutkan dahinya dalam-dalam. "Penny...? Nama apa itu? Nama anjing atau nama anak kita nanti?"

DEG.

Kalimat singkat Kaetos telak menghantam pride Parrie. Wajah gadis itu seketika berubah merah padam karena gusar.

"Kau... menyamai nama anak masa depanku dengan nama anjing?!" jerit Parrie tidak terima.

"Memang terdengar seperti nama anjing ras Poodle, Parrie," sahut Kaetos polos namun dengan nada yang memancing emosi. "Bagaimana bisa kau memberikan nama sebagus itu untuk seekor anjing, tapi ingin menggunakannya pada putriku?"

"Kaetos Ashford! Penny itu nama yang sangat lucu dan anggun!" protes Parrie berang.

Dalam keadaan telanjang bulat di balik selimut, gadis itu mencoba bangkit menduduki perut Kaetos untuk memprotes, namun selimutnya melorot menyisakan pemandangan indah yang langsung membuat mata Kaetos menggelap.

"Lucu untuk anjing, bukan manusia," cibir Kaetos miring.

"Kau brengsek! Tarik ucapanmu!" Parrie memukul-mukul bahu Kaetos gemas.

Sebelum Parrie berhasil melancarkan pukulan berikutnya, Kaetos dengan cepat membalikkan posisi mereka. Dalam satu gerakan lincah dan dominan, Kaetos menindih tubuh polos Parrie di bawahnya, mengunci kedua tangan Parrie di atas kepala dengan satu genggaman kokohnya.

"Aww!" pekik Parrie saat Kaetos dengan sengaja mendaratkan satu pukulan gemas yang cukup keras di bokong mulusnya.

Plak!

"Kae! Kau memukul bokongku?!"

"Hukuman karena calon ibu dari anak-anakku berniat memberikan nama anjing untuk putri pertama kita," goda Kaetos dengan senyuman penuh kejahilan, menundukkan kepala untuk menyesap leher halus Parrie yang membuat gadis itu menggeliat kebasahan.

"Lepas! Aku tidak mau! Dan aku tetap akan menamainya Penny!" seru Parrie pantang menyerah meski napasnya mulai memburu akibat sentuhan Kaetos.

"Kalau begitu, mari kita buat 'Penny' itu sekarang," bisik Kaetos dengan suara parau yang amat seksi di depan bibir Parrie. Tangannya yang bebas mulai merayap turun melintasi pinggang ramping Parrie, memancing gejolak panas yang belum sepenuhnya padam. "Kita punya waktu sampai pagi sebelum berangkat ke kampus..."

"T-tidak mau!" tolak Parrie cepat, menyembunyikan wajahnya di dada Kaetos untuk menghindari ciumannya.

"Aku tidak mau bercinta lagi! Selangkanganku sudah sangat sakit karena kelakuan monstermu! Kalau kita melakukan itu lagi sampai pagi, aku bisa berjalan seperti penguin di kampus nanti!"

Kaetos tertawa lepas—sebuah tawa renyah yang sangat jarang terdengar dari bibirnya. "Aku bisa menggendongmu ke kelas kalau kau kesulitan berjalan, Honey."

"Jangan konyol, Kaetos! Nanti orang-orang berpikir aku baru saja dihantam truk!" bentak Parrie dengan alasan yang membuat Kaetos semakin terpingkal-pingkal.

"Baiklah, baiklah..." Kaetos akhirnya mengalah, mengecup dahi Parrie dengan penuh kasih sayang dan memeluk tubuh hangat itu rapat-rapat di dadanya. "Kita simpan pembuatan 'Penny' untuk nanti malam."

"Sudah kubilang nama anak kita Penny!" gumam Parrie gusar, memusatkan kepalanya di ceruk leher Kaetos.

Kaetos tersenyum miring, menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang sudah terencana. "Terserah kau saja, Honey. Tapi besok sore, aku tetap akan membeli seekor anak anjing Poodle berbulu cokelat... dan aku akan menamainya Penny di depan wajahmu."

"KAETOS BRENGSEK! AKU BENCI KAU!" jerit Parrie frustrasi yang hanya dibalas oleh tawa hangat Tuan Muda Ashford di tengah kesunyian pagi yang perlahan menyongsong New York.

1
Yusry Ajay
nambah lagi Thor 🤗🤗🤗
Yusry Ajay
up... lagi kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap🤭
total 1 replies
Debu Nakal
baru 2 ya thor hari ni. masih dtunggu lho 😅
Rosdianah 🌷: sabarrr🤣
total 1 replies
safaana
good job parrie aku mendukungmu
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
safaana
kenapa informasi kehidupan parrie gak ketahuan ya sama asford
safaana
menyesal sudah tak berlaku lagi parrie,,lagi2 kejujuran adalah kuncinya,kenapa gak dari dulu jujurnya
Rosdianah 🌷: mereka kurang komunikasi
total 1 replies
Yusry Ajay
sedih🥺🥺🥺 lihat kaetos Thor 🥺🥺
Rosdianah 🌷: author minta maaf 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
paling sad ini dr semua cerita keluarga ashford😭
Rosdianah 🌷: huhuh🥲
total 1 replies
Debu Nakal
hatiku terbolak balik
Rosdianah 🌷: Wehh🤭
total 1 replies
Debu Nakal
jgn up besok lah
Debu Nakal
kabar duka ini
Nita Nita
😄😄😄😄😄 ga bisa berkata2 🤭
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Nita Nita
hazel up dong kak
Rosdianah 🌷: eh bentar kak, masih tahap revisi 🤭🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih Thor uda up bnyk 2🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: Sama2 Kak🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
lope sekebon thor buat up nya😍
Rosdianah 🌷: happy reading 🫶
total 1 replies
Nita Nita
wesss mantap 🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
untuk kali ini nglunjak thor,up lagi dong 🤭
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Nita Nita
ko kaya mafia gadungan ,,, masa info cma sepotong2 😣
Rosdianah 🌷: ngakak 🤣
total 1 replies
Debu Nakal
jari masih pengin scroll trs thor 😅
Yusry Ajay: hu.... nikah koq serem Thor 😶😶😶
total 2 replies
Vtree Bona
Gimana nasibnya parie kak Thor 😭
Rosdianah 🌷: Ada ditangannya author 😭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!