NovelToon NovelToon
Papaku King Mafia

Papaku King Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Action
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Ardio adalah seorang mafia kejam sejak kematian istri yang meninggal karena di bunuh oleh musuhnya, padahal istrinya bari melahirkan seorang bayi.

Setelah kepergian istrinya, ia menjadi bertambah kejam, meskipun begitu, ia sangta lembut kepada putri kecilnya yang bernama Adel, bahkan menggantikan popok pun ia mau bahkan rela begadang agar buah hatinya tidak terganggu oleh masalah.

Hari ini ia sedang mengeksekusi penjahat yang ingin menganggu bisnisnya, Tiba-tiba saja ia mendapat telpon dari pengasuh anaknya jika Adel tidak bisa tidur tanpa dirinya, dan ia rela pulang, dan menyurh anak buahnya untuk mengeksekusi penjahat tersebut.

Meskipun ia mafia kejam, tapi ia adalah ayah yang penyayang.

Adel pun berusia masuk SMA favorit, tapi ia mendapatkan pembullyan daei teman Sekolahnya karena ada seorang pria primadona yang mendekatinya.

Sementara ia tidak sedikit pun menyukai sang primadona tersebut.

Tapi Adel menyimpan sendiri pembullyan itu hingga akhirnya di ketahui oleh Ardio.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Wijaya, ayah Sisca, sedang menyesap cerutu di ruang kerjanya, tiba-tiba saja seluruh ponsel dan telepon rumah berdering secara bersamaan tanpa henti.

"Halo?! Ada apa malam-malam begini?!" bentak Wijaya kesal saat mengangkat telepon kantornya.

"Tuan Wijaya! Bencana, Tuan!" suara sekretaris utamanya terdengar histeris di ujung telepon.

 "Seluruh investor utama tiba-tiba menarik saham mereka detik ini juga! Bank nasional baru saja membekukan seluruh rekening perusahaan dan pribadi Anda! Bahkan otoritas pajak mendadak menyegel pabrik tekstil kita atas tuduhan kejahatan finansial skala berat!" teriak sekretaris itu panik

Wijaya tersentak, berdiri hingga kursinya terguling ke belakang.

"Apa?! Jangan gila kamu! Siapa yang berani melakukan itu pada perusahaanku?!" kata Wijaya

Belum sempat sekretarisnya menjawab, pintu depan rumah Wijaya itu didobrak paksa dari luar.

BAM!

Pintu rumah jebol dan jatuh ke lantai.

"Papa! Tolongggg!" teriak ibu Sisca menjerit ketakutan melihat Puluhan pria berjas hitam dengan senjata api otomatis bersperedam menerobos masuk.

Mereka melumpuhkan seluruh penjaga rumah dalam hitungan detik tanpa suara.

Sisca yang baru saja keluar dari kamarnya dengan piyama sutra berlari ke balkon lantai dua dengan wajah pucat pasi.

 "Papa! Papa, ada orang-orang jahat masuk!" teriak Sisca.

Wijaya berlari keluar ruang kerja, gemetaran hebat saat melihat barisan pria berjas hitam telah mengepung ruang tengah mereka.

Dari balik kerumunan pengawal seorang pria melangkah mendekat dengan tatapan membunuh. Dia adalah Ardio.

Di sampingnya, Reno berdiri membawa sebuah koper hitam.

"K-kalian siapa?! Kalian tahu siapa saya?! Saya Wijaya! Pemilik PT Wijaya Tekstil! Saya bisa laporkan kalian ke polisi!" jerit Wijaya panik, mencoba terlihat berani.

Ardio melangkah pelan tanpa suara. Ia tidak memandang Wijaya, melainkan menatap ke arah Sisca yang berdiri gemetaran di lantai dua.

"Keluarga Wijaya... Satu jam yang lalu, kamu memang pemilik PT Wijaya Tekstil. Tapi detik ini... kamu hanyalah seorang pengemis tanpa sepeser pun uang di bank!" bisik Ardio, suaranya yang berat.

Wijaya menelan ludah, dadanya sesak oleh ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

"S-siapa kau sebenarnya?! Kenapa kau menghancurkan bisnisku?!" teriak Wijaya terbata-bata.

Reno melangkah maju satu langkah, lalu membacakan berkas di tangannya.

"Atas perintah sang King Mafia, Ardio. Dalam waktu tiga puluh menit terakhir, seluruh aset keluarga Wijaya telah disita, rumah ini telah dilelang paksa, dan surat penangkapan atas kasus korporasi Tuan Wijaya sudah diterbitkan," kata Reno dengan lantang.

Tubuh Wijaya seketika lemas.

Sebagai pebisnis kelas atas, ia tahu betul siapa Ardio, sosok penguasa tertinggi di dunia bawah yang mengendalikan jaringan ekonomi terselubung dan tidak ragu memusnahkan siapa pun yang mengusiknya.

"B-Bos Ardio...? Kenapa... kenapa Bos Besar turun tangan sendiri menghancurkan keluarga kecil kami? Salah apa yang pernah saya perbuat pada Anda?!" bisik Wijaya dengan suara yang bergetar hebat dengan mata berair.

Ardio menghentikan langkahnya tepat di depan Wijaya yang sedang berlutut.

Ia menunduk, menatap Wijaya dengan pandangan penuh celaan.

"Salahmu?" Ardio terkekeh pelan.

"Salahmu adalah... kamu membiarkan putri kecilmu menyiram air kotor dan mengunci putri tunggalku di toilet sekolah, menjambaknya dan mendorongnya ke lantai sore tadi!" kata Ardio dingin.

DEG!

Sisca merasa jantungnya berhenti berdetak seketika. Tubuhnya seketika jatuh ke lantai.

"P-putri... tunggal...?" gagap Sisca, wajahnya berubah menjadi pucat.

Sisca teringat gadis kelas sepuluh yang sore tadi ia bully habis-habisan, Adelia, gadis yang selalu tampil sederhana, pulang naik angkot, dan tidak pernah memamerkan kekayaan.

Gadis yang ia siram air kotor itu... adalah putri tunggal dari raja mafia paling kejam dan ditakuti di negara ini.

"Adel... Adelia...? T-tidak... tidak mungkin! Dia cuma anak biasa... dia cuma cewek miskin!" bisik Sisca histeris dengan tubuh gemetar.

"Cewek miskin yang kamu sebut itu... adalah pemilik tunggal dari seluruh kekayaan yang tidak akan pernah sanggup kamu bayangkan seumur hidupmu!" pukas Ardio seraya mendongak menatap Sisca dengan tatapan membunuh.

Ibu Sisca bersujud di kaki Ardio sambil menangis histeris.

"Ampun, Tuan! Ampun! Kasihanilah kami! Sisca masih kecil, dia tidak tahu apa-apa!" pintar Ibu Sisca memohon

"Kasihan? Saat putri kalian menyiram putriku dan menjambak rambutnya... apa kalian menanyakan rasa kasihan itu padanya?" tanya Ardio menendang tangan wanita itu dengan ujung sepatunya.

Wijaya melihat ke arah Sisca dengan mata memerah penuh amarah.

"SISCA! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN, ANAK BODOH?! KAMU MENGHANCURKAN KITA SEMUA! KAMU MEMANCING IBLIS!" jerit Wijaya histeris, menangis meratapi kehancuran hidupnya.

Sisca terduduk di lantai balkon, menangis sesenggukan dengan penyesalan luar biasa.

Ardio merapikan kerah jasnya, lalu berbalik membelakangi keluarga yang sedang menangis histeris meratapi kehancuran mereka.

"Bawa Wijaya ke kantor polisi. Dan untuk anak perempuan itu... pastikan nama Sisca dikeluarkan dari seluruh sekolah di negara ini besok pagi. Biarkan dia merasakan bagaimana rasanya hidup di dasar neraka!" perintah Ardio dingin pada para pengawalnya.

"Siap, Bos Ardio!"

Jeritan dan tangis kesedihan keluarga Wijaya yang sangat memilukan.

Ini adalah sebuah pengingat mengerikan bagi siapa pun yang berani menyentuh putri sang King Mafia.

1
Ariany Sudjana
Marcos ternyata seorang pengkhianat, karena serakah 🤣🤣
Ariany Sudjana
wah seru ini
Tosari Agung
kak less buat ardio jadi psikopat karena dia akan dapat target utamanya si voctor itu
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Adelia bisa diselamatkan, tetap waspada yah
Diana Lely
Nah gitu dong...bantu anaknya gemes aku bacanya
siti Syamsiar
lanjut thor👍👍👍👍👍
less22: siappppp
total 1 replies
Siiealan
setiap bab terlalu pendek
Ambu Rinddiany Thea
rasain loh ,
Ambu Rinddiany Thea: 😂🤭/Facepalm/
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
mening ga usah d tutup tutup lah ardio drpd adel ntar tau dr orang lain , mening cerita pelan2 selain pengusaha , papa mu ini seorang mafia /Grievance//Applaud/
less22: ehaaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
gas ngeeeeng adel , jadilah wanita terkuat ya 🫠
Ambu Rinddiany Thea
hadiiir ka lessss , maaf baru sempet buka 🤭,klo bisa anaknya juga d ajarin bela diri ya ka les biar yg buli tunduk smaa adel , kasian donk masa ayahnya mafia kelas kakap anaknya ga bisa apa2 ya ka less 🤭 /Pray/
Ambu Rinddiany Thea: iiih keren ath laaah /Ok//Good//Heart/
total 2 replies
Luna
wah MC nya mas duda lagi👍,🤭🤭🤭
less22: asoyyyyyyyyy🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!