NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali ke Mansion Harrington

"Orang-orang suruhan Leonor yang buntutin kamu sudah pergi, Eve." ujar Matthew pelan. Suaranya agak berat, kelihatan banget masih ada sisa panik dan amarah yang berusaha ditahannya. Jemari tangannya merengkuh lembut tengkuk Evelyn, lalu mengecup dahinya cukup lama. "Kamu berani banget, Eve... tapi jujur, aku cemas setengah mati. Coba katakan padaku, apakah kamu menikmati ciuman itu Eve?"

Evelyn bersandar makin nyaman di dada bidang Matthew yang kokoh, detak jantung pria itu yang terpacu cepat. Senyuman tipis dan puas terukir di bibirnya. Dia memeluk erat gadis itu sambil masih terus berbisik betapa khawatirnya ia dan betapa takutnya ia. Takut kalau kebersamaan mereka itu hanya mimpi dan Evelyn menipunya. Takut kalau Evelyn ingin kembali dengan Cedric dan menganggap Matthew penipu yang memanfaatkan kondisinya.

Evelyn tersenyum geli mendengar kegelisahan Matthew dan menarik pria itu ke dalam ciuman hangatnya. Bahkan setelah beberapa lama saat ciuman mulai berbahaya pun, Evelyn tidak melepaskan Matthew. Ketika ia menghentikan ciumannya, Evelyn menatap lembut pria di hadapannya, mencium pipi dan bersandar nyaman di dadanya yang bidang.

Matthew merasa tenang dan nyaman. Ada rasa kepuasaan tersendiri setelah gadis yang dicintainya ini memiliki rasa yang sama dengannya.

Evelyn menunjukkan catatan yang ditinggalkan Cedric lengkap dengan kotak perhiasan dan gaun untuk pesta dansa minggu depan. Matthew menatap catatan itu, dan membacanya lirih "i love you" Evelyn mendengarnya dan berkata "i love you too Matthew" dan pria itu pun tersenyum mendengarnya.

Mobil mewah itu membelah pekatnya malam, meluncur menembus jalanan sunyi menuju mansion Harrington. Di sepanjang perjalanan, Matthew tidak sekalipun melepaskan genggaman tangannya dari jemari Evelyn, mengusap punggung tangan cewek itu lembut.

Begitu mereka tiba kembali di mansion, Sebastian sudah menyambut di depan pintu dengan raut wajah serius. Di dalam ruang keluarga yang hangat, Samantha rupanya sudah menunggu sambil menyeduh teh.

"Lancar?" tanya Samantha begitu ke arah mereka berdua.

"Umpannya dimakan bulat-bulat," sahut Evelyn sambil meletakkan kotak gaun di atas meja. "Cedric langsung kabur bawa cincin tiruan itu pas aku pura-pura ke kamar mandi."

Samantha tertawa dingin. "Bagus. Karena sejam yang lalu, jaringan pengawasanku mendeteksi pergerakan dari Leonor. Begitu Cedric bawa cincin itu, ibunya langsung mengecap draf dokumen pengalihan aset Pendragon. Mereka sudah menang malam ini."

"Mereka pikir mereka pahlawan di cerita ini," timpal Matthew dingin sambil mendudukkan dirinya di samping Evelyn. "Padahal mereka cuma sedang menggali kuburan mereka sendiri."

Samantha berdiri, merapikan gaun birunya yang elegan. "Semua bukti dokumen palsu, jejak transaksi, sama saksi dari bank sudah ku pastikan aman. Di pesta ulang tahun kekaisaran minggu depan, begitu Leonor mencoba mengumumkan pengambil alihan aset di depan publik... aku yang bakal serahkan berkas kejahatan mereka langsung ke tangan pengawal kekaisaran."

Dia menatap Evelyn dan Matthew bergantian, raut wajahnya melunak.

"Istirahatlah kalian berdua. Seminggu ke depan bakalan jadi minggu yang melelahkan," pamit Samantha pelan sebelum melangkah keluar dari ruangan.

Evelyn menyandarkan kepalanya di dada bidang Matthew, mendengarkan detak jantung pria itu yang pelan-pelan makin tenang. Rasa takut akan kematian kesembilan sudah hilang sepenuhnya. Evelyn sudah siap menyambut malam pesta dansa itu. Karena di kehidupan yang lalu, sehari setelah pesta dansa, rencana pembunuhan terhadap diri nya terlaksana dengan baik.

Matthew membawa Evelyn ke ranjangnya dan seperti biasanya, memeluk gadis itu sambil tertidur pulas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!