NovelToon NovelToon
Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Reyna: Putri Asli Yang Kembali Untuk Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Putri asli/palsu
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Dibuang oleh keluarga sendiri. Dikhianati oleh orang yang paling ia percaya. Dan kehilangan segalanya karena ulah mereka.
Reyna pernah menjalani hidup seperti itu sampai kematian menjadi satu-satunya akhir yang tersisa.

Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa lalu. Kali ini, Reyna tahu siapa yang akan mengkhianatinya.

Mereka mengira Reyna masih gadis naif yang mudah dimanfaatkan, namun mereka salah.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, Reyna akan merebut kembali apa yang menjadi haknya, melindungi orang-orang yang dulu gagal ia selamatkan, dan membongkar satu per satu kebusukan yang pernah menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Cahaya fajar yang pucat mulai merembes melalui celah-celah tirai tebal di vila safe house Puncak. Udara pagi itu dingin dan berbau tanah basah serta daun pinus. Di dalam ruang kerja yang kini berubah menjadi pusat komando digital, hanya terdengar suara dengungan pendingin server dan ketukan cepat jari-jari Nadia di atas keyboard.

Reyna duduk di sofa, secangkir kopi hitam yang sudah dingin berada di tangannya. Matanya yang lelah tidak menunjukkan sedikit pun keraguan.

"Semua paket data sudah siap, Nona," lapor Nadia, matanya tidak lepas dari layar monitor. "Buku besar asli V-Global Holdings, lengkap dengan catatan penggelapan dana dari sindikat Eropa dan kartel Asia Timur. Saya telah mengacak asal pengirimannya melalui ratusan server proxy di seluruh dunia. Tidak ada yang bisa melacaknya kembali ke kita."

"Kirimkan," perintah Reyna datar.

"Ke mana tepatnya, Nona?"

"Ke alamat email pribadi dari dua puluh pemimpin sindikat kriminal yang dananya dicuri oleh Raka selama lima tahun terakhir," jawab Reyna, meneguk kopi pahitnya. "Raka pikir dia bisa menyembunyikan dirinya di pulau pribadi dengan sistem keamanan tingkat militer. Tapi dia lupa, uang adalah darah bagi orang-orang seperti itu. Ketika mereka tahu darah mereka dicuri, mereka tidak akan memanggil polisi. Mereka akan memanggil algojo."

Nadia menekan tombol Enter. Sending... 100%.

"Langkah pertama selesai," ucap Nadia, bersandar di kursinya. "Sekarang, kita tunggu reaksinya."

***

Delapan ratus kilometer dari sana, di tengah lautan lepas, pulau pribadi Raka Adityama diselimuti oleh kabut pagi yang tebal. Di dalam bunker bawah tanah yang berfungsi sebagai pusat data, udara terasa dingin dan berbau ozon.

Raka duduk di kursi kulitnya, jari-jari yang dipenuhi cincin emas mengusap bekas luka bakar di wajah kanannya. Di hadapannya, Maya berdiri dengan postur tegak, melaporkan kegagalan misi di Singapura.

Tiba-tiba, ponsel satelit Raka bergetar. Lalu yang kedua. Lalu puluhan notifikasi mulai bermunculan di layar komputer utama di dinding, menampilkan peringatan merah dari rekening-rekening luar negerinya.

"Tuan," suara salah satu operator terdengar panik. "Rekening kita di Swiss, Kepulauan Cayman, dan Makau... semuanya baru saja dibekukan secara sepihak oleh pihak ketiga. Ada transfer dana keluar secara massal ke rekening penampung yang tidak kita kenal!"

Raka berdiri, kursinya terjatuh ke belakang. Matanya yang tajam menyala oleh amarah yang membakar nalar. "Siapa yang meretas kita?! Bagaimana mereka bisa menembus enkripsi lapis tujuh kita?!"

"Kami tidak di hack, Tuan," operator itu menelan ludah, wajahnya pucat pasi. "Seseorang... seseorang mengirimkan buku besar asli kita. Buku besar yang berisi catatan pencucian uang untuk Kartel Volkov dan Triad Naga Merah. Data itu sekarang sudah di tangan mereka."

Darah seolah surut dari wajah Raka. Ia tahu apa artinya ini. Kartel dan Triad tidak akan meminta penjelasan melalui pengadilan. Mereka akan mengirim tim pembunuh. Pulau ini mungkin memiliki keamanan tingkat militer, tapi tidak ada yang bisa menahan serangan bunuh diri dari orang-orang yang sudah tidak punya apa-apa lagi untuk kehilangan.

"Reyna Arland..." geram Raka, suaranya bergetar oleh kemarahan yang murni. Gadis itu tidak hanya bertahan; dia membalikkan serangan dengan kecepatan yang tidak masuk akal.

"Tenang, Tuan," ucap Maya, matanya menyipit dingin. "Dia menyerang aset kita di luar negeri. Tapi di Jakarta, dia masih sendirian. Izinkan saya meluncurkan fase kedua. Kita hancurkan reputasinya di mata publik hari ini. Biar dia sibuk mengurus serigala-serigala di dalam negeri."

Raka menatap Maya, napasnya memburu. "Lakukan. Bakar dia hidup-hidup di mata masyarakat. Pastikan tidak ada satu pun direksi yang berani membelanya."

1
Susi Nugroho
Lanjut
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!