NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Terjebak.

Jiwa Yang Terjebak.

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kontras Takdir / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Menjalani kehidupan yang cukup sulit akibat terlilit hutang-hutang ayahnya membuat Diva terkadang ingin merasakan bagaimana enaknya menjadi orang kaya. Namun siapa sangka, suatu kejadian yang menimpanya membuat jiwa Diva terjebak dalam raga orang lain, sehingga gadis itu menyadari bahwa tidak semua orang yang terlahir kaya bisa menikmati hidupnya. Semua manusia pasti tercipta dengan sifat dan ujian yang berbeda-beda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Belum lama Diva menempati tempat duduknya, tiba-tiba pandangan wanita itu menangkap keberadaan sekretaris Elio menempati salah satu meja tamu. Wanita itu duduk bersama seorang pria. Belum lama berselang, Diva menyaksikan Erin beranjak dari tempat duduknya.

"Erin datang ke acara ini untuk mendampingi saudara sepupunya, jadi jangan berpikir untuk membuat kekacauan!." Tutur Elio menyadari arah pandang istrinya.

"Mas tidak perlu khawatir! Lagipula, aku tidak punya tenaga lebih untuk menciptakan kekacauan, terlebih untuk merusak acara bahagia orang lain." Balas Diva dengan seulas senyum di bibirnya.

Erin nampak menghampiri meja Elio dan Diva.

"Selamat malam, tuan.... selamat malam nyonya Calista." Sapa Erin dengan ramahnya.

"Selamat malam, nona Erin." Diva membalas sapaan Erin sambil mengembangkan senyum di bibirnya, hal yang dulu sangat mustahil dilakukan oleh Calista pada wanita itu.

"Permainan apa sebenarnya yang coba kamu mainkan, Calista?." Batin Erin. Wanita itu bingung. Biasanya, setiap kali ia sengaja memancing reaksi Calista dengan sengaja mendekati Elio, wanita itu akan langsung marah. Tetapi, kali ini tidak sama sekali.

Diva diam saja, hingga akhirnya pandangannya secara tidak sengaja menangkap keberadaan seseorang yang sangat dikenalinya.

"Bukankah itu Rika?." Batin Diva saat melihat seorang pelayan menyajikan menu di meja tamu. Diva menajamkan penglihatannya untuk memastikan apakah benar wanita yang mengenakan seragam pelayan tersebut adalah sahabatnya atau bukan. "Benar....itu Rika." Batin Diva setelah memastikan ia tidak salah orang. Ia lantas bangkit dari duduknya hendak menyusul sahabatnya yang kini berlalu.

"Kamu mau ke mana?." Tanya Elio.

"Ke toilet." Diva menoleh sejenak, sebelum sesaat kemudian kembali melanjutkan langkahnya. Jujur, Elio tidak menyangka sedikitpun istrinya itu akan membiarkan dirinya duduk berduaan dengan Erin seperti sekarang ini.

"Kembalilah ke meja mu, Erin! Aku tidak ingin sampai ada gosip tidak enak diantara kita nantinya." Faktanya, sekalipun ada yang menyadari ia dan Erin duduk berdua saja, tentu saja tidak akan ada gosip, mengingat semua orang tahu bahwa Erin adalah sekretarisnya. Akan tetapi, Elio tidak nyaman berduaan dengan wanita lain.

"Tapi Elio_."

"Please..." Potong Elio sambil menuding ke arah meja yang sebelumnya ditempati oleh Erin.

"Baiklah." Dengan berat hati Erin bangkit dan kembali ke mejanya semula, bergabung dengan sepupunya.

"Rika...." Seruan seseorang membuat pemilik nama sontak menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.

"Anda memanggil saya, nyonya?." Wanita itu menuding pada diri sendiri sambil menatap wanita cantik yang kini melangkah cepat ke arahnya.

"Aku sangat merindukanmu, Rika."

Wanita bernama Rika tersebut dibuat kaget bukan main saat wanita cantik yang dikenalnya sebagai istri dari salah seorang pengusaha terkenal, Elio Dirgantara, tiba-tiba memeluknya dengan erat.

"Maaf nyonya." Rika mencoba melepaskan pelukan Diva karena merasa wanita kelas atas seperti wanita cantik itu tidak pantas melakukannya pada seorang pelayan sepertinya. "Sepertinya anda salah orang, nyonya.

"Apa kamu tidak mengenaliku, Rika?." Diva meraih tangan Rika dan membawanya ke dalam genggaman. "Ini aku Diva, sahabat kamu." Saking tak menyangka bisa bertemu lagi dengan sahabatnya yang sudah dua tahun terakhir merantau ke ibukota untuk bekerja, Diva sampai lupa bahwa saat ini jiwanya terjebak di dalam raga seorang wanita cantik bernama Calista.

"Maaf nyonya, saya harus segera kembali bekerja." Bukan hanya Rika, siapapun bila berada diposisinya saat ini pasti akan menganggap wanita cantik dihadapannya itu sedang mengada-ngada.

Kini Diva baru menyadari sesuatu, mengapa sampai sahabatnya itu tidak mengenali dirinya. "Tunggu!." Diva mencekal lengan Rika pada saat wanita itu hendak berlalu meninggalkannya.

"Sungguh, aku ini Diva, Rika." Kedua bola mata Diva mulai berkaca-kaca, berharap Rika percaya padanya.

Rika nyaris kehilangan kesabaran karena Diva tak juga melepaskan cekalan tangannya pada lengan Rika.

"Saya memang hanyalah seorang pelayan rendahan, tetapi saya masih waras. Jadi, tolong biarkan saya melanjutkan pekerjaan saya, nyonya." Setelah mengatakan kalimat tersebut Rika lantas menepis pelan cekalan tangan Diva pada lengannya kemudian berlalu.

Tidak ingin sampai kehilangan kesempatan, Diva pun berkata. "Dulu, di saat semua orang menuduhku mengambil pulpen teman sekelas kita, kamu adalah satu-satunya orang yang percaya bahwa aku tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Bukan hanya itu saja, kamu bahkan sampai menghajar Robi karena pemuda itulah pelaku yang sesungguhnya."

Deg

Rika terpaku mendengarnya. Tidak mungkin nyonya Elio Dirgantara bisa tahu tentang story masa SMA di antara dirinya dan sahabat baiknya itu kecuali, wanita itu benar-benar Diva.

"Jika sahabat baikku saja tidak percaya padaku, lalu bagaimana dengan orang lain. hiks...hiks..hiks..."

Rika berbalik badan saat mendengar lirih Isak tangis. Wanita itu mendekat dan membantu Diva kembali menegakkan tubuhnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi?." Walaupun semua itu masih sulit untuk diterima oleh akal sehatnya, namun Rika mencoba untuk percaya pengakuan Diva.

"Malam itu....." Diva lantas bercerita. Di mulai dari kejadian di mana ia dikejar oleh anak buah si lintah darat tempat ayahnya meminjam uang untuk digunakan bermain judi, hingga dirinya berakhir terbangun di dalam raga orang lain.

"Astaga...." Rika sampai menutup mulutnya dengan telapak tangan setelah mendengar semua cerita Diva. Ia pikir kejadian seperti itu hanya terjadi pada alur cerita di sebuah sinetron, tapi kenyataannya terjadi pada sahabat baiknya sendiri.

"Aku tidak mengenal siapapun di sini, Rika." Wajah Diva semakin terlihat sendu. Jujur, sebagai manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan tentunya Diva merasa takut hidup terjebak di dalam raga orang lain, terlebih ia tidak tahu pasti siapa yang benar-benar baik dan siapa yang hanya berpura-pura baik terhadap sosok Calista.

Rika langsung memeluk Diva. "Jangan takut, ada aku di sini bersamamu!." Rika coba menguatkan Diva.

"Lalu, apa rencanamu sekarang?." Tanya Rika. Kini keduanya telah duduk di bangku besi yang berada di salah satu koridor kitchen hotel yang cukup sepi dari para pegawai yang berlalu lalang.

"Aku ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada ragaku. Dan untuk itu, tentunya aku harus kembali ke kampung halaman kita, Rika."

"Kalau begitu, kenapa tidak segera pulang kampung saja?."

"Masalahnya, saat ini jiwaku terjebak di raga nyonya Calista, dan pastinya tuan Elio tidak akan semudah itu mengizinkan aku pergi tanpa alasan yang jelas."

"Kamu butuh bantuan apa dariku?." Setelah mendengar penuturan Diva, Rika lantas bertanya.

Diva lantas membisikan sesuatu ke telinga Rika.

"Baiklah. Aku akan mencoba membantumu sebisaku."

"Thanks, Rika." Diva merasa mendapat secercah harapan setelah tidak sengaja bertemu dengan sahabat baiknya itu.

Menyadari sudah cukup lama ia meninggalkan Elio, Diva lantas berpamitan pada Rika. Namun sebelum berlalu, Diva meminta nomor kontak Rika.

"Kamu dari mana saja? Kenapa lama sekali?." Cecar Elio.

"Aku tidak sengaja bertemu dengan sahabat lama tadi, ternyata dia bekerja di restoran ini." Diva mengakui Rika sebagai sahabatnya di hadapan Elio.

"Jadi kamu berteman dengan manager hotel ini." Tebak Elio.

"Dia bukan manager, hanya pelayan biasa."

"Pelayan?." Ulang Elio dengan tatapan tak percaya. Bukannya ingin merendahkan profesi pelayan, Elio hanya terkejut, mengingat seperti apa sifat dan watak Calista yang dikenalnya selama ini.

1
Yallend Mungil
sdh ngk up lg yah thor
Felycia Fernandez
dasar pelakor jalang...
Real ya pelakor banyak gak sadar diri dan gak tau posisi...🤣🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
ternyata Erin musuh dalam selimut,awas kau Erin sebentar lagi kejahatan mu ke Calista terbongkar, tunggulah hukuman berat menantimu
Yallend Mungil
tdk bs di triple bab kah thor... masa 2 or 3 hari up 1 bab saja🤦
Selvia: diusahakan ya syng, soalnya lagi kurang sehat Kemarin makanya nggak update 🙏🙏
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
Elio...... perjuanganmu untuk menaklukkan kembali hatinya Calista, akan lebih berat lagi
Uba Muhammad Al-varo
bagus Diva tunjukkan kepada yang lain, Calista sekarang wanita yang kuat, tangguh, mandiri dan nggak gampang ditindas 💪💪💪
Yallend Mungil
up lg thor
Felycia Fernandez
Saling cinta tapi si suami dan istri tidak pernah deep talk.akhirnya banyak kesalahpahaman.apalagi sikap Elio yang selalu membenarkan Erin,secara tidak langsung sudah membuka celahnya pelakor.dia lupa seburuk apapun seorang istri,tidak harus di ceritakan pada perempuan lain.balik kan ke diri kita sendiri.gimana rasanya istrimu didekati laki laki lain
olip lip
lnjut
Uba Muhammad Al-varo
mulai deh terbongkar satu persatu kelicikannya Erin terhadap Calista yang membuat Calista posesif ke Elio 🤔🤔
Uba Muhammad Al-varo
bagus ceritanya nggak berbelit2 👍👍👌
Felycia Fernandez
makanya kamu jadi suami lebih peka dengan istri bukan dengan perempuan lain,yang sepantasnya disebut jalang.mana ada sahabat perempuan sok dekat gtu dengan sahabat laki laki yang sudah punya istri.
DIFAN2: Halo kak, telah hadir novel "SULUNG" dengan alur cerita yang seru dan emosional, yuk kak mampir.
total 1 replies
Yallend Mungil
up lg thor
Yallend Mungil
ini jalan tuhan kali yah spy diva juga bs merasakan kebahagiaan mendapat perlakuan baik dr org sekitar tdk seperti saat dia masih dlm raga nya
Felycia Fernandez
ya bole la,kan raga nya tetap raga Calista istrinya Elio.
Yallend Mungil
keren ceritanya, apakah nnti diva benar2 mrncintai suaminya calista dan apakah diva bisa ttp sayang dan bertemu dgn ibu kandung nya walau raganya milik calista
Felycia Fernandez
seperti nya begitu🤔
Felycia Fernandez
mewek aku ih 😭😭😭😭
Felycia Fernandez
sukurin,dirundung rasa bersalah kan ma istri sendiri...🤣🤣🤣🤣
Tutik Karlos
lanjut kakk....dag Dig dug ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!