NovelToon NovelToon
AKU BUKAN PABRIK ANAK

AKU BUKAN PABRIK ANAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Mei Sandra

Halo... sekian lama vakum akhirnya aku kembali ke platform kesayangan kita semua. Aku akan kembali aktif sebagai penulis menemani waktu senggang anda semua. Semoga bukuku bisa menjadi teman setia anda semua. Terima kasih.

Luna seorang dokter Onkologi berbakat dinikahi oleh seorang lelaki yang mengaku seorang karyawan di salah satu perusahaan besar bidang Farmasi. Lelaki itu menikahi Luna tanpa banyak tanya latar belakang Luna karena tahu Luna adalah anak yatim-piatu yang besar di panti asuhan. Lelaki itu mengira Luna hanya seorang perawat rumah sakit tanpa menyelidiki pekerjaan Luna sesungguhnya.

Ternyata di balik pernikahan ini tersimpan misteri yang tidak diketahui oleh Luna. Luna mengira suaminya memang seorang karyawan yang memiliki gaji kecil. Secara diam-diam Luna mendukung suaminya dengan memberinya obat hasil penelitiannya. Lalu apa yang didapatkan oleh Luna. Mari kita simak bersama-sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei Sandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bom Meledak

Luna bersyukur jumpa dengan Alvin yang baik. Sifat Alvin dan Anjas sangat jauh beda seperti langit dan bumi. Anjas yang terlihat macho dan berwibawa ternyata seorang lelaki tak memiliki hati nurani sedangkan Alvin yang tampak lemah gemulai jauh lebih bertanggung jawab. Walaupun dia tahu anak dalam kandungan Luna bukanlah darah dagingnya. Alvin dengan senang hati mengakui kedua anak itu sebagai anak-anaknya. Ini merupakan berkah bagi Luna.

"Terima kasih mas..."

"Jangan omong gitu! Aku kan sudah bilang kalau mereka adalah anak-anakku. Aku tidak mengizinkan siapapun mengganggu mereka."

Luna tertawa kecil mendengar ikrar Alvin. Luna hampir tak percaya masih ada manusia sebagai Alvin walaupun tujuannya tidak sepenuhnya bersih. Untuk sementara Luna tidak punya pilihan selain percaya kepada Alvin.

Akhirnya keduanya kembali ke rumah. Alvin segera pergi melanjutkan pekerjaan tertunda sedangkan Luna mencari mertuanya. Perhatian kecil Luna akan mengembalikan rasa percaya diri ibu Alvin. Pendekatan dan curahan kasih sayang akan mengubah takdir. Semoga ibu Alvin bisa pulih sepenuhnya.

Hari-hari berjalan tanpa meninggalkan jejak. Setiap detik berlalu begitu saja menyisakan aneka kenangan di kehidupan masing-masing penghuni bumi.

Luna tetap bersembunyi di tempat Alvin menghilangkan jejak dari pantauan Anjas. Mungkin Anjas tidak pernah terpikir kalau Luna bersembunyi di tempat adik tirinya. Anjas masih saja mencari Luna di tempat yang dianggap berpotensi menemukan Luna. Namun belum menemukan titik terang seperti yang dia harapkan.

Pagi itu bom waktu meledak di keluarga Kutilan. Pagi-pagi sekali berita heboh muncul di salah satu platform yang sedang digandrungi lapisan masyarakat tanah. Berita pengakuan seorang pemuda mengenai penyakit yang dia derita.

Pemuda itu adalah Vano yang membuat video live di platfrom ketik ketok. Pengakuan Vano membangunkan mereka yang mengenal Vano. Vano membuat pengakuan secara gamblang bahwa dia terkena virus HIV serta mengingatkan mereka yang pernah kontak fisik dengannya. Tak sampai di situ saja. Vano menggugah foto-foto di mana dia liburan dengan kaum wanita yang haus akan nafsu birahi.

Tujuan Vano unggah foto-foto itu agar orang yang mengenal dirinya segera melakukan pengobatan. Hanya ini yang bisa dilakukan oleh Vano untuk membantu mereka-mereka yang pernah berhubungan intim dengannya. Segera melakukan pengobatan agar hidup mereka tidak tersia-siakan.

Wajah Clara tak luput dari incaran mata tajam netizen yang paling kepo soal kehidupan pribadi orang kaya. Di situ tampak jelas Clara mengenakan pakaian bikini berpose menantang sambil memeluk leher Vano. Tubuhnya yang ramping dan indah kontan jadi santapan mata netizen. Bagi mereka yang mengenal Clara segera paham apa yang terjadi. Clara telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Vano tidak menceritakan secara detail waktu dan tempat mereka liburan namun cukup menghebohkan seluruh keluarga Kutilan.

Sontak Clara menjadi terdakwa di keluarga Kutilan. Bagaimana kelanjutan nasib Clara di keluarga kaya itu masih menjadi pertanyaan besar. Yang pasti Clara akan mendapatkan kesulitan setelah pengakuan Vano tersebar di mana-mana. Pukulan berat sedang menghantam Anjas dan keluarga. Perempuan yang dibangga-banggakan oleh Anjas tak lebih dari seorang wanita murahan. Menjajakan diri pada lelaki muda demi memuaskan nafsu birahi. Apakah Clara masih pantas menjadi nyonya muda keluarga Kutilan?

Clara membeku di dalam kamar tidak berani keluar ke mana-mana karena beritanya sudah menyebar ke seluruh tanah air. Malu dan ketakutan kini campur aduk dalam bathin Clara. Siapa tak ngeri mendengar kata HIV. Seluruh hidupnya akan segera berakhir bila benar-benar terpapar virus itu. Hari baiknya akan segera berlalu. Kebanggaan dan kemewahan yang dia miliki selama ini akan lebur seperti pertalite terkena sinar matahari. Menguap tak tersisa.

Anjas tak tinggal diam langsung pulang begitu mendapat kabar dari asistennya mengenai pengakuan Vano di salah satu platform. Anjas juga ketakutan karena dia berhubungan dengan Clara sementara Clara diduga ikut terpapar gara-gara mengubar nafsu pada penderita HIV. Besar kemungkinan dia juga terpapar oleh virus itu.

Ternyata apa yang ditakutkan Anjas sudah jadi kenyataan. Keluarganya telah berkumpul di ruang keluarga siap buka sidang keluarga. Wajah kedua orang tua Anjas seperti wajah malaikat maut siap cabut nyawa manusia yang sudah terdaftar masuk ke neraka. Begitu juga wajah kakek Anjas yang sudah keriput. Garis-garis keriput makin bertambah akibat menahan emosi. Belum lagi saudara-saudara dari keluarga Anjas. Semua lengkap siap menghakimi Clara dan Anjas.

Langkah Anjas terhenti kehilangan daya begitu lihat keluarga besarnya sudah lengkap di rumah ini. Anjas tak tahu sejak kapan mereka mendapatkan kabar ini padahal berita ini belum tentu valid. Ini hanya pengakuan sepihak dari pemuda bernama Vano. Bisa jadi orang yang dalam foto bukanlah Clara melainkan wanita yang mirip dengan Clara. Masih banyak kemungkinan di dalam hal ini tetapi semua sudah berkumpul untuk menghakimi mereka berdua.

"Kau sudah pulang?" tanya Mama Anjas dengan suara dingin. Mama Anjas paling terpukul mendengar berita ini karena sebelumnya dia sudah tertekan gara-gara kejadian Luna. Sekarang ditambah pula masalah yang ditimbulkan oleh Clara. Nama besar keluarga Kutilan telah ternoda oleh skandal yang ditimbulkan oleh Anjas dan Clara. Mereka sebagai orang tua tidak mungkin tinggal diam sampai berita ini berhasil diluruskan.

Anjas mengangguk lalu duduk di salah satu kursi yang kosong. Tempat itu sengaja dikosongkan untuk menunggu kemunculan tersangka. Tanpa Anjas sadari kedua lututnya bergetar hebat. Anjas sendiri tidak tahu dari mana munculnya rasa takut itu. Firasat Anjas mengatakan ada sesuatu bakal meledak di keluarga ini.

"Kau sudah lihat postingan lelaki bernama Vano?" tanya kakek Anjas dengan suara tak kalah dingin dari suara mama Anjas. Mata tua kakek Anjas semakin redup karena skandal yang memalukan ini. Bertahun-tahun dia menjaga nama baik keluarga tetapi dihancurkan oleh keturunan yang tak tahu diuntung.

"Aku mendengar dari asistenku. Aku sendiri belum lihat secara langsung. Kita jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa Clara bersalah! Kita tanya dulu ke Clara apa mengenal orang itu. Di zaman ini banyak sekali orang ingin mencari nama lalu posting cerita yang bukan-bukan. Kita bisa menuntutnya bila apa yang dia ceritakan itu mengandung unsur fitnah." Anjas berusaha membela istrinya dari ancaman keluarga padahal di dalam hati dia ketar-ketir menunggu kelanjutan dari kasus ini.

"Anak itu sama sekali tidak menyebut nama Clara. Dia hanya meminta agar wanita yang pernah berhubungan dengannya segera memeriksakan diri ke dokter karena dia memiliki virus HIV di badan. Dia sengaja posting foto-foto wanita yang pernah bersamanya hanya untuk mengingatkan wanita-wanita itu segera memeriksakan diri. Belum ada sepatah kata pun dia menyebut nama seseorang. Apakah ini termasuk fitnah?" Mama Anjas memotong tajam. Anjas terlalu memanjakan Clara sehingga wanita itu selalu merasa berada di atas angin. Berbuat sesuka hati termasuk merendahkan nilai istri muda Anjas yakni Luna.

Mama Anjas belum tahu apa yang dilakukan oleh Anjas dan Clara untuk mendapatkan keturunan. Bagaimana lah nasib Clara bila terbongkar dia tidak hamil melainkan pura-pura hamil.

Anjas menutup mata membayangkan apa yang terjadi bila sandiwara mereka terbongkar di hadapan seluruh keluarga. Hukuman apa akan ditimpakan ke Clara karena telah membawa aib ke keluarga.

"Panggil Clara ke sini! Ini bukan masalah kecil. Ini menyangkut kepentingan keluarga kita. Apa yang akan terjadi bila Clara juga terkena virus itu. Bagaimana nasib anak di dalam kandungannya?" lanjut Mama Anjas masih dengan suara yang sama.

Hati Anjas semakin dingin seperti terkena bongkahan es balok raksasa. Langsung membekukan data kerja jantung Anjas. Anjas masih berharap semua itu hanyalah berita hoax yang ingin menjatuhkan nama keluarga Kutilan.

Sejak skandalnya dengan Luna terbongkar satu persatu kesialan berlari ke arah keluarga mereka. Rekan bisnis banyak yang mencibir keluarga mereka, belum lagi pemutusan kontak kerja dari lembaga riset yang memberi formula obat kepada mereka. Anjas benar-benar seperti jatuh ketimpa tangga. Langsung babak belur.

Anjas tak biarkan keluarga menunggu lebih lama. Dia angkat telepon suruh Clara segera bergabung untuk memberi keterangan tentang postingan Vano. Anjas masih berharap kalau semua itu tidak benar.

Semua terdiam menunggu kemunculan Clara sang aktris dari permasalahan ini. Clara akan dituntut memberi jawaban sebenarnya sebelum semuanya terlambat. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berobat bila benar-benar terpapar oleh virus itu. Tetapi semua sudah tidak sama karena Clara telah menghianati cinta dari Anjas.

Clara muncul dengan wajah kusut. Matanya memerah seperti baru siap menumpahkan air mata. Wajah yang biasanya berseri-seri penuh semangat hidup kini tampak lesu kehilangan daya. Hanya dalam tempo yang singkat Clara terlihat lebih tua dari umur sebenarnya. Sebenarnya Clara juga tertekan mendengar pengakuan Vano kalau dia memiliki virus HIV. Clara tidak lupa kalau dia menjadi pasangan Vano selama setengah bulan liburan di daerah Turki. Waktu itu Clara merasa seperti seorang ratu di di antara pria-pria muda. Kenikmatan sesaat itu membawa dampak negatif yang akan menghancurkan hidupnya.

"Duduk..." perintah Mama Anjas tanpa basa-basi.

Hati Clara berdegup kencang seperti diajak lari maraton jarak jauh. Tak tahu kapan akan capai garis finish. Seluruh tubuh Clara bergetar menanggung beban yang dia ciptakan sendiri. Tidak terlintas sedikitpun semua akan berakhir fatal.

Clara terpal duduk di samping Anjas. Kursi empuk di samping Anjas seperti dipasang duri-duri tajam menusuk pantatnya. Clara gelisah bukan main walau Anjas setia di sisinya. Clara mengingatkan diri sendiri untuk bersikap rilex agar tak ketahuan sedang berbohong. Sampai matipun dia tak boleh mengaku memang pernah dekat dengan Vano. Clara belum mau kehilangan dukungan keluarga kaya ini.

"Kami rasa kau sudah paham mengenai kita berkumpul. Tak usah bertele-tele. Langsung saja kamu cerita bagaimana fotomu muncul di postingan penderita HIV."

Clara angkat kepala menatap mama Anjas. Clara tidak boleh gugup bila ingin menutupi kesalahannya. Clara sudah siap mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahan yang dia perbuat.

"Aku tidak mengenalnya... Itu fitnahan. Aku kan sedang hamil bagaimana mungkin muncul dalam pakaian minim. Aku rasa ada seseorang benci padaku mau balas dendam sehingga mengarang cerita ini." kata Clara memelas sambil mengelus perutnya yang buncit karena karet palsu kehamilan.

Mata mama Anjas menyipit berusaha mencerna kalimat-kalimat dari Clara. Perkataan Clara ada benarnya juga. Sekarang Clara sedang hamil besar dari mana foto Clara berbikini pamer body aduhai. Ada kemungkinan besar ada skenario ingin menghancurkan nama keluarga Kutilan. Mama Anjas berjanji akan bongkar kasus ini sampai tuntas agar tak ada kejadian sama terulang lagi.

1
Ainieee
mampir dlu
arniya
makin seru klo kebohongan Clara terbongkar.....
arniya
bau bangkai sudah tercium.....
arniya
pembalasan d mulai.....
arniya
firasat......
indy
Siapa yang membuntuti mobil Rendi
indy
biarkan luna menghilang dari pasangan itu
indy
Namany lucu, keluarga Kutilan😄
indy
Jadir kakak...
Mei: Makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!