Sepahit inikah hidup?
"Lepaskan aku brengsek," teriak seorang gadis sambil meronta-ronta.
Seringai senyum ditorehkan oleh bibir manis seorang pemuda.
Cup.
Kecupan manis dia berikan pada bibir gadis yang ada di hadapannya. Tak lama kemudian kecupan itu berubah menjadi lumatan yang rakus. Tidak butuh waktu yang lama Jino mengakhiri ciuman itu dengan sebuah gigitan kasar pada bibir mungil sang gadis sampai berdarah.
Gadis itu menangis sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Itulah balasannya jika kamu berani membentak lintangku. Aku tahu aku tak bisa menghentikan perjodohan ini. Tapi aku akan memberimu neraka sampai kau memohon pada orang tuamu supaya mengakhiri perjodohan kita,"
ucap Jino dengan tegas lalu melangkah pergi meninggalkan Kisya yang masih menangis.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Cerita tentang luka dan cinta, tentang persahabatan dan air mata, tentang Jino dan Kisya, tentang mereka yang tidak sadar arti sebuah cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evangelin Harvey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jepang
Setelah resepsi umum selesai pesta Masi belum berakhir. Kini semua keluarga dan teman dekat semua berangkat ke Jepang untuk pesta kedua. Mau tidak mau Jino harus ikut pula ke Jepang karena lintang yang meminta. Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai di Jepang dan mereka sudah cek in di kamar masing-masing.
Pesta kali ini lebih menarik karena di adakan di pantai. Okinawa terkenal sebagai surganya pantai. Okinawa jima adalah pulau terbesar di kepulauan Okinawa sekaligus di kepulauan Ryukyu Jepang. Dan terkenal sebagai tempat lahirnya beladiri karate.
Bagian ujung selatan pulau ini adalah berasal dari terumbu karang yang terangkat. Sementara bagian Utara pulau sebagian terdiri dari batuan beku. Di bagian selatan pulau terdapat gua gua karena kondisi batuan dari batu gamping yang mudah tererosi.
Pulau Okinawa beriklim subtropis. Hutan di bagian Utara pulau sangat lebat dan musim hujan terjadi pada akhir musim semi. Terbayang sudah keindahan pantai Okinawa. Lintang memang sudah merencanakan ini sedari awal. Dia sangat ingin menikah di tempat ini . Dan kini keinginanya terkabul namun pengantin pria yang dia mimpikan adah Jino . Namun Kenyataan tidak seindah dunia mimpi. Pria yang menikahinya bukanlah Jino .
Kisya sudah bersiap dengan dress berwarna blue black. Sangat manis dan cantik. Kisya menatap jauh ke arah ombak yang terlihat begitu Segar. Kisya memang sangat suka dengan pantai. Kenangan terindah bersama sang ayah . Karena ayahnya selalu mengajak mereka berlibur ke pantai.
Semua tamu undangan sedang asik menikmati live music. Namun Kisya tetap memandangi indahnya ombak. Yang seolah bernyanyi dengan deburanya. Jeff Memperhatikan Kisya yang sedang menatap kosong. Kisya Masi membayangkan dirinya bermain ombak bersama sang ayah.
"Kenapa sayang, apakah kamu mau berenang?..
Ucap Jeff dengan senyuman manisnya.
Kisya menoleh
"Tidak hanya saja jadi sedikit merindukan ayah"
"Sabar ya sayang , ayah sudah berada di surga!..
"Iya kak..
Kisya menundukan wajahnya dan berasa sangat sesak karena rasa rindu ini. Seorang anak yang merindukan ayahnya. Acaranya begitu meriah namun Kisya merasa sangat kosong dan kesepian. Hatinya serasa dingin dan beku. Jeff benar benar merasa sangat tidak tega melihat Kisya seperti itu.
Jeff beranjak dan pergi meninggalkan kisya. Jeff menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan mata Jeff terpokus pada Jino yang sedang bercanda dengan bayi tampannya. Terlihat senyum Jino merekah ketika mendengar celotehan si kecil Vano . Usia Vano sudah menginjak 3 bulan dan mulai bisa menjerit dan berceloteh.
Jeff menghampiri Jino dan duduk di samping Jino.
"Bolehkan aku menggendong baby Vano !
Ucap Jeff .
Jino menoleh pada Jeff dan menatap Jeff sekilas.
"Untuk apa?..
Ucap Jino datar .
"Untuk bermain bersama Kisya .
Jino melihat ke sekeliling mencari keberadaan kisya.
"Kalo Vano mau,silahkan"
Ucap Jino datar.
"Jeff langsung mengambil Vano dalam gendonganya. Namun Vano langsung menjerit berteriak dengan Tangisanya .
"Eh kamu kenapa?...
Ini uncle baby!
Ucap Jeff terkejut.
Jino menghela nafas dan langsung mengambil Vano dalam peluknya.
Dan tiba-tiba saja Vano mendadak berhenti menangis . Bayi usia tiga bulan itu bahkan tau mana Daddy nya karena setiap hari bersama Jino jadi Vano sudah hapal betul .
"Vano tidak kenal kamu Jeff makanya dia menangis"
Ucap Jino pelan.
"Oh
Ucap Jeff merasa kecewa. Dia ingin sekali menggendong Vano dan membawa nya ke hadapan kisya hanya sekedar untuk menghibur sang istri kesayanganya .
"Bang , bisakah Abang pergi ke sana membawa Vano ke hadapan kisya!..
Ucapan itu sangat berat dia ucapkan . Tetapi apa yang harus dia lakukan. Untuk menghibur sang istri kesayanganya. Menghadirkan baby Vano karena Jeff tau betul betapa Kisya bahagia jika berada bersama baby Vano .
Jino menghela nafas panjang. Berfikir sejenak dan terdiam.
"Kisya sedang merindukan ayahnya"
Ucap Jeff pelan.
Jino mengerutkan dahi. Dan melihat ke arah Kisya .Jino menelan ludah dan menghembuskan nafas sembarang .
"Aku tidak suka berada diantara kalian berdua!..
Ucap Jino datar.
"Baiklah asalkan sekarang Abang kesana bersama vano, aku tidak akan mendekat"
Ucap Jeff .
"Baiklah !..
Ucap Jino pelan . Dan segera ia bangkit berjalan menghampiri Kisya. Jino duduk di samping Kisya . Namun kisya tidak menyadari kedatangan Jino . Kisya Masi berada dalam lamunan dan khayalan sang ayah .
"Hai aunt "
Ucap Jino sambil menyentuhkan tangan Vano ke pipi Kisya .
Kisya terkejut. Rasa hampa dan kosong seketika berubah menjadi sangat hangat.
Senyum manis terukir di bibir kisya yang ranum. Tampak seperti mawar yang mekar kisya tersenyum begitu cantik . Jino tak kuasa melihat senyuman kusya yang terlihat bagaikan sekuntum bunga. Jino menatap Kisya dengan inten. Tak sedetikpun mata Jino berkedip. Kisya menatap kedua mata elang Jino dengan tatapan hangat
Lalu Kisya langsung memeluk baby Vano lembut.
"Sayang"
Ucap Kisya dengan sangat bahagia.
Kisya memeluk Vano dengan penuh kasih sayang. Mengecupnya beberapa kali sampai Vano kegelian dan tertawa.
" Ya ampun kamu tertawa sayang, auuhhh sayang aunty kangen banget sama kamu Dede"
Kisya begitu bahagia bisa memeluk baby Vano. Rasa sepi dan merindu sang ayah kini berubah dalam sekejap. Kehadiran baby Vano bagaikan sihir yang menusuk merubah suasana hatinya.
Jino Masi terpana terdiam dalam belayan pesona Kisya yang membuatnya seolah berada diantara dunia yang tidak dia kenal. Sepasang bola mata dengan tatapan setajam elang terus menatap kedekatan antara keduanya. Kisya begitu manis dalam senyumnya. Bibir merah yang merekah seindah mawar meyakinkan Jino bahwa bibir itu tidak boleh sampai berhenti tersenyum.
Jino kini telah berada di antara sebuah rasa yang tak dia ketahui. Jino merasa sangat terpesona terpukau yang menimbulkan sebuah rasa bahagia dihatinya .
"Cantik "
Ucapan yang tanpa sengaja Jino lontarkan dengan tak henti menatap wajah Kisya yang begitu ayu dengan senyum bahagia. Jino tau Vano lah sumber senyum itu . Tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kasih sayang seorang ibu. Tidak ada sihir yang begitu kuat kecuali senyum bayi kecil seorang ibu.
Kisya yang mencintai Vano tanpa tau batasan. Kisya merindukan Vano tanpa tau status. Mungkin itu yang dinamakan ikatan batin seorang ibu pada anaknya. Tersadar dan mengerti bahwa Jino tidak boleh menjauhkan Kisya dengan Vano .
"Siapa kak?..
Ucap Kisya dengan senyuman manisnya.
"Kamu "
Ucap Jino menorehkan senyum sejuta pesona. Jino tersenyum begitu tampan membuat Kisya rona merah pada pipi kisya.
"Terimakasih kak!
Kisya tersenyum dengan malu.
Jino Masi menatap Kisya dengan tajam. Bibir Jino melengkung tersenyum sambil terus terpokus pada wanita cantik dihadapannya. Dia seolah tersihir oleh pesona sebuah bunga dengan wangi dan warna yang indah. Jika ada yang membuat dirinya senyum saat ini hanya lah Vano dan Kisya.
Entah kenapa ada saat ini. Saat dimana Jino tersenyum kembali setelah satu tahun tersiksa dengan rasa bersalahnya. Terpuruk dengan siksaan batin dan kegundahanya. Sebuah rasa yang menyiksanya sampai ke dasar sanubarinya. Sepertinya kini hilang dan melayang. Terbang oleh angin dan berganti rasa hangat, rasa bahagia rasa yang tak dia kenal sebelumnya.
Wanita ini yang telah membuatnya merasa tersiksa dengan beribu sesal. Dan kini meniupkan angin kesejukan dalam sanubarinya. Jino menelan ludah .
"Jangan berhenti tersenyum!..
Ucap jino dengan mata yang masih terpokus.
Kisya tersipu dengan wajah masih memerah karena Jino yang tak berhenti menatapnya.
"Iya "
Ucap Kisya dengan pelan.
Entah kenapa Kisya merasa sangat malu. Diperhatikan sepeti itu membuatnya kikuk. Dia tidak bisa mengatur degup jantungnya. Sesekali Kisya mencuri pandang dan melihat Jino. Dan benar saja Jino Masi menatapnya.
"Apa ada yang aneh padaku?..
Ucap Kisya merasa sangat kikuk .
Jino hanya menggeleng dengan senyuman yang begitu menawan.
Wajah Kisya semakin memerah dan begitu malu.dan Jino Masi terus dalam bayangan semu nya.
Bersambung
kan masih ad solusi lain .
masih berharap Jeff selamat
love you Jeff😍😍