seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Yuda Mode Kejam
Sosok Yuda menendang pintu dengan kasar wajah dingin di penuhi kemarahan, seratus tak suka kepada dua manusia yang memperlakukan putri sendiri seperti budak. “Kak Leni..!”
Kirana begitu melihat sosok yang selalu menjadi mengadu dan tempat mengeluh, berlari dengan air mata bertetesan. “Kirana, ka-kamu baik baik saja, in-ini kenapa bisa bengkak?”
Leni merasakan sakit yang di rasakan oleh adik nya, pipi memar dan wajah nya terlihat memerah karena menahan rasa sakit. “Hiks..!!” Kirana tidak menjawab melainkan hanya menangis sambil memeluk kakak nya.
“Hey,,, ternyata kau, kenapa? Apakah kamu mau memulangkan istri mu, sayangnya di sini kami sudah tidak mau di lagi..!” Ujar Bu Jarti dengan kasar mengira Yuda ingin menceraikan Leni.
Yuda langsung membuang ludah karena baru melihat orangtua segila ini. “Cuihh.!! orang seperti kalian tidak pantas di sebut orang tua.”
“Heh.!! Apa maksud mu, biar ku hajar..!” Bu Jarti langsung mengambil kayu ingin memukul Yuda.
“Awass.. mas..!” tapi Yuda hanya tersenyum kecil, saat kayu itu hendak mengenai nya, tubuh nya mengelak ke samping lalu tangan Yuda memukul punggung Bu Jarti dengan cukup keras membuat orang tua itu tersungkur.
Bughh.!!,
aWghh.!,,
“Ka-kau,,, apa yang kamu lakukan pada istri ku, awas kau..!” Sugeng melihat istri nya di perlakukan seperti itu jelas tak terima.
“Kenapa? Kau mau pukul, nah pukul sini biar ku buat tulang tua mu itu patah berserakan di sini,” ancam Yuda dengan kejam.
Sugeng terdiam di tempat tak bereaksi apapun, tiba-tiba saja Bu Jarti bangun dengan memgang kepala yang masih terasa sakit akibat tersungkur tadi, hendak memukul Yuda lagi, tapi kali ini Yuda tak mengelak, melainkan menangkap kayu itu lalu menekan wajah wanita tua itu di meja.
“Le-lepaskan aku bajingan..!” namun Yuda hanya membuang wajah santai karena malam ini ia sudah putuskan untuk membela istri nya dari keluarga nya, dan membawa mereka pergi bersama nya tanpa hubungan keluarga lagi.
“Ibuu.!! Ibuu,, hey brengsek cepat lepaskan ibu ku,,” seorang pemuda datang dari luar hendak menerjang Yuda.
Dukkk.!!,
tapi Yuda hanya dengan santai mengangkat kaki nya menendang pemuda itu sampai tersungkur dan muntah darah.
Uhuk..!, “Hentikann.. Kamu membuat rusuh di keluarga ku, sampai melukai mereka..apa yang kau mau sebenarnya,” Sugeng tak menyangka kalau Yuda seberani itu, padahal dulu dia hanya pecundang yang berada di bawah kaki Bagas.
“Aku akan membawa istri ku dan adik nya, memutus hubungan keluarga dari kalian,,,” ucapan Yuda penuh dengan penekanan di setiap kata nya.
Bu Jarti yang mendengar itu langsung hendak berontak karena tak terima tapi tidak ada gunanya, Yuda memegang nya erat. “Siapa kau yang berani memerintah kami.”
“siapa aku? Mungkin orang yang akan menjadi perantara yang mencabut nyawa mu, kalau kau berani macam-macam dengan ku,” Gumam Yuda dengan wajah menyeramkan seolah benar ia adalah pembunuh yang kejam.
Dan memang ucapan Yuda bukan hanya ucapan belaka, Yuda menekan lagi tangan nya ke leher Bu Jarti hingga membuat wanita tua itu sampai melotot hampir kehabisan nafas hendak mati. “Oke! oke! Lepaskan istri ku, sesuai kemauan mu, ini kertas,..”
Yuda tersenyum lalu menoleh ke arah pemuda yang masih duduk emang mulut berdarah. “Ambilkan pena,,,”
“Ba-baik,” tak lama pena datang Yuda langsung menulis dengan serius, di sana kalau dengan ini Leni dan Kirana sudah memutuskan hubungan dengan kedua orangtuanya serta keluarga lain nya, dan hanya bergantung pada nya.
“Cepat tempelkan darah mu di sini...!” Sugeng langsung menggigit ujung jari jempol nya, yang berdarah lalu menempelkan ke kertas itu.
“Criingg..! Selamat kepada tuan, point cinta Leni mencapai 50%, Hadiah energi jam pelintas waktu sudah terisi penuh, dan siap di gunakan..!”
“Sekali dayung dua pulau terlalui,,” ucap Yuda dalam hati, sudah mah slot wanita terisi di tambah energi jam pelintas zaman sudah terisi untuk nya ke zaman modern.
“Toko Sistem di tutup tidak bisa belanja lagi di toko sistem!”
brugh..!
“Makasih banyak mas,, Leni janji akan jadi istri yang baik,” ucap Leni memeluk suami nya.
“Sama-sama sayang, jangan lupa panggil sayang! oke.”
Leni mengangguk dengan malu-malu. “Yasudah ayo kita pulang, kalian pasti lapar kan.”
Yuda melepaskan Bu Jarti lalu menatap ketiga orang itu dengan tajam. “Hari ini aku sedang berbaik hati, kalau kalian berani ganggu istri ku lagi jangan harap bisa selamat.”
Karena sudah hampir larut Yuda pun mengajar istri nya untuk pulang, karena mereka pun belum makan malam, padahal Yuda sudah menyiapkan bir u tuk mereka berpeta malam ini tapi terhambat karena ada masalah dulu.
Di tengah jalan Yuda berjalan santai dengan hati senang. “Terdapat satu wanita yang akan di tambahkan ke slot, Kirana, apakah tuan akan menambah kan?”
Yuda berhenti menatap layar hologram itu, sambil menoleh ke belakang di mana dua adik kakak itu sedang berjalan sambil bercerita hingga membuat mereka lambat. “Tambahkan..!”
“slot wanita terisi! Hadiah: 20 pasang pakaian wanita modis 5 set celana hotpants, 5 set tanktop, 10 mini dres super sexsi.”
hahh.!!,
Yuda bahkan sampai melongo mendengar hadiah kali kali, sistem sebenernya mengajari nya untuk mesum. “Kenapa mas.. Apa ada sesuatu?”
“Ouh, enggak kok sayang, aku cuman mikir kita kan sekarang serumah bertiga pasti kita butuh rumah yang lebih besar agar muat untuk kita tinggal,” ucap Yuda mencari alasan.
“Nggak papa kok mas, Leni sama Kirana tidur di lantai juga, kami berterimakasih karena mas udah mau nyelamatin Kirana,” ujar Leni tulus.
“Makasih kak Yuda, kata kak Leni setelah ini Kirana juga istri kaja Yuda,,,” ucap gadis itu polos, membuat Yuda menahan tawa.
“Panggil suami Kirana..!” bisik Leni memberi arahan.
“Ohh..! Maaf suami,” ulang gadis itu terlihat sangat lucu di mata Yuda.
“Baiklah, ayo kita pulang lalu makan daging, setelah ini makan yang banyak!” pesan Yuda.
Kirana hendak menjawab tapi Leni mencegah nya. “Suami kita sangat baik, bahkan Kaka makan tiga kali sampai kenyang sehari.”
Mendengar ucapan Kakak nya, Kirana menatap tak percaya. “Sudah sayang, kita pulang dulu supaya Kirana percaya.”
Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang nya. “Aku harus segera menjual gingseng ini, agar punya uang untuk bertahan hidup,”
Namun setiba nya di gerbang kampung Rimba, Yuda dan istri-istri nya melihat keributan banyak orang membawa obor dan seperti sedang mencari sesuatu. “Pak kades kenapa ini, kok para warga ribut..!”
Pak Kades terkejut melihat kejadian Yuda di sana apalagi dengan dua wanita. “Ini nak Yuda, saya baru dapat kabar kalau Bagas dan dua teman nya di temukan meninggal karena di gigit mahkluk buas.”
“Astaga,,, kasian banget, yaudah pak kades saya pamit dulu, mau nganterin istri saya,” pamit Yuda pura-pura kaget.
“Iya silahkan nak, jangan lupa istirahat yang cukup.!”pesan pak kades.
Yuda pun mengangguk lalu pergi dari sana menuju ke rumah nya, yang sudah tak jauh dari sana sekitar 20 meter lagi.
“Tampak nya Zara terlambat, dia bahkan sudah membawa dua wanita..!”
~
komen kalau hari ini harus up lagi..(ᵔᴥᵔ)