NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

3 tahun kemudian...

Sejak pernikahan itu Asya tidak pernah pulang bahkan sampai 3 tahun lamanya. Ia selalu mencari alasan saat keluarganya menyuruhnya untuk pulang meskipun berakhir dengan perdebatan kecil.

Seperti saat ini, Asya berada di sebuah taman yang menyejukkan. Ia duduk sendirian sambil menikmati es krim yang telah dibelinya. Rania sedang ada kelas tambahan jadinya tidak bisa menemani Asya.

"Boleh duduk nggak?," tanya seseorang yang menghampiri Asya

"Boleh tapi harus jaga jarak ya," ucap Asya membuat pria muda di depannya terkekeh

Mereka duduk agak berjauhan sambil menikmati indahnya pemandangan. Sebut saja namanya Alif Zayyan Alfarabi. Seorang pemuda yang bersama Asya. Mereka menjadi akrab karena satu organisasi.

"Aku perhatikan kayaknya tiap liburan kamu nggak pernah pulang deh," ucap Alif mengawali pembicaraan

"Kamu juga nggak pulang tuh," cibir Asya

"Males aja sih lebih tepatnya kalo nanti ketemu mantan," ucap Alif terkekeh

"Dih belum move on," ledek Asya

"Cie si gamon teriak gamon," ucap Alif kesal

"Aku udah move on ya," sewot Asya

"Tapi kok nggak pernah pulang?," tanya Alif

"Aku suka aja berada di negeri orang. Di sini aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa harus menjadi orang lain di depan semua orang," ucap Asya terkekeh

"Maksudnya?," tanya Alif bingung

"Udah nggak usah dibahas," ucap Asya

"Oke," jawab Alif

"Kamu bukannya ngurus skripsi?," tanya Asya

"Udah selesai dan udah sidang juga tinggal nunggu wisuda," ucap Alif santai

"Berarti tinggal Rania yang masih revisi berkali-kali," ucap Asya terkekeh

"Kebanyakan nonton drakor tuh jadi molor skripsinya," cibir Alif

"Ih gak boleh gitu sama sepupu sendiri," ucap Asya terkekeh

"Lah emang bener kok dari smp sampai saat ini dia itu penggila drakor nomor satu di keluarga," cibir Alif

Asya tertawa mendengar penuturan temannya. Alif tersenyum sambil memandanginya sekilas.

"Asya boleh nanya nggak?," tanya Alif

"Mau nanya apa?," ucap Asya

"Kriteria pria idaman kamu kayak gimana sih?," tanya Alif hati-hati

Asya terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari kawannya itu. Asya tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menghela napas.

"Aku nggak tau Lif," ucap Asya terkekeh

"Masak sih nggak punya kriteria khusus?," tanya Alif penasaran

"Em yang bisa menjawab setiap pertanyaan random aku," ucap Asya lalu tertawa kecil

"Kalo gitu sih aku juga bisa," ucap Alif terkekeh

"Ah masak sih," ledek Asya

Alif terdiam sejenak. Ia menatap lurus ke depan sambil sesekali menghela napas.

"Kalo aku bilang aku suka sama kamu gimana?," ucap Alif

Deg

'Bahkan aku belum siap jika untuk terluka untuk kedua kalinya' batin Asya

"Aduh Alif candaan kamu itu lucu sumpah," ucap Asya terkekeh

"Aku bisa menjadi obat luka buat kamu," ucap Alif

"Jangan tidur menjelang maghrib nanti jadinya kayak kamu ini ngelantur," ucap Asya sambil tertawa kecil

"Aku serius Asya. Kamu menganggapnya cuma lelucon," ucap Alif

Asya berhenti tertawa. Ia memandang Alif sekilas sebelum akhirnya angkat bicara.

"Aku tidak ingin memulai sebuah hubungan dengan orang yang masih belum selesai dengan masa lalunya," ucap Asya mulai serius

"Aku udah selesai kok dengan dia," ucap Alif meyakinkan Asya

"Aku nggak percaya," ucap Asya sinis

"Selama ini aku selalu kode kamu tapi kamu nggak pernah peka," ucap Alif sendu

Asya terkejut mendengar penuturan kawannya itu. Asya memang nyaman dengan Alif tapi hanya menganggap sebatas teman dan nggak lebih. Asya terlalu takut untuk merasakan sakit hati lagi.

"Kamu selama ini suka sama aku?," tanya Asya terkejut

"Iya," jawab Alif

"Sejak kapan dan kenapa?," ucap Asya

"Aku nggak tau karena yang aku rasakan saat bersama kamu adalah kenyamanan. Aku selalu nyambung ngobrol bahkan saat kamu bertanya hal random sekalipun," ucap Alif lirih

"Alif maaf tapi ini terlalu mendadak," ucap Asya lirih

"Iya aku tau pasti kamu nggak akan percaya begitu mudahnya sama aku," ucap Alif sambil tersenyum tipis

"Kalo kamu suka sama aku kenapa selama ini kamu selalu minta aku mencarikan perempuan untuk kamu?," tanya Asya

"Itu hanya alibi agar aku tetap bisa dekat kamu dan selalu punya bahan obrolan setiap harinya," jawab Alif

"Bahkan kamu belum resmi ketuk palu dengan mantan istrimu Lif," ucap Asya terkekeh

"Sebentar lagi pernikahan itu akan berakhir Sya. Lusa aku akan pulang untuk sidang cerai itu," ucap Alif

"Aku nggak mau nanti dicap sebagai pelakor," ucap Asya sinis

"Siapa sih yang mikir kayak gitu. Bahkan aku sudah pisah secara agama sejak 3 tahun lalu sebelum melanjutkan pendidikan di sini," ucap Alif

"Aku takut Lif," ucap Asya lirih

"Lawan rasa takut itu Sya. Cobalah buka hati kamu. Nggak selamanya lelaki seperti masa lalu kamu," ucap Alif

Drrrt..drrtt..drrtt..

Ponsel Asya berbunyi. Menandakan adanya panggilan masuk. Itu telepon dari abangnya.

"Halo assalamualaikum," ucap Asya

"......"

"Tinggal nunggu sidang Bang," sahut Asya

"....."

"Tapi Bang," ucap Asya

"....."

"Baiklah Asya akan pulang dan cari tiket penerbangan hari ini yang masih tersisa," ucap Asya

"....."

"Iya waalaikumsalam," ucap Asya lalu mematikan ponselnya

Alif penasaran Asya menerima telpon dari siapa. Ia ingin bertanya namun merasa tidak pantas mencampuri urusan kawannya itu.

"Abangku nelpon dan nyuruh aku pulang hari ini juga," ucap Asya

"Apa ada masalah?," tanya Alif

"Kakak keduaku baru saja melahirkan tapi sekarang dia lagi koma. Keadaannya sangat kritis," ucap Asya lirih

"Mau aku temenin?," tawar Alif

"Nggak usah aku bisa pulang sendiri," tolak Asya

"Tolong pikirkan perkataanku tadi ya," ucap Alif memohon

"Nanti ya aku kasih jawabannya. Sekarang aku ke asrama dulu mau siap-siap," ucap Asya

"Iya hati-hati. Jaga hatimu untukku ya," ucap Alif membuat Asya tersenyum tipis

"Assalamualaikum," pamit Asya

"Waalaikumsalam," jawab Alif

Asya bergegas pergi dari taman itu. Alif menatap punggung Asya yang semakin menjauh.

_Asrama_

Setelah sholat maghrib, Asya terlihat kesana kemari. Ia menyiapkan keperluan untuk pulang ke Indonesia. Asya mempercepat berkemas karena ia mendapat tiket penerbangan yang tersisa yaitu 2 jam lagi. Jadi ia harus secepatnya ke bandara.

Rania memandangi sahabatnya yang sibuk berkemas itu. Ia akan merasa kesepian untuk beberapa hari ke depan.

"Aku ingin ikut tapi apalah dayaku yang harus menyelesaikan tugas akhir yang menyusahkan ini," rengek Rania

Asya terkekeh geli melihat tingkah sahabatnya itu. Ia berjalan ke arah Rania lalu memeluk erat sahabatnya itu.

"Kamu harus semangat dan kurangi nonton drakor biar cepat sidang lalu wisuda," ucap Asya menyemangati

"Tapi nggak ada kamu di sini aku jadi kesepian nantinya," ucap Rania

"Aku nggak akan lama kok di Indonesia. Kan belum wisuda juga," ucap Asya terkekeh

"Hati-hati ya bestie aku. Maaf tidak bisa antar kamu ke bandara," ucap Rania tulus

"Kamu juga jaga diri ya. Aku berangkat dulu," ucap Asya

"Iya," jawab Rania

"Assalamualaikum," pamit Asya

"Waalaikumsalam," jawab Rania

Asya pergi menuju mobil yang sudah dipesannya untuk ke bandara. Rania menghela napas sambil memandangi sahabatnya itu.

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
Mrs. Ren AW: siaaaappp kak author 😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!