mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Anggota tim yang lain tersenyum sinis mendengar ucapan Sean yang sedikit tidak sopan, “Sean Sean pak Darren datang ke ruang rapat belum tentu jadi personil tambahan” ucap mega dengan nada ketus....
...“Terus kalau bukan jadi personil jadi apa? Pak Samuel orangnya gak suka ada orang masuk ke ruang rapat saat kita rapat penting kecuali pak Samuel memperkenalkan anggota baru ke kita” celetuk Sean yang sedikit emosi....
...“Sudah” ucap Samuel menggebrak meja yang membuat semua anak buahnya terdiam....
...“Kalian ini badan saja besar tapi sikap seperti anak kecil, kalau kalian masih ribut saya pindahkan kalian jadi murid TK” ucap Samuel dengan sikap tegas, namun membuat para anak buahnya menahan senyum....
...“Kamu Sean dan kamu Mega setiap hari ribut saja mending kalian ke KUA buat nikah, siapa tahu kalau kalian nikah bisa akur” celetuk Samuel kembali....
...Mendengar omongan Samuel kepada anak buahnya, Darren kembali teringat pada momen saat dirinya dan Clara berebut kaleng soda yang berada di kantin sekolah, hingga dirinya adu mulut dengan Clara lalu dilerai oleh guru BK....
...“Aku duluan yang ambil soda ini” ucap Darren menggenggam kaleng soda....
...“Eh gak bisa gitu, aku duluan yang ambil” ucap Clara kesal....
...“Kenyataan nya kaleng ini ada ditangan ku” ucap Darren tertawa....
...“Karena tanganmu panjang dan besar beda dengan tanganku yang kecil mungil, pokoknya soda itu punyaku” ucap Clara kesal mulai berlari mengejar Darren berkeliling ruangan kantin....
...Hingga Darren tak sengaja menabrak salah satu murid yang membawa makanan sampai dirinya terjatuh diikuti Clara, Clara menindih badan Darren yang membuat wajah mereka saling tatap tatapan dan saling salah tingkah....
...Guru BK memanggil keduanya untuk diberi hukuman....
...Darren kembali tersadar dari lamunannya, dia mendengarkan obrolan Samuel kembali. “Ini bapak Darren kepala tim yang baru” ucap Samuel....
...“Lah kalau dia jadi kepala terus bapak gimana?” Tanya Mega....
...“Ya jelas saya mau cuti dulu, sudah lama saya gak menikmati hidup sebagai warga biasa” ucap Samuel memelas....
...“Gak bisa” ucap Sean menolak....
...“Kenapa lagi Sean?” ucap Samuel dengan muka sedikit kesal....
...“Kita kan gak tahu kemampuan nya gimana kok tahu tahu jadi kepala tim aja” ucap Sean dengan sikap belagunya....
...“Dengerin nih, dia ini kawan saya lama. Dia ketua Paspampres ya karena ada satu hal makanya dia pensiun ya sekitar atau hampir 7 tahun lah” ucap Samuel....
...“Nah makanya itu pak Samuel, lebih baik jangan jadikan kepala karena sudah lama pensiun takutnya tangannya kaku saat bawa pistol” ucap Sean merendahkan Darren....
...Mega yang kesal bangkit berdiri lalu menunjuk-nunjuk Sean, “kamu bisa gak jadi orang gak ngerendahin orang lain” ucap Mega kesal....
...Samuel yang capek melihat mereka berdua berantem hanya terdiam dengan ekspresi muak....
...Darren mengambil anak panah lalu melemparnya ke arah dart board yang berada di tengah dinding sekitar 3 meter dari dirinya duduk, semuanya tercengang melihat aksi Darren....
...“Woaaaaahhh” ucap Mega terkesan....
...“kalau ada yang protes atau menolak bisa keluar sekarang” ucap Darren tegas....
...Darren memencet tombol remot layar yang berada di belakang nya, layar tersebut muncul denah sebuah bangunan megah....
...“Ini adalah tempat dimana presiden disekap” ucap Darren....
...Belum selesai Darren bicara, ponsel Samuel berbunyi yang membuat dirinya keluar dari ruang rapat....
...Sean keluar juga dari ruang rapat dengan rasa dongkol....
...Mega tersenyum sinis melihat Sean keluar dari ruang rapat....
...“Kita lanjutkan” ucap Darren berdiri menunjuk setiap sudut ruang yang berada di tengah tersebut....
...“Villa ini ada di pinggiran kota Hakam, kita bisa kesana dengan menggunakan kapal” ucap Darren....
...“Bukannya kota Hakam perbatasan antara negara kita dengan negara tetangga, dan warga di kota Hakam dihuni para bandit kelas kakap pak. Bagaimana bisa kita masuk kesana yang ada kita keluar dalam keadaan jadi mayat semua” ucap salah satu anak buah Samuel yang ragu dengan ide Darren....
...“Kita bisa kesana dengan menyamar, tak semua hal yang kita lakukan dalam membela negara itu memakai seragam dinas” ucap Darren sambil menyanggah kan kedua tangannya di atas meja....
...“Ada satu pertanyaan yang ingin saya ajukan?” Tanya Mega....
...“Silahkan” singkat Darren sambil duduk dikursi....
...“Bagaimana anda bisa punya denah itu tersebut? Apa anda yakin presiden berada disana” ucap Mega penasaran....
...“Kepala tim kalian saja percaya dan memberikan sepenuhnya kepercayaan kepada saya kenapa kalian mesti ragu. Saya tegaskan kalau kalian ragu silahkan tinggalkan rapat ini karena saya tidak mau ketika nanti beraksi kalian akan menjadi beban bagi anggota yang lain” tegas Darren yang langsung mematikan monitor yang berada di belakangnya....
...“Saya percaya pak” ucap Mega berdiri tegak....
...“Saya juga”....
...“Saya juga”....
...“Saya juga”....
...“Bagus” ucap Darren langsung keluar dari ruang rapat....