NovelToon NovelToon
Kesempatan Dari Sistem

Kesempatan Dari Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Artha Jayendra adalah seorang pemuda yang kini menjadi pengangguran setelah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya sendiri dan bahkan oleh kekasihnya. Pengkhianatan itu menghancurkan hidupnya hingga membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Dalam kondisi depresi, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari sebuah jembatan. Namun sebelum ia melompat, cahaya terang tiba-tiba muncul di langit, dan sebuah menara raksasa misterius muncul di tengah kota. Bersamaan dengan itu, sebuah sistem aneh muncul di hadapannya. Alih-alih terkejut, Artha justru melihatnya sebagai kesempatan baru. Dengan tekad yang dingin, ia bersumpah dunia telah berubah dan dia akan menjadi lebih kuat dan membalas semua penghinaan, penindasan, dan pengkhianatan yang pernah ia terima. Dari sinilah perjalanan Artha Jayendra dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab III—Hari Pertama

...****************...

Setelah melihat keanehan tersebut, Jay ingin kembali pulang namun sebelum itu ingin berkeliling kota sejenak untuk memastikan situasi. Langit di atas kota saat itu tidak lagi terlihat normal. Beberapa jam sebelumnya semuanya masih tampak seperti hari biasa, hanya dengan jendela aneh yang tiba tiba muncul di depan mata setiap orang.

Jendela transparan berwarna biru itu menampilkan tulisan tulisan yang tidak dimengerti siapa pun. Sebagian orang mengira itu hanya semacam iklan digital atau fenomena teknologi aneh yang akan segera dijelaskan oleh berita malam. Namun semakin lama, semakin jelas bahwa tidak ada penjelasan yang datang. Jendela itu tidak menghilang, tidak meredup, bahkan tidak bisa disentuh secara nyata.

Jay berdiri di trotoar sempit dekat persimpangan jalanan kota. Ia mengangkat tangan dan mencoba menyentuh jendela sistem di depannya, tetapi jarinya hanya menembus udara kosong.

“Apa ini sebenarnya…?” gumamnya pelan.

Tulisan di layar biru itu tidak berubah. Tidak menjawab. Hanya diam, seperti menunggu sesuatu.

Perlahan, warna langit mulai berubah. Biru cerah yang biasanya menaungi kota berubah menjadi merah yang begitu gelap, seperti senja yang terlalu pekat dan terlalu luas. Cahaya matahari mulai terasa redup, seolah tertutup oleh lapisan tipis yang tidak terlihat. Orang orang mulai kembali berhenti di jalan dan menatap ke atas dengan wajah bingung, seperti yang di lakukan sebelumnya saat cahaya terang datang dan menara langit di tengah kota muncul, mereka menunjukan ekspresi yang sama.

Jay ikut menengadah.

“Jangan bilang ini…sial langsung di beri Outbreak kah?” katanya lirih pada dirinya sendiri.

Namun perasaan aneh tersebut merambat di dalam dadanya. Udara terasa seperti lebih berat dari biasanya. Kulit di tengkuknya merinding seolah tubuhnya memperingatkan sesuatu.

Lalu langit itu terlihat retak.

Suara tipis seperti kaca pecah terdengar dari atas sana. Garis hitam muncul di langit merah, membentang seperti luka panjang di udara. Orang orang mulai menunjuk ke atas dan berteriak histeris. Mereka melongo, melarikan diri, bahkan ada yang kagum atas kejadian tersebut.

“Langitnya retak!” Teriak salah satu orang di jalanan.

Jay menatap retakan itu dengan mata fokus menyipit.

“…Tidak…tidak mungkin,” bisiknya.

Retakan itu semakin membesar, lalu akhirnya pecah. Sebuah portal hitam terbuka di udara, dan sesuatu jatuh dari dalamnya.

Makhluk kecil dengan kulit hijau menghantam aspal jalanan. Matanya berwarna kuning bergerak liar dan pisau kecil berkarat tergenggam di tangannya.

Jay menatap makhluk itu beberapa detik.

“…Goblin?” Ujarnya kaget.

Ia bahkan tidak tahu kenapa kata itu muncul di kepalanya. Tapi tidak ada kata lain yang lebih cocok untuk makhluk itu karena memang seperti itulah namanya di dalam komik komik maupun game.

Goblin itu menjerit nyaring.

“Kyaaaaaa”

Lalu goblin kedua jatuh dari portal.

Lalu yang ketiga.

Melihat hal tersebut, Jay menelan ludah. “Oh…ini benar benar buruk.”

Portal lain mulai terbuka di berbagai sudut kota. Monster keluar tanpa henti seperti air yang meluap dari bendungan yang pecah.

Orang orang semakin berlarian untuk mengamankan diri masing-masing.

Seorang wanita menjerit sambil menarik anaknya. Sebuah mobil menabrak trotoar ketika pengemudinya panik melihat monster di depan kap mobil. Ban mobil berdecit keras sebelum akhirnya menghantam tiang lampu jalan. Kaca depan pecah, serpihannya berhamburan ke aspal sementara klakson mobil itu terus berbunyi tanpa henti.

Jeritan, suara benturan, dan langkah kaki orang orang yang berlari bercampur menjadi satu. Kota yang beberapa menit lalu masih terasa normal kini berubah menjadi kekacauan yang tidak terkontrol.

Jay memutar tubuhnya perlahan, mencoba memahami apa yang harus ia lakukan.

“Lari?” gumamnya.

“Tapi ke mana?”

Di tengah kekacauan itu, Jay melihat sesuatu yang membuat wajahnya mengeras. Seorang pria bertubuh besar mendorong seorang wanita ke tanah dan menarik tasnya.

Wanita itu mencoba untuk berdiri kembali, tetapi pria itu menendangnya lagi.

Jay menghela napas panjang. “Serius? Dunia baru mulai hancur lima menit, dan sudah ada orang yang seperti ini?.”

Ia hampir ingin memalingkan wajahnya.

Namun sebelum ia sempat bergerak, sebuah bayangan muncul di belakangnya.

Jay menoleh.

Seekor goblin berdiri hanya beberapa meter darinya. Mata kuning makhluk itu menatapnya seolah melihatnya seperti melihat mangsa yang akan di santap.

Goblin itu menjerit dan berlari ke arahnya.

“Hebat,” gumam Jay. “Sini nak ayo sini ke papa…Ayo.”

Jay mundur satu langkah. Jantungnya mulai berdetak lebih cepat. Otaknya mencoba memikirkan ratusan cara untuk melarikan diri sekaligus.

Namun tubuhnya bergerak lebih dulu.

Ia meraih pipa besi yang tergeletak di dekat tempat sampah dan menggenggamnya erat.

“Oke…Jika ini mimpi,” katanya pelan, “tolong bangunkan aku setelah ini karena aku akan bunuh diri kembali, jika tidak biarlah seperti ini selamanya...”

Goblin itu melompat ke arahnya.

Jay mengayunkan pipa besi dengan sekuat tenaga.

Benturan keras terdengar ketika logam menghantam tepat pada kepala monster goblin tersebut.

Goblin itu terhuyung, tetapi tidak jatuh. Makhluk itu menjerit marah dan menyerang lagi, pisau karatnya hampir menggores lengan Jay.

Jay melompat mundur.

“Ah…Cepat juga,” gumamnya dengan napas berat.

Goblin itu menyerang lagi.

Jay mengayunkan pipa sekali lagi. Kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Benturan kedua terdengar.

Pipa besi itu kembali mengenai kepala monster itu.

Suara retakan kecil terdengar.

Goblin itu jatuh ke aspal dan berkedut beberapa detik sebelum akhirnya berhenti bergerak dan menghilang meninggalkan pisau kecil.

Jay berdiri diam beberapa saat. Napasnya berat. Tangannya gemetar.

Ia menatap monster itu.

“Aku…benar benar membunuhnya?”

Beberapa detik kemudian, sebuah jendela biru muncul di depan matanya.

...----------------...

...[NOTIFIKASI SISTEM]...

...Anda telah mengalahkan Goblin Lv.3...

...EXP +15...

...----------------...

...----------------...

...[ITEM BARU DIPEROLEH]...

...Nama Item : “Goblin Rust Knife”...

...Tipe : Senjata (Dagger)...

...Kualitas : Common...

...Pisau sederhana yang digunakan oleh goblin. Bilahnya berkarat, tetapi masih cukup tajam untuk melukai musuh....

...Efek : +2 Attack...

...----------------...

Jay mengerjapkan mata.

“…EXP? Drop Item?”

Ia menatap tulisan itu lagi.

EXP.

Pengalaman.

Item yang terjatuh.

Seperti dalam permainan.

Jay mengangkat kepalanya dan melihat sekeliling kota yang dipenuhi teriakan dan kekacauan.

Portal masih terbuka di langit. Monster masih keluar tanpa henti.

Jay menghela napas panjang.

“Baiklah…” katanya pelan.

“Kalau ini benar benar dunia baru…”

Ia menggenggam pipa besi di tangannya lebih erat lal mengambil drop item dari goblin yang telah ia kalahkan.

“…maka sepertinya aku tidak punya pilihan selain ikut bermain.”

Di tengah kota yang berubah menjadi medan perang kecil, Jay akhirnya menyadari satu hal.

Ini bukan mimpi.

Ini bukan kejadian sementara.

Ini adalah dunia baru.

Dan tanpa ia sadari, ia baru saja mengambil langkah pertamanya untuk megambil kesempatan dari dunia yang sudah kacau ini.

Setelah mengetahui apa yang harus dilakukan Jay mencari kembali goblin-goblin yang telah menyebar di seluruh kota dan ingin membunuh mereka.

1
ラマSkuy
agak lambat alurnya tapi seru Thor , lanjutkan 👍
ラマSkuy
Hem ini latar ceritanya tentang apocalypse monster ya kayak komik solo leveling, keren Thor 👍
Yikkii: Terimakasih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!