Syela tak ingat apapun yang terjadi malam itu, berawal dari pesta di sebuah klub membuatnya harus kehilangan kegadisannya.
Apa yang harus dilakukannya pun ia tak tahu...
Apakah harus????.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.A.Hanifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
"Tidak aku nggak setuju, pernikahan kita tinggal seminggu lagi Miko, kamu mau batalin gitu aja?!!" ucap Catherine tak terima dengan pernyataan calon suaminya.
Miko berbalik menatap Catherine dalam. "Dari awal memang Syela yang harus kunikahi Ket, dan aku mau melanjutkan rencana itu" jawabnya tenang.
Catherine menggelengkan kepala tak Terima dengan jawaban Miko. "Nggak Miko, nggak." ujarnya bergetar. "Syela itu sudah hancur, dia sudah punya anak, Papa dan Mama pun sudah nggak anggap dia anak, dia itu sekarang cuman pembantu dirumah ini" teriaknya sambil menunjukkan jari telunjuk kearah Syela.
Yang ditunjuk hanya diam sambil tersenyum miring. Lagi lagi dia membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluarga itu ucapnya dalam hati.
Mendengar ucapan Catherine bukannya menghindar Miko malah semakin ingin menikahi Syela saat berpaling padanya Ibu muda itu diam saja, berarti yang diucapkan Catherine semuanya benar.
"Maaf Ket, pernikahan kita batal".
*****
Hingga sore drama ketiga manusia itu baru selesai dengan hasil Catherine yang masih tak terima dengan keputusan Miko, dia uring uringan bahkan menangis tak jelas membujuk pria itu agar tak membatalkan pernikahan mereka. Tapi Syela tak begitu perduli dia meninggalkan kedua pasangan itu diruang tamu, dia lebih memilih ke kamar untuk mengurus bayinya.
Malam pun menjelang Susi yang datang bersama Mama Miko terkejut bukan main saat melihat Catherine sudah nampak kacau disofa ruang tamu, mata sembab dan rambut acak acakkan itu membuat keduanya mendekat.
"Kamu kenapa Nak, Catherine kenapa sayang hmmm" ucap Susi memeluk sang putri tapi bukannya menjawab Catherine menangis lagi dipelukannya.
"Miko, kenapa Catherine menangis" tanya Mama Miko pada putranya yang setia duduk disofa sejak tadi.
Dia tak bergeming dari sana. Miko memang sudah menghubungi kedua orang tuanya untuk datang kerumah ini, katanya ada yang harus disampaikannya.
"Kamu ninggalin Mama dibuktikan tiba tiba, dan sekarang malah disini nangis, kamu ada masalah sama Miko" tanya Mama Susi lagi.
Keduanya tak ada yang menjawab pertanyaan Mama mereka. Miko dan Catherine sama sama memilih diam.
"Ada apa ini?" tanya Handoko bingung. Baru saja pulang dari kantor dan melihat pemandangan tak menyenangkan ini membuatnya sedikit khawatir, perasaanya mengatakan ada yang tak beres sedang terjadi.
"Tunggu Papaku dulu Om, nanti saya jelaskan" ucap Miko yang baru mengeluarkan suara.
Handoko pun mendekat ikut memberikan perhatian pada Catherine yang terus menangis. Pria paruh baya itu sudah meminta kode jawaban pada sang istri dan yang lain tapi tak ada jawaban, sampai akhirnya Papa Miko datang dan bertanya hal yang sama.
"Sebelumnya maaf sudah membuat kalian semua khawatir dan bertanya tanya" ujar Miko saat semuanya sudah ada diruang tamu kecuali Syela.
"Ada apa sebenarnya Nak" tanya Papa Miko.
Sejenak Miko menarik nafas dalam kemudian menghela panjang. "Aku ingin membatalkan pernikahanku dengan Catherine, aku akan menikahi Syela" ungkapnya jelas.
Dan ungkapan itu tentu saja membuat siapapun yang ada disana sangat terkejut, bahkan Handoko sampai syok mencoba mengatur nafas dalam diam.
"Apa maksudnya ini Miko, kenapa kamu tiba tiba berkata seperti itu" tanya sang Mama.
"Aku mau kembali ketujuan awalku Ma, aku mau menikahi Syela" jawab Miko lagi.
"Nggak!!!!, itu nggak boleh terjadi kamu harus menikah denganku Miko, kamu sudah berjanji" seru Catherine lagi tangisnya semakin menjadi.
Gadis itu mendekati Handoko. "Pa tolong bujuk Miko, aku nggak mau pernikahan kita batal" pintanya.
"Sebentar sebentar sebenarnya ini ada apa, kenapa tiba tiba kamu membahas Syela dan malah ingin membatalkan pernikahan apa yang terjadi, katakan Miko" ujar Papa Miko masih tak menemukan jawaban sebenarnya.
Miko pun menceritakan semuanya, dari awal ia bertemu Syela dan juga semua yang diucapkan Catherine. Gadis itu sebenarnya difitnah oleh keluarganya sendiri yang tak sanggup menahan malu karena derita putrinya sendiri dan bukannya mengayomi malah tak menganggap nya anak lagi dan menjadikannya pembantu dirumah ini.
"Benar itu Jeng?" tanya Mama Miko pada calon besannya yang sudah pucat pasi.
Cokro memijat pangkal hidungnya penat. Sedangkan Handoko tak bisa berkata apa apa, mau marah pun tak bisa, memelintir cerita apalagi. Karena yang sudah mengungkapkan semua rahasia adalah putri angkatnya sendiri.
"Lalu dimana Syela sekarang" tanya Cokro tiba tiba saat sebelumnya hening sempat tercipta.
"Sel..... " Mama Susi sempat ingin berteriak memanggil putri yang tak dianggapnya tapi Miko memotongnya.
"Biar saya yang panggil tante, dia bukan pembantu yang biasa dipanggil dengan berteriak".
Mama Susi terdiam malu dan Pria itupun berjalan menuju kearah dapur lalu kebelakangnya mencari kamar pembantu disana. Dia tau dimana kamar pembantu karena dulu sering kerumah itu, setiap Syela ingin memanggil pembantunya gadis itu pasti akan kearah sana. Baru melihat pintunya Miko sudah kecewa. Dia mendesah berat seburuk inikah perlakuan keluargamu Syela, pikirnya.
Tok, tok, tok!!
"Ada apa?" tanya Syela setelah membukakan pintu melihat ada Miko dibaliknya.
"Bisa keruang tamu sebentar, Papaku mencarimu" jawab Miko.
Syela terdiam sesaat, dia sudah bisa menebak hal ini pasti terjadi. Setelah pengakuan Catherine dan mantapnya Miko yang tetap ingin bersamanya, pasti menggemparkan seluruh keluarga. Dan dia pasti akan menjadi sosok pembahasan utama.
"Baiklah" jawab Syela berbalik sebentar berniat membawa sang Putra yang masih setia terbangun dikasurnya. Entah kenapa malam ini bayi itu susah tertidur tapi tak cerewet juga.
Saat Syela hendak menutup pintu Miko berucap. "Boleh aku yang menggendongnya".
Syela sesaat memandang bergantian kearah Putranya dan Miko. "Bolehkan?" tanya pria itu lagi Syela pun mengangguki dan memberikan putranya pada Miko.
Karena ini baru pertama kalinya Miko sedikit kesusahan menggendong Ansel dan Syela mengajari dengan sabar. "Anak tampan" ujar pria itu memandangi Ansel yang di matanya wajah anak itu mirip seperti Ibunya.
Keduanya pun tiba diruang tamu dan Syela sadar tatapan semua orang tertuju padanya. Apalagi Mama Miko tatapan itu mengarah tak terbaca padanya bergantian pada sang Putra digendongan Miko.
Syela dan Miko duduk disofa dengan tenang dibarengi tatapan menyalang Catherine yang tertuju pada Syela.
"Itu anakmu Syela" tanya Cokro tenang.
Syela terdiam sesaat, lalu menghela napas panjang. Introgasi dimulai.
Pasti bakal muncul kok, cuman belum waktunya
sesuai sama judul sih aku buat ceritanya, kalau cepet ketemunya bakal pendek ceritanya