NovelToon NovelToon
Tante Sasa

Tante Sasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Tante / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Tentang Sasa yang jatuh cinta dengan Arif Wiguna,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

~

Laras yang berdiri di samping Arif, merasakan takut. Arif menatap Laras dan mengelus sambil berbicara, "Aku yakin, kita pasti bisa mengalahkan mereka."

Laras mengangguk, memeluk Arif. Gea yang berdiri, menatap ke arah Arif, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Felix. "Fel," panggilnya.

"Kita harus menang, kalau enggak, mobil kita diambil mereka," Felix menatap Gea.

"aku yakin, di antara kita akan ada yang berhasil mengalahkan dia," ucap Gea dengan percaya.

Tatapan mereka langsung mengarah ke jalanan, tempat terdengar deru mobil dan suara klakson.

Kik, kik, kik.

Kaca mobil terbuka, Kaizen berteriak, "Woy, kenapa pada berdiri di situ? Bilang saja kalau kalian takut!" serunya keras.

"Fel," panggil Arif.

Felix mengangguk, dan mereka pun melangkah pergi untuk bersiap-siap dengan mobil masing-masing.

Laras berdiri menatap kepergian Arif. dia menarik napas dan berpikir, lalu melangkah ke pinggir jalan untuk melihat balapan itu.

Di jalanan, mobil mereka mempersiapkan posisi. Sementara Felix bersama Arif berada di posisi belakang. Arif menatap Felix.

Lalu Arif menaikkan alisnya, seakan memberikan kode. Arif menyalakan kendaraannya. Kiki melangkah ke tengah jalan, hingga langkahnya terhenti di tengah-tengah.

dia berbicara, "Dengar, kalian hanya memiliki tiga putaran. Siapa yang berhasil mencapai putaran terakhir lebih dulu, berarti dialah pemenangnya!" ucapnya keras, disertai senyuman.

Di dalam mobilnya, Gea yang berada di posisi depan bersampingan dengan Kaizen, menatap lekat mobil Kaizen.

"Kalian pasti kalah," bisiknya pelan, lalu fokus ke kaca depan.

Kiki yang berdiri di tengah jalan, mulai menghitung dengan keras, "Satu, Dua, Tiga, Go!" serunya.

Mereka berempat pun langsung melaju cepat. Posisi mereka masih tetap sama, terus lurus. Jarak menuju belokan lumayan jauh.

Tatapan Gea begitu tajam ke depan, ia begitu fokus mengendalikan kendaraannya. Sampai di belokan pertama, Gea mulai berada di posisi pertama.

Dari samping, Kaizen tertawa. "Haha, kau kira akan menang?" ucapnya. dia melaju sampai kembali ke samping Gea. Saat jalan lurus, Kaizen membelokkan kendaraannya ke mobil Gea.

Bug!

Gea tidak stabil mengemudi, mobilnya seperti sedang berguncang. Lagi-lagi Kaizen, sambil tertawa-tawa, melesatkan kendaraannya.

Bug!

Gea tak terkendali. dia kehilangan jalur, mengarah ke pinggir jalan, lalu menabrak pepohonan.

Bodi mobil langsung rusak. Gea tak terkendali, sempat terbentur stir. Tatapannya buram, mengarah ke jalanan.

Arif yang mengemudi, sempat berteriak, "Gea! Awas kau, Kaizen!" ucapnya keras, dan masih fokus mengemudikan kendaraannya.

Arif menaikkan kecepatannya. Saat menemukan belokan di depan, dia tanpa mengurangi kecepatan, mengendalikan kemudi dengan handal.

Dari belakang, mobil Felix melesat cepat, sampai kembali bersampingan dengan mobil Arif. Felix langsung berteriak, "curang! Aku duluan, Rif!" ucapnya keras.

Arif hanya menatap Felix, tak berbicara sama sekali. Sementara Felix langsung menaikkan kecepatan dan menekan NOS.

"Huhuy!" Felix berteriak, sampai mobilnya berada di posisi belakang Kaizen. Namun, saat Felix akan mendahului, Kaizen terus menutup jalan.

Felix merasa geram. Ia menatap kendaraan Kaizen tanpa merasakan takut, lalu menaikkan kecepatannya sampai sedikit berada di samping Kaizen.

Felix menyenggol kendaraannya, namun Kaizen tetap berada di posisi depan.

Felix menarik napas kasar. "Sialan!" ucapnya.

Dengan kecepatan yang kembali dinaikkan, Felix melajukan kendaraannya. Bahkan dia sampai berada di samping Kaizen. Tatapan Felix menatap Kaizen.

"Rasakan!" Felix melesatkan kendaraannya ke arah kendaraan Kaizen.

Kaizen yang menatap kendaraan Felix, langsung menginjak rem. Kendaraan Felix tak terkendali. dia langsung melesat ke arah depan, ke sebuah kios. Dengan cepat dia menginjak rem, namun bodi mobilnya menabrak.

"Sial!" Felix memukul stirnya.

Arif yang sebelumnya berada di belakang, kini berada di depan. Kaizen yang sempat terhenti, kembali melajukan kendaraannya.

Arif tidak merasakan bahagia. Walaupun dia berada di depan, dia tetap fokus mengemudi.

Sampai putaran terakhir, Felix kembali melajukan dengan cepat, kini berada di belakang Kaizen. Felix yang fokus mengemudi, memiliki rencana.

"Aku pastikan dia enggak akan berada di posisi pertama," Felix menaikkan kecepatan kendaraannya.

Sampai kendaraannya bersampingan dengan Kaizen, Felix langsung berteriak, "Udah, siapin diri Lo!" ucap Felix keras.

Kaizen tersenyum sinis, lalu menaikkan kecepatan mobilnya.

Felix tersenyum sinis. dia berbicara, "Aku tidak akan kasih jalan." Lalu Felix menekan NOS.

Kecepatan meningkat dua kali lipat. Kaizen yang fokus ke arah jalan, sesekali menatap kendaraan Felix yang melaju cepat dan kini berada di depan Kaizen.

"Sial! Woy, bangsat!" Kaizen berteriak keras. dia terus mengemudi dan mencari jalan untuk mendahului Felix.

Felix terus fokus menatap spion agar tidak memberikan jalan. dia terus menutup jalan, walaupun di belokan, Felix begitu fokus untuk tidak membuat Kaizen mendahuluinya.

"Aku enggak akan peduli!" Felix berteriak, lalu langsung menginjak rem mobil.

Kaizen yang berada tepat di belakang, langsung menabrak. Kedua kendaraan itu langsung terguling, penuh dengan kerusakan. Felix menutup matanya.

Sementara Arif, dia fokus ke jalanan sampai ke tempat finis. Kiki dan Baban yang menatap mereka, terdiam, menatap kendaraan Arif yang berhenti di pinggir jalan.

Baban yang berdiri, berbicara, "Kalian kalian!" ucapnya.

Kiki terdiam, tak berbicara sama sekali. Tatapannya mengarah ke kendaraan Arif.

Sampai Arif turun dari kendaraannya, dia melangkah mendekat ke arah Kiki dan Baban yang berdiri di tengah jalan.

"Temanmu udah kalah. Siapkan dirimu melihat mobil temanmu hancur," ucap Arif dengan tatapan tajam ke Kiki dan Baban.

Arif lalu membalikkan badannya dan melangkah pergi untuk menemui Laras yang sedang bersama Gea.

Gea begitu lemas. dia duduk menatap ke arah Arif yang melangkah mendekat. Senyuman hadir di wajah Gea.

"Maaf banget, mobilku rusak parah. Percuma aku lanjutkan juga, yang ada malah makin rusak," ucap Gea, menatap Arif yang mulai berjongkok di depan Laras dan Gea.

"enggak apa-apa, tapi kita sudah berhasil," jawab Arif, lalu mengalihkan tatapannya ke Laras.

"Felix mana?" tanya Gea.

"Kecelakaan di belokan sana," ucap Arif.

Sementara Felix, dengan tubuh yang terlihat lemas dan kendaraan yang rusak, dia keluar dari mobil itu.

Dengan kaki yang sedikit sakit, dia melangkah ke belakang mobil. membuka bagasi mobilnya, dan dari dalam bagasi dia mengambil jeriken berisi bensin.

Dengan tangan memegang jeriken, tatapannya mengarah ke kendaraan Kaizen. Senyuman hadir di wajahnya.

Perlahan dia melangkah menuju ke kendaraan Kaizen. Di dalam kendaraan Kaizen, Kaizen terlihat begitu lemas, namun masih bernapas dengan mata terbuka,

"Apa-apaan, Lo, Woy!" Kaizen berteriak keras. Walaupun tubuhnya tak berdaya, dia menatap ke arah depan kaca mobilnya yang pecah.

Felix menumpahkan bensin ke mobil Kaizen. Walaupun langkahnya sedikit sakit, dengan semangat dia menumpahkan bensin itu dari depan sampai ke belakang.

Sampai bensin habis, kini Felix berada di depan mobil Kaizen. Tangannya mengambil korek gas. Dari dalam mobil, Kaizen terus berteriak, "Jangan dibakar, bangsat! Kalau Lo berani membakar, hidup Lo enggak bakal tenang!" ucap Kaizen dengan tubuh yang tak berdaya.

Felix yang berdiri, berbicara, "Lo tahu, Lo sudah kalah. Ingat dengan perjanjian kita, dan ingat Lo sudah membunuh sahabat gue. Sekarang Lo yang akan merasakan apa yang sahabat gue rasakan!" Felix berkata dengan senyum sinis.

dia pun menyalakan korek di tangannya. Saat api menyala, Felix melempar koreknya ke mobil itu, lalu dia melangkah untuk menjauh.

Api yang membakar mobil semakin besar. Dari kejauhan, Arif bersama Gea dan Laras, langkah mereka terhenti menatap mobil yang terbakar.

Sementara Baban dan Kiki, mereka berlari cepat ke arah mobil Kaizen. Saat hampir dekat di depan mobil itu, tiba-tiba mobil itu meledak.

Duarr!

Baban dan Kiki terlempar ke belakang. Sementara Felix, dia melangkah mendekat ke arah Arif, tatapannya penuh dengan senyuman.

Tatapan Kiki dan Baban yang duduk di jalan, mereka menatap ke arah Felix yang terhenti langkahnya di depan Arif. Tatapan mereka berdua begitu tajam.

"Mereka sudah membunuh Kaizen. Kita engga bisa biarkan mereka tenang," bisik Baban pelan.

1
sitanggang
sahabatnya me inggal malah pergi kencan dan hak ada mellow2nya, ini jalan ceritanya kok jelek bgt yaa🤣🤣🤣👎👎
DuttaStory_: Banyak ke Potong, 😭😭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!