"cium aku, cepat aku sudah tidak tahan " racau seorang gadis sambil menarik kerah kemeja seorang laki laki yang baru saja masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dia siapkan oleh asisten nya. namun siapa sangka jika jika di dalam kamar tersebut ada seorang wanita yang tidak dia kenal, dan langsung ingin menciumnya dengan tenaga yang lebih dari seorang wanita biasa .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 8
Masih di malam yang sama, jam menunjukan angka 10 malam ,terlihat loen yang masih tertidur lelap .
"Nona sebaiknya anda istrirahat,takutnya nanti tuan Leon malah bergadang dimalam hari"! Kata mbak umi yang kini masih berada di kamar Leon,memastikan jika semuanya baik baik saja.
Ya memang mbak umi selama ini baru beberapa kali saja tidur dengan Leon, selebihnya selalu nya Kelvin yang tidur dengan Leon,karena Leon yang tidak pernah mau ditinggal oleh papanya.
"Iya mbak, mbak umi istirahat sudah,serahkan semua padaku Aman sudah pokonya "! Celetuk alexsa sambil mengusap usap pipi gempil Leon.
"Emmm, baik lah nona ,kalau begitu saya permisi"! Kata mbak umi sambil beranjak dari makar tersebut dan menuju kamar istirahat nya di lantai bawah.
Di lantai bawah.
"Bagaimana dengan Leon"! Tiba tiba suara tersebut datang dari rumah tengah,ya Kelvin memang sengaja menunggu umi turun untuk memastikan semua baik baik saja.
"Tuan muda masih tertidur nyenyak tuan, saya sudah meminta nona Alexa untuk istirahat, dan nona Alexa meminta saya untuk kembali ke kamar saya ,tuan"! Jelas umi. Kelvin hanya mengangguk, seperti yang di lihat mungkin Leon akan baik baik saja dengan Alexa.
Setelah kepergian umi ,Kelvin beranjak dari duduknya dan melangkah menuju lantai dua untuk istirahat.
Sedari tadi bahkan Kelvin tidak mendengar suara loen menangis seperti biasanya, meskipun tetap menangis ,namun itu hanya sebentar lalu tenang lagi.
Kelvin berdiri sejenak pada pintu kamar di hadapannya,ya dikamar sang anak,ingin rasanya masuk dan melihat Alexa dan Leon di dalam sana ,namun takut jika kedatanganya malah akan mengganggu keduanya.
Akhirnya Kelvin pun memilih untuk menghentikan niatnya dan masuk kedalam kamar pribadinya.
Waktu terus berputar ,Kelvin pun juga sudah tertidur,walau pun masih tidak nyenyak.
Jam menunjukan angka 3 dini hari,Kelvin terjaga dari tidurnya karena tiba tiba dirinya kebelet ingin buang air kecil.
Kelvin terdiam sesaat dan duduk di ranjangnya setelah keluar dari kamar mandi "kenapa tidak ada suara tangisan bayi,apa memang semuanya baik baik saja"!. Gumam nya lirih ,Kelvin mencoba keluar dari kamarnya ,dan menajamkan telinganya,namun tetap sama, sunyi dan sepi,dengan keponya Kelvin melangkah mendekat ke arah kamar Leon , sayup sayup terdengar Alexa berbicara dari dalam kamar tersebut.
Ceklek"!!
Pintu di buka sangat perlahan oleh Kelvin,hingga membuat Alexa yang sedang berbaring membelakanginya pun tidak melihat jika pintu tersebut di buka,ya cerobohnya Alexa karena tidak mengunci pintu tersebut
"Sayang,kenapa kamu suka sekali bergadang,kamu tahu kan kak lexsa besok harus kerja,ini masih jam 3,tidur lagi yuk"! Kata alexa kepada Leon yang sudah membuka matanya lebar lebar,bahkan bayi tersebut tidak terlihat ngantuk sama sekali,matanya pun sangat jernih menatap ke arah wajah Alexa yang sudah berbau bantal tersebut.
"Apa kamu mau kak lexsa menyusui mu, tapi janji Kamu harus tidur ya"!
Glek"!!
Kelvin yang mendengar ucapan sakral dari wanita di atas ranjang tersebut pun membulatkan mata sempurna dan sudah payah menelan ludahnya yang sudah terasa kering itu.
"Menyusui,apa maksudnya"! Gumam Kelvin dalam hati bertanya tanya.
Alexa si gadis bar bar dan sangat ceroboh itu pun,membuka kancing piama bajunya begitu saja, dada Kelvin naik turun melihat pemandangan yang jelas terlihat di depan matanya,meskipun hanya cahaya lampu tidur yang menyoroti kamar tersebut,tapi tetap saja Kelvin masih bisa melihat apa yang di lakukan Alexa kepada Leon dengan jelas.
"Tapi jangan di gigit ya,ini pertama kalinya kak lexsa menyusui bayi, anggap saja kak lexsa sedang belajar untuk jadi ibu yang baik,biar nanti kak lexsa tidak kaget jika sudah menikah dan punya anak,tapi ingat ya jangan bilang siapa siapa"! Alexa kembali berbicara dengan Leon,meskipun bayi tersebut tidak mengerti bahasa alexa ,namun Leon nampak merespon Alexa dengan gerakan tangan dan sesekali bayi tersebut tersenyum ke arahnya .
"Aaaaha, geli sekali"! Pekik nya saat punting tersebut mulai masuk kedalam mulut kecil yang mulai merespon benda yang masuk kedalam mulutnya .
Ya itu juga pertama kalinya untuk Leon mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sosok ibu,apalagi saat Alexa mulai menyusuinya,meskipun tidak ada air susu yang keluar dari dada tersebut namun Leon terlihat sangat nyaman.
Alexa memeluk tubuh mungil tersebut ,sambil sesekali mendesah karena begitu geli yang dia rasakan pada susunya, tapi ada rasa yang juga nikmat dan nyaman yang sulit untuk di jelaskan saat ini.
Perlahan Alexa mulai terlelap,Dengan Leon yang juga Ikut tertidur sambil menghisap benda tersebut dengan tenang.
Karena penasaran yang sudah berada di ujung ubun ubun,Kelvin yang masih berdiri di ambang pintu pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar tersebut secara perlahan.
"Ya tuhan"! Pekik Kelvin dic dalam hati saat melihat pemandangan di depan matanya, Leon yang sudah tertidur lelap dengan mulut mungilnya yang terus menghisap benda bulat yang terlihat sempurna di matanya.
Dadanya sesak ,aliran darah nya mengalir lebih deras dari biasanya, jantungnya berdebar debar ,dan yang paling mengejutkan burung di dalam sangkar kini mulai berkedut kedut dan bangun dari tidurnya .
"Glek"!!
Nafas Kelvin naik turun ,tanganya sudah meremas cacing Alaska yang bersemayam di dalam celananya.
"Ingin sekali rasanya aku mengantikan posisi Leon saat ini juga," gumamnya dengan mata yang tidak bisa berkedip saat ini.
Tring"!!
Bunyi ponsel dari atas meja pun membuyarkan lamunannya yang masih menetap Leon yang sedang menikmati susu pertamanya itu.
Kelvin segera beranjak dan keluar dari kamar keramat tersebut yang mampu membuat naluri kelelakian nya bangkit seketika.
Kelvin berjalan tergesa gesa masuk kedalam kamarnya ,bayangan benda bulat bukan balon tersebut terus terngiang ngiang di kepala dan matanya,apalagi saat mengingat leon begitu menikmati hisapan tersebut.
Badanya terasa panas, dan sulit untuk di kendalikan ,akhinya Kelvin memilik untuk berjalan menuju kamar mandi dan melepaskan seluruh pakaiannya.
Di tatapnya benda yang sudah berdiri kokoh tersebut dan Diremas sambil memejamkan matanya.
"Oh, shit kenapa juga aku pakai acara melihat semua itu,jika ujung ujungnya menyiksa batin ku"! Kata Kelvin sambil terus melanjutkan aktifitasnya,mengurut burung nya yang sudah ingin dipuaskan itu.
Bermain solo ,pastinya tidak mungkin kan dia meminta Alexa untuk melakukan itu semua.
Hingga 1 jam berlalu Kelvin yang sudah selesai dengan aktifitasnya bermain solo,akhirnya memilik untuk mandi dan mencoba menghilangkan sisa sisa hawa panas yang masih berada di dalam tubuhnya.
Tak terasa jam sudah menunjukan angka 6 pagi ,Kelvin pun masih terjaga dan tidak bisa untuk tidur kembali saat melihat adegan yang membuatnya berperang dengan pikiranya yang mendadak kotor.