[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan Sistem
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
“Sial! Hanya gara-gara anak Bos ingin magang kerja, aku yang merupakan karyawan paling muda langsung dikorbankan!”
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya~
[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
Melihat sekeliling, Karina memastikan tak ada orang lain di sekelilingnya, tapi suara yang dia dengar sangat jelas.
‘Suara siapa barusan?’ batinnya bingung.
“Ting!~”
Suara notifikasi dari ponselnya tiba-tiba terdengar.
Mendengar suara itu, Karina cepat memeriksa ponselnya, dan ternyata itu adalah notifikasi dari pihak Bank, memberitahunya uang senilai 10 Miliar baru saja masuk ke rekeningnya.
“Wah! Benar-benar sepuluh miliar seperti apa yang baru aku dengar.”
[Ding!]
[Host harap segera menyelesaikan tugas dari Sistem! Saat ini hanya tersisa waktu 55 menit sebelum tugas dinyatakan gagal, dan Host akan kehilangan Sistem serta uang 10 Miliar.]
Suara yang menyebut dirinya sebagai Sistem kembali terdengar, sementara Karina meyakinkan dirinya kalau tak ada orang lain yang mendengar suara itu.
“Aku nggak ingin kehilangan hal baik yang belum aku nikmati!”
Karina melihat sekelilingnya, dan untung saja gedung perusahaan tempatnya bekerja berada di pusat kota, dekat dengan sebuah tempat perbelanjaan terbesar, dan di dalamnya terdapat banyak toko barang bermerek dengan harga tinggi.
Dengan gaji UMR yang tak seberapa, biasanya Karina hanya melihat tempat perbelanjaan itu dari luar, tapi dengan uang miliaran yang harus dihabiskan kurang dari 1 jam, dia sudah membayangkan apa saja yang ingin dibeli.
“Diamond Palace Mall, aku datang untuk berbelanja!”
Karina tersenyum lebar, melupakan jika baru saja dia telah kehilangan pekerjaan, bahkan uang pesangon miliknya dipotong 50 persen.
Jam tangan mewah, tas mewah, perhiasan, ponsel keluaran terbaru, peralatan kosmetik terbaik, pakaian-pakaian bermerek yang selama ini hanya bisa dilihat dari layar ponsel retaknya, semuanya dibeli oleh Karina tanpa terkecuali.
Uang senilai sepuluh miliar rupiah akhirnya habis hanya dalam kurun waktu beberapa menit, dan di pembelian terakhir Karina membeli motor impiannya yang hanya seharga puluhan juta.
Awalnya dia tadi ingin membeli mobil, tapi ingat kalau mengemudikan mobil bukan keahliannya, cepat saja Karina beralih ke sepeda motor, kendaraan yang biasa dikendarainya, sebelum akhirnya motor tua miliknya rusak parah dan terpaksa dijual sebagai besi tua.
“Meski aku berpenampilan sederhana. Selama punya uang, nggak ada yang berani meremehkanku!”
[Ding!]
[Host telah menyelesaikan Tugas Sistem untuk pertama kalinya, yaitu Tugas menghabiskan uang tunai senilai 10.000.000.000 rupiah.]
[Hadiah berupa rabat 10 kali lipat dari uang yang telah dihabiskan segera ditransfer ke rekening Hos.]
[Dikarenakan ini adalah Tugas pertama yang berhasil diselesaikan dengan sempurna, Hos mendapatkan hadiah tambahan, sebuah Mansion nomor 01 di perumahan Skyline Royal Residence.]
Karina dibuat melongo oleh hadiah-hadiah yang didapatkannya, bahkan tubuhnya sempat oleng dan hampir terjatuh.
Bibirnya melengkung, dan dia terkekeh pelan, hingga tiba-tiba perhatiannya tertuju pada suara notifikasi, dimana itu adalah notifikasi dari pihak Bank, memberitahunya jika uang senilai 100.000.000.000 rupiah baru saja masuk ke rekeningnya.
“Auh!~”
Karina mencubit lengannya, dan itu rasanya sakit.
“Ini bukan mimpi di siang bolong.”
Sebenarnya dia sudah tau kalau apa yang dialaminya bukan mimpi, hanya saja saat ini Karina sedang terlihat linglung, tapi untungnya dia cepat mendapatkan kembali kesadaran dan ketenangannya.
“Ayah, Ibu, anakmu kaya raya, tapi sekarang aku bingung bagaimana cara menjelaskan pada mereka tentang kekayaan yang aku miliki!”
Dari senang, cepat perasaan Karina berubah menjadi bingung.
“Sudahlah, nanti saja itu aku pikirkan sambil jalan, lagipula kekayaan ini aku dapatkan bukan dari hasil pekerjaan yang melanggar hukum.”
[Ding!]
[Tugas Darurat terpicu!]
[Selamatkan seorang anak kecil yang akan jatuh dari lantai tiga Mall!]
[Hadiah: Dirahasiakan.]
“I-Inisih bukan tugas, tapi keharusan!”
Saat ini Karina berada di lantai dua, dimana sebelumnya dia berencana langsung pulang, tapi karena adanya Tugas Darurat, cepat dia berlari menuju lantai ketiga.
Larinya sangat cepat, tetapi sebisa mungkin dia tak mengganggu pengunjung lain, dan setelah beberapa menit berlalu, akhirnya dia tiba di lantai tiga.
“Sistem, dimana anak itu?”
[Ding!]
[Host lurus saja, dan nanti akan melihat keberadaan anak itu.]
“Wush!~”
Karina berlari cepat, dan di ujung dia akhirnya melihat keberadaan anak yang sedang dicari, tapi melihat anak itu menaiki pagar pembatas, kata Karina melotot dan sebisa mungkin dia menambah kecepatan larinya.
“Grep!~”
Cepat kedua tangan Karina menangkap kedua kaki anak laki-laki yang hampir jatuh, sementara orang-orang di sekeliling yang baru menyadari kalau ada anak laki-laki hampir jatuh, mereka teriak histeris, membuat banyak pasang mata mengarahkan pandangan ke arah unung lantai tiga.
Suasana baru kembali tenang setelah Karina berhasil menaikkan anak laki-laki yang kini berada di pelukannya.
“Mommy!” seru anak laki-laki begitu melihat wajah Karina.
“Anak kecil, dimana Mommy kamu?” tanya Karina, belum tau siapa yang dipanggil mommy oleh anak di pangkuannya.
“Mommy... Mommy... Mommy!”
“Grep!~”
Anak laki-laki itu tiba-tiba memeluk Karina sambil terus mengulang kata Mommy.
Di tengah kebingungan yang seketika melanda pikiran Karina, datang pria dengan wajah pucat pasi dari arah kerumunan orang-orang yang berkerumun di sekitar tempat Karina berada.
“Tuan Muda, syukurlah Tuan Muda baik-baik saja!”
Mendengar itu Karina tau kalau pria yang baru datang memiliki hubungan dengan anak laki-laki di pelukannya.
“Tuan, sepertinya Tuan Kecil ini ketiduran. Apa Tuan bisa membantuku mengangkat tubuhnya?”
Anak laki-laki itu berusia 4 atau lima tahun dengan tubuh tumbuh ideal, membuat Karina kesulitan bangun karena berat tubuh anak itu.
Begitu anak laki-laki berpindah ke tangan sosok pria yang wajahnya kembali berwarna, cepat saja Karina pergi, masuk ke tengah-tengah kerumunan orang, menghilangkan jejak keberadaannya.
“Kemana perginya wanita barusan?”
Pria yang sadar belum berterimakasih pada penyelamat Tuan Mudanya, dia kehilangan jejak wanita yang wajahnya sangat mirip dengan seseorang, tapi jelas mereka bukan orang yang sama, dikarenakan seseorang yang dia maksud adalah mendiang Ibu Tuan Mudanya, sosok yang tiada setelah berjuang melahirkan seorang putra untuk pria yang disayanginya.
Sayangnya pengorbanan itu tak berhasil menarik perhatian pria yang disayanginya, dimana pria itu justru membencinya, bahkan kematiannya berhubungan dengan perbuatan pria itu.
“Sebaiknya aku rahasiakan kejadian hari ini dari Tuan, termasuk keberadaan wanita yang mirip dengan mendiang Nyonya.”
Pria itu pergi sembari menggendong Tuan Mudanya yang tertidur pulas, membuat suasana Mall kembali berjalan seperti biasanya.
Di tempat berbeda. Karina yang akhirnya bisa membawa motor barunya pulang, dia sama sekali tak tau apa yang terjadi setelah kepergiannya dari Mall.
“Hei Sistem! Jangan dulu memberikan hadiah saat aku sedang mengendarai motor! Bisa-bisa ini terjadi kecelakaan tunggal kalau nanti aku terkejut mendengar hadiah yang kau berikan padaku!”
Mengerti keinginan Karina, sepanjang jalan pulang, Sistem diam membisu, membuat perjalanan pulang Karina berjalan lancar tanpa adanya hambatan.
Tetapi begitu tiba di rumah kontrakan yang ditempatinya bersama kedua orangtuanya. Karina dikejutkan dengan barang-barang miliknya juga milik orangtuanya yang sudah ada di luar.
Setelah memarkirkan motor, cepat Karina menghampiri orangtuanya, mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
Dari ayahnya, akhirnya Karina tau kalau pemilik kontrakan mengusir keluarganya, padahal masih ada 10 hari lagi sebelum kontrak berakhir.
Hanya karena ada saudara jauhnya yang membutuhkan kontrakan, Karina dan keluarganya menjadi korban ketidak adilan pemilik kontrakan.
‘Kebetulan aku punya rumah baru. Jadi sekarang saja aku ajak Ayah dan Ibu pindah ke rumah baru!’
Karina tersenyum kecil, meski dia tau nanti akan dituntut banyak penjelasan dari orangtuanya tentang darimana uang yang digunakan untuk membeli rumah.
Tetapi sebuah alasan telah dipersiapkan, dan Karina yakin alasan itu cukup untuk menjawab seluruh pertanyaan orangtuanya.