Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...“Mungkin kena macet dijalan Bu soalnya tadi di jalan ada kecelakaan” ucap Levy mengulur waktu....
...“Ada hubungan apa nih sang idola dengan si pendiam??” Celetuk salah satu siswa yang membuat suasana menjadi ramai....
...“Berisik banget” teriak Kayla....
...“Woahh ada yang bela nih, jangan-jangan kamu cemburu kay??” Celetuk salah satu siswa....
...“Ngaco kalian kalau ngomong” teriak Rudy yang sebenarnya membela Kayla....
...“Hey hey hey bisa diam” teriak pengawas sambil mengetuk meja dengan keras....
...“Saya tunggu 5 menit” ucap pengawas dengan tegas....
...4 menit berlalu Susan berhenti di depan pintu dengan nafas yang tersengal-sengal, “itu Susan” teriak Kayla....
...“Akhirnya dia datang” ucap Levy dalam hati sambil tersenyum....
...“Maaf Bu saya telat” ucap Susan sambil masuk ruangan....
...“Silahkan duduk lain kali jangan sampai telat kasian siswa yang lain” ucap pengawas tegas....
...“Baik Bu” ...
...“Hari ini ujian matematika jadi kalian mendapat waktu pengerjaan selama 2,5 jam, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya” ucap pengawas sambil berjalan mengelilingi barisan meja siswa....
...“Baik Bu” ucap para siswa serentak....
...2,5 jam berlalu para siswa-siswi mulai mengumpulkan kertas jawaban nya, “silahkan dikumpulkan, waktu susah habis” ucap pengawas sambil menata kertas jawaban yang dikumpulkan para siswa-siswi. Susan mengumpulkan kertas jawaban diikuti Levy dari belakang, setelah Susan mengumpulkan dia terdiam sejenak karena merasa kepala pusing dan akhirnya dirinya pingsan yang dari belakang Levy menangkap badan Susan yang hampir terjatuh dilantai, “San San” Levy menepuk-nepuk pipi Susan pelan....
...Kayla yang berjalan didepan Susan membalikkan badan menangisi Susan yang tiba-tiba pingsan, “tolongin. Muka Susan pucat banget” ucap Kayla duduk disebelah Susan....
...Levy menggendong Susan berjalan cepat ke arah UKS, Siska yang berdiri di lorong hanya bisa menahan kesal “caper banget”....
...“Dok, tolong” teriak Levy sambil meletakan tubuh susan di atas bed....
...Dokter yang sigap mengambil stetoskop yang diletakkan diatas mejanya lalu memeriksa Susan, “kamu bisa tunggu diluar” ucap dokter menyuruh Levy untuk tunggu di luar....
...Beberapa menit kemudian Levy masuk ruangan UKS untuk menanyakan keadaan Susan, “gimana keadaannya dok?” Tanya dengan lesu....
...Tak lama Rudy dan Kayla masuk bersamaan berdiri di belakang Levy, Rudy menepuk bahu Levy pelan, Levy hanya melirik Rudy pelan....
... “Dia gak apa-apa, istirahat yang cukup pasti badannya akan pulih kembali” ucap dokter....
...Kayla menghampiri susan yang masih pingsan, “san bangun”....
...“Kalian pulang aja biar aku yang nunggu Susan disini” ucap Kayla....
...“Gak bisa” ucap Levy cepat....
...“Apa urusannya denganmu? Kamu udah bantu gendong Susan ya aku terimakasih, dokter bilang Susan gak apa apa jadi gak ada yang perlu dikhawatirkan jadi kak Levy bisa pulang” ucap Kayla....
...“Kalau dia sudah sadar baru aku pulang” ....
...“Sudah lah kay, biarkan Levy dan aku nunggu Susan” ucap Rudy....
...“Ya sudah” jawab Kayla pasrah....
...20 menit ditunggu akhirnya Susan sadar juga, “mama” teriak Susan tersadar dari pingsannya....
...“San” panggil Kayla mengusap bahu Susan....
...“Kay” Susan bangun dan memeluk Kayla erat....
...(Flashback) Tengah malam saat Susan membawa foto yang diambilnya di laci papanya, dia terus melihat foto yang tak seharusnya dia lihat, rasa sakit sedih marah campur aduk pada diri Susan “kenapa papa tega lakuin ini sama mama?” Ucap Susan sambil menangis sesenggukan di dalam kamar. Hal itu membuat Susan tak bisa tidur sampai pagi hari....
...Kayla mengusap punggung Susan, “aku mau pulang” ucap Susan....
...“Biar aku yang antar” sahut Levy....